Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MELALUI PLATFORM DIGITAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Nana Sulaksana; Pradnya Paramarta Raditya Rendra; Murni Sulastri
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.35422

Abstract

Isu lingkungan seringkali berhubungan dengan masalah sampah dan berhubungan erat dengan masyarakat. Masalah sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang dialami segenap lapisan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di kawasan pemukiman yang berhubungan dengan sampah rumah tangga. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, masalah sampah perlu mendapat perhatian serius karena berdampak pada kondisi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penerapan pembatasan sosial dan bekerja dari rumah berdampak langsung terhadap produksi sampah padat rumah tangga yang berkaitan dengan alat pelindung diri di masa pandemi Covid-19 seperti masker, pelindung muka, sarung tangan, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis sampah lain seperti makanan dan minuman kemasan juga bertambah seiring dengan kegiatan masyarakat yang lebih banyak dilakukan di rumah dibandingkan di luar rumah. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga perlu dilakukan melalui platform digital secara daring dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi terhadap masyarakat di beberapa daerah di Jawa Barat. Materi yang disampaikan sebagian besar mengenai berbagai jenis sampah rumah tangga dan cara pengelolaan sampah rumah tangga yang baik. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan mendapat respon positif dari masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan, khususnya karena isu lingkungan dan masalah sampah rumah tangga perlu ditangani.
Perubahan Iklim Danau Bandung Purba Berdasarkan Analisis Palinologi, Daerah Cihideung, Lembang, Jawa Barat Rizki Satria Rachman; Winantris Winantris; Budi Muljana; Nana Sulaksana
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v21i1.404

Abstract

IClimate is the prevailing weather condition of an area throughout the year. Climate affects the vegetation in a region. The research aimed to study the climate and humidity change during the Holocene in Bandung Paleo-Lake based on palynomorph analysis. The twenty-four samples were taken using hand drill in 172.5 - 52.5 cm depth, continued with preparation and determination. In this study, descriptive analysis and comparison between pollen, spores and their sediments to show the climate and humidity change in Bandung Paleo-Lake. The results show that the samples which were taken on peat deposits showing four times climate changes in five zones, which characterized by montane forest pollens, i.e. Podocarpaceae and Pinaceae, lowland forest pollen i.e. Commelinaceae, Moraceae, spores from the Family Polypodiaceae, Pteridaceae and Dennstaedtiaceae, and Gramineae at the study area.Keywords: Climate, palaeo, analysis, palinology, Bandung Lake.
Analisis Multi Raster SRTM, Radarsat dan Landsat untuk Karakterisisasi Morfo-struktur dari Geometri Sesar di Daerah Binuang, Kalimantan Selatan Jamal Jamal; Nana Sulaksana; Emi Sukiyah; Yoga Andriana Sendjaja
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v20i1.405

Abstract

The Binuang area and its surroundings are genetically structural landforms which characterized by cuesta ridge line with curve lineaments pattern on northeast-southwest direction. Geomorphological approach were carried out to determine structural geometry of geological surface using qualitative and quantitative approach on multiple map analysis of remote sensing data. The result of quantitative analysis on elevation data are used to classify heights, slope shape and steepness, lineaments, drainage, and slope aspect. Optical images were classified to determine lithological pattern and boundaries through analysis of band ratios, decorrelation stretch, principal component, and spatial enhancement. The research area are classified into eight class of structural landforms, depicting deformations that occured in western flank of Meratus Mountains. The surface pattern indicates the influence of compressional stress, shown by fold belt with longitudinal characteristic and fault-bounded anticlines on northeast-southwest axis. The formation of main structure pattern on research area was compared with that on strike-slip fault analog model. The resulting correlation factor, R=0.932, shows that both of them are highly correlated. In conclusion, surface structure can possibly form another variation of thrusted mountain belt, such as thrust-dominated restraining bends.Keywords: landsat, SRTM, morphostructure, morphometry, rhomboidal pattern, Meratus.
Optimization of Limestone Production Based on Geological Structure Conditions for Blasting Geometry Design Fachrur Reza Assegaff; Cipta Endayana; Nana Sulaksana; Dwi Putranto Waloeyo
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 2 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v21i2.483

Abstract

The research location is in Sumber Arum, a village in Kerek District, Tuban Regency, East Java. The object of this study includes the state of the geological structure around the mining site and its effect on blasting activities. The purpose of this study is to obtain a blasting geometry design that is suitable for the geological structure conditions at the mining site so that the resulting blasting fragmentation has a uniform size to increase the amount of company production. The method used in this study is to combine data from measurements and observations in the field with blasting design theory. From these data, further analysis and trial blasting activities are conducted and the results obtained from the actual blasting plan with the proposed blasting plan are compared. The calculation results of the blasting geometry design obtained the proposed blasting geometry values, including the burden of 2.5 meters, the spacing of 3 meters, the stemming of 1.75 meters, the subdrilling of 0.5 meters, the shot hole depth of 6.5 meters, and the direction of the explosion of 6.5 meters that is located at point N37ºE. Based on the application, the blasting fragmentation with a size of ≤ 80 cm is evenly distributed, with a percentage of 99.44% of the total fragmentation resulting from blasting. The amount of limestone produced in one year is 20.138.946 tons.Keywords: blasting geometry, production, limestone, geological structure
Karakteristik Morfotektonik Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Zakia Lukman; Nana Sulaksana; Dewi Gentana; Murni Sulastri
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i2.593

Abstract

Subduksi antara Lempeng Samudra Indo-Australia dan Lempeng Benua Eurasia membentuk Indonesia berada di wilayah cincin api yang memiliki potensi panas bumi yang besar. Gunung Seulawah Agam dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dipilih sebagai daerah studi dikarenakan memiliki manifestasi panas bumi di permukaan, mengindikasikan daerah tersebut memiliki potensi panas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengindraan jauh dan perhitungan variabel morfotektonik dengan menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Tujuan penelitian untuk mengetahui pola utama kelurusan geologi dan tingkat aktivitas tektonik yang menggambarkan karakteristik morfotektonik dan hubungannya terhadap kemunculan manifestasi panas bumi di daerah studi. Karakteristik morfotektonik di daerah ini menunjukkan daerah yang mengalami tingkat pengangkatan rendah hingga tinggi (nilai Vf ; 0,47 – 1,24), terdeformasi dan tidak terdeformasi (nilai Rb ; 2,98 – 6,27), memiliki tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif (nilai Smf ; 1,07 – 2,07) dan kerapatan kelurusan rendah hingga tinggi (Ld ; 0 – 1,51 km-1). Kemunculan manifestasi panas bumi permukaan terdapat pada tepi dan perpotongan kelurusan-kelurusan struktur geologi (patahan) yang memiliki pola utama berarah baratlaut - tenggara. Daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki kerapatan kelurusan sedang hingga tinggi dan tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif. Katakunci: Morfotektonik, manifestasi panas bumi permukaan, pola kelurusan geologi
ANALISIS ZONASI LAHAN USAHA TAMBANG MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Muhammad Lutfi; Emi Sukiyah; Nana Sulaksana
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2019
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol15.No1.2019.978

Abstract

Pembangunan berbagai sektor perekonomian di Indonesia memanfaatkan setiap ruang yang memberi dampak positif dan negatif. Perencanaan pembangunan Daerah Tingkat II yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan daerahnya memanfaatkan sumberdaya mineral yang ada secara optimal. Oleh karena itu perlu dibuat suatu zonasi kawasan pertambangan, dengan pendekatan analisis spasial dan mempertimbangkan beberapa parameter agar tidak terjadi tumpang tindih dengan sektor lain. Penentuan zonasi lahan usaha tambang telah banyak dilakukan, di antaranya menggunakan metode statistik K-Means Clustering yang berbasis sistem informasi geografi (SIG). K-Means Clustering adalah metode pengujian pengelompokkan potensi bahan tambang di satu wilayah berdasarkan kriteria keruangan (spasial) yang mengacu kepada karakteristik bukan keruangan (non-spasial). Hasil analisis menunjukkan bahwa zonasi kawasan pertambangan dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok 1 dengan persentase 60,99%, kelompok 2 sebesar 20,63% dan kelompok 3 sebesar 16,38%. Metode ini dapat digunakan untuk memilah suatu daerah yang berpotensi bahan tambang untuk dijadikan lahan usaha tambang serta dapat dialokasikan untuk suatu Wilayah Pertambangan (WP).
KARAKTERISTIK KESTABILAN LERENG DAERAH JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN ANALISIS KINEMATIK Sofyan Rachman Idris; Dicky Muslim; Nana Sulaksana; M. Burhannudinnur
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2019
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol15.No2.2019.1009

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan sudut pandang geologi, daerah Jatigede memiliki beberapa permasalahan yang timbul akibat kondisi geologi daerah tersebut yaitu berupa pengaruh keberadaan struktur geologi yang berhubungan dengan stabilitas maupun keruntuhan lereng. Untuk dapat mengidentifikasi tipe keruntuhan lereng batuan, dapat dilakukan analisis kinematik menggunakan metode scanline sampling. Penelitian ini dibagi menjadi 15 lokasi scanline sampling. Pada penelitian, dilakukan juga perhitungan uniaxial compressive strenght (UCS) dan rock quality designation (RQD) pada lereng tumpuan barat Bendungan Jatigede. Hasil analisis kinematik mendapatkan potensi tipe keruntuhan baji pada lereng scanline (SL) 1, 4 – 11 sedangkan pada lereng SL 2 dan 3 tidak memenuhi syarat keruntuhan baji serta didapatkan kualitas massa batuan (RQD) sedang-sangat baik serta penentuan nilai UCS yang menunjukan kekuatan material batuan yang lemah.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI RANCAEKEK KULON, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Sulaksana, Nana; Zakaria, Zufialdi; Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.45957

Abstract

Rancaekek Kulon merupakan salah satu desa di Kecamatan Rancaekek yang memiliki permasalahan sampah. Permasalahan sampah yang terjadi disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah setempat. Hal tersebut mengakibatkan di sebagian pingir jalan desa dapat ditemukan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, terbatasnya TPS juga menyebabkan masyarakat memilih untuk membakar sampah rumah tangga secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi terkait pengelolaan sampah perlu dilakukan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta mendorong pemerintah daerah setempat untuk membantu dalam penyediaan TPS yang memadai. Sosialisasi dilakukan untuk menghimbau masyarakat hidup bersih serta menjaga lingkungan setempat dengan tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan pengelolaan sampah secara baik melalui proses pemilahan dan pemilihan sebelum sampah diangkut 302 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 menuju TPS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat ingin hidup bersih dan sehat. Namun demikian, kurangnya kesadaran serta keterbatasan TPS menjadi kendala yang perlu diselesaikan. Oleh karena itu, sosialisasi ini bermanfaat sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama saling membantu menjaga lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.
Geo-Environment Aspects Assessment Applied In Land Stability Determination Of A Disaster-Prone Area: A Case Study Around The Lembang Active Fault Zone, On The Western Part Of Bandung Basin, Indonesia Iskandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda; Brilian, Ciria Humanis; Trisnadiansyah, Mochamad Ridfan; Listiawan, Yudhi; Barkah, M. Nursiyam; Sulaksana, Nana; Hendarmawan, Hendarmawan
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 3 (2024): JGEET Vol 09 No 03 : September (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.3.18062

Abstract

Rainfall, landforms, lithology or soil characteristics, and geological structures are geo-environment aspects that might be used to assess stability of the land in a disaster-prone area, e.g. in a case of study around the Lembang active fault zone of the western part of Bandung Basin, Indonesia. In this study, such geo-environment aspects were weighted and scored constantly in five class of value and importance, due to its influence on the land stability. After this scoring method applied, firstly, a land capability of the research area in relation to disaster potential will be recognized and used to analyze its land stability. According to such analyses, the study area can be divided into two zones of land stability, i.e. (i) moderate area which dominates the research area, and (ii) non-stable or unstable area near Lembang active fault zone. The dominant moderate and unstable area show that the fault zone has still widely affected the surroundings landscape and its physical characteristics. In fact, the current evaluation of existing landuse show that the development has been carried out intensively on these areas. It indicates that the development of the area is contituted as a high risk activity. Therefore, in this case, a good spatial planning or an environmental good governance must be applied appropriately in such disaster-prone area.
PROSPECTIVE ZONE AREA FOR AGRICULTURE AND RESIDENTIAL BASED ON GEOLOGICAL DISASTER POTENTIALS IN SOUTH BANDUNG REGION SULAKSANA, NANA; Isandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda; Rifai, Achmad; Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulastri, Murni
Journal of Geological Sciences and Applied Geology Vol 3, No 1 (2019): Journal of Geological Sciences and Applied Geology
Publisher : Faculty of Geological Engineering, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/gsag.v3i1.21366

Abstract

The number of residents in Bandung continues to increase every year, especially in the southern part of Bandung. The development of residential areas needs to get attention from the local government and people in Bandung, especially to evaluate various geological hazards such as floods, landslide, earthquake, and other. Research methodolgy is qualitative method by interviewing local community and analyzing landsat image using Google Earth and Digital Earth Model (DEM) image to know land use in the research area. In addition, quantitative methods are also used with superimposed manual statistical analysis and weighting methods using Microsoft Excel, Global Mapper, and Mapinfo software. The result of research shows that South Bandung area has Land Suitability Score > 130 (Residential Area) and Land Suitability Score > 135 (Agriculture Area) which are categorized as very good settlement and education area; Land Suitability Score 116-130 (Residential Area) and Land Suitability Score 92-135 (Agriculture Area) are categorized as an obstacle area with various constraints such as water supply, disaster, and others but can still be overcome by artificial engineering. Land Suitability Score <116 (Residential Areas) and Land Suitability Score <92 (Agricultural Area) are limitation area that are not feasible to be used as residential and educational areas, a variety of constraint reduction efforts can be done but require very high cost. Therefore it is suggested  to convert the area into conservation. It is concluded that the best areas to be used as residential and agricultural areas are located in the Banjaran District such as Banjaran, Kamasan, Sindangpanon, and Tarajusari Village.
Co-Authors A. Asseggaf A. Sudradjat A. Sudradjat ACHMAD RIFAI Achmad Sjafrudin, Achmad Adjat Sudrajat Adjat Sudrajat Agoes Loeqman Agus W Oscar Aliyuddin Jamil Andi Makawaru Yasin, Andi Makawaru Andis Priswantoro Ando, Ferry Anggito Saputra Anggoro Tri Mursito Arini Dian Asep Nursalim, Asep Bombom Rachmat Suganda, Bombom Rachmat Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam Brilian, Ciria Humanis Budi Muljana Burhanidunnur, Muhammad Cahya Patria Cipta Endayana Cipta Endyana Dadan Wildan, Dadan Daliman, Shaparas Binti Denny Lumban Raja Dewandra Bagus Eka Putra Dewandra Bagus Eka Putra, Dewandra Bagus Eka Dewi Gentana Dicky Muslim Djapani, Yuspian Dudi Nasrudin Usman Dwi Putranto Waloeyo Dyah Ayu Setyorini Emi Sukiyah Euis Tintin Yuningsih Fachrur Reza Assegaff Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan Fikri Abdulah, Fikri G. Hartono G. Hartono Hanik Humaida Hartono, G. Helman Hamdani Hendarmawan Hendarmawan HS, Karyono Ildrem Syafri Imam Santosa Indrakususma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Inu Zaini Yasir -, Inu Zaini Yasir Isandarsyah, Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Teuku Y. M. W. Iwan Nursahan Iyan Haryanto Jamal Jamal Jamal Jamal Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Kamaruddin, Hashari Kamaruddin, Hashari Karyono HS Khoirullah, Nur M. Nursiyam Barkah, M. Nursiyam Mamay Surmayadi Mega Fatimah Rosana Mochamad Aufar Muttaqin Mohamad Sapari Hadian Mudiarsono Mudiarsono Muhammad Agil Prasetyo Muhammad Burhannudinnur Muhammad Kurniawan Alfadli Muhammad Lutfi Muhammad Tobibi Pratama Pohan Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Murni Sulastri Muttaqin, Mochamad Aufar Novi Triany Nurasa , Heru Nurohim, Dede Nursahan, Iwan Nursahan, Iwan Oscar, Agus W Oscar, Agus W P Paramarta Raditya Rendra Persulessy, Janeth Angel Pradnya P. Raditya, Pradnya P. Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pradnya Raditya Rendra, Pradnya Raditya Priatna Priatna Priatna, Priatna Priatna, Priatna Princessca, Channia Priswantoro, Andis Andis Puguh Setiyanto, Puguh Rendra, P Paramarta Raditya Rita Yulianti, Rita Rizki Satria Rachman Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Adang Setyorini, Dyah Ayu Sipahutar, Sumahang R. Sofyan Rachman Idris Sri Wahyuni Sudradjat, A. Suherman Dwi Nuryana Suherman Dwi Nuryana Sulastri, Murni Syamsul Irham, Syamsul T Yan Waliana T Yan Waliana, T Yan Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah Tri Mursito, Anggoro Anggoro Trisnadiansyah, Mochamad Ridfan Vijaya Isnaniawardhani Waliana, Teuku Yan Wening Sulistri Winantris Winantris Yoga Andriana Sendjaja Yudhi Listiawan Yuniarti Yuskar Yuniarti Yuskar, Yuniarti Zakia Lukman Zufialdi Zakaria