Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Potensi Pengembangan Usaha Roti XYZ Cabang Sepanjang, Sidoarjo Kaila Tirta Tri Meifa; Sekar Ayu Wulandari; Taufiq Rahman Humaidi; Dini Nafisatul Mutmainah
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2762

Abstract

XYZ Bakery, Sepanjang, is a micro, small, and medium enterprise (MSME) that has operated since 2004. However, its business development has been constrained by limited digital marketing, financial record-keeping, legal compliance, production equipment maintenance, and waste management. This study aims to analyze the business feasibility from non-financial and financial perspectives and to formulate development strategies using SWOT analysis. A mixed-methods approach with a parallel convergent design was employed by collecting primary and secondary data simultaneously. The non-financial analysis covered market and marketing, technical, environmental, legal, and human resource aspects, while the financial analysis applied the Break-Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), and Payback Period (PBP). The results showed that the business was highly feasible from both perspectives. It generated an NPV of IDR 1,886,198, an IRR of 176.33%, a B/C Ratio of 1.52, and a PBP of 0.72 years. The IFE and EFE matrix analyses placed the business in Quadrant V (Hold and Maintain). Therefore, market penetration, product development, digital marketing optimization, product innovation, and operational efficiency are recommended to support sustainable business growth
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI KERUPUK IKAN BANDENG DENGAN METODE SPC (STATISTICAL PROCCES CONTROL) PADA UMKM QONJAMADU SIDOARJO Arifudin Bahtiar Hidayat; Rahmat Dhandy; Dini Nafisatul Mutmainah; Julia Agustina
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i4.12038

Abstract

UMKM Qonjamadu merupakan salah satu produsen kerupuk ikan bandeng di Kabupaten Sidoarjo yang menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas produk, seperti adanya produk cacat berupa bentuk yang remuk, warna terlalu coklat (gosong), dan ketidakseragaman kerenyahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan pengendalian kualitas, mengetahui kriteria utama atribut cacat, serta menganalisis penerapan metode Statistical Process Control (SPC) pada proses produksi kerupuk ikan bandeng di UMKM Qonjamadu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pengamatan langsung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan ukuran sampel sebesar 10% dari total sekali produksi (5,5 kg dari total 55 kg per produksi) selama 20 hari pengamatan. Alat analisis SPC yang digunakan meliputi check sheet, peta kendali p (p-chart), diagram Pareto, diagram Ishikawa, dan analisis kapabilitas proses. Hasil analisis lembar periksa (check sheet) menunjukkan total produk cacat mencapai 7.816 gram (7,11%) dari total keseluruhan sampel 110.000 gram, dengan rincian cacat keutuhan bentuk sebesar 3.366 gram (43,06%), kerenyahan kerupuk sebesar 2.474 gram (43,06%), dan keseragaman warna sebesar 1.976 gram (25,29%). Analisis peta kendali p untuk atribut keutuhan bentuk menghasilkan nilai garis tengah (CL) sebesar 0,0306, batas kendali atas (UCL) sebesar 0,0376, dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,0236. Hasil peta kendali menunjukkan proses secara umum terkendali, namun terdapat dua titik yang berada di luar batas kendali atas (UCL), yaitu pada pengamatan ke-4 (0,0445) dan pengamatan ke-14 (0,0473), yang mengindikasikan adanya penyimpangan proses akibat faktor penyebab khusus (assignable cause).
PENENTUAN ALTERNATIF LOKASI INDUSTRI PENGOLAHAN KANGKUNG DI KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN ANALISIS LOCATION QUOTIENT, ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM Meidi Indah Sari; Cindiah Syahnaz; Dini Nafisatul Mutmainah; Rahmat Dhandy; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2721

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penentuan alternatif lokasi terbaik untuk pengembangan industri pengolahan kangkung di Kabupaten Sidoarjo guna mendukung pemanfaatan potensi produksi kangkung secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah basis produksi kangkung menggunakan metode Location Quotient (LQ), memvisualisasikan sebarannya secara spasial menggunakan Geographic Information System (GIS), serta menentukan alternatif lokasi terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan analisis LQ yang didukung visualisasi spasial menggunakan GIS melalui software QGIS 3.28.7 serta AHP menggunakan bantuan Expert Choice versi 11. Data yang digunakan berupa data produksi kangkung tahun 2022–2024 serta hasil penilaian dengan expert. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa Kecamatan Krembung, Kecamatan Candi, dan Kecamatan Tulangan merupakan wilayah basis produksi kangkung yang konsisten. Visualisasi GIS menunjukkan bahwa sebaran wilayah basis dan nonbasis tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 0,521, diikuti tenaga kerja sebesar 0,201, infrastruktur sebesar 0,176, dan kedekatan pasar sebesar 0,102. Berdasarkan hasil prioritas alternatif global, Kecamatan Candi menjadi alternatif lokasi terbaik dengan nilai 0,527, diikuti Kecamatan Tulangan sebesar 0,318 dan Kecamatan Krembung sebesar 0,155. Dengan demikian, Kecamatan Candi dinilai sebagai lokasi terbaik dan potensial untuk pengembangan industri pengolahan kangkung di Kabupaten Sidoarjo. Kata kunci: LQ; GIS; AHP; Kangkung; Expert Choice; Lokasi Industri
Penerapan Metode FMEA Dan AHP Dalam Penentuan Prioritas Mitigasi Risiko Produksi Puding Buah Pada Umkm Salad Buah Rahma (SBR) Dzurotun Nafisah; Sekar Ayu Wulandari; Dini Nafisatul Mutmainah; Cindiah Syahnaz S
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2753

Abstract

This study aimed to identify production risks and determine mitigation strategy priorities for fruit pudding production at Salad Buah Rahma (SBR) MSME using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods. A descriptive mixed-methods approach was employed, combining qualitative and quantitative techniques. Qualitative data were obtained through observations, interviews, and documentation to identify potential production risks, while quantitative data were collected using FMEA assessment sheets and AHP questionnaires. Respondents were selected through purposive sampling and consisted of the business owner, production supervisor, production workers, academics, and similar business practitioners with knowledge of production processes and risk management. The FMEA method was applied to evaluate each potential failure based on Severity (S), Occurrence (O), and Detection (D), producing a Risk Priority Number (RPN) for each identified risk. The results identified three priority risks: incomplete production Standard Operating Procedures (SOP) with an RPN of 512, storage facility failure with an RPN of 441, and incorrect ingredient measurement with an RPN of 392. These risks were subsequently used as criteria in the AHP analysis to determine the priority of mitigation strategies. The AHP results indicated that developing and implementing detailed SOPs was the highest-priority strategy with a global weight of 0.3279 (32.79%), followed by production process improvement at 0.2517 (25.17%), storage facility improvement at 0.2167 (21.67%), and employee training at 0.2037 (20.37%). The findings indicate that integrating FMEA and AHP provides a systematic approach for identifying priority production risks and selecting effective mitigation strategies. The recommended strategies are expected to improve production consistency, maintain product quality, reduce production failures, and strengthen risk management practices, thereby supporting the operational sustainability and competitiveness of food-based MSMEs.
Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Ubi Jalar sebagai Bahan Pangan Subtitusi Tepung Terigu di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Dini Nafisatul Mutmainah; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Sekar Ayu Wulandari
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v15i1.5169

Abstract

Sweet potato is a local commodity with great potential for development into alternative flour due to its abundant raw material availability and good nutritional content. This study aimed to analyze the added value of sweet potato processing into local flour and formulate a development strategy as a food substitute for wheat flour in Mojokerto Regency, East Java. The research method used was descriptive and analytical with quantitative and qualitative approaches. The value-added analysis was conducted using the Hayami method, while the development strategy formulation was analyzed using the SWOT method. The results showed that processing sweet potato into local flour produces an added value of IDR 22,000/kg with a value-added ratio of 62.85% and a profit level of 98.66%, indicating that this business is feasible and economically profitable. Based on the SWOT analysis, recommended development strategies include increasing product promotion, developing healthy food-based product innovations, gradual technology investment, and strengthening consumer education. Overall, the development of sweet potato flour has the potential to increase the economic value of local commodities while supporting national food security.
Strategi Pemasaran Produk Inovasi Tinta dari Ekstrak Daun Jambu Biji Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Sidoarjo Septine Brillyantina; Dini Nafisatul Mutmainah; Rahmat Dhandy; Asmunir Asmunir; Sasi Kirana Dipo Maharani
Journal of Business Management Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v1i2.7

Abstract

Penggunaan spidol sebagai alat tulis ketika kegiatan belajar mengajar sudah sangat lazim. Banyaknya penggunaan tinta isi ulang spidol dikarenakan banyaknya kelas yang menggunakan. Penggunaan spidol isi ulang sudah tentu menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Penelitian ini akan menemukan strategi pemasaran terhadap produk inovasi tinta dari ekstrak daun jambu biji yang ramah lingkungan menggunakan analisis SWOT di Kabupaten Sidoarjo, yang terdiri dari kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman dengan mempertimbangkan data primer dan sekunder. Akhirnya hasil penelitian ini akan digunakan untuk menemukan strategi pasar dalam memanfaatkan produk inovasi karena akan mampu bersaing dan mengembangkan produk tinta yang ramah lingkungan di masa depan.
Penerapan Metode SWOT-QSPM dalam Menentukan Strategi Pengembangan di CV. XYZ Kabupaten Sidoarjo Sintya Tri Wahyuni; Dini Nafisatul Mutmainah; Rahmat Dhandy; Septine Brillyantina
Journal of Economic and Business Advancement Vol. 2 No. 1 (2026): : September: Ascendia: Journal of Economic and Business Advancement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/4kdwwr73

Abstract

CV. XYZ is an MSME in Sidoarjo Regency engaged in food processing, established in 2019 with dimsum skin as its main product. This study aims to formulate development strategies by applying the SWOT-QSPM method. The research uses a descriptive qualitative approach supported by quantitative analysis through IFE, EFE, SPACE, SWOT, and QSPM matrices. The SPACE Matrix analysis indicates that CV. XYZ is positioned in quadrant I, requiring an aggressive strategy by utilizing internal strengths to capture external opportunities. The SWOT analysis produces alternative strategies related to digital marketing expansion, retail partnerships, government collaboration, product innovation, packaging improvement, storage optimization, supplier diversification, and operational efficiency. The QSPM analysis identifies strengthening product branding through the establishment of a marketing team as the priority strategy with a Total Attractiveness Score of 6.48. The findings recommend structured marketing development and continuous evaluation to improve competitiveness, market expansion, and business sustainability  
PENENTUAN LOKASI ALTERNATIF UNTUK INDUSTRI PENGOLAHANBAYAM DENGAN METODE LQ DAN GIS DI KABUPATEN SIDOARJO Siti Eka Nur Julianti; Julia Agustina; Rahmat Dhandy; Dini Nafisatul Mutmainah; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2948

Abstract

Pengembangan industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo memerlukan penentuan lokasi yang tepat agar mampu meningkatkan nilai produk, efisiensi produksi, dan kekurangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah produksi bayam berbasis dan nonbasis serta menganalisis potensi persebaran wilayah sebagai alternatif lokasi industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo melalui pendekatan Location Quotient (LQ) dan Geographic Information System (GIS). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan fokus pada identifikasi wilayah berdasarkan tingkat produksi bayam dan visualisasi spasial menggunakan GIS. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa Kecamatan Krembung, Prambon, dan Tanggulangin merupakan wilayah basis produksi bayam, sedangkan kecamatan lainnya termasuk wilayah nonbasis. Visualisasi GIS menampilkan bahwa wilayah basis tersebut terletak di bagian barat–selatan Kabupaten Sidoarjo, sementara wilayah nonbasis tersebar di beberapa kecamatan dengan tingkat produksi yang relatif lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Kecamatan Krembung ditetapkan sebagai lokasi alternatif yang paling potensial untuk pengembangan industri pengolahan bayam di Kabupaten Sidoarjo karena memiliki keunggulan dalam ketersediaan bahan baku serta mendukung efisiensi operasional industri. Kata kunci : Bayam; Industri Pengolahan; LQ; GIS; Kabupaten Sidoarjo.