Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Persepsi Peserta Didik terhadap Game Stairs & Cigarettes dalam Upaya Edukasi Bahaya Merokok Tasyawany Maharati Amiani; Hendro Yulius Suryo Putro; Muhammad Andri Setiawan
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vb5p9172

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Salah satu inovasi media edukasi yang dikembangkan adalah game Stairs & Cigarettes, yang dirancang untuk menyampaikan informasi mengenai bahaya merokok secara interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peserta didik terhadap penggunaan game Stairs & Cigarettes dalam upaya edukasi bahaya merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik SMA Negeri 9 Banjarmasin. Data dikumpulkan menggunakan angket persepsi berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,971 yang menandakan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase, dan diagram batang. Pengkategorian skor persepsi dilakukan berdasarkan nilai mean dan standar deviasi ke dalam lima kategori, yaitu sangat positif, positif, sedang, negatif, dan sangat negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap game Stairs & Cigarettes didominasi oleh kategori positif dan sangat positif. Tidak ditemukan peserta didik yang memiliki persepsi negatif maupun sangat negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa game Stairs & Cigarettes dipersepsikan secara baik oleh peserta didik sebagai media edukasi bahaya merokok. Dengan demikian, game Stairs & Cigarettes berpotensi digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan di sekolah, khususnya dalam upaya preventif terhadap perilaku merokok pada remaja.
Evaluasi Model CIPP Untuk Penggunaan Media Kartu Kata Dalam Layanan Bimbingan Klasikal Pada Perkembangan Bahasa Peserta Didik Sekolah Dasar Sherdillah Sherdillah; Hendro Yulius Suryo Putro; Nina Permata Sari
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan media kartu kata dalam layanan bimbingan klasikal terhadap perkembangan bahasa peserta didik sekolah dasar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory, yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif untuk memperkuat hasil penelitian. Subjek penelitian terdiri atas 6 peserta didik kelas IV SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat penguasaan kosakata yang relatif rendah. Penelitian ini juga melibatkan Kepala Sekolah dan 1 guru kelas IV sebagai informan pendukung. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen angket yang terdiri atas 30 item pernyataan telah diuji validitas dan reliabilitas pada 20 responden menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach’s Alpha, dengan hasil seluruh item dinyatakan valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, penggunaan media kartu kata sesuai dengan kebutuhan perkembangan bahasa peserta didik, khususnya dalam penguasaan kosakata. Pada aspek input, kesiapan guru, dukungan sekolah, dan kelayakan media berada pada kategori baik. Pada aspek process, peserta didik menunjukkan keterlibatan belajar yang tinggi melalui keaktifan, antusiasme, dan interaksi sosial selama layanan berlangsung. Pada aspek product, terjadi peningkatan kemampuan kosakata peserta didik yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test serta respons positif terhadap layanan yang diberikan. Dengan demikian, media kartu kata efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk mendukung perkembangan bahasa peserta didik sekolah dasar secara aktif dan menyenangkan.
Older Sibling or Younger Sibling? The Dynamics of Self-Confidence and Emotional Stability Among University Students in Wetland Communities Muhammad Andri Setiawan; Nina Permata Sari; Hendro Yulius Suryo Putro; Andry Ananda Putra Tanggu Mara
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8381

Abstract

This study investigates the impact of birth order on self-confidence and emotional stability among university students residing in wetland communities. Using a quantitative survey design, 200 students, comprising 100 firstborns and 100 lastborns, from Lambung Mangkurat University were assessed using the Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Descriptive statistics, Mann-Whitney tests, and Structural Equation Modelling (SEM) were used to analyze the data. Results indicated that firstborn students exhibited significantly higher self-confidence (M = 3.57, SD = 1.26) and emotional stability (M = 3.43, SD = 1.26) than lastborns (p < .05). Family expectations and academic experiences emerged as key influences. SEM revealed that self-confidence strongly predicts emotional stability (β = 0.52, p < .001), with family background and educational experience having moderate effects. The findings underscore the psychological challenges faced by students in geographically isolated, resource-limited wetland environments. Tailored counseling interventions are recommended, particularly for lastborn students. Future research should investigate the intersection of cross-cultural and environmental factors. Keywords: self-confidence, emotional stability, birth order, wetland communities, Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)
Mapping Adolescent Cyberbullying in Wetland Communities: An Ecological Analysis Based on Bronfenbrenner’s Theory Nina Permata Sari; Muhammad Andri Setiawan; Eklys Cheseda Makaria; Hendro Yulius Suryo Putro; Daniar Gunawan Saputra; Pramudya Ananda
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8523

Abstract

This research is important because the increasing cases of cyberbullying among adolescents, particularly vocational high school students in wetland communities, pose serious risks to their psychological Well-being and social relationships. The study aims to map the characteristics, influencing factors, and interaction patterns within adolescents’ social systems in cases of cyberbullying, using Bronfenbrenner’s ecological theory. A total of 798 vocational students in South Kalimantan participated in the study. Data were collected using a Likert-scale questionnaire grounded in five ecological systems, validated through expert review and Exploratory Factor Analysis (KMO > 0.5; factor loading > 0.5), with Cronbach’s Alpha > 0.70. Data were analysed using SPSS 25 with descriptive, correlation, and factor analyses. The findings reveal that the microsystem, particularly peer relationships and social media interactions, is the most dominant determinant of cyberbullying behaviour in wetland communities. Keywords: cyberbullying prevention, digital literacy education, quality education, peaceful and inclusive societies
Analisis Penggunaan Media Permainan KonselOpoly Quest pada Penerimaan Diri Siswa sebagai Aspek Aktualisasi Diri dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Raysa Nazwa Putri; Ririanti Rachmayanie Jamain; Hendro Yulius Suryo Putro
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.16691

Abstract

Several tenth-grade students at State Senior High School 12 Banjarmasin still demonstrated suboptimal self-acceptance, as reflected in their lack of confidence in expressing their opinions, feelings of embarrassment when expressing themselves, and difficulty accepting their own strengths and weaknesses. These conditions indicate the need for guidance and counseling services that promote students’ active participation through interactive learning media. This study aimed to describe the use of the KonselOpoly Quest game as a medium in guidance and counseling services to support students’ self-actualization, particularly in the aspect of self-acceptance, at State Senior High School 12 Banjarmasin. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The participants consisted of one guidance and counseling teacher, one vice principal, and two tenth-grade students at State Senior High School 12 Banjarmasin. Data were collected through interviews, observations, and documentation and were analyzed using the Miles and Huberman model, which included data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings showed that the use of the KonselOpoly Quest game encouraged students’ active participation during the guidance and counseling sessions. Based on the interview and observation results, students demonstrated greater confidence in expressing their opinions, began to recognize their strengths and weaknesses, and showed greater respect for their peers. These findings indicate that the KonselOpoly Quest game has the potential to support the implementation of guidance and counseling services by facilitating the development of students’ self-acceptance as one aspect of self-actualization.