Claim Missing Document
Check
Articles

RESPONSE OF STABLE OVERALL SLOPE GEOMETRY OF OPEN PIT COAL MINE IN WARUKIN FORMATION TO DEWATERING AND PEAK GROUND SEISMIC IN SOUTH KALIMANTAN, INDONESIA Oscar, Agus W; Muslim M.Sc., Ir. H. Dicky; Sulaksana, Nana; Hirnawan, Febri
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11 No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v11i1.10

Abstract

Understanding of the response of the mine slope stability is very important regarding the safety of life and investment / productivity / environment, as anticipation of landslide prevention based on the latest research. Mine slope behavior previously discussed widely in terms of the response due to dewatering and seismic (Peak Ground Acceleration) as well through verification. This paper aims to obtain a broad dimension of design criteria that are not only unstable slopes, but the slope is stable under various conditions of the rock mass saturation (dewatering) and seismic condition. Response of slope stability per geotechnical rocks unit from different formations or any engineering formation as a result of environmental influences, for example, the same quake, will be different. This means that the geometry of the same slope in other formation will have different stability conditions (safety factor of the slope) due to the same seismic acceleration. This is also similar due to dewatering. The method used for this study is the deductive-probabilistic method with a hypothetical verification approach. The Standard statistical analysis is used to test the data normality and homogeneity, average and independent differences, as well as regression-correlation test. The research results show that dewatering activitycan decrease ground water level (GWL/MAT) of the slope, so the durability of sliding along the sliding plane is reduced (increasing slope safety factor). At the same time earthquake reduces shear strength and increases driving force, so the safety factor of the slope suddenly downs. Slope stability decreased due to the earthquake, but dewatering improves slope stability. Thus, the slope in dewatering conditions will be kept stable through simulation to anticipate earthquake.
PENENTUAN KAWASAN PERTAMBANGAN BERBASIS SEKTOR KOMODITAS UNGGULAN SUMBERDAYA NIKEL KABUPATEN KONAWE DAN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nursahan, Iwan; Isnaniawardhani, Vijaya; Sulaksana, Nana
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8 No 2 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v8i2.79

Abstract

Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Utara merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Soroako dan sekitarnya, yang dicanangkan sebagai wilayah dengan komoditi unggulan pertambangan nikel. Penentuan kawasan pertambangan berbasis komoditi unggulansumberdaya nikel ini menggunakan pendekatan Satuan Genetika Wilayah (SGW) dan memanfaatkan Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).Valuasi matrik holistik SGW menghasilkan 204 nilai SGW di Kabupaten Konawe dan 248 nilai SGW di Kabupaten Konawe Utara. Valuasi matrik holistik tersebut, menunjukkan adanya keterkaitan  aspek potensi dan kendala wilayah terhadap total nilai valuasi SGW. Berdasarkan valuasi SGW dan analisis SWOT  kawasan pertambangan prioritas I, maka dapat direkomendasikan bahwa SGW Pedataran Patahan Batuan Ultramafik daerah Langikima dan Wiwirano serta SGW Pedataran Batuan Ultramafik daerah Asera, Andowia, Wiwirano dan Molawe sebagai Kawasan Andalan Pertambangan Nikel, dengan total sumberdaya sekitar 1,14 Milyar Ton, dan nilai valuasi skenario dikembangkan/ditambang berkisar 248 hingga 298.
PROFIL ENDAPAN LATERIT NIKEL DI POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kamaruddin, Hashari; Indrakususma, Riko Ardiansyah; Rosana, Mega Fatimah; Sulaksana, Nana; Yuningsih, Euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 2 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i2.221

Abstract

Geologi daerah Pomalaa merupakan bagian dari batuan ultramafik Ofiolit Sulawesi Timur di lengan tenggara Sulawesi. Di daerah tersebut endapan laterit nikel Pomalaa terbentuk dari pelapukan batuan asal ultramafik yang didominasi oleh harzburgit terserpentinisasikan dan memiliki karakteristik tipe endapan laterit nikel hydrous Mg silicate. Lateritisasi terbentuk pada morfologi perbukitan bergelombang rendah dengan sudut kelerengan berkisar 10° sampai dengan 25°. Proses lateritisasi berlangsung dengan baik terutama pada topografi yang cenderung lebih landai yaitu 10° sampai dengan 15°, yang memungkinkan terbentuknya lateritisasi yang cukup dalam dengan zona saprolit yang tebal.
ALTERASI HIDROTERMAL GUNUNG RENDINGAN BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DAN X-RAY DIFFRACTION (XRD) Gentana, Dewi; Sulaksana, Nana; Sukiyah, Emi; Yuningsih, Euis Tintin
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13 No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v13i3.231

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah panas bumi Gunung Rendingan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Daerah penelitian dipengaruhi oleh Sesar Semangko, mempunyai pola sesar berarah Barat Laut -Tenggara dan Timur Laut – Barat Daya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui himpunan mineral alterasi berdasarkan analisis petrografi dan X-Ray Diffraction (XRD). Analisis petrografi digunakan untuk mengetahui mineral alterasi sebagai indikator temperatur dan fluida hidrothermal di daerah penelitian. Analisis XRD dilakukan untuk mengindentifikasi jenis mineral lempung. Berdasarkan analisis petrografi dan XRD pada batuan permukaan di daerah penelitian menghadirkan mineral kelompok lempung yang terdiri dari smektit, ilit, serisit dan kaolinit. Hasil analisis petrografi dan XRD terhadap serbuk bor (cutting) dari sumur  XD-1, XD-2 dan XD-3 memperlihatkan  himpunan mineral alterasi hidrotermal smektit-kaolinit-serisit dan ilit-epidot pada sumur XD-1, himpunan mineral serisit-smektit, smektit-ilit dan  ilit-epidot pada sumur XD-2, himpunan mineral smektit-kaolinit dan ilit-smektit-epidot pada sumur XD-3. Berdasarkan himpunan mineral alterasi tersebut dapat diperkirakan temperatur bawah permukaan di daerah penelitian berkisar 150°-300°C pada kedalaman 700 – 1900 mKu sebagai zona reservoir. Kehadiran mineral kalk-silikat yaitu epidot bersama wairaikit dan prehnit sebagai indikator zona reservoir memiliki temperatur yang baik. Batuan di daerah penelitian memiliki permeabilitas yang baik dengan kehadiran mineral adularia.
The Sliding Surface Determination of A Deep-seated Landslide on Cisumdawu Highway, West Java, Based on The Electrical Resistivity Tomography Santosa, Imam; Sulaksana, Nana; Yuningsih, Euis Tintin; Zakaria, Zufialdi
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.11.2.189-199

Abstract

Sumedang is one of the regencies in West Java Province that usually experiences landslides due to its lithology, slopes, and water level conditions. Previously slow-moving landslides occurred between 2016 and February 2021, affected the new Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Highway at Section 2, Station 21 in the North Sumedang District. This research aims to identify the causes of these landslides using a combination of geological field observation, subsurface geo-electric resistivity-based survey, and borehole drilling. A total of fourteen boreholes were drilled to collect geotechnical data from the subsurface of the researched area, including the soil material and N-SPT value. The soil hardness and resistivity were measured and compared to establish the relationship between resistivity and engineering properties. The result of the resistivity measurement showed that the percolating water zone in the permeable loose soil was located above the impermeable layer, estimated as a slip surface. The subsurface measurement and borehole data show that the lithology of the sliding surface is a layer of clay with a thickness of 5 - 12 m, the slope of the sliding surface is 20o, and the depth is between 24 - 26 m. The cover layer of the sliding surface is a layer of silty clay and gravelly clay with a thickness of 5 - 10 m. Thus, based on the data presented, installation of bore piles and groundwater level monitoring need to be done as mitigation efforts.
PERANAN KOMUNITAS LOKAL DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN GEOSITE DI KAWASAN GEOPARK BELITONG Djapani, Yuspian; Sulaksana, Nana; Muljana, Budi
Jurnal Academia Praja Vol 4 No 1 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat setempat sebagai pengelola geosite membuat perencanaan pengembangan geosite di Kawasan Geopark Belitong. Dalam hal ini masyarakat setempat menjadi sumber utama informasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini tidak didasarkan pada pengujian hipotetis tetapi dengan menggunakan analisis terhadap definisi operasional konsep yang telah dirumuskan berdasarkan pertanyaan penelitian. Namun demikian, peneliti juga melakukan analisis matematika menggunakan Teknik “Weight Scoring System” atau sistem penilaian berbobot untuk menganalisis pola dan arti hubungan antar kategori. Sementara itu, peninjauan literatur masih tetap dilakukan untuk mengetahui teori-teori yang telah diterapkan dalam penelitian terkait. Instrumen pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di 4 (empat) lokasi Geosite yang terdiri dari 1) Geosite Bukit Peramun di Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, 2) Geosite Juru Sebrang di Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, 3) Geosite OpenPit Namsalu di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur dan 4) Geosite Tebat Rasau di Kecamatan Simpang Renggiang Kabupaten Belitung Timur. Dengan teknik "purposive sampling", maka jumlah Informan yang digunakan adalah sebanyak 16 orang yang didistribusikan secara proporsional untuk setiap lokasi penelitian. Penelitian ini menemukan fakta bahwa masyarakat lokal pada umumnya memiliki kemampuan yang baik untuk menyusun dan merumuskan perencanaan pengembangan Geosite namun tetap berpotensi untuk lebih ditingkatkan dengan mengoptimalkan pengetahuan, partisipasi dan keterampilan teknis dalam perencanaan melalui strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (HRD) dalam pengelolaan Geosite sesuai dengan top 10 fokus area UNESCO Global Geopark.
EVALUASI MORFOTEKTONIK SEBAGAI FAKTOR PENGONTROL LONGSORAN DI KAWASAN SESAR LEMBANG Wildan, Dadan; Saputra, Adang; Sulastri, Murni; Sulaksana, Nana; Rendra, Pradnya Paramarta Raditya
Bulletin of Scientific Contribution Vol 24, No 1 (2026): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v24i1.68996

Abstract

ABSTRACTThe Lembang Fault is recognized as one of the major active fault structures in West Java with significant potential to trigger geological hazards, particularly earthquakes and landslides. The morphology of the area is characterized by steep slopes underlain by volcanic rocks that have undergone intensive weathering, making them highly susceptible to landslide. This study aims to examine the relationship between morphotectonic parameters, geological conditions, and landslide distribution in the northern part of the Bandung Basin. The analysis employs a quantitative geomorphological approach utilizing Digital Elevation Models (DEM) imagery and the calculation of morphotectonic indices, including Assymetric factor (Af), Basin shape index (Bs), Sinuosity of mountain front index (Smf), and valley floor width-to-height ratio (Vf). The findings indicate that most landslide occurrences are concentrated in areas with high Index of Relative Tectonic Activity (IRTA), reflecting both active tectonic deformation and unstable slope conditions. The integration of morphotectonic parameters with landslide data has proven effective in delineating hazard-prone zones with higher accuracy, thereby providing a valuable reference for geological hazard mitigation efforts in the Lembang Fault area.Keywords: Morphotectonic; geomorphology; landslide; Lembang Fault; Bandung Basin ABSTRAKSesar Lembang dikenal sebagai salah satu struktur patahan aktif di Jawa Barat yang memiliki potensi besar memicu bencana geologi, terutama gempabumi dan gerakan tanah. Morfologi wilayah ini didominasi oleh lereng curam dengan batuan vulkanik yang telah mengalami pelapukan intensif, sehingga rentan terhadap terjadinya longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara parameter morfotektonik, kondisi geologi, dan distribusi longsor di bagian utara Cekungan Bandung. Analisis dilakukan melalui pendekatan geomorfologi kuantitatif dengan memanfaatkan citra Digital Elevation Model (DEM) serta penghitungan sejumlah indeks morfotektonik seperti Faktor asimetri DAS (Af), Indeks bentuk DAS (Bs), Indeks sinusitas muka gunung (Smf), dan Rasio dasar lembah berbanding tinggi lembah (Vf). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas kejadian longsor terkonsentrasi pada area dengan nilai Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) tinggi, yang mencerminkan aktivitas tektonik aktif sekaligus lereng tidak stabil. Integrasi antara parameter morfotektonik dengan data longsoran terbukti efektif dalam memetakan zona rawan dengan tingkat akurasi lebih tinggi, sehingga dapat dijadikan acuan penting bagi upaya mitigasi bencana geologi di kawasan Sesar Lembang.Kata Kunci : Morfotektonik; geomorfologi; longsor; Sesar Lembang; Cekungan Bandung
Co-Authors A. Asseggaf A. Sudradjat A. Sudradjat ACHMAD RIFAI Achmad Sjafrudin, Achmad Adjat Sudrajat Adjat Sudrajat Agoes Loeqman Agus W Oscar Aliyuddin Jamil Andi Makawaru Yasin, Andi Makawaru Andis Priswantoro Ando, Ferry Anggito Saputra Anggoro Tri Mursito Arini Dian Asep Nursalim, Asep Bombom Rachmat Suganda, Bombom Rachmat Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Brilian, Ciria Humanis Budi Muljana Burhanidunnur, Muhammad Cahya Patria Cipta Endayana Cipta Endyana Dadan Wildan, Dadan Daliman, Shaparas Binti Denny Lumban Raja Dewandra Bagus Eka Putra Dewandra Bagus Eka Putra, Dewandra Bagus Eka Dewi Gentana Dicky Muslim Djapani, Yuspian Dudi Nasrudin Usman Dwi Putranto Waloeyo Dyah Ayu Setyorini Emi Sukiyah Euis Tintin Yuningsih Fachrur Reza Assegaff Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan Fikri Abdulah, Fikri G. Hartono G. Hartono Hanik Humaida Hartono, G. Helman Hamdani Hendarmawan Hendarmawan HS, Karyono Ildrem Syafri Imam Santosa Indrakususma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Inu Zaini Yasir -, Inu Zaini Yasir Isandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Teuku Y. M. W. Iwan Nursahan Iyan Haryanto Jamal Jamal Jamal Jamal Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Kamaruddin, Hashari Kamaruddin, Hashari Karyono HS Khoirullah, Nur M. Nursiyam Barkah, M. Nursiyam Mamay Surmayadi Mega Fatimah Rosana Mochamad Aufar Muttaqin Mohamad Sapari Hadian Mudiarsono Mudiarsono Muhammad Agil Prasetyo Muhammad Burhannudinnur Muhammad Kurniawan Alfadli Muhammad Lutfi Muhammad Tobibi Pratama Pohan Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Muttaqin, Mochamad Aufar Novi Triany Nurasa , Heru Nurohim, Dede Nursahan, Iwan Nursahan, Iwan Oscar, Agus W Oscar, Agus W P Paramarta Raditya Rendra Persulessy, Janeth Angel Pradnya P. Raditya, Pradnya P. Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pradnya Raditya Rendra, Pradnya Raditya Priatna Priatna Priatna, Priatna Priatna, Priatna Princessca, Channia Priswantoro, Andis Andis Puguh Setiyanto, Puguh Rendra, P Paramarta Raditya Rita Yulianti, Rita Rizki Satria Rachman Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Adang Setyorini, Dyah Ayu Sipahutar, Sumahang R. Sofyan Rachman Idris Sri Wahyuni Sudradjat, A. Suherman Dwi Nuryana Suherman Dwi Nuryana Sulastri, Murni Syamsul Irham, Syamsul T Yan Waliana T Yan Waliana, T Yan Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah Tri Mursito, Anggoro Anggoro Trisnadiansyah, Mochamad Ridfan Vijaya Isnaniawardhani Waliana, Teuku Yan Wening Sulistri Winantris Winantris Yoga Andriana Sendjaja Yudhi Listiawan Yuniarti Yuskar Yuniarti Yuskar, Yuniarti Zakia Lukman Zufialdi Zakaria