Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFICATION OF ECTOMYCORRHIZA-ASSOCIATED FUNGI AND THEIR ABILITY IN PHOSPHATE SOLUBILIZATION Mujahidah, Shofia; Sukarno, Nampiah; Kanti, Atit; Sudiana, I Made
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v14i2.3741

Abstract

ABSTRACTThe existence of Pinus sp. is very dependent on ectomycorrhizal (ECM) fungi. ECM fungi affect the growth of their hosts especially by increasing mineral availability and water intake. However ECM fungi is not the only one that plays a role in the growth of their host. There are many ECM-associated fungi which also have many important roles in the growth of the host. Helotiales which were isolated from the ECM of Pinus merkusii are known as the most member of root associated fungi. Three isolated Helotiales identified as Scytalidium sp., Helotiales sp., and Glutinomyces sp. by morphological and molecular identification based on ITS1, 5.8S rRNA, ITS2 DNAr region. All three isolates have the ability to solubilize phosphate. Compared with C. geophilum which already known as P solubilizing fungi, Glutinomyces solubilized 16.6 ppm P which is higher than C. geophilum which solubilized as much as 13.68 ppm in Pikosvkaya medium with glucose as carbon source and rock phosphate as phosphate source. Then followed by Scytalidum sp. and lastly Helotiales sp. Rock phosphate tend to harder to solubilize because its complex chemical form with other minerals. Keyword: ECM-associated fungi, Helotiales, phosphate solubilizing ability, Pinus merkusii 
PRODUCTION OF ACID PHOSPHATASE IN BACILLUS SP. ISOLATED FROM FOREST SOIL OF GUNUNG SALAK NATIONAL PARK Rahmansyah, Maman; Sudiana, I Made
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 6, No 3 (2010): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v6i3.3140

Abstract

ABSTRAKProduktivitas Fosfatase Asam pada Bacillus sp. yang Diisolasi dari Tanah Hutan TamanNasional Gunung Salak. Pada pengamatan ini dilakukan karakterisrik bakteri pelarut fosfatyang diisolasi dari tanah hutan Taman Nasional Gunung Salak. Sebanyak 21 koloni hasil isolasidiuji terhadap produktivitas enzim fosfatase berdasar pelarutan media mengandung fosfat.Isolat yang terkuat melarutkan fosfat diidentifikasi sebagai Bacillus sp. Pada pengamatanlanjutan terhadap strain teruji dilakukan penumbuhan pada media cair selama 90 jam inkubasi,dan hasilnya ternyata mampu melarutkan fosfat inorganik (Pi) dari sumber trikalsium fosfat(Ca-Pi) dan alumunium fosfat (Al-Pi) masing-masing pada kisaran 1,2 sampai 152 dan 0.8 sampai25 mg.L-1; dan menunjukkan aktifitas enzim fosfomonoesterase antara 0.2 sampai 1.01 unitpada media yang mengandung larutan para-nitrophenylphosphate sebagai media fosfatorganik (Po) artifisial. Konsumsi glukosa pada media yang diukur selama pertumbuhan sejalanpula dengan produk ortofosfat sebagai akibat adanya aktifitas enzim fosfatase. Peningkatanfosfatase juga sejalan dengan bertambahnya biomassa sel bakteri dan penambahan produkasam glukonat. Penurunan pH dari 7 menjadi 5 diakibatkan peningkatan produk asam glukonatdi dalam media tumbuh. Bakteri pelarut fosfat yang berasal dari tanah hutan Taman NasionalGunung Salak dapat memproduksi fosfatase asam untuk memineralisasi sumber-sumber fosfatmenjadi sumber nutrisi yang siap digunakan oleh akar tumbuhan, dan itu merupakan prediksikuat untuk menjadikan isolat bakteri pelarut fosfat sebagai sumber bahan pupuk hayati.Kata kunci: Bacillus sp., tanah hutan, fosfatase asam, Ca-Pi, Al-Pi.
INCREASE OF CITRIC ACID PRODUCTION BY ASPERGILLUS NIGER INACC F539 IN SORGHUM’S JUICE MEDIUM AMENDED WITH METHANOL Kanti, Atit; Ilyas, Muhammad; Sudiana, I Made
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v14i2.3733

Abstract

ABSTRACTCitric acid demand increases steadily, and there is a need to increase productivity through selection of suitable carbon sources, and addition of substances that increase citric acids production rate. Methanol has been suggested to increase citric acid fermentation on high carbohydrate containing substances. The objective of the study was to evaluate the suitability of sweet sorghum juice for citric acids production and to verify the effect of methanol on citric acids production using Aspergillus niger InaCC F539  as inoculant. Sweet sorghum juice with the total initial reducing sugar of 11.5 % (w/v) was used as the sole carbon sources. To study the effect of total initial reducing sugar on citric acid production the initial reducing sugar was adjusted to the concentration of  30 to 75 g/L. Preliminary experiment was conducted to get the optimum methanol concentration that stimulate citric acid production. The optimum methanol concentration that stimulate citric acid production was 4% (v/v). Submerged fermentation was conducted as shake culture (125 rpm at 28 °C).  Citric acids production was affected by total initial reducing sugar. Higher total initial reducing sugar produced higher citric acids. Maximum citric acid production was 18.96g/L on sweet sorghum juice with 75 g/L total initial reducing sugar. Methanol 4 % (v/v) increase citric acid production by 41.35 to 65.89 %. Juice of sweet sorghum was a good medium for citric acids production, and methanol stimulate and increase citric acid production. It is a good basis for exploring efficient and cost effective industrial scale citric acid production. Keywords: Citric acid, Methanol, Sweet sorghum, Aspergillus niger 
BIODEGRADASI ALKIL BENZENA SULFONAT OLEH PSEDOMONAS CEPACIA Sudiana, I Made
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 3, No 3 (2002): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v3i3.3469

Abstract

ABSTRACTAlkyl Benzene Sulfonate Biodegradation of Psedomonas cepacia. Alkyl Benzene Sulfonate (ABS), naturally slow biodegradable substances, and toxic to human, animal and microorganisms, is a focus of environmental studies. Microorganisms appeared to play important role on biodegradation of that substances in nature, and wastewater treatment procesess. S2 isolated from detergent contaminated soil was able to grow in media with ABS as the sole carbon source. ABS degradation took place under aerobic condition, at pH 4, temperature 30ºC with ?max of 0.0591-h, Ks = 3.25 mg/L, Vmax = 0.16 mg/L.hours-1, and Km = 14.52 mg/L. Analyses of 16s rDNA revealed that S2 is belonging to Pseudomonas cepacia.Key words: Alkyl Benzene Sulfononate (ABS), Pseudomonas cepacia, detergent
META-ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Sudirgayasa, I Gede
Journal of Education Technology Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v4i1.24079

Abstract

Latar belakang metanalisis ini adalah masih banyak guru/dosen masih belum mampu mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya untuk pendidikan biologi. Sehingga perlu dilakukan analisis artikel dari hasil-hasil penelitian terdahulu untuk memahami media yang tepat untuk pembelajaran biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat Pendidikan; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi yang digunakan sebagai konten pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta analisis (Glass, 1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jenis penelitian yang terkait dengan media pembelajaran biologi antara lain eksperimen, R & D, deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif; (2) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan tingkat pendidikan terbaik pada SMP/MTs (1,00) masuk kategori tinggi; (3) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan jenis media terbaik pada multimedia (1,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi; (4) effect size media pembelajaran biologi berdasarkan materi terbaik pada Spermathopyta (2,00) masuk kategori effect size dengan pengaruh yang tinggi. Berdasarkan simpulan tersebut dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya: (1) penelitian media pembelajaran dikembangkan dengan R & D dengan pengujian yang lebih lengkap dan lebih baik; (2) implementasi media pembelajaran terbaik diperoleh dari penelitian pada tingkat Pendidikan SMP/MTs, pada SMA dan PT dapat dilakukan analisis kebutuhan yang lebih mendalam agar media yang digunakan benar-benar efektif dan sesuai dengan psikologi dan kecenderungan pola belajarnya; dan (3) multimedia merupakan media pembelajaran yang paling efektif, multimedia selanjutnya dapat dikembangkan berupa multimedia yang daring, blended, atau berbasis android sehingga lebih mudah diakses oleh peserta didik
Potensi Ekowisata Lembu Putih Taro Sebagai Konten dan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal Hindu Bali Sudirgayasa, I Gede; Surata, I Ketut; Sudiana, I Made; Maduriana, I Made; Gata, I Wayan
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v5i2.36424

Abstract

Banyak guru yang belum mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran sehingga tujuan pendidikan belum tercapai selain itu belum mengenal kearifan lokal di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai media pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal Hindu Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Ekowisata Lembu Putih Taro menunjukkan: (1) dapat digunakan sebagai konten pembelajaran biologi ditinjau dari materi biologi (taksonomi, genetika, morfologi/fisiologi hewan, ekologi) dan konteks kearifan lokal yang ada di dalamnya; (2) lingkungan asli sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang layak untuk diterapkan karena memiliki berbagai keunggulan di antaranya adalah sebagai media asli/nyata dan kontekstual sehingga mampu memberikan pengalaman langsung sehingga informasi lebih mudah dipahami dan lebih diingat, menumbuhkan kecintaan peserta didik akan kearifan lokal budayanya yang sangat bermanfaat, turut serta dalam upaya pelestarian kearifan lokal, secara tidak langsung turut serta dalam mengamalkan ajaran agama, dan meningkatkan kemampuan belajar saintifik peserta didik. Implikasi penelitian ini Ekowisata Lembu Putih Desa Taro sebagai konten dan media pembelajaran diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.
Proyek Terarium dalam Peningkatan Keterampilan Proses IPA Siswa SMP Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova Dwi; Sudiana, I Made
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.801 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i8.778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses IPA siswa SMP sebelum dan setelah penerapan pembelajaran proyek terarium dalam topik ekosistem. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-ekperimen dengan one group pretest-posttest only desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMP Negeri 3 Kediri dengan sampelnya yaitu kelas XI B yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar penilaian proyek dan tes. Data dianalisis menggunakan analisis data Uji-t sampel berpasangan, berbantuan aplikasi program SPSS 22 for windows. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atara rata-rata keterampilan proses IPA Siswa, sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran proyek terarium, di mana hasil t hitung (8.417) > t tabel (1,6973) dan berada pada daerah penolakan H0 dengan signifikansi (2-tailed) < 0,05. Rata-rata peningkatan setiap aspek keterampilan proses siswa sebesar 15% dengan peningkatan terbesar adalah pada aspek komunikasi yaitu dengan prosentase peningkatan sebesar 19,06%, aspek perencanaan percobaan dengan prosentase peningkatan sebesar17,65%, Aspek Pengamatan dengan prosentase peningkatan sebasar 16,01% dan aspek interpretasi dengan prosentase peningkatan sebesar 16,45%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran proyek terarium, secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan proses IPA Siswa SMP terutama pada aspek komunikasi, perencanaan percobaan, pengamatan dan interpretasi.
Composition of Functional Bacteria on Suppressive and Conducive Soil for Fusarium Wilt on Chilli Amara, Khansa; Giyanto; Widodo; Sudiana, I Made
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 5 (2023): September 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.5.215-229

Abstract

Composition of Functional Bacteria on Suppressive and Conducive Soil for Fusarium Wilt on Chilli The phenomenon of suppressive soil has been widely studied to control plant diseases in the field. Suppresive soil is characterized by its contain of functional microbes that can suppress pathogen populations. This study aims to determine and compare the composition of functional bacteria on suppressive and conducive soil of fusarium wilt. The research method consists of soil sampling in the field, isolation of functional bacteria from suppressive soil (SS) and conducive soil (CS) samples, calculation of bacterial population and type, biosafety screening, and characterization of functional bacteria in suppressing of Fusarium oxysporum. The results showed that the bacterial population in SS was higher than those in CS, especially for heat-tolerant bacteria and the fluorescent Pseudomonads. The high population of bacteria is supported by the high value of functional bacterial diversity in SS (H’ 3.70 > 3) compared to CS, which is classified as medium (1 < H’ 2.07 < 3), with the distribution of functional bacteria classified as almost evenly distributed and no dominance of certain types in SS and CS. The percentage of nonpathogenic bacteria in SS is higher than in CS, i.e. 51% and 23%, respectively. These bacteria have potential as plant growth promoting bacteria (PGPB) by producing IAA or dissolving phosphate alone of 24% and 10%, respectively in suppressive soils; and of 14% and 29%, respectively in conducive soils. Only bacteria derived from suppressive soils were able to produce IAA while dissolving phosphate with a percentage of as much as 48%.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Oktaviani, Yutri; Sudiana, I Made; Surata, I Ketut; Suartana, I Wayan
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i1.689

Abstract

Rendahnya minat belajar peserta didik disebabkan oleh cara mengajar guru yang cenderung mendominasi pengetahuan. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru (Teacher Centered Learning/TCL). Peserta didik menjadi pasif, minat dan motivasinya menjadi rendah karena peserta didik kurang memperoleh pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran inovatif (MPI) yaitu dengan model problem based learning (PBL). Data penelitian dikoleksi menggunakan metode kuisioner minat belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa dalam kualifikasi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berhasil mendorong minat belajar peserta didik.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSI BERBASIS PBL MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK ., Sartiana; Sudiana, I Made; Dwi Marhaeni, I Gst Agung Ayu Nova; Suartana, I Wayan
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i1.690

Abstract

Masalah yang terindentifikasi dalam kegiatan pembelajaran yaitu rendahnya keaktifan belajar peserta didik. Tujuan penelitian yaitu mengatasi masalah rendahnya keatifan belajar siswa melalui penerapan model problem based learning (PBL) dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian menggunakan metode observasi. Data hasil penelitian dianalis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model PBL dan tidak menggunakan strategi pembelajaran berdiferensiasi, keaktifan belajar peserta didik dalam kualifikasi sangat kurang dengan rerata skor 2,13. Keaktifan belajar peserta didik meningkat menjadi sangat aktif dengan rerata skor 3,93 setelah penerapan model PBL dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu penerapan Model PBL dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi telah secara nyata meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.