Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PUPUK NPK DAN NUTRISI ORGANIK TANAMAN (NOT) LAU KAWAR TERHADAP PETUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.) VARIETAS GREENIE eliaser eliaser; Akas Pinaringan Sujalu; Helda Syahfari
JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 1, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v1i1.6626

Abstract

Tanaman okra mempunyai pasar yang baik untuk dikembangkan di Indonesia baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan nutrisi organik tanaman (NOT) serta interaksinya terhadap tanaman okra, serta untuk memperoleh dosis pupuk NPK dan konsentrasi Nutrisi Organik Tanaman (NOT) yang tepat untuk tanaman okra.Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola factorial 4 x 4, diulang sebanyak 3 kali. Setiap faktor perlakuan diberikan 4 taraf. Data dianalisis menggunakan sidik ragam, yang dilanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil Taraf 5%. Faktor I dosis pupuk NPK (N), terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK (n0), 8 g/polibag (n1), 12 g/polibag (n2), dan 16 g/polibag (n3) . Faktor II konsentrasi Nutrisi Organik Tanaman (P) terdiri atas 4 taraf yaitu, tanpa nutrisi organik tanaman (p0), 10 ml/1 ltr air (p1), 20 ml/1 ltr air (p2), dan 30 ml/1 ltr air (p3).Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 25 hari setelah tanam, umur berbunga, serta berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hari setelah tanam, jumlah buah, berat buah, dan panjang buah. Berat buah terberat terdapat pada perlakuan n3 yaitu 63,03 g.Perlakuan pemberian Nutrisi Organik Tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap parameter semua parameter yaitu tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 25 dan 35 hari setelah tanam, umur berbunga, jumlah buah berat buah, dan panjang buah. Berat buah terberat terdapat pada perlakuan p2, yaitu 58,26 g. Interaksi perlakuan (NxP) tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
The response of plants and crops of white Pumpkins (Legeneria leucantha) Manisa Variety, un the provision cow manure and NPK Pearls fertilizer Wiwinata, Dwita; Sujalu, Akas Pinaringan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3612

Abstract

Objective of the study is to determinate the effect of cow manure and NPK Pearls fertilizer and their interaction on the growth and yield of white pumpkin (Legeneria leucantha) Manisa variety. The research was conducted from March 2016 t0 June 2016, in Segoy Makmur, Sub Districd Long Mesangat, Wesh kutai Regency, East Kalimantan Province.The study design used a 4x4 factorial experiment in a Completely Randomized Group (CRG), and repeated 4 times. The first factor is the cow manure (K), consisting of four levels namely ; no cow manure fertilizer application (k0), dose 5 ton ha-1 equivalent to 50 g/plants-1 (k1), dose 10 ton ha-1 equivalent to 100 g/plants-1 (k2), dose 15 ton ha-1 equivalent to 150 g/plants-1 (k3). The second factorial is the application of NPK Pearls fertilizer (N), consisting of four levels namely ; no NPK Pearls fertilizer application (k0), dose 200 kg/ha-1 equivalent to 2,00 g/plant-1 (n1), dose 300 kg/ha-1 equivalent to 3,00 g/plant-1 (n2), dose 400 kg/ha-1 equivalent to 4,00 g/plant-1 (n3).Manure application not significant on plant height, aged 20, 40, and 60 days after planting, and significantly different to the age of the plant at planting, but highly significant of the life of the current crop of fruit, fruit number and weight of the fruit crop planting. Reseach results show that the treatment, NPK pearl very, significant effect of plant height at 20, 40, and 60 days after planting, and no real effect on the age of the plant during flowering, fruiting age of the of the current crop, planting fruit number and weight of the fruit crop. Application between cow manure and fertilizers NPK pearl effect no significant effect on plant height at 20, 40, and 60 days after planting during flowering, the age of the current per plant, and weight of fruit per plant.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK TRICHOKOMPOS DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS MAXIPRO Trosian, Edy Marizqy; Rahmi, Abdul; Sujalu, Akas Pinaringan
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 1, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v1i2.7021

Abstract

Buncis telah dibudidayakan di seluruh dunia, baik di wilayah yang beriklim subtropis maupun tropis, termasuk Indonesia. Buncis sebagai sayuran yang banyak di konsumsi masyarakat Indonesia cocok untuk dibudidayakan karena kebutuhan konsumsi yang meningkat. Tujuan penelitian untuk megetahui Pengaruh pupuk Trichokompos dan Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Maxipro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2018. Lokasi penelitian terletak di Desa Muara Kaman Ilir. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis factorial 4 x 4 dan terdiri atas 3 ulangan (blok). Faktor pertama adalah dosis pupuk Trichokompos (t) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : (t0) : Tanpa Pupuk Trichokompos (kontrol), (t1) : 5 ton/ha setara dengan 1,25 kg/petak, (t2) : 10 ton/ha setara dengan 2,5 kg/petak, (t3) : 15 ton/ha setara dengan 3,75 kg/petak. Faktor kedua adalah dosis pupuk Phonska (p) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : (p0) : tanpa pupuk Phonska (kontrol), (p1) : 300 kg/ ha setara dengan 75 gram/petak, (p2) : 400 kg/ ha setara dengan 100 gram/petak, (p3) : 500 kg/ ha setara dengan 125 gram/petak.Perlakuan pupuk Trichokompos berbeda tidak nyata terhadap panjang tanaman umur 15, 30, 45 hari setelah tanaman, umur keluar bunga dan umur panen, namun berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah polong saat panen, berat polong per petak produksi dan produksi polong per hektar. Perlakuan pupuk Phonska berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 15, 30, 45 hari setelah tanaman dan umur keluar bunga, berpengaruh nyata pada parameter umur panen dan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah polong saat panen, berat polong per petak produksi, dan produksi polong per hektar.  Interaksi perlakuan antara pupuk Trichokompos dan pupuk Phonska berpengaruh nyata terhadap parameter berat polong per petak.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS EKSTRAK PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) VARIETAS F-1 BARA Wimpi, Fernandes El; Sujalu, Akas Pinaringan
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i2.7451

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang cukup banyak ditanam di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan permintaan yang cukup tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis ekstrak pupuk hayati serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas F-1 Bara, dan untuk menemukan jenis dan dosis ekstrak pupuk hayati. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Juni 2020. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3 x 4 yang diulang sebanyak 5 kali.  Faktor pertama adalah jenis ekstrak pupuk hayati (J) terdiri atas 3 taraf yaitu : ekstrak buah nanas (j0),  ekstrak buah pepaya (j1), dan kombinasi ekstrak buah nanas dan pepaya j2).  Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati (D) terdiri atas 4 taraf yaitu :  tanpa ekstrak pupuk hayati (d0) 100 ml tanaman-1 atau 3.333 liter ha-1 (d1),  200 ml tanaman-1 atau 6.666 liter ha-1 (d2), dan 300 ml tanaman-1 atau 9.999 liter ha-1 (d3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis ekstrak pupuk hayati berpengaruh nyata dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15 dan 30 hari setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 dan 60 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.   Perlakuan kombinasi ekstrak buah nenas dan buah pepaya (j3) menghasilkan berat buah yang paling tinggi, yaitu 265,35 g tanaman-1.  Perlakuan 300 ml tanaman-1 (d3) menghasilkan berat buah yang paling tinggi, yaitu 286,00 g tanaman-1.
INVENTARISASI JENIS TANAMAN SEBAGAI PENYERAP POLUTAN PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SAMARINDA (Studi Kasus : Taman Samarendah) Sujalu, Akas Pinaringan; Milasari, Lisa Astria
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.8125

Abstract

Sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan adalah melalui pembangunan taman kota yang mengoptimalkan fungsi sosial, ekonomi, ekologi dan estetika. Ruang terbuka hijau publik di Kota Samarinda memiliki 19 titik lokasi persebaran taman kota namun yang menjadi ikon Kota Samarinda yakni pada Taman Samarendah. Dengan memiliki luas area di atas tanah 2,5 hektar dengan luas taman sekitar 1,4 hektar.  Selain itu, peruntukan ruang terbuka hijau masih kurang optimal pada jenis tanaman yang dikelola dimana, inventarisasi ini sebagai pendukung baseline keanekaragaman hayati pada perkembangan Kota Samarinda sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Negara Nusantara. Urgensi dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai identifikasi dan memberikan informasi terkait keberadaan jenis tanaman sebagai penyerap polutan udara di ruang terbuka hijau dan dapat dilanjutkan kajian kandungan setiap jenis tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah identifikasi lokasi pada aspek lahan, pengambilan sampel dengan metode jelajah diseluruh area lokasi RTH dan dari hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya diklasifikasikan. Selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif, dengan parameter data yang digunakan adalah hasil pengamatan sampel dan perbandingan dengan literatur. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya 10 jenis familia yang dapat menyerap polutan pada taman samarendah, manfaat dari jenis tanaman ini sebagian besar dilakukan inventarisasi tanaman penyerap polutan yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko polusi udara di wilayah perkotaan.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAN PUPUK CAIR GREEN TONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) VARIETAS VIMA Gamas, Abin Dales; Jannah, Noor; Sujalu, Akas Pinaringan
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v3i1.8452

Abstract

Kacang hijau merupakan tanaman Leguminosae yang tumbuh baik didaerah tropis, memiliki nilai ekonomis penting setelah tanaman kacang tanah dan kedelai. Tujuan penelitian yaitu: untuk mengetahui pengaruh penggunaan dan interaksi antara kompos dan pupuk cair Green Tonik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Varietas Vima, untuk memperoleh dosis kompos dan konsentrasi: pupuk cair Green Tonik terhadap tanaman kacang hijau. Penelitian pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Tempat penelitian di daerah tambang BBE, kecamatan Sungai Kunjang, kota Samarinda, Kalimantan Timur. Penelitaian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola 4 x 4 yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kompos (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: k0 = (kontrol), k1 = 36 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, k2 = 72 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, k3 = 108 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah Green Tonik (g) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: g0 = (kontrol), g1 = 1,5 ml/liter air, g2 = 3 ml/liter air, g3 = 4,5 ml/liter air. Faktor kedua adalah pupuk cair Green Tonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk kompos dan pupuk green tonik terhadap pertumbuhan kacang hijau berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman. Jenis pupuk daun berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 HST dan umur panen. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah polong per tanaman tidak berbeda secara signifikan antara kelompok yang menerima Green Tonik dan kelompok kontrol. Interaksi antara pupuk kompos dan pupuk green tonik berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman. Interaksi antara pemberian kompos dan Green Tonik juga tidak memberikan efek signifikan pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi keduanya tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok control.
Pelatihan Pengelolaan Open Journal System (OJS) Menuju Jurnal Terakreditasi pada Editor Jurnal Jumani Jumani; Akas Pinaringan Sujalu; Lisa Astria Milasari; Findia Findia
TAAWUN Vol. 2 No. 02 (2022): TA'AWUN AUGUST 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i02.318

Abstract

Scientific journals are one of the means of formal communication in various knowledge and research results by both researchers and academics. The management of scientific journals towards accredited journals requires several strategies to improve, one of which is at the University of 17 August 1945 Samarinda which currently has 11 journals with an existing open journal system (OJS). This service activity aims to find out and implement the journal publishing process through OJS in accordance with journal accreditation requirements and understand electronic journal management standards based on national journal accreditation regulations and international journal rules. The target of this activity is journal editors as journal managers in the campus environment and able to cooperate in improving accredited journals. The method of this service activity is situation analysis and improvement which is then carried out in four stages, namely the planning stage, activity implementation, activity observation (observation) and mentoring stage. The benchmark for the respondents of the training participants was analyzed in the participant's question and answer session with the journal trainer. In addition, the participants' respondents from the increased understanding of the participants became increased due to their curiosity about the journal management process. Therefore, it can be concluded that the mentoring activities and training provided on the management of scientific journals are effective in increasing participants' understanding in terms of managing scientific journals.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN APLIKASI FOTOSINTESIS BAKTERIA (PSB) PADA KOMODITI PADI SAWAH DI KELOMPOK TANI PANCA KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi; Rahmi, Abdul; Syahfari, Helda; Jannah, Noor; Sujalu, Akas Pinaringan; Astuti, Puji; Sherena, Annisa Bella; Kemnyien, Maurintus; Kustiwi, Wiwik; Suhebi, Yulianto
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i1.8708

Abstract

Bakteri fotosintesa atau photosynthetic bacteria (PSB) merupakan bakteri autotroph yang dapat berfotosintesis. Pelaksanaan   Pelatihan Pembuatan  Dan Aplikasi  Fotosintesis   Bakteria (PSB) Pada Komoditi Padi Sawah di Betapus, Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara. Pembuatan Fotosintesis Bakteria (PSB) ini di kelompok tani Panca Karya. Bahan dan alat adalah 1 buah telur (ayam /bebek/keong mas), 1 sendok makan MSG (penyedap rasa), 1  buah terasi sachet merek ABC, Air Bersih 1 liter, Botol bekas air mineral kapasitas 1,5 ltr  sebanyak 3 biji. Hasil produksi padi setelah dilakukan  pemberian  PSB ke padi  jenis Invari 32 di padi sawah petani di Betapus Lempake : 3,5-4 ton/ha. Dengan sistem tanam  jajar legowo 2:1. Penerapan aplikasi fotosintesis bakteria ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman padi.
Kajian Dinamika Perkebunan Sawit di Propinsi Kalimantan Timur Yahya, Zuhdi; Sujalu, Akas Pinaringan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11720

Abstract

Oil palm plantations, can be utilised as part of agroforestry systems to mitigate some of the negative impacts of deforestation in East Kalimantan. This research was conducted through a desk-based study and field assessment to explore how these expectations play out in the palm oil sector in East Kalimantan. Research find that oil palm plantation poses serious deforestation challenges to the concept of green growth, as 44% of land allocated for plantations is still forested. At the same time, there may be opportunities to avoid deforestation and pursue more sustainable oil palm development pathways, as 87% of concessions have yet to be planted, however it has yet to be seen whether the political will exists to pursue this shift in policy. However, the conversion of forests to oil palm plantations, including those implemented as agroforestry systems, still poses ecological and social challenges. The development of oil palm plantations is supported by several government regulations, although their implementation in the regions creates various obstacles.
PENGARUH NUTRISI LAU KAWAR DAN PUPUK GDM SAME GRANULE BIO ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PELANGI (Zea mays L.) VARIETAS GLASS GEM CORN Rahman, Muhammad Taufik; Jannah, Noor; Sujalu, Akas Pinaringan
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v3i2.8747

Abstract

Jagung merupakan komoditas pertanian yang sangat digemari terutama oleh penduduk perkotaan karena rasanya yang enak dan manis banyak mengandung karbohidrat, sedikit protein dan lemak Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh NOT Lau Kawar dan pupuk GDM SaMe Granule Bio Organik serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pelangi varietas Glass Gem Corn, dan untuk memperoleh konsentrasi NOT Lau Kawar dan dosis pupuk GDM SaMe Granule Bio Organik yang tepat untuk pertumbuhan tanaman jagung pelangi (Zea mays L.) Varietas Glass Gem Corn. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-bulan Juni 2022. Lokasi penelitian Di Lahan Sekolah Menengah Kejuruan SPP  Negeri Samarinda, Jl. Thoyyib Hadiwijaya, Sempaja Timur, Samarinda Utara. Penelitian menggunakan Percobaan Faktorial 3x3 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi NOT Lau Kawar (N). Faktor kedua adalah dosis pupuk GDM Same Granule Bio Organik (G). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NOT Lau Kawar berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Perlakuan pupuk GDM Same Granule Bio Organik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Interaksi antara NOT Lau Kawar dan pupuk GDM Same Granule Bio Organik berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Produksi tongkol paling tinggi dihasilkan pada kombinasi perlakuan 15 ml l-1 air NOT Lau Kawar dan 300 kg ha-1 pupuk GDM Same Granule Bio Organik (n1g2), yaitu 4,42 ton ha-1.