Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

valuasi Dampak Program BILAPERDU (Program Mobil Pelayanan Terpadu) di Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi Mahendhra, Gilang; Supranoto, Supranoto; Makmur, Hadi
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 11 No 2 (2024): Social Security in Disruptive Era
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sospol.v11i2.46497

Abstract

Program BILAPERDU (mobil layanan pertanian terpadu) adalah sebuah kebijakan daripemerintah Kabupaten Banyuwangi yaitu tentang pelayanan langsung dari Dinas Pertanian di bidangpetanian di Kabupaten Banyuwangi dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kualitas produkpertanian. Program BILAPERDU terdapat dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 50 Tahun 2017tentang Mobil Pelayanan Pertanian Terpadu. Program BILAPERDU ini memiliki tujuan untukmemberikan pelayanan langsung kepada petani atau kelompok tani di dalam bidang pertanian. Dalamprogram ini program BILAPERDU di tujukan untuk memudahkan petani dalam melakukanperkerjaannya karena di dalamnya berisi tentang bagaimana petani dapat melakukan diskusi dengandinas pertanian ataupun petugas terkait mengenai tananaman tanpa harus bertemu secara langsung danjuga pada saat para petani tidak bisa melakukan penanganan sendiri petugas dari dinas pertanian akanturun tangan dengan cara panggilan langsung ke Dinas pertanian dengan menggunakan aplikasi ini.
Dinamika Kelembagaan dalam Tata Kelola Pekerja Migran Indonesia Supranoto, Supranoto; HS, M Hamdi
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 9 No 4 (2022): Kebijakan dan Media di Era Pasca Pandemi
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sos.v9i4.36374

Abstract

Keterlibatan banyak institusi dalam tata kelola Pekerja Migran Indonesia (PMI) di satu sisi menunjukan adanya perhatian serius pemerintah dalam memberikan layanan yang terbaik kepada PMI sebagai pahlawan devisa. Namun di sisi lain, potensi konflik kelembagaan kerap terjadi, khususnya Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang dalam praktiknya sama-sama berperan sebagai regulator dan sekaligus operator sehingga kerang mimbulkan tabrakan kebijakan dan kegamangan pada kelembagaan pengelola PMI di daerah. Tujuan kajian adalah menganalisis dinamika kelembagaan dalam tata kelola PMI. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur. Studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian (Zed, 2008:3) yang relevan dengan topik penelitian, yaitu tentang dinamika kelembagaan dalam tata kelola PMI.Berdasarkan hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Pertama, kebijakan tentang tata kelola PMI yang dibuat karena adanya kepentingan politis melahirkan disharmoni kelembagaan antar pengelola PMI yang berdampak pada tidak optimalnya implementasi UU No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Kedua, adanya dualisme institusi pengelolaan PMI – Kemnaker dengan BP2MI – melahirkan kerancuan dalam tata kelolanya di tingkat lapangan atau daerah, karena secara organisasi fungsi komando Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di daerah berada di bawah Kemnaker. Akan tetapi dalam menangani PMI, OPD tidak bisa hanya mengikuti kebijakan dari Kementerian Tenaga Kerja saja, karena dalam implementasinya BP2MI-lah yang lebih aktif melakukan terobosan dalam tata kelola PMI, sehingga OPD harus peka dan mengikuti juga ritme kebijakan yang dilakukan oleh BP2MI dalam tata kelola PMI
Local Level Participatory Budgeting: Case of Banyuwangi Regency, Indonesia Septalinda, Ficky; Supranoto, Supranoto; Supriyono, Bambang; Suryawati, Dina
Iapa Proceedings Conference 2024: AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024 Towards World Class Bureaucracy
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1126

Abstract

The purpose of this study is to examine the implementation process of public budgeting through a recess forum in Banyuwangi Regency. One of the most radical changes in the development planning process in Indonesia is the emergence of a bottom-up planning model, which was marked by the issuance of Law No.22/2009 on Regional Autonomy. One of the best practices that is considered very successful in bottom-up planning forums is participatory budgeting in Brazil, which was later adopted by many countries around the world. In Indonesia, Development Planning Deliberation is one of the forums considered to represent participatory budgeting, but a number of shortcomings in the implementation of Development Planning Deliberation have caused the community to look for other forums to convey various development proposals in the region. One forum that is considered more effective is through recess forums conducted by legislative institutions. This research was conducted to examine in depth the process and dynamics of participatory budgeting and the participatory budgeting model in the recess forum in Banyuwangi Regency. The method used in this research is qualitative with a Naturalist methodology approach Based on the research conducted, the public budgeting process through the recess forum cannot be implemented as dimensions in participatory budgeting. This is because the public budgeting process through the recess forum will always be tied to the political dynamics being faced by Local house of representatives member. Meanwhile, the political dynamics that occur are determined by political interactions between political actors, especially to gain political support in general elections.
Institutions and Governance of Subak in the Development of Sustainable Ecotourism Supranoto, Supranoto; Candranegara, I Made Wimas
Iapa Proceedings Conference 2024: AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024 Towards World Class Bureaucracy
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1174

Abstract

This research discusses Subak as an irrigation system that irrigates rice fields to produce food, especially rice, which is the staple food of the community. Subak is always carried out together with religious ceremonies and has noble values ​​related to the concept of Tri Hita Karana. The Tabanan Regency Government is trying to develop tourism but still maintains the existence of subak by combining these two things into a new tourist attraction. The attraction that can be developed by combining tourism with agriculture is through the concept of ecotourism. One of these government programs is the Subak Lestari program. The findings of problems in the field faced by Subak Celemanik to be developed as an ecotourism area are that tourist attractions with a subak background have not been managed as the main attraction but tend to be as supporting tourism in Kerambitan District, the variety of tourist attractions offered is still small, the lack of subak's ability to provide supporting facilities, land conversion because it is considered property rights, the absence of local tour guides, and the absence of extensive subak marketing. The urgency of this research is carried out considering the massive development of tourism in Bali, resulting in rice fields, especially subak, starting to change function into tourist accommodation. The method used in this study is qualitative using SWOT analysis. The results of this study are that it is necessary to maximize the performance of the Subak management institution in establishing cooperation with the government or related stakeholders, increasing the participation of Subak members in supervising the implementation of customary laws and regulations.
Unlocking the Role of Actor Networks and Strategies for Developing Collaborations in Regional Featured MSEs Suryawati, Dina; Helpiastuti, Selfi Budi; Suji, Suji; Supranoto, Supranoto; Molasy, Honest Dody; Firdaus, Alfareza; Hidayah, Nurussyamsil
Jurnal Borneo Administrator Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v21i1.1570

Abstract

The crisis has raised concerns about behavioral adaptation and resilience changes in micro and small enterprises (MSEs). As a result, MSEs need to get policy support by determining policy strategies oriented towards collaboration schemes. This study explores the actor network of MSEs of regional superior products and determines the right policy strategy to encourage a broader and more sustainable collaboration process. This study contributes to creating collaborative policy strategy directions for SMEs by utilizing actor networks. This research focuses on elaborating the concepts of network governance and collaborative governance. The study employed a descriptive qualitative method through empirical mapping of MSE stakeholder actors using Miro Apps. Data was analyzed using IFAS-EFAS techniques to determine suitable strategies for supporting MSE policies. The results show the dynamics and complexity of the MSE network with its main vital actors: state andnon-state actors. Strategic efforts can be realized through rotation functions to achieve a productive economy by optimizing the potential for adaptive collaboration through MSE policies on superior products by minimizing existing weaknesses
PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEPERCAYAAN DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP MINAT NASABAH MENGGUNAKAN MOBILE BANKING DI BRI KCP UNIVERSITAS JEMBER Ratnasari, Dwi; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edi; Oktawirani, Panca; Kristianto, Wheny
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 2 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70079/srodja.v2i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kepercayaan, dan Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap minat nasabah menggunakan layanan mobile banking di Bank Rakyat Indonesia KCP Universitas Jember. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan   kepada nasabah bank yang menggunakan layanan mobile banking. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji t untuk mengevaluasi pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji menunjukkan bahwa Persepsi Manfaat dan Persepsi Kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap minat nasabah menggunakan mobile banking, sesuai dengan prediksi TAM. Namun, Persepsi Kemudahan Penggunaan tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan dalam konteks sampel ini. Selain itu, uji simultan (uji F) menegaskan bahwa secara keseluruhan, variabel-variabel independen secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabilitas minat nasabah. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bank untuk memperkuat persepsi manfaat dan kepercayaan nasabah terhadap layanan mobile banking melalui strategi pemasaran yang tepat dan peningkatan keamanan sistem. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah, bank dapat meningkatkan adopsi teknologi perbankan digital dengan efektif.
STRATEGI KEBERHASILAN SDGs DALAM PENGENTASAN KEMISKINNAN MELALUI PESANTREN NURUL QORNAIN BALETBARU SUKOWONO JEMBER nurul hikmah, Faiqoh; Supranoto, Supranoto; Wahyudi, Edy; Khristianto, Wheny; Oktawirani, Panca
ACTON Vol 21 No 1 (2025): MEI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/acton.v21i1.6578

Abstract

Strategi Keberhasilan SDGs dalam pengentasan kemiskinan sebagai proses dan hasil dalam menjembatani perubahan makna dalam mendistribusikan norma global ke dalam norma lokal. Pelokalan ini menjadi jembatan strategi keberhasilan SDGs. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjalankan SDGs dari PBB yang disebut norma global. Norma global membutuhkan jembatan untuk masuk ke dalam norma lokal agar bias diterima dengan baik oleh masyarakat. Keterlibatan partisipasi masyarakat diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasikan norma global ke dalam norma lokal dalam pembangunan berkelanjutan di desa, mendeskripsikan Strategi Keberhasilan ke dalam faktor pendukung dan penghambat dalam pengentasan kemiskinan. Lokus penelitian di Pesantren Nurul Qornain Baletbaru dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keberhasilan SDGs di Pesantren Nurul Qornain Baletbaru Sukowono Jember telah berhasil karena keterlibatan Religius value (nilai agama) yang dimiliki Kiyai yang ditaati di dalam pesantren. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal dan budaya setempat yang menjujung tinggi nilai relijius. Pesantren sebagai leading sector dalam pengentasan kemiskinan mampu berperan dalam memodifikasi norma global ke dalam norma lokal yang mudah diterima dan dipahami oleh santri dan masyarakat sekitar. Namun perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah desa dan stakeholder lain perlu dilibatkan agar pencapaian SDGs di desa ini berjalan maksimal.
Pengembangan Wisata Cemoro Barong di Tulungagung Sulistya, Wyne Rahma; Supranoto, Supranoto; Suryawati, Dina
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70079/srodja.v1i1.4

Abstract

This research aims to describe the role of the village government in developing Cemoro Barong Tourism in Tapan Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency. Tapan Village has local potential that can be utilized and developed for tourism. Cemoro Barong Tourism is one of the tourist attractions owned by Tapan Village which is a new tourist attraction and has the potential to be developed into a tourist event. Because tourism is still new, it really needs development and also the role of related parties in carrying out promotions so that it can be known by people outside the village. This tourism development has the opportunity to carry out village development, community development and community empowerment. Therefore, the role of village government is very important in its implementation. This research is a qualitative descriptive study using data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this research show the role of the Village Government in developing Cemoro Barong Tourism in Tapan Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency, namely 1) As a Regulator, making regulations whose aim is to prepare directions for organizing tourism development activities. As a regulator, the Tapan Village government makes regulations that are used as a reference in the tourism development process. These rules include visitor ticket fees, parking fees and a prohibition on carrying sharp objects. 2) as a dynamist, the Tapan Village government encourages community participation by conducting tourism destination management training held at the village hall. 3) as a facilitator, providing funding or capital that is used for the tourism development process by building facilities in the form of facilities and infrastructure which will later support the attraction of visitors to visit. 4) as a catalyst, the Tapan Village government accelerated the process of developing Cemoro Barong tourism by promoting tourism by utilizing social media accounts owned by the village such as Instagram and YouTube.
Kualitas Pelayanan & Kepuasan Masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Jember Isradinata, Ayaprithvie; Supranoto, Supranoto; Negoro, Abul Haris Suryo
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70079/srodja.v1i1.6

Abstract

Abstrak Artikel ini menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember. Metode non-probability sampling digunakan untuk memilih 130 responden dari masyarakat yang telah menggunakan layanan tersebut. Data primer dikumpulkan dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil artikel menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember. Koefisien regresi positif menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akan meningkatkan kepuasan masyarakat. Artikel ini menggarisbawahi pentingnya sikap tanggung jawab, ramah, antusias, dan responsif dalam memberikan pelayanan publik, karena hal ini dapat berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: kualitas pelayanan; kepuasan masyarakat; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tolikara Bogum, Bianti; Supranoto, Supranoto; Negoro, Abul Haris Suryo
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 1 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70079/srodja.v1i1.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Dispendukcapil Kabupaten Tolikara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang terlibat dalam pengurusan adminduk di Dispendukcapil Kabupaten Tolikara, baik laki-laki maupun perempuan yang berusia 17 sampai 50 tahun. Jumlah sampel penelitian ini adalah 50 responden yang dipilih dengan teknik Quota sampling. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Pengujian instrumen penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi rank spearman yang dianalisis menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikasi antara kualitas pelayanan dengan kepuasan sebesar 0,000 > 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada hubungan atau pengaru kualitas pelayanan dokumen administrasi kependudukan di Dispendukcapil Kabupaten Tolikara berpengaruh kepuasan masyarakat yang mengurus dokumen tersebut. Sementara nilai korelasi sebesar 0,667 setelah dikonsultasikan dengan tingkat hubungan korelasi berada pada angka 0, 600, 0, 799 dengan kategori kuat.