Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PROFIT SHARING AND BUYING-SELLING FINANCING: WHICH DETERMINES SUSTAINABILITY OF ISLAMIC BANKING DURING COVID-19 PANDEMIC? Sigit Prihanto Utomo; Taudlikhul Afkar; Sugijanto Sugijanto; Subakir Subakir; Yasmine Dwi Cahyani; Tarisya Maulidya Wati
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7, No 4 (2023): IJEBAR, Vol. 7 Issue 4, December 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i4.11198

Abstract

Business activity of Islamic banks is to channel financing with the aim of making a profit. Profit-sharing financing is a characteristic of Islamic Banks that use mudharabah and musharakah contracts. In addition, it is also equipped with buying and selling financing using murabahah, istishna’, and ijarah contracts. Of course, during the Covid-19 pandemic, financial turmoil can have an impact on the ability to earn profits as a form of banking business sustainability. The purpose of this research is to conduct an analysis of the sustainability of Islamic banks during the Covid-19 pandemic through the distribution of profit-sharing financing and buying-selling financing so that the financing that will be known most strengthen the sustainability of Islamic banks in terms of the ability to earn profits. The population in this research is Islamic banks in Indonesia which are sampled with the Saturated sampling technique, so that over all 14 Islamic banks are used in research this. The data analysis technique used is multiple linear regression with the JAMOVI Data tool used 2019-2022 as a year to conduct an analysis of Islamic bank sustainability. Findings of this study show that the most dominant determination of the sustainability of Islamic banks during the Covid-19 pandemic is mudharabah financing
Program Desa Berdaya Melalui Pengelolaan Keuangan Produk Lapak Desa Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto aji prasetyo; Sugijanto; Yuni Sukandani; Siti Istikhoroh
Ekobis Abdimas Vol 1 No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.1.2333

Abstract

Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto berkeinginan menjadi desa berdaya yang diawali dengan berhasilnya menumbuhkan potensi wisata berupa Lembah Mbencirang. Peran serta masyarakat desa merupakan kunci utama terwujudnya pemberdayaan ekonomi desa. Lapak-lapak desa merupakan perwujudan adanya peran serta masyarakat dalam menuju Program Desa Berdaya. Perlu adanya pengelolaan yang baik terhadap lapak-lapak desa untuk mewujudkan pemberdayaan desa yang optimal. Dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tergerak untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari program ini adalah agar Desa Kebontunggul dapat mengoptimalkan produk lapak desa dengan pengelolaan keuangan yang sistematis guna menuju desa berdaya dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Desa Kebontunggul mempunyai produk unggulan jamu organik tunggul manik yang pemasarannya hampir di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur, dan juga merupakan salah satu desa pemasok sayuran-sayuran segar di supermarket di Kota Mojokerto, selain itu juga banyak pemesanan bibit sayuran dari kabupaten lain seperti Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Kota Surabaya. Masyarakat desa ini juga memiliki lapak desa yang cukup optimal di kawasan wisata Lembah Mbencirang. Adanya wisata ini memberikan pasar baru bagi masyarakat dalam bentuk foodcourt dan pusat oleh-oleh untuk menjual produk unggulan masyarakat setempat seperti Kripik Tortilla Jagung, Sirup Secang, Jamu Kunyit Asam dan lain-lain. Pengelolaan keuangan masyarakat desa Kebontunggul melalui lapak desa dilakukan dengan memahami dan mempraktikkan konsep Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Break Event Point (BEP). Dengan memahami HPP dan nilai BEP, masyarakat akan mengetahui seberapa besar target penjualan produknya dalam satu bulan agar dapat balik modal dan berapa target penjualan produk agar memperoleh keuntungan yang diinginkan. Semakin banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat, tentunya semakin menambah pendapatan desa Banjarsari yang berdampak pada kesejahteraan dan kesuksesan desa Banjarsari menjadi desa berdaya
Pengelolaan Pemasaran Online UMKM Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru Desa Banjarsari Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Nashrudin Latif; Edy Sulistiyawan; R. Bambang Dwi Waryanto; Sugijanto; Siti Istikhoroh
Ekobis Abdimas Vol 1 No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.2.3031

Abstract

Posisi strategis Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) patut diapresiasi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi pedesaan khususnya Desa Banjarsari. Peran vital UMKM sangat dibutuhkan untuk menunjang rencana strategis pemerintahan desa membangun konsep Desa Wisata. Keterkaitan UMKM dengan konsep Desa Wisata memerlukan upaya bersama dalam mengembangkan produk lokal, salahsatunya melalui pemasaran online. Pemasaran online menjadi basis utama mensinergikan pengetahuan produk dan jasa kepada calon pengunjung Desa Wisata, sehingga dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan terkait penggunaan ragam media online sebagai sarana promosi produk dan jasa wisata bagi penduduk Desa Banjarsari. Kapasitas dan kemampuan warga desa Banjarsari dalam menjalankan aktivitas pemasaran online sangat beragam dari sisi demografi baik usia maupun pendidikan. Kesenjangan yang terjadi membutuhkan standar wawasan. Wawasan kebaruan dalam menghadapi tata kehidupan baru di masa pandemi menciptakan peluang munculnya kreasi Desa Wisata. Akselerasi kebutuhan pengetahuan dan ketrampilan standar pemasaran online tersebut diupayakan melalui program pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan penggunaan media promosi secara online atas sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat Desa Banjarsari baik produk UMKM atau Desa Wisata yang ingin dikembangkan. Kata kunci : Pemasaran Online, Media Promosi, Desa Wisata
Kelangsungan Usaha Melalui Legalitas Ijin Usaha Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Slempit Distrik Kedamean - Gresik Yuli Kurnia Firdausia; Sugijanto; Bisma Arianto; Widhayani Puri S; Evita Purnaningrum
Ekobis Abdimas Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.2.1.3917

Abstract

Sejumlah 56% UMKM mengaku mengalami penurunan pada hasil omzet penjualan akibat pandemi Covid-19. Bukan hanya dampak pandemi saja yang menyebabkan turunnya omset penjualan oleh pelaku UMKM, tetapi juga ada masalah lain yang sangat penting juga di dalam sebuah usaha, yaitu Perizinan Usaha atau SIUP (Surat Ijin Usaha Perusahaan) merupakan salah satu wujud perizinan usaha yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang mempunyai usaha untuk menjalankan usahanya secara resmi atau legal. Desa Slempit distrik Kedamean kabupaten Gresik dibatasi oleh wilayah desa – desa tetangga meliputi sebelah barat dengan desa tulung, sebelah timur dengan desa sidoraharjo,sebelah utara dengan desa tanjung,sebelah selatan dengan desa ngepung. Desa ini mempunyai Luas Wilayah 724 Hektar / 7,24 km2, dan mempunyai Jumlah Penduduk +/- 6.400 jiwa. Mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani,pegawai pabrik, pelaku UMKM. Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi akan membantu warga desa Slempit dalam mewujudkan visi desa mereka yaitu adil dan makmur serta pemerataan pembangunan dis egala bidang melalui Kelangsungan usaha melalui legalitas ijin usaha selama masa pandemi Covid-19. Program ini dilaksanakan dengan materi, Perencanaan Keuangan UMKM, Strategi peningkatan omset usaha, Penggunaan Sosial Media sebagai alternatif pemasaran, hasil program ini berdampak positif bagi UMKM desa Slempit untuk lebih meningkatkan lagi pendapatan UMKM dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa Slempit
Pendekatan Sales Booster Dan Marketing Dalam Upaya Optimalisasi Usaha Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya Tahun 2021 Yuli Kurnia Firdausia; Sugijanto Sugijanto; Teguh Purwanto; Edy Sulistiyawan; Moch. Munir Rachman
Ekobis Abdimas Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.2.2.4997

Abstract

Mayoritas UMKM sebesar 82,9% merasakan dampak negatif dari pandemi ini dan hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif. Kondisi Pandemi ini bahkan menyebabkan 63,9% dari UMKM yang terdampak mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Hanya 3,8% UMKM yang mengalami peningkatan omzet. Beruntung dengan di era sekarang ini hidup kita sudah erat dengan globalisasi dan kemajuan yang pesat dalam bidang teknologi. Hal ini dikarenakan dengan kemudahan mengakses komunikasi yang dapat mengikis ruang dan waktu, sehingga orang dari seluruh dunia dapat berinteraksi dengan mudah melalui internet, termasuk interaksi jual beli antara penjual dan pembeli. Dengan menggunakan media sosial sebagai sales booster, para pelaku UMKM meningkatkan penjualan mereka. Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya, adalah salah satu wilayah kelurahan di kota Surabaya yang berada di jalan Dukuh Menanggal XII/6 Surabaya. Warga Dukuh Menanggal yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan Sumber Daya Manusia ( SDM ) menjadi rendah. Maka dari itu ada benarnya dilakukan pemberdayaan pedagang kaki lima dan para pelaku UMKM di Dukuh Menanggal. Hal ini menjadi latar belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk menjadikan Desa Dukuh Menanggal Surabaya sebagai tempat untuk pengabdian masyarakat.
Pengelolaan Keuangan Bagi UMKM di Lingkungan Warga Sepanjang Kecamatan Taman Sidoarjo Aristha Purwanthari sawitri; Sugijanto; Christina Menuk Sri Handayani; Tri Ariprabowo
Ekobis Abdimas Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlu adanya strategi dalam pengelolaan keuangan usaha. Dalam pengelolaan keuangan kita harus mulai dengan adanya perencanaan terlebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan keuangan kita tidak akan tahu apakah usaha kita telah mencapai target yang seharusnya. Kesalahan dalam penentuan harga merupakan permasalahan utama pelaku usaha khususnya UMKM yang tidak mau susah dengan urusan mengatur keuangan. Hanya pelaku usaha atau UMKM yang mampu mengelola keuangan yang akan terus berkembang disaat yang lain memiliki masalah keuangan. Terutama pada masa pandemi covid-19, seperti kita ketahui bahwa banyak sekali UMKM bahkan perusahaan menengah ke atas pun yang mengalami masalah ekonomi bahkan sampai gulung tikar. Hal ini tidak akan terjadi, kalau UMKM mampu mengelola keuangan dan siap dengan keadaan sesulit apapun. Pelaku usaha atau UMKM yang terbiasa dengan pengelolaan keuangan akan mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi. Pelaku UMKM di lingkungan Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo mengalami permasalahan dalam pengelolaan keuangan mereka. Mereka merasa bahwa bisnis mereka tidak mampu berkembang dan justru semakin menanggung hutang. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pentingnya pengelolaan keuangan bagi UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membuka pikiran peserta akan pentingnya pengelolaan UMKM dan membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dengan cara melakukan pengelolaan keuangan yang benar. Hasil dari kegiatan PPM ini pelaku UMKM di lingkungan Sepanjang merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat melakukan analisis laporan keuangan bahkan merencakan keuangan mereka. Pelaku UMKM juga dapat menghitung HPP sebagai dasar penentuan harga jual.
Peningkatan Kompetensi UMKM Dalam Pengembangan Usaha Berbasis Business Plan Bagi UMKM Desa Morowudi Kecamatan Cerme Gresik Rina Fariana; Bisma Arianto; Tony Susilo Wibowo; Sugijanto; R. Bambang D.W
Ekobis Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.3.2.6693

Abstract

Situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini, membuat bisnis banyak yang tidak berhasil untuk bertahan. Belajar dari kasus pandemi covid 19, maka dalam memulai suatu usaha perlu persiapan yang matang. Pelaku usaha diharuskan untuk membuat perencaan yang matang, supaya bisnis mereka mampu bertahan disegala situasi. Begitu juga untuk UMKM sudah saat nya untuk dikelola secara profesional, supaya peningkatan UMKM tidak cepat menurun karena kegagalan dari pelaku usaha dalam melakukan pengelolaan. Di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik sebagian besar warganya bekerja dalam bidang pertanian dan perkebunan. Kebanyakan dari mereka menjual hasil tani dan perkebunan tidak langsung kepada konsumen. Mereka mengalami kesulitan untuk memulai suatu usaha yang dapat menjual hasil tani dan perkebunan langsung pada konsumen. Hanya beberapa warga saja yang mampu menjalakan usaha atau bisnis dan memasarkan produk mereka langsung kepada konsumen. Bagi pelaku UMKM inipun masih belum bisa berkembang sebagaimana mestinya. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pentingnya perencanaan bisnis bagi UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu membuka pikiran peserta akan pentingnya pengelolaan UMKM dan membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya dengan cara melakukan perencanaan bisnis yang benar. Pada kegiatan PPM ini pelaku UMKM diberikan pembekalan bagaimana melakukan perencanaan bisnis yang benar. Hasilnya pelaku UMKM di lingkungan Sepanjang merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat menyusun suatu perencanaan bisnis dan penyusunan perencanaan strategis untuk masa yang akan datang.
Pemanfaatan Storytelling Marketing sebagai Alat Bantu Bisnis UMKM di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo Nashrudin Latif; Bisma Arianto; Sugijanto; Mohamad Afrizal Miradji; Soffia Pudji Estiasih; Moh. Aslich Alana; Andri Maulana
Ekobis Abdimas Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha rumahan di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kelurahan Taman membutuhkan pengembangan dari sisi komunikasi pemasaran. Urgensi komunikasi pemasaran difokuskan pada bagaimana tata kelolanya menekankan aspek informatif, bujukan dan pengingat konsumen secara langsung/tidak langsung pada produk atau merek yang ditawarkan. Ruang lingkup pengembangan mengarah pada kemampuan menciptakan storytelling pada media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran. Kemampuan storytelling memiliki pendekatan emosional dalam menarik permintaan konsumen. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat dengan bermitra pelaku UMKM di kelurahan Taman ini diarahkan dalam membantu mengatasi permasalahan minimnya kemampuan storytelling pelaku bisnis dan meningkatkan kemampuan komunikasi pemasaran produk atau mereknya.
Penerapan Strategi Pemasaran Secara Digital bagi UMKM Desa Wage Kecamatan Taman Sidoarjo Rina Fariana; Yuni Sukandani; Tri Ariprabowo; Sugijanto
Ekobis Abdimas Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.4.2.8553

Abstract

Indonesia memiliki banyak pelaku UMKM dengan potensi pasar yang besar baik dalam negeri maupun internasional. Namun, masalah yang sering dialami oleh pelaku UMKM adalah terkait dengan pemasaran produk. Banyak pelaku UMKM yang kesulitan dalam menyampaikan produk mereka ke pasar yang tepat. Perlu pemasaran secara digital untuk mengatasi permasalahan jangkauan pemasaran yang masih terbatas. Dalam mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital, UMKM perlu belajar dan merencanakan dengan matang. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperluas pasar produk mereka secara efektif dan efisien. Dengan mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital, pelaku UMKM akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti membuka peluang pasar baru, biaya pemasaran yang lebih terjangkau, serta meningkatkan brand awareness. Oleh karena itu, sangat penting bagi pelaku UMKM untuk belajar dan merencanakan dengan matang dalam mengaplikasikan strategi pemasaran secara digital agar dapat memperluas pasar produk mereka secara efektif dan efisien. Perkembangan UMKM di Desa Wage Sidoarjo tergolong cukup pesat, terutama pada sektor kuliner dan kerajinan tangan. Namun demikian, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut dalam hal ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan pemberdayaan SDM agar pelaku UMKM dapat mengoptimalkan pemasaran mereka. Pemasaran pelaku UMKM di Desa Wage sebagian besar hanya terbatas untuk masyarakat sekitar, sehingga hasil penjualan mereka masih belum bisa dibilang maksimal. Maka dari itu tim PPM FEB Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memberikan pembekalan mengenai materi pentingnya pemasaran digital bagi UMKM. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan penjualan UMKM dengan memanfaatkan pemasaran secara digital sehingga produk UMKM Desa Wage lebih dikenal masyarakat luas dan pemasarannya menjadi lebih tepat sasaran. Pada kegiatan PPM ini pelaku UMKM diberikan pembekalan bagaimana langkah-langkah melakukan pemasaran digital yang benar. Hasilnya pelaku UMKM di Desa Wage merasa sangat terbantu, karena setelah kegiatan PPM berjalan mereka dapat membuat konten yang menarik dan mengembangkan pemasaran secara digital serta meningkatkan penjualan mereka.
PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA) DAN CASH TURNOVER (CTO) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2019 – 2022 Rina Saul Mufidah; Sugijanto
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan subsector transportasi merupakan perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek, begitu pentingnya perusahaan ini sehingga harus masuk dalam sebuah penelotian. Hal inilah yang membuat peneliti ingin melakukan penelitian mengenai pengaruh Return On Asset (ROA) dan Cash Turnover (CTO) terhadap Harga Saham pada perusahaan subsektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap Harga Saham, kedua mengetahui pengaruh Cash Turnover (CTO) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Subsektor Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2022. Ketiga untuk mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA) dan Cash Turnover (CTO) berpengaruh terhadap Harga Saham pada Perusahaan Subsektor Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2022. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 8 perusahaan. Analisa data menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisa data menunjukkan hasil uji-t Return on Asset (X1) memiliki nilai thitung sebesar 3.285 (Sig. t = 0.003), dimana Sig. t < 0.05 (0.003 < 0.05) maka variabel Return on Asset berpengaruh terhadap variabel Harga Saham. Hasil uji-t pada variabel Cash Turnover (X2) memiliki nilai thitung sebesar -11.117 (Sig. t = 0.000), dimana Sig. t < 0.05 (0.000 < 0.05) maka variabel Cash Turnover berpengaruh terhadap variabel Harga Saham. Hasil uji-F untuk uji simultan bahwa nilai Fhitung sebesar 62.416 (Sig. F = 0.000), dimana Sig. F < 0.05 (0.000 < 0.05) maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima yang artinya secara bersama-sama atau simultan variabel Return on Asset (ROA) dan Cash Turnover (CTO) berpengaruh terhadap variabel Harga Saham. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan peneliti mengatakan bahwa Return on Asset (X1) dan Cash Turnover (X2) berpengaruh terhadap Harga Saham (Y) secara bersama-sama atau simultan diterima dan terbukti kebenarannya. Kata kunci: Return On Asset (ROA), Cash Turnover (CTO), Harga Saham