Chrisna Adhi Suryono
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang, 50275, Indonesia

Published : 101 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Awal Kontaminasi Pestisida Organoklorin dalam Air Laut di Wilayah Perairan Paling Barat Semarang Chrisna Adhi Suryono; Baskoro Rochaddi; Irwani Irwani
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 2 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.735 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i2.15728

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air laut dari wilayah perairan paling barat Semarang telah terkontaminasi pestisida organoklorin.  Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi yang tinggi ditemukan pada beberapa pestisida seperti Heptachlor, Aldrin, Endosulfan, Endrin, dan pp-DDT dengan nilai kisaran sebesar 0.319 ±0.231, 0.227±0.093, 0.119±0.080, 1.023±0.553, 0.906±0.005 ppb.  Bila dibandingkan dengan baku mutu dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kehidupan organisme laut dan wisata masih diketegorikan tinggi dan terkontaminasi pestisida organoklorin. Kata Kunci : órgano klorin, kontaminasi, Semarang
Bioekologi Kerang Totok Geloina sp. (Bivalvia: Corbiculidae) di Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.272 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i5.6913

Abstract

Segara anakan merupakan salah satu estuaria terbesar di Pulau Jawa yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.  Diantara biota yang terdapat adalah kerang totok (Geloina sp) yang berasosiasi dengan hutan mangrove. Karena memiliki nilai ekonomis maka selalu di tangkap. Maka dari itu sangat tepat jika kerang tersebut dipelajari ekologis maupun biologisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan stuktur populasi kerang Geloina sp tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2005 di Segaraakan Cilacap pada empat stasiun yang berbeda salinitasnya (13, 15, 30 dan 32 ppt).  Sifat penelitian adalah studi kasus, metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah metoda sampling area. Data yang diambil meliputi kerang dan kondisi perairan. Data yang didapatkan dikelompokan berdasarkan kelas ukuran panjang cangkang selanjutnya dilakukan uji chi kwadrat untuk menentukan pola sebaran. Hasil penelitian menunjukan kerang yang didapat adalah G. erosa dengan pola sebaran merata pada keempat stasiun penelitian yang berbeda salinitasnya.  Adapun kepas ukuran kerang yang didapat dalam keempat stasiun dapat dikelompokan menjadi kelas ukuran <3, 3 – 3,9, 4 – 4,9, 5 – 5,9, 6 – 6,9, 7 – 7,9, .>8 cm.  Populasi kerang terbanyak pada semua stasiun adalah kelas ukuran 6 – 6,9 cm Kata Kunci : Segaraanakan, Geloina sp, salinitas
Filtrasi Kerang Hijau Perna viridis terhadap Micro Algae pada Media Terkontaminasi Logam Berat Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.758 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i1.6925

Abstract

Abstrak Kerang hijau dalam mendapatkan makanannya dengan cara menyaring plankton dari perairan.  Cara mendapatkan makanan yang demikian memungkinkan logam berat yang terlarut didalamnya ikut masuk kedala tubuh kerang hijau.  Tujuan dati penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh logam berat Pb dan Cu terhadap kecepatan filtrasi kerang hijau.  Penelitian berskala laboratories ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan Pb dan 4 perlakuan Cu masing masing diulang 3 ulangan.  Untuk mengetahui adanya perbedaan kecepatan filtrasi diuji dengan Anova. Hasil penelitian menunjukan semakin besar konsentrasi Pb atau Cu menunjukan semakin menurunnya filtrasi kerang hijau terhadap Skeletonema sp.   Kata Kunci : Perna viridis, filtrasi, Pb, Cu, Skeletonema sp
Analisis Kadar Senyawa Fenol dan Aktivitas Antioksidan pada Tiga Jenis Sargassum dari Pantai Jepara, Indonesia Wilis Ari Setyati; Rini Pramesti; Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 2 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i2.32127

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa yang bersifat reaktif dan berbahaya karena dapat merusak sel tubuh. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian senyawa antioksidan. Saat ini di pasaran telah beredar antioksidan sintetis, tetapi senyawa ini bersifat akumulatif dan toksik. Oleh karena itu perlu pencarian senyawa alami bersifat antioksidan alami dan salah satunya  salah satu sumbernya adalah rumput laut. Perairan Jepara memiliki sumber daya rumput laut yang tinggi dan salah satunya jenis Sargassum. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian evaluasi total senyawa fenol dan kapasitas antioksidan berbagai ekstrak Sargassum. Hasil penelitian ini sebagai dasar dalam penelitian suplemen antioksidan untuk tindakan preventif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2018 dengan tahapan pengambilan sampel, ekstraksi, penentuan total fenol dan aktivitas antioksidan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposif dan penentuan kapasitas antioksidan dan total fenol menggunakan metode eksperimen laboratoris.  Hasil analisis menunjukkan perlakuan perbedaan jenis ekstrak memiliki nilai persen inhibisi (IC50) yang berbeda secara nyata (p < 0,05). Tiga ekstrak dengan persen inhibisi terbaik jika diurutkan dari terkecil ke terbesar adalah ekstrak dengan pelarut etil asetat pada S. polycystum, S. crassifolium dan S duplicatum. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka nilai persen inhibisi semakin tinggi juga (p < 0,05) demikian juga pada nilai total senyawa fenol. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara total fenol dan persen inhibisi adalah linier dengan persamaan regresi dan nilai besar hubungan berbeda signifikan (p < 0,05). Free radical are reactive and dangerous compound which have bad impact to human cell. Antioxidant is an effective compound to against free radical. Recently, synthesis antioxidant are easy to find in the market, however, this compound tends to toxic accumulation. The nature antioxidant can be a solution of negative effect from synthesis product. Seaweed is natural product which content an active compound as antioxidant. Sargassum is brown seaweed that abundant in Jepara seawater. This study are aiming to evaluate of phenol content and antioxidant capacity from several sargassum extract. The result of this study is a primarily research of antioxidant supplements for preventive measures. This study was conducted in June 2018 with the stages of sampling, extraction, determination of total phenol and antioxidant activity. Purposive method is used for sampling method and experimental laboratory is used for determination of antioxidant capacity and total phenol. The analysis result show that each sargassum extract has significant deferent of inhibition concentrations (IC50) (p < 0,05). Three extracts with the best percentage of inhibition sorted from the smallest to the largest were S. polycistum, S. crassifolium and S duplicatum which were extracted with ethyl acetate solvents. The percentage of inhibitions are increase with increasing of extract concentration and phenol compound. The conclusion of this study is that total phenol and percent inhibition are linear with regression equations and significant difference values (p <0.05).
The Heavy Metal Contamination in Shallow Groundwaterof Semarang Coastal Areas Baskoro Rochaddi; Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 1 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.326 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i1.6919

Abstract

Heavy metals in the aquatic environment have to date come mainly from naturally occurring geochemical materials. However, this has been enhanced by human activities such as boat activity, industrial effluents, domestic sewage etc. An attempt was made to determine the level of trace metals such as Mercury (Hg), Lead (Pb), Iron (Fe), Chromium (Cr) and Copper (Cu). The physico-chemical and trace metal contents of water samples from coastal zone of Semarang were assessed using Atomic Absorption Spectrophotometer technique. Results indicated that low variation existed among some physico-chemical parameter (pH, temperature, salinity). In the water sample colour, taste and odor were investigated. Heavy metal levels (mg L-1) in the water were Cr 5.083 + 1.59, Pb 5.52 + 1.34,  Fe 1.199 + 1.29. However, Hg and Cu were not detected in any of the samples. Comparison of the metal contents in the water sample with World Health Organization (WHO) limits and Indonesian Drinking & Domestic Water Quality Standard for Ground Water showed that the mean levels of Fe, Pb, Cr were exceeded the maximum permissible levels for drinking  water. This work has conclusively proven the presence of dangerous heavy metal contamination of the groundwater supply in the coastal area of Semarang.   Key words: Physico-chemical parameters, heavy metals,  Atomic Absorption Spectrophotometer
Stok Karbon Pada Tegakan Vegetasi Mangrove Di Pulau Karimunjawa Ria Azizah Tri Nuraini; Delianis Pringgenies; Chrisna Adhi Suryono; Vicencius Hendra Adhari
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 2 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i2.31616

Abstract

Hutan Mangrove merupakan suatu ekosistem laut yang memiliki peran penting sebagai penyimpan karbon tertinggi di wilayah tropis. Fungsi mangrove ini dapat membantu dalam mengurangi emisi karbon dan pemanasan global. Pulau Nyamuk dan Pulau Parang merupakan vegtasi alami yang mengalami penurunan luasan mangrove yang diduga disebabkan oleh alih fungsi lahan, sehingga akan menyebabkan penurunan fungsi mangrove dalam menyerap CO2. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis dan menduga total simpanan karbon dan serapan CO2 pada tegakan mangrove di Pulau Nyamuk dan Pulau Parang. Manfaat dilakukanya penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai manfaat mangrove sebagai penyerap karbon. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling method, dimana setiap lokasi memiliki 3 stasiun (Pulau Nyamuk; Sareh Besar, Sareh Kecil, Ujung; Pulau Parang: Batu Merah, Plawangan, Batu Hitam). Setiap stasiun dibagi menjadi 3 plot untuk dilakukan pengambilan data diameter batang mangrove. Data diameter batang mangrove digunakan untuk menghitung nilai biomasssa tegakan dengan menggunakan rumus allometrik dalam menduga simpanan karbon pada tegakan mangrove suatu area. Hasil penelitian menunjukan bahwa simpanan total karbon pada tegakan mangrove di Pulau Nyamuk memiliki nilai 1.176,48 ton/ha, yang dibagi sebagai berikut: Stsiun Sareh Kecil: 383,16 ton/ha, Stasiun Sareh Besar: 419,51 ton/ha, dan Stasiun Ujung: 373,81 ton/ha, sedangkan di Pulau Parang memiliki nilai 2009.031 ton/ha, yang dibagi sebagai berikut: Stasiun Batu Merah 767,672 ton/ha, Stasiun Batu Hitam 654,444 ton/ha, dan Stasiun Plawangan 586,915. Mangrove Forest is a marine ecosystem that has an important role as the highest carbon storage in the tropics. This mangrove function can help in reducing carbon emissions and global warming. Nyamuk Island and Parang Island are natural vegetation which decrease mangrove area which is caused by land conversion function, so it will cause mangrove function to absorb CO2. The purpose of this research is to analyze and estimate total carbon storage and CO2 uptake on mangrove stands in Nyamuk Island and Parang Island. The benefit of this research is to provide information about the benefits of mangroves as carbon sinks. The data collected in this research using purposive sampling methods, where each location has 3 stations (Nyamuk Island: Sareh Besar, Sareh Kecil, Ujung; Parang Island: Batu Merah, Plawangan, Batu Hitam). Each station is divided into 3 plots for data collection of mangrove stems diameter. The mangrove stem diameter data were used to calculate the stand biomass value by using allometric formula in estimating carbon stock in the mangrove stand of an areas. The results of research, that total carbon deposits in mangrove stands in Nyamuk Island had a value of 1,176.48 tons/ha, divided as follows: Sareh Kecil Station: 383.16 tons / ha, Sareh Besar Station: 419.51 tons / ha, and Ujung Station: 373,81 ton / ha, while in Parang Island has value 2009.031 ton / ha, which is divided as follows: Batu Merah Station 767,672 ton / ha, Batu Hitam Station 654,444 ton / ha, and Plawangan Station 586,915.
Konsentrasi Pestisida pada Sedimen dan Air Laut dan Kaitannya dengan Komunitas Benthik di Perairan Pantai Mlonggo Jepara Baskoro Rochaddi; Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 3 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.691 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i3.6950

Abstract

Senyawa pestisida merupaka senyawa persisten yang sangat sulit diuraikan dan akan terakumulasi dalam lemak suatu organisme.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan senyawa pestisida dan keterkainya dengan keanekaragaman makrozoobenthos di perairan Mlonggo Jepara.  Metode survey digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil 3 lokasi titik sampling dan ulangan sebanyak 4 kali.  Hasil penelitian menunjukan daerah muara sungai (stasiun II) menunjukan kandungan pestisida yang lebih tinggi dan keanekaragaman hewan makrozoobenthos yang rendah bila dibandingkan dengan stasiun I (perairan sungai) dan stasiun III (perairan laut). Kata kunci: Pestisida, akumulasi dan makrozoobenthos
Kejut Lingkungan Sebagai Upaya Percepatan Pelepasan Spora Rumput Laut Gracilaria gigas Chrisna Adhi Suryono
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.45 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i5.6910

Abstract

Pelepasan spora dari Gracilaria dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu dan salinitas.  Perubahan suhu dan salinitas dapat merangsang membukanya dinding karpospora sehingga spora dapat lepas.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan salinitas yang tepat untuk pelepasan spora.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan kejut suhu (25oC, 27oC, 29oC, 25oC, 31oC, dan 33oC).  Sedangkan untuk perlakuan kejut salinitas (28 ppt, 30 ppt, 32 ppt, 34 ppt dan 36 ppt). Spora yang banyak terlepas selama penelitian terlihat pada kejut suhu 31oC sedangkan yang terendah pada kejut suhu 25oC (kontrol).  Sedangkan untuk kejut salinitas jumlah spora terbanyak yang lepas pada kejut salinitas 34 ppt dan terendah pada salinitas 28 ppt (kontrol). Kata kunci : Kejut suhu, kejut salinitas, spora, Gracilaria gigas
Deteksi Logam Berat di Kawasan Wilayah Pesisir Semarang Chrisna Adhi Suryono; Baskoro Rochaddi
Buletin Oseanografi Marina Vol 6, No 1 (2017): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.866 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v6i1.15745

Abstract

Logam berat telah ditemukan di wilayah pesisir Tugu baik dalam sedimen laut, airtanah dan air laut di daerah pesisir Tugu Semarang.  Enam logam berat seperti (As, Hg, Cr, Pb, Cu and Fe) telah di teliti.  Secara nyata terlihat bahwa logam (As, Hg, Cr, Pb, Cu and Fe) menurun konsentrasinya dari sedimen, air laut dan airtanah, dan konsentrasi tertinggi terdapat dalam sedimen laut dan terendah terdapat pada airtanah.  Peningkatan aktifitas reklamasi, buangan air limbah baik dari industri maupun pemukiman kemungkinan menyebabkan peningkatan logam berat di wilayah pesisir Tugu Semarang. Logam berat telah ditemukan di wilayah pesisir Tugu baik dalam sedimen laut, airtanah dan air laut di daerah pesisir Tugu Semarang.  Enam logam berat seperti (As, Hg, Cr, Pb, Cu and Fe) telah di teliti.  Secara nyata terlihat bahwa logam (As, Hg, Cr, Pb, Cu and Fe) menurun konsentrasinya dari sedimen, air laut dan airtanah, dan konsentrasi tertinggi terdapat dalam sedimen laut dan terendah terdapat pada airtanah.  Peningkatan aktifitas reklamasi, buangan air limbah baik dari industri maupun pemukiman kemungkinan menyebabkan peningkatan logam berat di wilayah pesisir Tugu Semarang.
Kualitas Perairan di Daerah Fishing Ground Nelayan Kerang di Pesisir Timur Kota Semarang Chrisna Adhi Suryono; Baskoro Rochaddi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.823 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1353

Abstract

This study aimed to assess the relationship between marine water qualities in bivalve fishing ground on easter part of Semarang coastal water.  The result of study shows that the waters quality on those areas is still available for marine organism life. The water quality of dissolved oxygen between 5,6 – 6,2 ppm, water temperature 29,3 – 30,4 oC, salinity 32 – 33,7 ppt, pH 7,1 – 7,8, turbidity  20,2 – 42,5 NTU, and current velocity 0,15 – 0,55 m/sec.  That water quality in the study areas compered with standard water for marinr life is still to suport marine bivalvia to live. Its is proved with some of bivalve found for examples (Anadara granosa A. pilula, A. Gubernaculum, A. Inaequivalvis, Pharella javanica, Paphia undulate, Marcia hiantina, Harvella plicataria, Mactra violacea dan Placuna placenta)   Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas air laut didaerah penelitian masih dikatan layak untuk kehidupan organisme laut.  Konsentarsi DO (5,6 – 6,2 ppm), suhu air (29,3 – 30,4 oC), salintas (32 – 33,7 ppt), pH (7,1 – 7,8), kekeruhan (20,2 – 42,5 NTU) dan kecepatan arus (0,15 – 0,55 m/det).  Bila dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk kehidupan organisme laut secara keseluruhan masih layah terbukti ditemukanya beberapa jenis kerang seperti Anadara granosa A. pilula, A. Gubernaculum, A. Inaequivalvis, Pharella javanica, Paphia undulate, Marcia hiantina, Harvella plicataria, Mactra violacea dan Placuna placenta.  
Co-Authors Abdul Rohman Zaky Abdul Rohman Zaky Adi Santoso Adi Santoso Agus Indardjo Agus Indarjo Agus Sabdono Ajeng Rusmaharani Al Bar Rauuf Mulki Aldo Rizqi Arinianzah Alfi Satriadi Alghazeer, Rabia Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Ridlo Almira Nadia Kusuma Alvi Akhmad Arifin Amri, Fahrizal Dwi Anggada, Rama Annisa Rhamadany Apriliani, Seka Indah Ardi Ristiyanto Ardian Nurrasyid Chamidy Ardiati Widya Wandira Arief, Atthariq Fachri Ramadhan Arifin, Alvi Akhmad Arifin, Muhammad Yusuf Aris Ismanto Asnita Fraselina Samosir Azhar, Nuril Azizah, Pramita B Tyas Susanti Bambang Yulianto Banafsha Ambarwati Baskoro Rochaddi Baskoro Rochaddi Bayu Khrisna Yudhatama Bima Agung Saputra Chamidy, Ardian Nurrasyid Dara Ramadhania Istiqomahani Delianis Pringgenies Delianis Pringgenis Denny Hendrik Nainggolan Diah Ayu Isti Anti Diah Permata Wijayanti Dian Kharisma Dinar Ayu Budi Dony Bayu Putra Pamungkas Dyah Pitaloka Novitasari Ega Widyatama Rachmawan Endang Sri Susilo Endang Supriyantini Ervia Yudiati Erwin Adriono Fahrizal Dwi Amri Faishal Falah Falah, Faishal Farahdita, Wanda Laras Fitriyani, Naily Gadisza Asmara Yudha Ghea Ken Joandani Joandani Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Ibnu Praktikto Ibnu Praktikto Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ikfanul Firdosyah Ilman Fari Muhammad Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Irwani Istiqomahani, Dara Ramadhania Ita Riniatsih Ita Widowati Joandani, Ghea Ken Joandani Johannes Riter Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Khusnul Khotimah Kiuk, Yosni Krisna Dwi Nugroho Krisna Dwi Nugroho Kusuma, Almira Nadia Mahda Veronika Maman Somantri Millenia Dinda Alkautsar Mimie Saputri, Mimie Mita Eka Septiani Muhamad Irfan Cahyo Putro Muhammad Arif Romadhi Muhammad Faiz Abadi Muhammad Muallifin Nor Muhammad Yusuf Arifin Muhammad Zainuddin Naily Fitriyani Naitkakin, Egidius Nathanael Ganang Anindityo Wibowo Nirwani Soenardjo Nor, Muhammad Muallifin Novitasari, Dyah Pitaloka Nur Chofifah Nur Taufiq-Spj Pangga, R. M. Dio Dwi Pitaloka, Maria Dyah Ayu Pramita Azizah Pramudya, Herning Putro, Muhamad Irfan Cahyo Rachmawan, Ega Widyatama Raden Ario Rafdi Abdillah Harjuna Rafif Rizki Zaidan Rama Anggada Ramadhani, Yualita Prasida Rendha Hendyanto Retno Hartati Rhamadany, Annisa Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rini Pramesti Ristiyanto, Ardi Riter, Johannes Rizky Erdana Rudhi Pribadi Ruri Jupriyati Samosir, Asnita Fraselina Saputra, Bima Agung Sarifah, Almunatus Sarwati, Dhea Erika Satriawan, Erian Febri Seka Indah Apriliani Septiani, Mita Eka Setyani, Wilis Ari Setyo Adi Prasojo Setyo Adi Prasojo Sitanggang, Wanri Soares, Daniel Candido Da Costa Sri Redjeki Sri Redjeki Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Sugiyanto, Nenden Rose Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Teguh Sugiarto The Michael Febrian Wijaya Tunas Pulung Pramudya Vicencius Hendra Adhari Wanda Laras Farahdita Wandira, Ardiati Widya Warsito Atmodjo Wibowo, Nathanael Ganang Anindityo Widianingsih Widianingsih Wilis Ari Setyani Wilis Ari Setyati Yualita Prasida Ramadhani Yudha, Gadisza Asmara Yudhatama, Bayu Khrisna