Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Metode Survei sebagai Strategi Evaluasi Kegiatan Asistensi Mengajar dalam Mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Sri Rahmawati; Irhamni Irhamni; Nurlaili Nurlaili; Suhendrayatna Suhendrayatna; Syaiful Huzni; Marwan Marwan; Aman Yaman; Muhammad Syukri; Sarika Zuhri
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.102-115

Abstract

Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2022 telah dilakukan pada bulan Agustus semester ganjil tahun 2022-2023. Peserta yang mengikuti program ini sebanyak 241 mahasiswa skema MBKM ISS dan 2.318 mahasiswa skema MBKM USK Unggul yang merupakan salah satu inovasi yang dikemas oleh USK dalam meningkatkan keikutsertaan mahasiswa MBKM. Pelaksanaan MBKM ini melibatkan 116 mitra skema ISS dan 486 mitra skema USK Unggul. Khususnya pada kegiatan MBKM Asistensi Mengajar diikuti oleh 1.252 mahasiswa, sehingga survey pada kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh tim universitas. Adapun tujuan pemanfaatan metode survei sebagai strategi evaluasi kegiatan ini adalah untuk dapat memastikan bahwa kegiatan asistensi mengajar di lapangan berjalan sesuai panduan MBKM USK tahun 2020. Metode survei dilakukan melalui pengamatan secara langsung kepada mitra kegiatan asistensi mengajar yaitu melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan google forms. Strategi evaluasi kegiatan dilakukan kepada semua yang terlibat, yaitu peserta didik, dosen pembimbing lapangan (DPL) dan sekolah sebagai mitra. Hasil pemanfaatan metode ini secara umum menjelaskan bahwa kegiatan asistensi mengajar telah berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya kendala yang berarti. Mahasiswa mejalankan tugas dan kegiatan secara terstruktur didampingi oleh pembimbing lapangan serta dosen. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kasus minor (kecil) yang terjadi di beberapa lokasi tertentu dan dapat ditanggulangi segera pada saat pelaksanaan kegiatan. Kasus-kasus minor yang tidak dominan dan tidak terjadi di seluruh lokasi tersebut dipelajari dan diperbaiki oleh semua pemangku kepentingan termasuk pimpinan universitas sehingga kendala pada pelaksanaan kegiatan asistensi mengajar saat ini, menjadi pembelajaran perbaikan lebih baik untuk kegiatan ke depan.
Status mutu air dan kandungan logam berat pada air dan sedimen di muara Krueng Aceh, Kota Banda Aceh Iqbalul Hadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Zainal Abidin Muchlisin
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.134 KB) | DOI: 10.13170/depik.7.2.8606

Abstract

The aim of this research was to examine the status of water qaility of the Krueng Aceh estuary and heavy metal content in water and sediment. Data were taken by direct measurement in the field (in situ) and in the laboratory (ex situ). Three sampling stations were determined by purposive sampling, namely; in the left bank (nearest location with TPA), right bank (nearest location to market) and middle river (middle river area often passed by fisherman boat). Heavy metal analysis was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method and water quality status determined by STORET method. Based on the research result showed that that water quality parameters that have passed the standard of PP RI No. 82 Year 2001 Group III is TDS with an average value of 3332.78 mg / L, Pb with an average value of 0.052 mg / L, and Cd with an average value of 0.015 mg / L. The quality status of Krueng Aceh estuary water is classified into a moderate polluted or class C with a score of -23. The highest heavy metal content found in water sample is Pb with concentration of 0.106 mg / L. While, the average value of Pb was 0.052 mg / L and Cd was 0.015 mg /L, its have passed the quality standard specified in PP RI no. No. 82 of 2001. In addition, the highest heavy metal content found in sediment was Zn with the concentration of 29.633 mg /kg and its average value was still below the standard set by ANZECC ISQG-Low.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status mutu kualitas air muara Krueng Aceh dan kandungan logam berat yang terdapat pada air dan sedimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data parameter yang diambil melalui pengukuran langsung di lapangan (in situ) dan di laboratorium (ex situ). Penentuan stasiun sampling secara purposive, yaitu pada muara Krueng Aceh dengan menetapkan tiga titik sampling yaitu pada tepi kiri (lokasi terdekat dengan TPA), tepi kanan (lokasi terdekat dengan pasar) dan tengah sungai (daerah tengah aliran sungai yang sering dilalui boat nelayan). Analisis logam berat dilakukan dengan metode SSA (Spektrofometri Serapan Atom) dan status mutu air ditentukan dengan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui parameter kualitas air yang telah melewati baku mutu PP RI No 82 Tahun 2001 Golongan III adalah TDS dengan dengan nilai rata-rata 3332,78 mg/L, Pb dengan nilai rata-rata 0,052 mg/L, dan Cd dengan nilai rata-rata 0,015 mg/L. Status mutu air muara Krueng Aceh diklasifikasikan ke dalam tercemar sedang atau kelas C dengan skor -23. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel air di muara Krueng Aceh adalah Pb dengan konsentrasi 0,106 mg/L. Nilai rata-rata Pb 0,052 mg/L dan Cd 0,015 mg/L telah melewati baku mutu yang ditetapkan dalam PP RI No. 82 Tahun 2001. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel sedimen di muara Krueng Aceh adalah Zn dengan konsentrasi 29,633 mg/Kg dan nilai rata-ratanya masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC ISQG-Low. 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SMA Husni Husni; Sri Adelila Sari; Suhendrayatna Suhendrayatna
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 3, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.982 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis lingkungan pada materi minyak bumi dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional (2) perbedaan minat belajar siswa melalui implementasi model (PBL) berbasis lingkungan dengan minat belajar siswa melalui model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas X SMAN 15 Adidarma Banda Aceh Tahun Ajaran 2013/2014. Rancangan penelitian yang adalah two group pretest-postest design. Data penelitian ini dianálisis dengan análisis statistik uji t independent test dengan program software SPSS Versi 17. Hasil analisis diperoleh persentase nilai rata-rata tes awal kelas eksperimen sebesar 25,00 dan kelas kontrol sebesar 24,69. Selanjutnya persentase nilai rata-rata tes akhir pada kelas eksperimen sebesar 77,35, sedangkan kelas kontrol sebesar 62,19. Rata-rata N-gain yang dinormalisasi kelas eksperimen termasuk kategori tinggi dengan nilai rata-rata 0,75 sedangkan kelas kontrol termasuk kategori sedang dengan nilai rata-rata 0,50.  Untuk N-gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 6,045 dengan signfikansi p = 0,000, karena signifikansi 0,05, maka dapat dikatakan bahwa peningkatan penguasaan konsep minyak bumi pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran (PBL) berbasis lingkungan lebih baik  dibandingkan dengan penguasaan konsep minyak bumi pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Hasil N-gain keterampilan berpikir kritis diperoleh thitung = 3,44 dengan signfikansi p = 0,002, karena signifikansi 0,05, maka dapat dikatakan bahwa peningkatan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran (PBL) berbasis lingkungan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Hasil pengisian angket siswa diperoleh bahwa dengan menggunakan model pembelajaran (PBL) berbasis lingkungan pada konsep minyak bumi yang diberikan kepada 22 siswa memberikan tanggapan yang positif dan siswa memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP BERBASIS KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN KIMIA SMA Sabrina Hayatun Nufus; Abdul Gani; Suhendrayatna Suhendrayatna
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.359 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian sikap bentuk lembar observasi dilengkapi rubrik penilaian yang berbasis kurikulum 2013.  Pelaksanaan penelitian melibatkan  30 orang peserta didik kelas X-MIA-3 di SMA Negeri 3 dan  16 orang guru kimia dari delapan SMA Negeri di Kota Banda Aceh. Metode penelitian dan pengembangan menggunakan model Plomp yang ditandai dengan studi pendahuluan, tahap pengembangan meliputi fase desain, realisasi, tes, revisi dan implementasi, serta evaluasi. Hasil validasi pakar menunjukkan bahwa instrumen penilaian sudah layak untuk diuji coba penggunaannya. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validitas dan reliabilitas instrumen penilaian sikap yang diperoleh secara berturut-turut ialah 0,55 dan 0,71. Hasil evaluasi oleh  guru untuk  kualitas isi, metode penulisan/kebahasaan, dan keterlaksanaan memperlihatkan bahwa instrumen penilaian sikap yang dikembangkan dapat dikategorikan sangat baik dengan capaian skor akhir rata-rata diatas 3,25. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan instrumen penilaian sikap yang dikembangkan sudah layak digunakan  dalam proses pembelajaran kimia.
Status mutu air dan kandungan logam berat pada air dan sedimen di muara Krueng Aceh, Kota Banda Aceh Iqbalul Hadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Zainal Abidin Muchlisin
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.8606

Abstract

The aim of this research was to examine the status of water qaility of the Krueng Aceh estuary and heavy metal content in water and sediment. Data were taken by direct measurement in the field (in situ) and in the laboratory (ex situ). Three sampling stations were determined by purposive sampling, namely; in the left bank (nearest location with TPA), right bank (nearest location to market) and middle river (middle river area often passed by fisherman boat). Heavy metal analysis was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method and water quality status determined by STORET method. Based on the research result showed that that water quality parameters that have passed the standard of PP RI No. 82 Year 2001 Group III is TDS with an average value of 3332.78 mg / L, Pb with an average value of 0.052 mg / L, and Cd with an average value of 0.015 mg / L. The quality status of Krueng Aceh estuary water is classified into a moderate polluted or class C with a score of -23. The highest heavy metal content found in water sample is Pb with concentration of 0.106 mg / L. While, the average value of Pb was 0.052 mg / L and Cd was 0.015 mg /L, its have passed the quality standard specified in PP RI no. No. 82 of 2001. In addition, the highest heavy metal content found in sediment was Zn with the concentration of 29.633 mg /kg and its average value was still below the standard set by ANZECC ISQG-Low.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status mutu kualitas air muara Krueng Aceh dan kandungan logam berat yang terdapat pada air dan sedimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data parameter yang diambil melalui pengukuran langsung di lapangan (in situ) dan di laboratorium (ex situ). Penentuan stasiun sampling secara purposive, yaitu pada muara Krueng Aceh dengan menetapkan tiga titik sampling yaitu pada tepi kiri (lokasi terdekat dengan TPA), tepi kanan (lokasi terdekat dengan pasar) dan tengah sungai (daerah tengah aliran sungai yang sering dilalui boat nelayan). Analisis logam berat dilakukan dengan metode SSA (Spektrofometri Serapan Atom) dan status mutu air ditentukan dengan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui parameter kualitas air yang telah melewati baku mutu PP RI No 82 Tahun 2001 Golongan III adalah TDS dengan dengan nilai rata-rata 3332,78 mg/L, Pb dengan nilai rata-rata 0,052 mg/L, dan Cd dengan nilai rata-rata 0,015 mg/L. Status mutu air muara Krueng Aceh diklasifikasikan ke dalam tercemar sedang atau kelas C dengan skor -23. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel air di muara Krueng Aceh adalah Pb dengan konsentrasi 0,106 mg/L. Nilai rata-rata Pb 0,052 mg/L dan Cd 0,015 mg/L telah melewati baku mutu yang ditetapkan dalam PP RI No. 82 Tahun 2001. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel sedimen di muara Krueng Aceh adalah Zn dengan konsentrasi 29,633 mg/Kg dan nilai rata-ratanya masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC ISQG-Low. 
Identifikasi Salinitas Tanah Menggunakan Instrumen Induksi Elektromagentik EM38 di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Rini Ermiana*; Suhendrayatna Suhendrayatna; Sugianto Sugianto
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 5, No 4 (2021): DECEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v5i4.23246

Abstract

Salinity is the amount of salt contained or dissolved in water or soil. Salinity can cause the change of physical characteristics of soil, especially in coastal area, that affects human daily activities, including agriculture. Baitussalam District (Kecamatan Baitussalam) is one of the districts that was hit most devastatingly by the Indian Ocean Tsunami 2004 as well as has large population with potential agricultural prospect in Aceh Besar Region (Kabupaten Aceh Besar). This research aims to identify the soil salinity level in the Baitussalam District. The sampling technique uses descriptive methodology with scalable quantitative approach in the chosen sampling areas. 26 sampling spots have been chosen according to mathematical calculation. Quantitative method is used to analyze the result in this research. Furthermore, conductivity measurement is done through induction electromagnetic method, using Geonics EM38 and to identify the soil salinity level, analysis of soil texture is conducted in the laboratory. As the result, the electrical conductivity measurement shows varying values. The minimum conductivity value is 0,004 dS/m, taken at spot T 004 in Lam Ujong Village (Desa Lam Ujong). Whereas the maximum conductivity value reaches 10,31 dS/m, taken at spot T 003 in Labuy Village. The soil salinity in the 26 sampling spots in Baitussalam District demonstrates an average level, with a value of ECa 2-4 dS/m. The result of this research is expected to be a parameter to control and develop the activities, especially for agricultural activities, in the coastal area in Aceh Besar Region, and in Baitussalam district in particular.
Tingkat Desertifikasi Ekosistem Karst Di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Donny Avrilan; Kiman Siregar*; Suhendrayatna Suhendrayatna
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 6, No 1 (2022): MARCH 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v6i1.24044

Abstract

The research has been carried out to assess the rate of desertification of the karst ecosystem regarding land damage in the Darul Imarah, Aceh Besar District. This study aims to determine the level of damage to the karst ecosystem and its effect on water quality and to determine the condition of land cover in the Mata Ie karst ecosystem., Aceh Besar District. The data collection method used is using Landsat 8 satellite imagery to assess the level of damage to the karst ecosystem area. The assessment of water quality and quantity was carried out by means of a direct survey in the Mata Ie karts ecosystem area by analyzing BOD, COD, TDS, Turbidity, DO, Temperature and pH. The results of the assessment of the level of damage to the kart ecosystem area of the Mata Ie area have changed. The results of the study prove that due to land clearing for plantation activities in the Mata Ie area and also as a tourist spot, the conditions in the area are not desertification, Karst area which consists of desertification types, namely karst vegetation cover of 75% so it is referred to as non-desertification while rock outcrop of 5.79% is also not desertified
STUDI PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN BANGUNAN SARANA AIR BERSIH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA PAYA BEKE Ziana Ziana; Suhendrayatna Suhendrayatna; Mulyadi Mulyadi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planning and building of water supply in rural areas aimed at helping rural communities who do not have access to adequate clean water especially medium to lower income people. Not all communities in the District of Reparation Nara have clean water in their homes - each, the tough get clean water every day and spend the time to get their water through the trail and winding road to get to the water source. Based on these problems, this study aimed to complement the building plan of clean water that can be distributed to neighborhood residents with community participation in the management and in maintenance. The study was conducted by calculating the water needs of the people and community participation in the management of water supply through the distribution of questionnaires (questionnaire) contains several questions relating to the need for clean water. This method is done by descriptive surveys with making analytical processing of data in terms of percentage in the form of a bar chart to make a conclusion. The results showed that through the design of the building is the public water supply already has a concept to build a clean water future. The results of the questionnaire showed people are looking forward to construction of water supply, and is ready to support the development and management. The study design of buildings generate clean water to meet the needs of clean water for the village of Paya Beke with and management by promoting community involvement in both systems management and maintenance ongoing basis.
ESTIMASI EMISI KARBON DARI SAMPAH PERMUKIMAN DENGAN METODE IPCC DI KECAMATAN ULEE KARENG, BANDA ACEH Dedi Sofriadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Eldina Fatimah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Hoarding rubbish experience will decompose to produce methane gas (CH4) and carbon dioxide (CO2) which is one of the greenhouse gases that lead to global warming. This study was conducted to assess the management of household waste by estimating and comparing the amount of carbon (CH4) and (CO2) generated by household waste in the sub-district of Ulee Kareng the existing condition, and 3R. The composition and calculation of the amount of household waste in the sub-district of Ulee Kareng performed according to the method SNI 19-3964-1994. Results of IPCC data were processed using a method to estimate the amount of carbon produced. Results and research shows that household waste generation mean for the sub-District of Ulee Kareng is 0.27 kg/person.day or 1.63 L/person.day. The waste composition is wet waste (food scraps and garden waste) by 44%, 13.36% wood trash, waste paper and cardboard 11.59%. Carbon emissions on the existing condition of 143.43 MTS/year, and carbon emissions by 3R found MTCE 38.12/ year. Recommendations can be given for waste management in reducing the amount of emissions released in the sub-district of Ulee Kareng is the 3R efforts through recycling and composting.Abstrak : Sampah yang ditimbun akan terurai menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengelolaan limbah rumah tangga dengan memperkirakan dan membandingkan jumlah karbon (CH4) dan (CO2) yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga di kecamatan Ulee Kareng pada saat ini, dan 3R. Komposisi dan perhitungan jumlah sampah rumah tangga di kecamatan Ulee Kareng dilakukan sesuai metode SNI 19-3964-1994. Hasil data IPCC diolah dengan menggunakan metode untuk memperkirakan jumlah karbon yang dihasilkan. Hasil dan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pembangkitan sampah rumah tangga untuk kecamatan Ulee Kareng adalah 0,27 kg / orang.day atau 1,63 L / orang/hari. Komposisi limbahnya adalah limbah basah (sisa makanan dan limbah kebun) sebesar 44%, sampah kayu 13,36%, kertas bekas dan kardus 11,59%. Emisi karbon pada saat ini 143,43 MTS / tahun, dan emisi karbon sebesar 3R di dapat MTCE 38.12 / tahun. Rekomendasi yang bisa diberikan untuk pengelolaan limbah dalam mengurangi jumlah emisi yang dilepas di subdistrik Ulee Kareng adalah upaya 3R melalui daur ulang dan pengomposan.
Status mutu air dan kandungan logam berat pada air dan sedimen di muara Krueng Aceh, Kota Banda Aceh Iqbalul Hadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Zainal Abidin Muchlisin
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.8606

Abstract

The aim of this research was to examine the status of water qaility of the Krueng Aceh estuary and heavy metal content in water and sediment. Data were taken by direct measurement in the field (in situ) and in the laboratory (ex situ). Three sampling stations were determined by purposive sampling, namely; in the left bank (nearest location with TPA), right bank (nearest location to market) and middle river (middle river area often passed by fisherman boat). Heavy metal analysis was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method and water quality status determined by STORET method. Based on the research result showed that that water quality parameters that have passed the standard of PP RI No. 82 Year 2001 Group III is TDS with an average value of 3332.78 mg / L, Pb with an average value of 0.052 mg / L, and Cd with an average value of 0.015 mg / L. The quality status of Krueng Aceh estuary water is classified into a moderate polluted or class C with a score of -23. The highest heavy metal content found in water sample is Pb with concentration of 0.106 mg / L. While, the average value of Pb was 0.052 mg / L and Cd was 0.015 mg /L, its have passed the quality standard specified in PP RI no. No. 82 of 2001. In addition, the highest heavy metal content found in sediment was Zn with the concentration of 29.633 mg /kg and its average value was still below the standard set by ANZECC ISQG-Low.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status mutu kualitas air muara Krueng Aceh dan kandungan logam berat yang terdapat pada air dan sedimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data parameter yang diambil melalui pengukuran langsung di lapangan (in situ) dan di laboratorium (ex situ). Penentuan stasiun sampling secara purposive, yaitu pada muara Krueng Aceh dengan menetapkan tiga titik sampling yaitu pada tepi kiri (lokasi terdekat dengan TPA), tepi kanan (lokasi terdekat dengan pasar) dan tengah sungai (daerah tengah aliran sungai yang sering dilalui boat nelayan). Analisis logam berat dilakukan dengan metode SSA (Spektrofometri Serapan Atom) dan status mutu air ditentukan dengan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui parameter kualitas air yang telah melewati baku mutu PP RI No 82 Tahun 2001 Golongan III adalah TDS dengan dengan nilai rata-rata 3332,78 mg/L, Pb dengan nilai rata-rata 0,052 mg/L, dan Cd dengan nilai rata-rata 0,015 mg/L. Status mutu air muara Krueng Aceh diklasifikasikan ke dalam tercemar sedang atau kelas C dengan skor -23. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel air di muara Krueng Aceh adalah Pb dengan konsentrasi 0,106 mg/L. Nilai rata-rata Pb 0,052 mg/L dan Cd 0,015 mg/L telah melewati baku mutu yang ditetapkan dalam PP RI No. 82 Tahun 2001. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel sedimen di muara Krueng Aceh adalah Zn dengan konsentrasi 29,633 mg/Kg dan nilai rata-ratanya masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC ISQG-Low. 
Co-Authors . Bahagia . Elvitriana . Marwan A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Rahman, Sunarti Abdul Gani ABDUL GANI Abdurahman Abdurrahman Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Ade T Afifuddin, Muhammad Al Harist, Al Harist Ali Sarong Aman Yaman Asmaul Husna Asmaul Husna Aulia, Muhammad Bahagia Bahagia Bahagia Bahagia Bahagia Bahagia Darusman Darusman Dedi Sofriadi Donny Avrilan Edi Munawar Edi Munawar Eko Suhartono Eldina Fatimah Ellysa Ellysa Elviani Elviani Erika L Faisal Abdullah Faisal Abdullah Fandana, Lisa Febriani Febriani Fredinan Yulianda Ghazi Mauer Idroes H Murni Halik Halimah Halimah Henny Marlina Heri Afriadi Aka Hesti Meilina Hesti Meilina Hesti Meilina Husni Husni Ichwana Ichwana Idroes, Ghalieb Mutig Indra Indra Iqbalul Hadi Irhamni Irhamni Irma Yurni Irza, Tsaqif Aufa Jayawarsa, A.A. Ketut Kasturi Kasturi Khairan Khairan Kiman Siregar* Kusumo, Fitranto L, Erika Laksono Trisnantoro M. Nasir Mahidin Mahidin Marwan Abu Bakar Marwan Marwan Marwan Marwan Maulana, Aga Medyan Riza Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Monita Olivia Muammar Khadafi Muhammad Afifuddin Muhammad Ikhsan Sulaiman Muhammad Irham Muhammad Syukri Muhammad Zaki Muhammad Zaki Muhammad Zaki Muhammad Zaki, Muhammad Zaki Mulyadi Mulyadi Muslim*, Abrar Nizariah, Nizariah Novia Novia Novia Novia Nurlaili Nurlaili Pardede Pardede Pardede, Pardede Prasetio, Rasi Putri Nurmala Rahmawati, Sri Rini Ermiana* Rini Safitri Rini Safitri RITA ANDINI Rita Andini Sabrina Hayatun Nufus Saiful Saiful Sofia Sofia Sri Adelila Sari Sugianto Sulastri Sulastri Syafrizal Syafrizal Syaiful Huzni Syaubari Syaubari T, Ade Teuku Rizky Noviandy Thaharah Ramadhani Vera Viena Wilda Khairuna Yundari, Yundari Zahriah, Zahriah Zainal Abidin Muchlisin Ziana Ziana Zuchra Helwani, Zuchra Zuhri, Sarika Zulkifli Ak Zulkifli AK