Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kandungan vitamin C dan antioksidan lulur bunga telang (Clitoria ternatea L.) Yusni Khusnita Pangesti; Sang Ketut Sudirga; Ni Wayan Sudatri
Jurnal Biologi Udayana Vol 27 No 2 (2023): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2023.v27.i02.p10

Abstract

Kesehatan kulit merupakan salah satu hal yang berhubungan dengan kecantikan yang dapat dirawat dengan menggunakan kosmetik lulur. Lulur dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan alami, salah satunya yang memiliki antioksidan almi seperti vitamin C. Tanaman yang berpotensi sebagai bahan lulur adalah kembang telang (Clitoria ternatea L.) karena memiliki kadar vitamin C dan nilai IC50 yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C dan antioksidan pada serbuk bunga telang dan sediaan lulur bunga telang, serta mengetahui persepsi responden terhadap lulur bunga telang. Rancangan penelitian yang digunakan untuk uji vitamin C dan antioksidan lulur adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 variasi lulur serta 3 pengulangan. Dilakukan juga uji organoleptik, dan uji hedonik. Uji vitamin C dilakukan dengan metode Titrasi dan uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian dianalisis secara statistika menggunakan uji ANOVA dan apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan Uji Duncan. Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk tabel. Kandungan vitamin C pada serbuk bunga telang sebesar 1,41 mg/100g dan IC50 sebesar 118,25 ppm dengan kategori sedang. Kandungan vitamin C lulur bunga telang selaras dengan nilai aktivitas antioksidannya dengan hasil tertinggi terdapat pada lulur dengan kombinasi serbuk beras 75% dan serbuk bunga telang 25%, sedangkan terendah pada lulur serbuk beras 95% dan serbuk bunga telang 5%. Lulur yang paling disukai adalah lulur dengan kombinasi serbuk beras 75% dan serbuk bunga telang 25%.
Daya Hambat Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Rosenbach dan Escherichia Coli Migula Aulia Nurbaiti; A. A. Ketut Darmadi; Sang Ketut Sudirga
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 4 (2025): Desember : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i4.7933

Abstract

Cocoa fruit peel (Theobroma cacao L.) is an agricultural waste with potential as an antibacterial agent due to its bioactive compounds. Pathogenic bacterial infections, such as Staphylococcus aureus and Escherichia coli, pose significant health problems, particularly due to the increasing resistance of bacteria to antibiotics. This creates a demand for alternative, safer, and more effective antibiotics. This study aims to evaluate the effectiveness of cocoa fruit peel extract in inhibiting the growth of S. aureus and E. coli, determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), and identify the bioactive compound groups contained in the extract. The methods used in this study include maceration for the extraction of cocoa fruit peel, the well diffusion method to test the antibacterial activity of the crude extract, and phytochemical testing to identify the bioactive compounds in the extract. The results show that the crude extract of cocoa fruit peel can inhibit the growth of S. aureus with an inhibition zone diameter of 26.75 mm and E. coli with an inhibition zone diameter of 25.75 mm. The MIC test revealed that S. aureus was more sensitive to the extract, with an MIC at a concentration of 0.7%, resulting in an inhibition zone diameter of 5.35 mm, while E. coli showed an MIC at a concentration of 0.8%, with an inhibition zone diameter of 5.36 mm. The most effective concentration was 50%, with inhibition zone diameters of 20.56 mm against S. aureus and 21.06 mm against E. coli. Phytochemical testing showed that the cocoa fruit peel extract contains alkaloid, tannin, saponin, triterpenoid, and flavonoid compounds. Based on the results, cocoa fruit peel extract demonstrates potential as an effective natural antibacterial agent against S. aureus and E. coli.
KUALITAS SPERMATOZOA DAN BERAT ORGAN REPRODUKSI MENCIT (Mus musculus) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KLABET (Trigonella foenum-graecum L.) Maulidya Rosa Putri Utama; Dwi Ariani Yulihastuti; Sang Ketut Sudirga
SIMBIOSIS Simbiosis Volume 12 No. 1 2024
Publisher : Program Studi Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2024.v12.i01.p04

Abstract

Indonesia is one of the countries known to have the highest biodiversity in the world. There are 18 types of herbs that have the potential as antifertility in men, one of which is the klabet plant or fenugreek. Klabet is believed by ordinary people to have properties to increase the production and quality of spermatozoa. According to previous research klabet has toxic effects that can inhibit fertility due to the content of phytochemicals in it. This study aims to determine the effect of fenugreek seed extract on the quality of spermatozoa and the weight of the reproductive organs of mice. The mice used were 20 male mice weighing about 25-30 grams divided into 4 treatments namely control (P0), 56 mg/kgBB (P1), 112 mg/kgBB (P2), 168 mg/kgBB (P3) with 5 repetitions. Giving treatment for 24 days. The method used is RAL (Complete Randomized Design) and the resulting data is analyzed using ANOVA. The parameters studied were testicular weight, epididymis weight, motility, morphology and number of male mouse spermatozoa. The results showed that there was a real difference (p≤0.05) between the control and treatment of the klabet seed extract on the quality of spermatozoa and the weight of the testicle but not significantly different (p≥0.05) to the weight of the epididyimis. Concentration of mice spermatozoa decreased by 10.60%, progressive spermatozoa motility decreased by 55.61%, nomal morphology decreased by 57.92%, while testicular weight decreased by 38.46%. The most effective dose of fenugreek seed extract used as an antifertility agent was a dose of 168 mg/kgBW (P3).
DIVERSITAS ODONATA DI KAWASAN EKOWISATA SUBAK SEMBUNG, DENPASAR UTARA Ni Luh Putu Nadia Febryanti; Ni Made Suartini; Sang Ketut Sudirga
SIMBIOSIS Simbiosis Volume 13 No. 1 2025
Publisher : Program Studi Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2025.v13.i08.

Abstract

The Odonata order comprises two suborders: dragonflies (Suborder Anisoptera) and damselflies (Suborder Zygoptera). This research aim to detect the species and level of diversity of Odonata present in the Subak Sembung Ecotourism Area, located in the northern region of Denpasar. The research was carried out in June until July 2024 using an exploratory method at three observation points in different Odonata habitats. Each habitat was explored in the morning from 08.00 to 11.00 WITA and in the afternoon from 15.00 to 17.00 WITA. Sampling was repeated three times. Odonata samples obtained from the three habitats were then identified through the observation of morphological characteristics. Enviromental factors were measured at each point and sampling, including altitude, air temperature and humidity. Based on the results of the research carried out six spesies of Odonata were found, namely Ischnura senegalensis, Agriocnemis femina, Agriocnemis pygmaea, Pseudagrion pruinosum, Orthetrum sabina and Crocothemis servillia. Odonata data from three different habitats were calculated by diversity index, which was categorized as moderate in the kale habitat with a value of 1,36, while the water henna habitat and rice habitat were categorized as low with values of 0,55 and 0,79. Keyword: Dragonflies, ecotourism, diversity, Odonata, Subak Sembung
Efektifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) dari Pulau Timor NTT dalam Menghambat Bakteri Salmonella typhi Felisitas Meli Podhi; Retno Kawuri; Sang Ketut Sudirga
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p12

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).
Potensi Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume.) dalam Menghambat Fusarium spp. Penyebab Penyaki Busuk Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Kadek Dian Lila Sawitri Kumala; Sang Ketut Sudirga; Made Ria Defiani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p5

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas produk pertanian yang berasal dari sub sektor perkebunan. Hasil produksi biji kering kakao memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber devisa negara. Permintaan biji kering kakao semakin meningkat sedangkan produksi semakin menurun. Penurunan produktivitas terjadi akibat infeksi jamur patogen menyebabkan busuk buah. Salah satu jamur patogen penyebab busuk buah yaitu Fusarium spp. Pengendalian infeksi yang disebabkan jamur patogen saat ini menggunakan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis berlebihan menunjukkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis, dilakukan pengendalian dengan memanfaatkan fungisida nabati, salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu kayu manis. Kayu manis dapat digunakan sebagai biofungisida, dengan memanfaatkan metabolit sekundernya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi jenis jamur patogen penyebab busuk buah kakao secara makroskopis, dan mikroskopis, mengetahui potensi, MIC dan konsentrasi efektif ekstrak metanol daun kayu manis dalam menghambat jamur patogen secara in vitro. Berdasarkan hasil identifikasi makroskopis dan mikroskopis, jenis jamur patogen penyebab penyakit busuk buah kakao adalah Fusarium spp. Hasil uji daya hambat ekstrak metanol daun kayu manis dengan metode sumur difusi diperoleh zona hambat sebesar 23 mm, dengan nilai MIC 0,2% sebesar 6,63 mm dan konsentrasi efektif 5% sebesar 20,03 mm.
Efektifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) dari Pulau Timor NTT dalam Menghambat Bakteri Salmonella typhi Felisitas Meli Podhi; Retno Kawuri; Sang Ketut Sudirga
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p12

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).
Potensi Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume.) dalam Menghambat Fusarium spp. Penyebab Penyaki Busuk Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Kadek Dian Lila Sawitri Kumala; Sang Ketut Sudirga; Made Ria Defiani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p5

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas produk pertanian yang berasal dari sub sektor perkebunan. Hasil produksi biji kering kakao memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber devisa negara. Permintaan biji kering kakao semakin meningkat sedangkan produksi semakin menurun. Penurunan produktivitas terjadi akibat infeksi jamur patogen menyebabkan busuk buah. Salah satu jamur patogen penyebab busuk buah yaitu Fusarium spp. Pengendalian infeksi yang disebabkan jamur patogen saat ini menggunakan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis berlebihan menunjukkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis, dilakukan pengendalian dengan memanfaatkan fungisida nabati, salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu kayu manis. Kayu manis dapat digunakan sebagai biofungisida, dengan memanfaatkan metabolit sekundernya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi jenis jamur patogen penyebab busuk buah kakao secara makroskopis, dan mikroskopis, mengetahui potensi, MIC dan konsentrasi efektif ekstrak metanol daun kayu manis dalam menghambat jamur patogen secara in vitro. Berdasarkan hasil identifikasi makroskopis dan mikroskopis, jenis jamur patogen penyebab penyakit busuk buah kakao adalah Fusarium spp. Hasil uji daya hambat ekstrak metanol daun kayu manis dengan metode sumur difusi diperoleh zona hambat sebesar 23 mm, dengan nilai MIC 0,2% sebesar 6,63 mm dan konsentrasi efektif 5% sebesar 20,03 mm.