Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan energi matahari dengan sel surya untuk pemurnian air laut di Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur Sugiman Sugiman; Sinarep Sinarep; Agus Dwi Catur; I Gede Bawa Susana; Achmad Zainuri
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 1 (2021): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2242.216 KB)

Abstract

Desa Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur merupakan daerah pantai yang mempunyai kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau. Namun demikian karena berada di dekat pantai, wilayah Desa Sekaroh mempunyai potensi mendapatkan air tawar dari air laut dengan  proses destilasi. Pengabdian telah dilaksanakan di Desa Sekaroh untuk memberikan penyuluhan dan demonstrasi alat destilasi air laut menjadi air tawar dengan metode hybrid energi listrik dari panel surya dan energi panas langsung matahari. Pengabdian telah berhasil dilakukan dan mendapat respon positif dari aparat dan masyarakat Desa Sekaroh.
Aplikasi pengering biomassa pada usaha pembuatan dodol buah Ida Bagus Alit; I Gede Bawa Susana; Sujita Sujita; I.M Mara; I.D Okariawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 1 (2020): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13948.702 KB)

Abstract

Proses pengeringan dodol buah yang dilakukan secara alamiah yaitu dengan menjemur di bawah sinar matahari dan diletakkan di halaman, pinggir jalan, atap rumah memiliki kelemahan seperti terkontaminasi debu dan kotoran. Selain itu, memerlukan waktu yang relatif lama dan terkendala faktor cuaca seperti mendung atau hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirancang pengering menggunakan sumber energi biomassa. Berdasarkan pengujian diperoleh bahwa pengering biomassa ini memberikan hasil produk dodol lebih higienis karena proses pengeringan dilakukan pada ruang tertutup.
Penetas Telur Sistem Rak Putar Dengan Kontrol Suhu RTD Sujita Darmo; I.B Alit; I.G Bawa Susana; I.W Joniarta; Sultan Sultan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 1 (2020): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.145 KB)

Abstract

Melimpahnya produksi telur asin di Lombok Barat tak terlepas dari banyaknya sentra peternakan itik alabio di wilayah ini.  Di Lombok Barat tercatat 1.778 peternak itik alabio  yang tersebar dan bergabung di lebih dari 10 Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI). Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan peternak unggas lain, seperti peternak ayam petelur yang hanya berjumlah 246 orang ataupun peternakayam pedaging yang hanya 99 orang. Beberapa sentra ternak itik di Lombok Barat yang terkenal adalah Desa Jeringo dan Mambalan, Kecamatan Gunungsari, tahun 2011 meraih predikat sebagai KTTI terbaik tingkat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Banyaknya jumlah peternak itik menjadikan Lombok Barat sebagai salah satu sentra peternakan itik di NTB. Walaupun demikian masih banyak kendala yang dihadapi oleh mitra antara lain : Jumlah DOD itik yang dihasilkan dengan penetasan secara konvensional jumlahnya sangat terbatas. Karena tanpa menggunakan peralatan kontrol suhu dan kelembaban udara, sehingga perkembangan embrio dalam telur itik tidak maksimal(keberhasilan telur yang bisa menetas sangat rendah (kurang dari 30%). Jumlah yang dihasilkan terbatas kurang dari 100 ekor per periode penetasan (28 hari). Padahal keperluan DOD untuk tiap peternak minimal  400 ekor sehingga diperlukan DOD 12 ribu ekor untuk 30  peternak . Sistem manajemen yang diterapkan masih bersifat kekeluargaan. Untuk mengatasi masalah berkaitan dengan aspek  produksi, perlu dicarikan pemecahannya melalui  metode pendekatan penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat (IbM), dengan cara penerapan teknologi tepat guna berupa Alat  Penetas Telur Sistem Rak Putar dengan Kontrol Suhu RTD   , yang bisa meningkatkan produktivitas  dan kualitas DOD itik alabio. Selanjutnya untuk mengatasi masalah manajemen, dilakukan dengan cara menerapkan system manajemen JUST-IN-TIME (JIT). Sistem JIT akan diterapkan pada pengadaan pakan dan DOD,  sistem penjadwalan (penggantian itik yang sudah afkir/tidak bertelur) dan diterapkan  analisis biaya-volume-laba (CPV), serta analisis  titik impas (BEP)
Penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran Penggunaan Kompor Gas LPG Rumah Tangga I Made Mara; I Gede Bawa Susana; Ida Bagus Alit; I G.A.K. Chatur Adhi W.A.; Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.146

Abstract

Rendahnya pemahaman tentang faktor penyebab terjadinya kebocoran gas LPG, kebakaran akibat gas yang bocor serta kualitas dan kondisi peralatan yang baik untuk menghindari bahaya kebakaran sangat diperlukan masyarakat. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan mencegah bahaya kebakaran kompor gas LPG rumah tangga. Kegiatan dilakukan di Banjar Gria Hita, Lingkungan Griya Pagutan Indah, Pagutan Barat, Mataram. Hasil kegiatan penyuluhan ini memberikan pemahaman kepada warga tentang komponen pada kompor gas yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Hasilnya warga menjadi mengetahui dan memahami bahwa tata letak tabung gas yang tidak benar dapat memicu bahaya kebakaran. Selain itu, regulator gas harus selalu dalam kondisi baik sehingga aliran gas menjadi efisien dan mencegah terjadinya kebocoran gas.
Penyuluhan tentang Potensi dan Pengelolaan Tanaman Kayu Putih untuk Masyarakat I Ketut Wiryajati; I G.A.K. Chatur Adhi W.A.; I Wayan Joniarta; I Ketut Perdana Putra; I Gede Bawa Susana
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.150

Abstract

Salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari adalah minyak kayu putih. Saat ini permintaan minyak kayu putih diperkirakan terus meningkat dengan bertambahnya populasi penduduk dunia dan berkembangnya berbagai industri yang memanfaatkan minyak kayu putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait pendapatan, kelayakan usaha petani hasil hutan bukan kayu (HHBK) kayu putih (Melaleuca cajuputi) dan sistem pemasaran hasil panen kayu putih (Melaleuca cajuputi). Lokasi penelitian terletak Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong Barat Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan dengan pendekatan partisipatori. Metode ini menggunakan partisipasi dari warga yang terlibat secara alngsung, serta komunikasi langsung dengan melakukan peninjauan atau observasi lapangan. Observasi dilakukan terhadap lokasi dan kondisi geografis serta melakukan penyuluhan terkait manfaat, kegunaan dan pemasaran dari kayu putih.
Pelatihan Perawatan Kompor LPG Rumah Tangga untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran I Gede Bawa Susana; I Made Mara; Ida Bagus Alit; I G.A.K Chatur Adhi W.A.; Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i2.159

Abstract

Peningkatan pemahaman akan keselamatan bekerja khususnya dalam rumah tangga dalam pemakain kompor gas sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam upaya mencegah bahaya kebakaran. Kompor gas sebagai peralatan utama dan sangat dibutuhkan perlu perawatan rutin agar lebih efisien dan nyaman dalam beraktivitas. Salah satu kegiatan dilakukan di Banjar Gria Hita, Lingkungan Gria Pagutan Indah, Pagutan Barat, Mataram. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan perawatan kompor gas rumah tangga untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Kegiatan pelatihan menghasilkan pemahaman warga akan pentingnya dan cara perawatan kompor gas yang mudah dan murah. Masyarakat menjadi paham dan tahu fungsi burner, selang gas, dan kebersihan badan kompor. Kompor gas yang selalu terjaga kebersihannya dapat meningkatkan efisiensi pemakaian gas, selain mencegah bahaya kebakaran.
Pemanfaatan Alat Pengupas Kulit Kopi untuk Membantu Kerja Manual Petani Kopi di Dusun Selelos, Kecamatan Gangga Lombok Utara Ida Bagus Alit; I Gede Bawa Susana; Emmy Dyah S; Rudy Sutanto; Maharsa Pradityatama
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.165

Abstract

The use of smallholder plantation land in the North Lombok district is seen from the types of plants carried out by agricultural or plantation groups consisting of coconut plantations with an area of 10,574.62 tons and a production yield of 11,397.08 tons. Coffee plants with a planting area 1,315.57 with a production yield of 780.46 tons. Specifically for coffee plantations, farmers usually only process post-harvest through drying, after which they are immediately sold. To increase the selling value, it is necessary to utilise technological results such as using a coffee skin peeler. This tool helps increase the productivity of coffee farmers. The dedication will be carried out in Selelos Hamlet, Gangga sub-district, North Lombok district. The implementation of this service program includes making a coffee peeler, presentation, and counselling on using the tool, along with demonstrations. As a result, the coffee skin peeler has a production capacity of 100 kg per hour. The quality of the coffee beans produced is clean and free of impurities. The productivity of using a coffee skin peeler machine is greater and shorter when compared to the manual process.
Eksperimental Pemanfaatan Sumber Energi LPG pada Pengering Rotary Kapasitas 20 kg I Gede Bawa Susana; Ida Bagus Alit
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2024.v10.i01.p01

Abstract

Pengeringan metode berputar dengan sumber energi liquefied petroleum gas (LPG) digunakan untuk menggantikan pengeringan matahari. Hal ini sebagai alternatif untuk mengatasi kelemahan pengeringan matahari yang sangat bergantung terhadap cuaca, serta mengeringkan bahan pangan berupa biji-bijian. Selain itu, LPG untuk petani kecil yang memperoleh subsidi dari Negara memberikan kemudahan dan keuntungan secara ekonomis untuk petani kecil. Penelitian bertujuan melakukan pengujian pengering rotary energi LPG dengan mengeringkan jagung 20 kg untuk waktu 120 menit dari kadar air awal 18% menjadi maksimal 14% sesuai standar mutu dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Hasil pengujian menunjukkan dalam waktu 120 menit kadar air jagung mencapai 13,67%. Temperatur lingkungan mampu ditingkatkan sebesar 85,01% yaitu dari 30,37oC menjadi 56,19oC di dalam ruang pengering. Temperatur mempengaruhi perubahan kadar air, laju, dan efisiensi pengeringan. Laju pengeringan relatif lebih tinggi pada kandungan kadar air yang masih tinggi. Efisiensi pengeringan semakin menurun mengikuti penurunan kadar air jagung. Konsumsi LPG sebesar 0,3 kg dengan jumlah kalor yang digunakan selama proses pengeringan sebesar 14.136,24 kJ. Aplikasi pengering ini menguntungkan bagi petani kecil. Sehingga hasil penelitian dibutuhkan masyarakat di desa yang mayoritas petani dan membutuhkan teknologi terapan yang murah, mudah diaplikasikan, dan produk higinis. The rotary drying method with a liquefied petroleum gas (LPG) energy source replaces solar drying. This is an alternative to overcome the weaknesses of sun drying, which depends on the weather, as well as drying food in the form of grain. Apart from that, LPG for small farmers who receive subsidies from the State provides convenience and economic benefits for small farmers. The research aims to test the LPG energy rotary dryer by drying 20 kg of corn for 120 minutes from an initial moisture content of 18% to a maximum of 14% according to the National Standardization Agency (BSN) quality standards. The test results showed that within 120 minutes, the corn moisture content reached 13.67%. The environmental temperature was able to be increased by 85.01%, namely from 30.37oC to 56.19oC in the drying room. Temperature affects changes in moisture content, rate, and efficiency of drying. The drying rate is relatively higher when the water content is still high. Drying efficiency decreases following the decrease in corn moisture content. LPG consumption is 0.3 kg, and the amount of heat used during the drying process is 14,136.24 kJ. This drying application is profitable for small farmers. So, the research results are needed by people in villages who are predominantly farmers and need applied technology that is cheap, easy to apply, and hygienic products.
Kinerja Pendinginan Suhu Konstan 150C dengan Variasi Dimensi Kondenser pada Truk Refrigerator : Cooling Performance 15C Constant Temperature with Variations Condenser Dimensions in Refrigerator Trucks Bawa Susana, I Gede; Perdana Putra, I Ketut
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.72998

Abstract

Temperatur pendinginan konstan sangat dibutuhkan dalam penyimpanan bahan pangan agar awet dan tetap segar dalam suatu alat transportasi yaitu berupa truck refrigerator. Untuk mempertahankan temperature konstan 15oC, dilakukan pengujian terhadap aplikasi dimensi kondensor terhadap knerja mesin pendingin. Dimensi kondensor yang digunakan meliputi (P 23 x T 14) inch2 x 19 mm, (P 23 x T 14) inch2 x 26 mm, dan (P 23 x T 14) inch2 x 44 mm disesuaikan dengan kondisi operasi dari truck refrigerator. Dari pengujian yang dilakukan ditemukan bahwa dimensi kondensor paling besar memberikan waktu capai dingin paling cepat yaitu 460 detik dibandingkan dimensi paling kecil hanya menghasilkan 860 detik. Berdasarkan kinerja mesin pendingin yang dilihat dari indikator efek refrigerasi, kerja kompresi, dan coefficient of performance (COP) bahwa dimensi kondensor paling besar memberikan kinerja lebih baik. Kondensor dengan dimensi paling besar memiliki luas permukaan perpindahan panas paling besar, sehingga proses perpindahan panas yang terjadi lebih besar. Efek refrigerasi dan COP terjadi paling tinggi pada dimensi kondensor paling besar dengan kerja kompresi paling kecil. Suatu sistem refrigerasi yang efisien memiliki daya kompresi yang rendah dan COP yang tinggi. Kata kunci: pendinginan; truck refrigerator; dimensi kondensor; coefficient of performance Constant cooling temperatures are needed in storing food so that it lasts and remains fresh in a means of transportation, namely a truck refrigerator. To maintain a constant temperature of 15oC, tests were carried out on the application of condenser dimensions to the performance of the cooling machine. The condenser dimensions used include (L 23 x H 14) inch2 x 19 mm, (W 23 x H 14) inch2 x 26 mm, and (W 23 x H 14) inch2 x 44 mm, adjusted to the operating conditions of the truck refrigerator. From the tests carried out, it was found that the largest condenser dimension provided the fastest cooling time, namely 460 seconds, compared to the smallest dimension, which only produced 860 seconds. Based on the performance of the cooling machine, as seen from the indicators of refrigeration effect, compression work, and coefficient of performance (COP), the largest condenser dimensions provide better performance. The condenser with the largest dimensions has the largest heat transfer surface area, so the heat transfer process that occurs is greater. The refrigeration effect and COP occur highest at the largest condenser dimensions with the smallest compression work. An efficient refrigeration system has low compression power and high COP. Keywords : cooling; truck refrigerator; condenser dimension; coefficient of performance   
Desain Kandang Sapi Tepat Guna Berdasarkan Metode Ergonomi Participatory Bawa Susana, I Gede; Perdana Putra, I Ketut; Joniarta, I Wayan; Chatur Adi.W.A, I.G.A.K; Alit, Ida Bagus
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 2 (2024): ,Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i2.191

Abstract

Metode ergonomi participatory sebagai sarana untuk menserasikan alat kerja atau stasiun kerja dengan pekerja dalam hal ini peternak sapi. Kandang sapi didesain berdasarkan masukan atau partisipasi dari pengguna atau peternak. Hal ini bertujuan agar aplikasi di lapangan tidak menimbulkan masalah baru bagi peternak maupun pekerja. Material kandang mudah diperoleh dan tersedia di sekitar tempat tinggal peternak agar harga lebih terjangkau. Hal-hal yang dibutuhkan dalam pembuatan kandang sapi meliputi kondisi lingkungan yaitu suhu yang berhubungan dengan daerah dataran tinggi atau rendah. Selain itu, kandang sapi selalu dalam keadaan bersih dengan adanya selokan dan penampungan kotoran, serta adanya jalur pendistribusian pakan. Dimensi ideal untuk kandang sapi lokal adalah 2,1 m x 1,45 m dan kandang sapi impor adalah 2,1 m x 1,5 m. Dinding kandang dibuat dengan tinggi sekitar 0,5-1 m dari permukaan lantai dan dilengkapi dengan pagar atau sekat yang lebih tinggi dari bahu sapi saat berdiri. Arah kandang berdasarkan kepala sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot badan sapi. Untuk kandang tunggal bagian kepala sapi menghadap ke timur dan kandang ganda membujur utara-selatan.