Claim Missing Document
Check
Articles

Narrative-Driven Optimization for Sustainable Museum Networks: Integrating Freytag’s Pyramid and Hybrid PSO-Machine Learning Framework Luki Safriana; Nurhayati; Widiyani; Didik Suharjito
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.1954

Abstract

This study addresses sustainable urban heritage management needs through an AI-optimized methodology for Government-Museum networks. Integrating dramaturgical storytelling with computational intelligence, we develop a framework combining Freytag's Pyramid narrative framework with a hybrid Particle Swarm Optimization (PSO)-Machine Learning (ML) model. This sustainability-driven design aligns spatial routing with low-carbon objectives and thematic continuity, enhancing tourist itineraries while reducing environmental impact. Our model integrates GIS analysis of museum connectivity, accessibility criteria, and emissions indicators. Validated via Orange ML, the PSO-ML model achieves route optimization by minimizing distance, time, and CO₂ emissions. Results demonstrate significantly reduced travel distances/emissions and improved narrative coherence. The paradigm advances geographical justice, operational efficiency, and AI-mobility systems in promoting urban sustainability.
Communication Risk of Stakeholders in Preventing Forest and Land Fires in Riau Province Badri, Muhammad; Lubis, Djuara P; Susanto, Djoko; Suharjito, Didik
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v6i2.222

Abstract

Riau Province is one of the prone areas of forest and land fires in Indonesia. Fires in Riau have occurred since 1997 and peaked during the period of 2014 to 2015. Since that time, the government and other stakeholders had begun to change the paradigm of forest and land fire prevention, from preventing to handling. This study aims to analyze the communication process among stakeholders in preventing Karhutla (Forest and Land Fires) in Riau Province. The study was conducted by using qualitative methods through semi-structured interview toward 14 informants representing government communication roles, forestry and palm oil industries, researchers, NGOs, mass media, and The Fire Care Community (Masyarakat Peduli Api/MPA). The results of the study explain that all stakeholders have responses that fire intentionally caused by individuals and organized groups on open land, corporate land and community land. The planning and implementation of risk reduction are performed through various communication channels such as Karhutla Task Force, direct communication and media usage, especially WhatsApp, mass media and social media. In general, communication in expert modules is still dominated by government and minus researchers, while in public; the role of stakeholders is almost equal.
Modal Sosial dalam Aksi Kolektif Pengelolaan Sumberdaya Air di Buleleng, Bali, Indonesia Puspita, Intan Juniar; Suharjito, Didik; Supriyanto, Bambang
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.66-75

Abstract

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Penelitian ini akan menjelaskan bagaimana hubungan modal sosial dengan pengelolaan sumberdaya alam secara kolektif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Buleleng, Bali dengan menggunakan metode survai. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat di 8 (delapan) desa berada pada satu kawasan “Den Bukit” dan melakukan aksi kolektif “Atas Nama Air”. Aksi kolektif tersebut terjadi satu tahun terakhir setelah dilakukan penguatan modal sosial. Penguatan modal sosial dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan didukung oleh intervensi pemerintah melalui program Perhutanan Sosial. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, direkomendasikan penguatan modal sosial masyarakat dan kapasitas tokoh-tokoh masyarakat, serta dukungan pemerintah untuk mendorong terus menerus pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.
Entrepreneurship Capital and Performance of Social Forestry Entrepreneurship Group Kusuma, Gita Ardia; Suharjito, Didik; Trison, Soni
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.792

Abstract

Usaha kehutanan masyarakat dalam konteks pengelolaan hutan oleh masyarakat yang terus berkembang penting untuk dijelaskan sebagai usaha sosial yang dapat meningkatkan sumber penghidupan dan manfaat lingkungan. Penelitian ini mengadaptasi konsep modal kelompok Flora untuk menjelaskan tingkat modal wirausaha dan pengaruhnya terhadap kinerja Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) melalui pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data Focus Group Discusion, wawancara, oberservasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dengan metode skoring, pengkategorian dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini mengungkapkan tingkat modal wirausaha pada KUPS pada kategori rendah hingga sangat tinggi, berbanding lurus secara simultan mempengaruhi kinerja. Modal alam, keuangan dan politik memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja sosial ekonomi dan lingkungan, modal politik berperan dalam meningkatkan modal sosial, fisik, dan manusia. KUPS berbasis komoditi sumberdaya hutan sebagai sumber penghidupan perlu mendapatkan perhatian diantaranya peningkatan modal manusia berupa keterampilan secara intensif dapat melalui proses pendampingan oleh petugas dan kemudahan untuk mengakses sumber dana.
Land Suitability and Availability Evaluation for Social Forestry in Pesawaran Regency, Lampung Province Widiatmaka; Suharjito, Didik; Koeswara, Dieta Arbaranny
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.730

Abstract

The Indonesian government established Social Forestry (SF) Program in 2015 to overcome inequality in land tenure, overcome agrarian conflicts and improve the welfare of communities around the forests. Pesawaran Regency does not yet have SF location guidelines in the Indicative and Social Forestry Areas Map. In fact, Pesawaran Regency has a forest area potential of 28% and has a Human Development Index (HDI) score below the provincial HDI average. This study aims to (1) analyze land use and cover changes in forest areas in 2015 and 2020, and (2) determine land potential for SF. SPOT image is used to analyze land cover with visual interpretation. Land suitability evaluation uses the Multi Criteria Evaluation (MCE) method based on Geographic Information Systems (GIS). The parameters used in this study were land/use cover, soil type, altitude, slope, rainfall, distance from rivers, distance from settlements, and distance from roads The results show that almost half of the forest area in 2020 is in the form of mixed gardens (49.63%), forests (24%), and coffee/cocoa plantations (22.2%). The potential land use changes are from forests to mixed gardens, coffee/cocoa plantation and mines. The parameters most influencing the land suitability for SF are land cover, slope, and soil type. Based on land suitability and land availability analysis for SF, it was found that 66% of the research area had potential for SF.
DISEMINASI INOVASI IPB DAN PENGUATAN KELOMPOK WANITA TANI KELURAHAN KEBALEN KABUPATEN BEKASI Purnamadewi, Yeti Lis; Tanjung, Dahri; Sulassih; Rawatie, Fitria Dew; Suharjito, Didik; Wulandari, Yulia Puspadewi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 10 No. 2 (2025): Vol. 10 No. 2(2025): Menguatkan UMKM, Menumbuhkan Ekonomi, Menjaga Lingkungan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kebalen sebagai wilayah peri-urban memiliki potensi pertanian perkotaan yang masih berkembang melalui kegiatan urban farming, salah satunya oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara 19. Namun, keterbatasan akses modal, pasar, dan kelembagaan menjadi tantangan dalam penguatan ekonomi komunitas. Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University tahun 2025 dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas KWT melalui metode Participatory Action Research (PAR) dengan rangkaian pelatihan budidaya pertanian, literasi keuangan, branding, dan dasar-dasar perkoperasian. Kegiatan ini juga mendiseminasikan inovasi IPB, termasuk benih hortikultura unggul dan modul RUPIKO sebagai sarana edukasi koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai mutu dan legalitas benih (60–78%), penguatan identitas produk melalui brand SARALI, serta peningkatan kesiapan kelembagaan KWT menuju pembentukan koperasi. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis dan manajerial komunitas, tetapi juga membangun kemitraan antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah daerah, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs 5, 11, dan 17.
KOMUNIKASI RITUAL TAING HANG EMPO DI DESA WAESANO, KECAMATAN SANONGGOANG, KABUPATEN MANGGARAI BARAT Sardi Duryatmo; Sarwititi Sarwoprasojo; Djuara Lubis; Didik Suharjito
Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpsik.v7i2.9376

Abstract

The people of Waesano Village, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province, practice a tradition known as taing hang empo, meaning 'to give, eat, and grandmother' in Manggarai. This ritual involves feeding the spirits of deceased ancestors, rooted in their belief in ancestral spirits, ata pali sina. This qualitative study utilizes ethnographic communication methods to explore the taing hang empo ritual and its significance in the village, drawing on Creswell's perspective of qualitative research as a practice to interpret the world. Employing Carey's concept of ritual communication, this research delves into the communication patterns during taing hang empo, highlighting shared cultural participation, the sacredness of activities, symbolic language use, and the conveyance of messages through unique communication symbols. Data collection involved in-depth interviews and observations, particularly during nemba bongot, an epidemic affecting villagers and livestock. During such crises, the community seeks assistance from ancestral spirits, triggering ritual communication resembling a sacred ceremony. This study illuminates non-professional, belief-based rituals, depicting micro-scale practices related to specific beliefs or religions. Post-ritual, ancestral spirits reportedly communicate medicinal plant remedies for the sick through dreams. This research offers insight into the role of ritual communication and its impact on addressing communal challenges in the village.