Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : TEKNIK

Optimasi Distribusi Lubang Pada Balok Baja Kastela Partono, Windu; Sukamta, Sukamta; Hardiyati, Siti; Budi, Listiyono
TEKNIK Vol 39, No 1 (2018): (July 2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.574 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i1.12234

Abstract

Balok baja kastela adalah profil baja yang dikembangkan dari profil I yang dipotong bagian badan dan disambung lagi sedemikian rupa sehingga membentuk lubang pada bagian badan.  Bentuk lubang profil balok baja kastela pada umumnya adalah persegi enam (heksagonal). Pembuatan balok baja kastela perlu memperhatikan jarak antar lubang agar balok mempunyai kemampuan menahan beban tertinggi. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian untuk menentukan jarak antar lubang yang optimum pada balok baja kastela dengan mempertimbangkan distribusi tegangan, deformasi, dan kelelehan pada balok tersebut. Penelitian diawali dengan perhitungan menggunakan metode Elemen Elemen Hingga (Finite Element Method /FEM) kemudian dilanjut dengan pengujian di laboratorium. FEM dilakukan untuk menentukan ukuran dan jarak antar lubang optimum pada balok kastela. Variasi sudut bukaan lubang dilakukan antara 45o sampai 70o. Hasil analisis FEM kemudian diujikan di laboratorium dengan ukuran dan jarak antar lubang optimum untuk mengevaluasi perbedaan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan lubang profil dengan kemiringan antara 45o sampai 70o sebaiknya dibuat dengan jarak antar lubang antara 0.1 sampai 0.25 dari tinggi profil balok kastela dengan distribusi lubang terbaik adalah antara 5 sampai 7 lubang per meter.
Pengembangan Alat Simulasi Model Numeris Elemen Beton Bertulang dengan Respon Geser dan Lentur Tinggi Nuroji, Nuroji; Asshidiqie, Muhammad Rony; Sukamta, Sukamta; Han, Ay Lie
TEKNIK Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i2.32683

Abstract

Pengujian eksperimental elemen beton bertulang di laboratorium memiliki kelemahan bahwa penyiapan benda uji sampai selesainya proses pengujian memerlukan waktu lama. Biaya yang tinggi mengakibatkan jumlah benda uji terbatas, dan beratnya elemen skala penuh merupakan kendala pada saat set-up. Tingkat ketidak-telitian dipengaruhi banyak faktor seperti ketersediaan alat presisi, kondisi laboratorium dan faktor kehandalan laboran. Agar perilaku sebuah elemen beton bertulang dapat dianalisa dengan teliti dan cepat, diperlukan sebuah model numeris yang dapat digunakan sebagai alat simulasi untuk menganalisa pengaruh variabel-variabel bebas pada perilaku elemen beton bertulang. Agar model numeris diyakini kehandalan dan ketelitiannya, perlu dilakukan beberapa tingkatan validasi, baik dari validasi sensitivitas model itu sendiri, maupun validasi terhadap data benda uji aktual di laboratorium. Model elemen hingga yang dikembangkan dalam studi ini dikhususkan pada kondisi tegangan lentur dan geser tinggi, akibat respon beban vertikal dan horizontal yang umum terjadi pada stuktur sesungguhnya di lapangan. Proses validasi terhadap model dilakukan dengan analisa sensitivitas terhadap kehalusan mesh dan inkrementasi deformasi vertikal, sedang validasi terhadap benda uji eksperimental di tujukan pada aspek respon beban-deformasi dan pola perkembangan retak beton. Dari proses ini dibuktikan bahwa model yang dikembangkan memberikan hasil prediksi yang sangat teliti terhadap perilaku elemen sesungguhnya, sehingga dapat digunakan sebagai alat simulasi.
Metode Pemasangan Instrumen Keamanan Bendungan Lausimeme Aliputa, Henu Satya; Sukamta, Sukamta; Nugroho, Hari
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pemasangan instrumen keamanan Bendungan Lausimeme sesuai gambar kerja (shopdrawing) dan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 Piezometer Vibrating Wire (PVW), 4 Inklinometer, 4 Multilayer Settlement, dan 8 Open Standpipe Piezometer dipasang dengan pengeboran. Total kedalaman pengeboran untuk pemasangan instrumen adalah 438,92 m. Sebanyak 42 PVW, 9 Crest Settlement Survey Point, dan 21 Surface Settlement Survey Point dipasang bersamaan tubuh bendungan. Sebanyak 1 Seepage Measuring Device, 1 Seismograf dan 1 Observation Well dipasang diluar tubuh bendungan. Tahapan umum pemasangan dengan pengeboran dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik pengeboran, pengeboran, pemasangan instrumen, pembacaan instrumen, pengisian lubang bor, dan penempatan pipa/kabel. Pemasangan instrumen bersamaan dengan tubuh bendungan dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik, pemasangan instrumen, dan pembacaan instrumen. Instrumen observation well yang dipasang diluar tubuh bendungan memiliki tahap yang sama seperti pisometer pipa terbuka. Seepage measuring device dan seismograf memiliki tahap pekerjaan yang bervariasi. Sumber daya utama yang diperlukan untuk pengeboran adalah tim pengeboran, material pengisi lubang bor, dan 1 set alat bor kering. Sumber daya utama untuk pemasangan bersamaan dengan tubuh bendungan adalah waterpass dan handtamper. Kontraktor harus menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan 1 bulan sebelum pekerjaan dimulai.
Analisis Nilai Lugeon dan Grout Take Berdasarkan Hasil Trial Grouting pada Sandaran Kanan Bendungan Ameroro untuk Mengidentifikasi Korelasi Nilai Lugeon dengan Kondisi Geologi Batuan Pondasi Nasmiarta, Zhafarina Malaha; Suharyanto, Suharyanto; Sukamta, Sukamta; Permana, Agung
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59324

Abstract

Pondasi Bendungan Ameroro tersusun dari batuan metamorf sekis yang memiliki sebaran kekar terbuka dengan jarak spasi rata-rata 12,5 cm dan bukaan kekar 1-5 cm. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinya rembesan air melalui sela-sela rekahan sehingga diperlukan adanya perbaikan pondasi pada Bendungan Ameroro dengan metode grouting. Sebelum dilakukan pekerjaan grouting, dilakukan pekerjaan trial grouting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi nilai lugeon dengan kondisi geologi batuan pondasi. Metode yang dilakukan adalah uji permeabilitas (uji lugeon). Dari hasil uji lugeon, di lubang pilot, lubang primer dan lubang sekunder menunjukkan bahwa semakin dalam lubang trial grouting, nilai lugeon akan semakin kecil sedangkan semakin besar nilai lugeon, grout take akan semakin besar. Namun, pada lubang cek terdapat nilai lugeon yang masih tinggi di kedalaman 10 meter yaitu 5,17 – 8,14, di kedalaman 20 – 25 meter juga memiliki nilai yang tinggi yaitu 4,86. Hal ini sesuai dengan peta geologi pada sandaran kanan sedalam 35 meter memiliki struktur batuan yang kurang bagus sehingga memiliki nilai lugeon cukup tinggi dan besar grout take tinggi.
Evaluasi Deformasi Vertikal Timbunan Tubuh Bendungan Sepaku Semoi Berdasarkan Data Pembacaan Multilayer Settlement Menggunakan Metode Prediksi Deformasi Saat Konstruksi Pratama, Sadewa Eka; Sukamta, Sukamta
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.60088

Abstract

Pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi dimulai pada Tahun 2020, tipe bendungannya berupa timbunan tanah homogen dan dilakukan pekerjaan timbunan terhadap tubuh bendungannya. Adanya faktor tahapan pekerjaan timbunan yang pada setiap fase akan menambah ketinggian tubuh bendungan serta faktor kualitas pemadatan timbunan tubuh bendungan dapat menyebabkan risiko kegagalan bendungan semakin meningkat. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku deformasi vertikal dari timbunan tubuh Bendungan Sepaku Semoi agar keamanan tubuh bendungan terjamin pada saat pelaksanaan konstruksi. Identifikasi perilaku deformasi vertikal pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengevaluasi data pembacaan instrumentasi multilayer settlement terhadap kriteria penerimaan menggunakan metode prediksi deformasi saat konstruksi yang terdiri dari tiga metode yaitu total settlement, korelasi vertical strain vs fill height above, dan settlement index. Hasil evaluasi metode total settlement pada seluruh multilayer settlement menghasilkan perilaku normal, begitu juga dengan evaluasi metode korelasi vertical strain vs fill height above menghasilkan perilaku normal, serta evaluasi metode settlement index menghasilkan perilaku normal. Dari ketiga hasil evaluasi metode prediksi deformasi saat konstruksi tersebut dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, perilaku deformasi vertikal saat pelaksanaan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi mempunyai perilaku normal dan tidak melampaui batas dari kriteria yang diizinkan.
Studi Potensi Saddle Area di Bendungan Budong Budong Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Baharudin, Irfan; Sukamta, Sukamta; Prasetyo, Yudo
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59153

Abstract

Analisis berbasis sistem informasi geografis (SIG) dapat memecahkan permasalahan teknis di bidang konstruksi, khususnya bendungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui area dengan elevasi lebih rendah dari muka air banjir (MAB) di Bendungan Budong-Budong. Metode yang digunakan adalah analisis  SIG  dengan melakukan overlay dari data spasial yaitu data DEMNAS, area genangan waduk, DAS, sungai dan anak sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis overlay dapat mendeteksi 5 lokasi dengan elevasi di bawah MAB (4 lokasi di sungai dan 1 lokasi di hutan). Survei validasi dilakukan untuk memastikan elevasi di lapangan menggunakan gps handheld pada titik yang berada di hutan. Hasil validasi menunjukkan elevasi di lapangan 70,98 m dimana sudah diatas MAN tetapi masih terdapat selisih elevasi dengan MAB. Selisih elevasi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap operasional maupun keamanan Bendungan Budong-Budong. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis SIG, khususnya analisis overlay, dapat menjadi solusi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dengan berbasis data spasial yang ada.
Evaluasi Keamanan Bendungan Telaga Tunjung dari Tinjauan Deformasi Vertikal Menggunakan Analisis Data Instrumentasi Patok Geser Hazim, Muhammad Fadhlurrahman; Sukamta, Sukamta; Suprapto, Suprapto
TEKNIK Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59191

Abstract

Bendungan Telaga Tunjung yang terletak di Provinsi Bali yang dibangun pada tahun 2003-2006. Pada tahun 2015 dan 2020 telah dilakukan survey bathimetri akibat jumlah sedimen telah memenuhi tampungan waduk hingga mengurangi umur layan waduk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi keamanan bendungan yang ditinjau dari deformasi vertikal dari data bacaan alat instrumentasi patok geser. Penelitian ini menggunakan data dari bacaan patok geser yang kemudian dianalisis nilai settlement index dan nilai deviasi yang dibandingkan dengan kriteria penerimaan yaitu 1% dari tinggi bendungan. Penelitian ini memakai data pada tahun 2006, 2007, 2017, dan 2022. Hasil dari penelitian ini pada tahun 2017 menunjukan di daerah lereng hulu main dam dalam kondisi yang kurang aman karena nilai deviasi melebihi 1% dan nilai settlement index di atas 0,02, namun kondisi terakhir pada tahun 2022 deformasi vertikal bendungan dalam kondisi aman karena semua nilai deviasinya masih di bawah 1% dan nilai settlement index di bawah 0,02.
Slope Stability Analysis with Bore Piles for Landslide Prevention Using Plaxis LE 2D Inabah, Redha Fatki; Sukamta, Sukamta
TEKNIK Vol 46, No 2 (2025) April 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i2.67926

Abstract

The Rukoh Diversion Channel is an integral part of the Rukoh Dam, with the purpose of providing additional supply (supplement) to the Rukoh Dam reservoir of 15 m³/second. One of the components of the Rukoh Control Structure is a tunnel. The soil at the location of the Rukoh Diversion Channel tunnel consists of clay shale. Clay shale soil is a primary factor that causes landslides. Clay shale is a part of sedimentary rock, where this type of soil can undergo weathering in a short period when exposed to water, air, and sunlight. Several landslides have occurred at the inlet of the tunnel. Construction activities such as excavation and embankment can expose the soil, which may lead to a reduction in the shear angle of that soil. Landslide events at the inlet of the tunnel require management through soil reinforcement with bore piles using Plaxis LE 2D. This study aims to analyze the stability conditions of the slope in its existing state and with the reinforcement provided by bore piles. The factor of safety for the existing slope condition is 1.440, which is categorized as less than the required safety factor. The bore piles are planned to be 0.6 m wide and 8 m long. The bearing capacity analysis for the bore piles is 16147.21 kN, with the allowable lateral force provided by the bore piles using broms method being 54.348 kN. After the installation of the bore piles, the factor of safety for the slope is 1.868, which meets the minimum required threshold of 1.5.
Evaluation of Liquefaction Potential in the Budong-Budong Dam Foundation Plan to Prevent Dam Failure Due to Liquefaction Using a Deterministic Approach Erista, Dicky; Sukamta, Sukamta
TEKNIK Vol 46, No 2 (2025) April 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v46i2.67803

Abstract

The Budong-Budong Dam, located in the district of Central Mamuju, West Sulawesi Province, is currently under construction. The foundation plan of the dam is a layer of river deposits (alluvial) with a thickness of 25 m and a shallow water table depth, which has been shown to have liquefaction potential. This study aims to assess the liquefaction potential of the river deposit layer using some additional SPT test data. This research is expected to confirm the liquefaction potential of the river deposits layer so that it can be considered by the dam owner in determining the foundation excavation limit and prevent dam failure due to liquefaction. The liquefaction potential analysis was carried out using a semi-empirical procedure according to Idriss and Boulanger (2006). The analysis was performed under 2 (two) earthquake conditions, namely Operating Basis Earthquake (OBE) and Safety Evaluation Earthquake (SEE), using different values of fines content (5%, 15%, 35%) and earthquake magnitudes (6.8, 7.0, 7.3, 7.5 and 7.7). The analysis shows that the foundation plan of the Budong-Budong Dam has the potential for liquefaction under both OBE and SEE conditions, which generally occurs at a depth of about 10-12 m from the ground surface. The liquefaction potential of finer-grained river deposits tends to be lower
Co-Authors Adi Putra, Kukuh Cahya Aditya Sage Pamungkas Agus Jamal Agus Suprihanto Agus Winarno, Agus Agusta, Rivga Agustina, Nurhaliza Aini, Afifah Nur Alfiannur, Angga Alfiannur Aliputa, Henu Satya Ami tri Fatrin Anderika Pradhita Andru Fajar Febrianto Andryan Mistavhirul P Ari Dwiearto, Hasan Asy Arif Akbarul Huda Arif Hidayat As’ari, Muhammad Agung Asshidiqie, Muhammad Rony Atikasari, Tiara Cahya Ay Lie Han Ay Lie, Han Bagus Acung Bilahi Baharudin, Irfan Bobby Rio Indriyantho Budi Rohmad Wijayanto Budiyantoro, Cahyo Caroko, Novi Darwin Hartono Dedet Hermawan Setiabudi, Dedet Hermawan Dianugrah, Rizki Dimas Prasetyo Nugroho Doni Apriadi Putera Dwi Aries Himawanto Elfrida Gresih Lumbantobing Erista, Dicky Fajar Wahyu Putranto Ferry Hermawan Fitri Wahyuni Frediyansyah, Mochammad Tommy Galih Widyarini Gunawan Budiyanto Han Ay Lie Han Ay Lie Harahap, Yudani Alamsyah Hardi Wibowo Hardi Wibowo Hari Nugroho Haryoko, Haryoko Hazim, Muhammad Fadhlurrahman Heru Kristanto Himawan Indarto Holyness Nurdin Singadimedja Husda, Syamsul Muarif Ilham Abadi, Ilham Ilham Nurhuda Inabah, Redha Fatki Indarto Indarto Indrastono Dwi Atmanto Intan Fitriani Junaedi Utomo Kamiel, Berli Paripurna Khrisnawan Arief Wicaksono Kresno Wikan Sadono Krisna Harimurty Kuni Saadati Lie , Han Ay Lisatia Dian Pithaloka Listiyono Budi Liza Azizah M. Yudi Purnawan Mashuri Amin D. Mega, Windha Muhammad Razi Muzthohidun, Muhammad Nasmiarta, Zhafarina Malaha Nauval Rabbani Nazila, Kamila Shaomi Nicolaus Iyowau Nugroho, Dedy Melianto Nuroji Nuroji Nurrahman, Budi Parang Sabdono Parang Sabdono Parang Sabdono Patrick Matheus Permana, Agung Pramudiharto, Aji Pratama, Sadewa Eka Purnomo Purnomo Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto R Dian Chintami R.Risang Haryo C.D. Raden Mohamad Herdian Bhakti Rini Marlina, Rini Rudi Yuniarto Adi Rudy Suryanto, Rudy S. Wisnu B. Sanggabuana Satria K Saputra, Agel Septesen Nababan Shomad, Muhammad Abdus Sidqi Muhammad Siti Hardiyati Sri Sangkawati Sachro Sri Tudjono Sri Tudjono Subandono, Bagus Sudarja Sudarja Sudarja, Sudarja Suharyanto Sulistya, Krisna Sulistyowati, Rizki Aulia Suprapto Suprapto Suryanto, Arwan Susilo Adi Widyanto Syaiful Anshari Thoharudin, Thoharudin Tri Agung Rohmat Tri Agung Rokhmat, Tri Agung Triana Setianingrum Tunggal Bagas Yuliawan Umam, M.Muhtajul Utama, Nafi Ananda Utomo, Jati Wicaksono, Dwi Aji Widyasmoro, Widyasmoro WINDHA MEGA PRADNYA DHUHITA Windu Partono Wiyana, Satria Hadi Yudo Prasetyo Yulfyandika Manggala Putra Yulita Arni Priastiwi Yurianto Yurianto