Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of Sucrose Concentration on Microbiological, Physicochemical, Antioxidant Activity, and Organoleptic Characteristics of Salak Fruit Juice Beverage Fermented with Lactobacillus Plantarum InaCC B153 Pandanwangi, Aisyah Amelia; Rosida, Rosida; Sudiana, I Made; Napitupulu, Toga Pangihitan; Kanti, Atit
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.486

Abstract

Salak is a tropical fruit that has great potential to be made into a healthy fermented beverage. The carbohydrate content and bioactive compounds such as phenolics in salak provide benefits as a source of antioxidants. The fermentation process will produce a probiotic drink that is good for digestive health. The fermentation process involves Lactobacillus plantarum bacteria as probiotic agents. This study aims to determine the effect of sucrose concentration on the characteristics of salak fruit juice probiotic drinks. This study used a completely randomised design (CRD) factorial pattern with sucrose concentration factor (3%, 6%, 9% b/v). The data obtained were analysed using ANOVA followed by DMRT further test at the 5% level. The results showed a significant interaction (p≤0.05). Fermented salak fruit juice using 9% sucrose was the best treatment with characteristics of pH 3.80; total microbes 9.023 log CFU/ml; total acid 1,11%; total sugar 13,88%; viscosity 118,35 mPa.s; DPPH antioxidant activity 89.99%. The resulting organoleptic properties including colour, aroma, and taste, overall were 3.40 (moderately liked), 3.08 (moderately liked), 3.76 (moderately liked), and 3,48 (moderately liked).
Meta-Analisis Media Pembelajaran pada Pembelajaran Biologi Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Sudirgayasa, I Gede
Journal of Education Technology Vol. 4 No. 1 (2020): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v4i1.24079

Abstract

Latar belakang metanalisis ini adalah masih banyak guru/dosen masih belum mampu mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya untuk pendidikan biologi. Sehingga perlu dilakukan analisis artikel dari hasil-hasil penelitian terdahulu untuk memahami media yang tepat untuk pembelajaran biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat Pendidikan; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi yang digunakan sebagai konten pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta analisis (Glass, 1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi antara lain eksperimen, R & D, deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat pendidikan terbaik pada SMP/MTs (1,00) masuk kategori tinggi; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media terbaik pada multimedia (1,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi terbaik pada Spermathopyta (2,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi. Berdasarkan simpulan tersebut dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya: (1) penelitian media pembelajaran dikembangkan dengan R & D dengan pengujian yang lebih lengkap dan lebih baik; (2) implementasi media pembelajaran terbaik diperoleh dari penelitian pada tingkat Pendidikan SMP/MTs, pada SMA dan PT dapat dilakukan analisis kebutuhan yang lebih mendalam agar media yang digunakan benar-benar efektif dan sesuai dengan psikologi dan kecenderungan pola belajarnya; dan (3) multimedia merupakan media pembelajaran yang paling efektif, multimedia selanjutnya dapat dikembangkan berupa multimedia yang daring, blended, atau berbasis android sehingga lebih mudah diakses oleh peserta didik
Potensi Ekowisata Lembu Putih Taro Sebagai Konten dan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal Hindu Bali Sudirgayasa, I Gede; Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Maduriana, I Made; Gata, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v5i2.36424

Abstract

Banyak guru yang belum mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran sehingga tujuan pendidikan belum tercapai selain itu belum mengenal kearifan lokal di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai media pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal Hindu Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Ekowisata Lembu Putih Taro menunjukkan: (1) dapat digunakan sebagai konten pembelajaran biologi ditinjau dari materi biologi (taksonomi, genetika, morfologi/fisiologi hewan, ekologi) dan konteks kearifan lokal yang ada di dalamnya; (2) lingkungan asli sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang layak untuk diterapkan karena memiliki berbagai keunggulan di antaranya adalah sebagai media asli/nyata dan kontekstual sehingga mampu memberikan pengalaman langsung sehingga informasi lebih mudah dipahami dan lebih diingat, menumbuhkan kecintaan peserta didik akan kearifan lokal budayanya yang sangat bermanfaat, turut serta dalam upaya pelestarian kearifan lokal, secara tidak langsung turut serta dalam mengamalkan ajaran agama, dan meningkatkan kemampuan belajar saintifik peserta didik. Implikasi penelitian ini Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai konten dan media pembelajaran diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
A Profile of Digital Literacy, Problem-Solving Skills, and Socio-Cultural Awareness Among Pre-Service Biology Teacher in Bali Sudirgayasa, I Gede; Sulisetijono; Mahanal, Susriyati; Gofur, Abdul; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Ratnani, Dewa Ayu Sri; Rai, I Gusti Ayu; Sudiana, I Made
Journal of Science and Education Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v4i1.206

Abstract

This study aims to identify the levels of digital literacy, problem-solving skills, and socio-cultural awareness among prospective biology teachers. A cross-sectional survey method was employed. Data were collected through the distribution of a closed-ended questionnaire on February 10, 2023. The questionnaire used a Likert scale, with each item scored on a range from 1 to 5. The digital literacy questionnaire consisted of 20 items, the problem-solving skills questionnaire comprised 24 items, and the socio-cultural awareness questionnaire included 15 items. The questionnaires were distributed to biology education students from four universities in Bali: Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, and IKIP Saraswati. Respondents were selected using purposive sampling, based on specific criteria relevant to the research objectives. The research instruments were developed based on the aspects and indicators of 21st-century skills proposed by Greenstein. The collected data were then analyzed descriptively to address the research questions. The findings of the study are as follows: students' digital literacy falls within the intermediate category; their problem-solving skills are at the basic level; and their socio-cultural awareness is also categorized as intermediate. It is necessary to develop alternative learning programs that enhance students' digital literacy, problem-solving abilities, and socio-cultural awareness. One potential approach is project-based learning that directly integrates technology use and addresses real-life issues at both local and global levels.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SMP Sudiana, I Made; Ni Putu Siska Ratna Ulan Dari
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 1 (2022): SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik SMP. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Pre-test Pos-test Control Group Design. Penelitian dilakukan terhadap peserta didik kelas VII SMPN 2 Marga berjumlah 54 orang, masing-masing 27 orang sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes skala kemampuan literasi sains disusun berdasarkan skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, dan uji-t (Independent Sample T-Test) terhadap nilai N-gain dari tes skala sikap literasi sains. Hasil rata-rata N-gain kelas eksperimen dan kontrol yang diperoleh adalah 0,48 dan 0,32 dengan kategori peningkatan sedang. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada nilai N-gain diperoleh nilai Sig. (1-tailed) 0.011 < 0,050, berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL memberi kontribusi yang lebih baik terhadap peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik. Disimpulkan bahwa implementasi model PBL dapat lebih baik dalam meningkatkan kemampuan literasi sains secara signifikan.
Preliminary Study of Biohydrolysis Method of Durian Rind for Reducing Sugar Determination on Bioethanol Production Husada, Eko Darma; Sudiana, I Made; Idris; Indriyani, Ni Luh Putu; Santoso, Panca Jarot
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.2.117-125

Abstract

Biohidrolisis merupakan proses hidrolisis atau delignifikasi biomasa lignoselulosa secara enzimatik dengan bantuan mikroorganisme. Koleksi isolat cendawan Trametes polyzona dan Aspergillus sp. memiliki potensi untuk digunakan pada proses biohidrolisis dalam produksi bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi isolat cendawan dalam metode biohidrolisis kulit buah durian untuk pembentukan gula reduksi dalam produksi bioetanol. Optimasi metode dilakukan dengan perlakuan biohidrolisis langsung dengan cendawan, kombinasi praperlakuan kimiawi (1% NaOH) dan biohidrolisis, kombinasi praperlakuan panas (microwave) dan biohidrolisis, serta delignifikasi alkali (5% NaOH) sebagai kontrol. Isolat cendawan Trametes polyzona secara umum memperlihatkan potensi terbaik pada perlakuan biohidrolisis langsung maupun kombinasi dengan praperlakuan kimia dan panas dibandingkan dengan isolat Aspergillus sp. Proses biohidrolisis Trametes polyzona dengan kombinasi praperlakuan panas selama 10 menit dengan inkubasi selama 7 hari menghasilkan 0.38% atau setara 3.83 g L-1 gula reduksi pada hidrolisat. Metode biohidrolisis langsung memberikan hasil 0.32% dan tidak berbeda nyata dengan kontrol (0.32%). Kedua modifikasi dalam proses hidrolisis biomasa lignoselulosa ini dapat digunakan sebagai metode alternatif produksi bioetanol di samping menggunakan senyawa kimia. Metode biohidrolisis dengan cendawan Trametes polyzona ini masih perlu dikaji lebih dalam terkait beberapa parameter lainnya yang berpengaruh agar diperoleh gula reduksi yang lebih baik dalam produksi bioetanol yang lebih efektif. Kata kunci: delignifikasi, lignoselulosa, optimasi, Trametes polyzona
Effect of Sucrose Concentration on Microbiological, Physicochemical, Antioxidant Activity, and Organoleptic Characteristics of Salak Fruit Juice Beverage Fermented with Lactobacillus Plantarum InaCC B153 Pandanwangi, Aisyah Amelia; Rosida, Rosida; Sudiana, I Made; Napitupulu, Toga Pangihitan; Kanti, Atit
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.486

Abstract

Salak is a tropical fruit that has great potential to be made into a healthy fermented beverage. The carbohydrate content and bioactive compounds such as phenolics in salak provide benefits as a source of antioxidants. The fermentation process will produce a probiotic drink that is good for digestive health. The fermentation process involves Lactobacillus plantarum bacteria as probiotic agents. This study aims to determine the effect of sucrose concentration on the characteristics of salak fruit juice probiotic drinks. This study used a completely randomised design (CRD) factorial pattern with sucrose concentration factor (3%, 6%, 9% b/v). The data obtained were analysed using ANOVA followed by DMRT further test at the 5% level. The results showed a significant interaction (p?0.05). Fermented salak fruit juice using 9% sucrose was the best treatment with characteristics of pH 3.80; total microbes 9.023 log CFU/ml; total acid 1,11%; total sugar 13,88%; viscosity 118,35 mPa.s; DPPH antioxidant activity 89.99%. The resulting organoleptic properties including colour, aroma, and taste, overall were 3.40 (moderately liked), 3.08 (moderately liked), 3.76 (moderately liked), and 3,48 (moderately liked).
PENGARUH METODE STERILISASI MEDIA NURSERI DAN ASOSIASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) Pratama, Aulia Brellian; Mangunwardoyo, Wibowo; Chandra, Nicholas Dwi; Napitupulu, Toga Pangihotan; Idris, Idris; Kanti, Atit; Ikhwani, Azra Zahrah Nadirah; Guswenrivo, Ikhsan; Sudiana, I Made
Berita Biologi Vol 22 No 1 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.804

Abstract

Kondisi lingkungan yang kurang baik untuk industri pertanian cabai (Capsicum annuum L.) membuat hasil produksi cabai menurun. Pemberian inokulum mikoriza arbuskular dan pupuk dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi cabai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode sterilisasi serta interaksi fungi mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan penghitungan jumlah spora, sterilisasi media tanam, penyemaian benih, pengamatan karakteristik agronomi, hingga pengujian infeksi mikoriza. Spora mikoriza arbuskular yang digunakan berupa produk kultur tunggal Glomus mosseae (A) dan kultur campuran (B). Hasil penelitian menunjukkan penghitungan jumlah spora produk B memiliki jumlah spora tertinggi dengan 51 spora/50 g dibandingkan dengan produk A. Analisis karakteristik agronomi dengan ANOVA dua faktor (α: 0,05) menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan antara metode sterilisasi dengan pemberian inokulum mikoriza arbuskular pada tinggi tanaman cabai. Namun, hasil statistik menunjukkan bahwa pemberian mikoriza A dan B memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman cabai. Hasil analisis statistik pengukuran panjang akar juga tidak ada pengaruh signifikan antara pemberian mikoriza dengan metode sterilisasi. Pengamatan infeksi tanaman cabai menunjukkan fungi mikoriza arbuskular kultur tunggal dan campuran mampu menginfeksi akar dengan membentuk hifa internal dan spora. Hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan media tanam serta inokulum mikoriza arbuskular terbaik untuk meningkatkan produksi cabai.
LIPID ACCUMULATION BY Flavodon flavus ATH USING PALM OIL MILL EFFLUENT AS SUBSTRATE Sudiana, I Made; Kanti, Atit; Helbert, Helbert; Octaviana, Senlie; Suprapedi, Suprapedi
BIOTROPIA Vol. 21 No. 2 (2014): BIOTROPIA Vol. 21 No. 2 December 2014
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.989 KB) | DOI: 10.11598/btb.2014.21.2.388

Abstract

Large amount of palm mill effluent is generated annually. The waste would be potential for production of single cell oils (SCOs). The objective of study was to evaluate the lipid accumulation by fungi using palm mill effluent as substrate. To obtain most potential strains for lipid accumulation, seven filamentous fungi isolated from various biomes were evaluated for their ability to produce endoglucanase, and its lipid accumulation. Fungal hypae grown on palm oil mill effluent accumulated lipid of 34,3-87,5 of their dry cell mass. The profile of transesterified SCOs revealed a high content of saturated and monounsaturated fatty acids i.e., palmitic (C16:0), stearic (C18:0) and oleic (C18:1) acids similar to conventional vegetable oils used for biodiesel production. The strain was able to use organic substrates in POME implies that they are promising strain for biofuel feed stock as well as for meeting effluent quality for wastewater discharge.
POTENCY OF RHIZOSPHERE BACTERIA TO PROMOTE RICE GROWTH UNDER SALINE CONDITION Widawati, Sri; Sudiana, I Made
BIOTROPIA Vol. 23 No. 2 (2016): BIOTROPIA Vol. 23 No. 2 December 2016
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.765 KB) | DOI: 10.11598/btb.2016.23.2.511

Abstract

Saline soil is a common problem in coastal paddy field, especially in Indonesia. Salinity affects rice growth and the activities of soil functional microbes, including functional bacteria, which play roles in plant growth. Some of these microbes are associated with rice plants and are able to survive under saline condition. The presence of functional microbes is also important to improve soil quality. Nitrogen and phosphate are essential soil nutrients and is available in soil due to the activities of nitrogen-fixing bacteria and free-living plant-associated bacteria.  The objective of the present study was to obtain nitrogen-fixing, phosphate solubilizing and Indole Acetic Acid  (IAA)-producing bacteria that are able to survive and promote the growth of rice under saline conditions. From rice and peanut rhizosphere, Ca-phosphate (Ca-P) solubilizing and nitrogen-fixing bacteria were isolated separately using specific media. Then, the Ca-P solubilizing ability, phosphomonoesterase activity and IAA-producing ability were quantitatively examined. Based on the abilities, 20 strains were selected and identified as Burkholderia cepacia-complex, Burkholderia anthina, Burkholderia cenocepacia, Bacillus cereus-complex (three strains), Achromobacter spanius, Azospirillum sp. (four strains), Azotobacter sp. (three strains), Rhizobium leguminosarum, Rhizobium sp. (two strains), and Pseudomonas sp. (three strains). The inoculation of several single strains or the mixture of the selected strains promoted the growth of rice under saline conditions. These inoculants could be potential as biofertilizer in saline paddy fields.