Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Community Service Through Empowering The Skills Of Housewives In Utilizing Used Cooking Oil Into Multipurpose Soap In Parung Village, Parung Sub-District, Bogor. Indrati, Briliantina Indrati; Hermawan, Andi; Susanti, Eni; Herdiansyah, Fitrah; S, Suryanih; Khofifah, Siti; Rahmatika, Riza
Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service through collaboration to find solutions for the utilization of household waste that is useful through the Creativity Industry Seminar activity, which produces soap as a cleaning agent that is usually made from fat or oil processed with alkali, such as sodium hydroxide, and functions to bind dirt and oil so that it can be cleaned with water and has economic value and benefits as a cleaning agent soap that can be used in everyday life.
Hubungan Antara Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dengan Produktivitas Kerja Guru Brilianti Indrati; Eni Susanti
Jurnal Manajemen, Hukum dan Sosial Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Manajemen, Hukum dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmhs.v3i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi dan cara meningkatkan produktivitas kerja guru dengan mengkaji kekuatan hubungan antara produktivitas kerja dengan kepemimpinan visioner. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori sekuensial, dengan menggunakan metode statistik korelasional. Dengan sampel penelitian sebanyak 252 guru PNS di SMP Negeri Kota Depok. Hasil identifikasi terhadap kekuatan-kekuatan hubungan antar variabel penelitian dengan kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Kepemimpinan Visioner dengan Produktivitas Kerja dengan koefisien korelasi ry1= 0,697 maka berkorelasi kuat. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Kepemimpinan Visioner terhadap produktivitas kerja. Dengan hasil koefisien determinasi (ry1)2 = 0,485. Kontribusi Kepemimpinan Visioner terhadap Produktivitas Kerja yang dapat dimaknai bahwa 48,5 % sehingga Produktivitas Kerja dapat ditingkatkan oleh Kepemimpinan Visioner. Peningkatan produktivitas kerja dapat dilakukan dengan penguatan kepemimpinan visioner melalui perbaikan dari indikator yang masih lemah yaitu mengkomunikasikan visi dan misi (14%)(3,96), memotivasi orang lain (15%) (3,92), mengembangkan kemampuan bawahan (13%) (3,84), dan kemampuan komunikasi (15%)(3,25) serta mempertahankan atau mengembangkan indikator yang sudah baik yaitu kewenangan (13%) (4,25), merumuskan visi dan misi (16%) (4,18), dan keterampilan manajerial (14%) (4,10).Kata Kunci: Produktivitas Kerja, Kepemimpinan, Visioner
Strategy To Improve Organizational Image Throughing Personality, Servant Leadership, Organizational Culture And Service Quality Hermawan, Andi; Wardani, Andri Kusuma; Susanti, Eni; Indrati, Biliantina
Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Image is one of the important assets for an organization that should be continuously built and maintained. A good image is one of the important tools, not only to attract consumers in choosing products or services, but also to improve customer satisfaction attitudes towards the organization. Image also shows the existence of an organization in the public eye, namely showing the public's view of the organization that is formed over a long period of time. A well-formed image will also have a good impact on achieving the goals set by individuals or organizations.Based on preliminary research, it is known that the Image of PGRI Schools in Bogor Regency is relatively suboptimal. Therefore, research is needed to obtain information on variables related to improving Service Quality. The purpose of this study is to carry out strategies and ways to improve organizational image by conducting research on the influence between personality variables, servant leadership, organizational culture and service quality. This study uses the path analysis method to determine the influence between the variables studied and the SITOREM method for indicator analysis in order to obtain optimal solutions in efforts to improve organizational image.
Penyuluhan Pendidikan Karakter Anti Korupsi pada Siswa SMP Negeri 2 Majene Mausili, Dwi Rianisa; Susanti, Eni; Khaldun, Riady Ibnu; Wardhana, Danar Hafidz Adi; Sajidin, Muhammad
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i4.775

Abstract

Korupsi merupakan masalah paling krusial yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia saat ini. Tindak pidana korupsi yang terjadi terentang mulai dari tindakan korupsi yang paling kecil dan sederhana, hingga yang paling besar dan terstruktur. Saat ini, tidak hanya di tingkat perguruan tinggi namun juga pada tingkat sekolah sangat berpotensi terjadinya tindakan korupsi. Perlu untuk melakukan penanaman sikap perilaku anti korupsi kepada seluruh siswa dengan harapan ke depannya tindakan korupsi dapat diminimalisir terjadi ketika pada siswa tersebut telah tumbuh dan berada pada jajaran level tertentu. Strategi pemberantasan korupsi yang dilakukan ditingkat sekolah akan memberikan berberapa manfaat seperti sosialisasi yang diberikan secara dini kepada para siswa dan sebagai investasi bangsa dalam jangka panjang. Sejalan dengan program pemerintah mengenai aksi pemberantasan korupsi, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdi Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat terkait dengan Penyuluhan Pendidikan Karakter Anti Korupsi Pada Siswa SMP Negeri 2 Majene dianggap telah mendukung dengan program tersebut.
Pengaruh Budaya Populer Di Kalangan Pemuda Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Budaya Komunitas Etnik (Studi Tentang Korean Wave Di Komunitas Suku Mandar, Provinsi Sulawesi Barat) Susanti, Eni; Mu’min, Mu’min; Mausili, Dwi Rianisa; Sajidin, Muhammad; Hafid, Abdul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.88415

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya populer di kalangan pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan budaya komunitas etnik (studi tentang Korean Wave di Komunitas Suku Mandar Provinsi Sulawesi Barat).Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2023 di Provinsi Sulawesi Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Forum Group Discussion (FGD), observasi dan studi pustaka. Informan dari penelitian ini adalah para pemuda yang berusia antara 16 – 30 tahun dengan kriteria informan merupakan fans Korean Wave dan bersuku asli mandar yang berdomisili di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Informan pada penelitian ini berjumlah 13 orang. Data yang diperoleh  dianalisis secara deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masuknya kebudayaan korean wave tidak memberikan pengaruh terhadap ketahanan budaya Mandar di kalangan pemuda di Provinsi Sulawesi Barat. Informan dalam penelitian ini masih mampu  menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kebudayaan mandar seperti kepandaian berbahasa Mandar, nilai-nilai malaqbiq, makanan khas, baju adat serta macam-macam kebudayaan yang ada di tanah Mandar. Ini membuktikan bahwa mereka tidak melupakan kebudayaannya sendiri walaupun masih terdapat beberapa informan yang tidak lancar berbahasa mandar, tidak paham mengenai nilai-nilai malaqbiq di tanah Mandar, dan sedikit kebudayaan yang masih diingat. Namun  secara keseluruhan informan masih mengetahui budaya asli Mandar seiring dengan masuknya budaya korean wave, hal ini dikarenakan lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat yang masih menerapkan budaya Mandar dalam kehidupannya sehari-hari. Bahkan dengan adanya korean wave mereka lebih termotivasi dan semangat dalam mengejar impiannya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa masuknya kebudayaan korean wave tidak memberikan pengaruh negatif terhadap ketahanan budaya Mandar di kalangan pemuda di Provinsi Sulawesi Barat.
Peran Wali Kelas Dalam Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar Negeri 24 Teluk Batu Susanti, Eni; Wibowo, Deki; Lestari, Novika
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 2 (2025): MEI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i2.3984

Abstract

Abstract: The research objectives are (1) to describe the role of the third grade homeroom teacher in classroom management, (2) to describe the challenges faced by the third grade homeroom teacher in classroom management. The research questions, namely (1) what is the role of the third grade teacher in classroom management at 24 Teluk Batu Elementary School (2) what are the obstacles faced by the third grade teacher in classroom management at SDN 24 Teluk Batu. The research was carried out in class III of 24 Teluk Batu state elementary school, Tembawang Panjang Village, Nanga Pinoh District, Melawi Regency, for the 2021/2022 academic year. This study uses qualitative research through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were the principal and homeroom teacher of class III, and the object in this study was the role of the homeroom teacher in class management. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The instruments in this study were interview sheets, observation sheets and documentation. The results showed that; (1) the homeroom teacher is always active even though it is not maximal. But the homeroom teacher is still trying to achieve the goals of class management effectively and conducive, this can be seen from several roles that have been carried out by class III homerooms in class management including; First, making some creativity by making erasers from unused cloth, Second prioritizing student activity, Third making seating arrangements, Fourth using simple media in class (2) obstacles faced by third grade homeroom teachers in classroom management, namely First, there are still those who obey the rules that has been determined by the homeroom teacher, secondly the lack of facilities in learning, and thirdly the lack of the homeroom teacher and the principal to pay attention to various needs in the classroom. Keywords: Role of homeroom, Management, Class. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan peran wali kelas III dalam pengelolaan kelas, (2) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh wali kelas III dalam pengelolaan kelas. Pertanyaan penelitian yaitu (1) Bagaimanakah peran wali kelas III dalam pengelolaan kelas di SDN 24 Teluk Batu (2) Apa sajakah kendala yang dihadapi wali kelas III dalam pengelolaan kelas di SDN 24 Teluk Batu. Penelitian dilaksanakan di kelas III SDN 24 Teluk Batu Desa Tembawang Panjang, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan wali kelas III, dan dengan objek dalam penelitian ini adalah peran wali kelas dalam pengelolaan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Wali kelas sudah menjalankan perannya walaupun belum maksimal. Tetapi wali kelas tetap berusaha untuk mencapai tujuan dari pengelolaan kelas secara efektif dan kondusif, hal ini terlihat dari beberapa peran yang telah dilakukan oleh wali kelas III dalam pengelolaan kelas diantaranya; Pertama membuat beberapa kreatifitas membuat penghapus dari kain yang sudah tidak dipakai, Kedua mengutamakan keaktifan siswa, Ketiga melakukan pengaturan tempat duduk, Keempat menggunakan media seadanya di kelas (2) Kendala yang dihadapi oleh wali kelas III dalam pengelolaan kelas yaitu Pertama masih ada siswa yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh wali kelas, Kedua kurangnya sarana dalam belajar, dan Ketiga kurangnya kerjasama antara wali kelas dan kepala sekolah untuk memperhatikan berbagai keperluan di kelas. Kata kunci: Peran wali kelas, Pengelolaan, Kelas.
Ancaman Penyakit Hewan Menular Terhadap Ketahanan Nasional: Tantangan dan Strategi Mitigasi Susanti, Eni; Hafid, Abdul; Sajidin, Muhammad; Mausili, Dwi Rianisa; Cahyani, Annisa Putri; Kurnia, Dihan; Nurhayati, Dwi; Sukoco, Hendro
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4992

Abstract

Infectious animal diseases are increasingly exhibiting complex and transboundary patterns of spread, potentially disrupting food security, the economy, and public health. This study aims to identify and analyze the potential threats of infectious animal diseases to national resilience. The method used is a descriptive qualitative literature study through a review of scientific literature, policy documents, and reports from national and international institutions to map the relationship between the dynamics of infectious animal diseases and the pillars of national resilience. The results show that disease outbreaks such as foot-and-mouth disease, avian influenza, rabies, and tuberculosis have a significant impact on livestock productivity, the food supply chain, community social behavior, and the burden on the health system. Significant economic losses, increased zoonotic risks, and disruptions to socio-economic stability demonstrate that infectious animal diseases pose a multidimensional threat to food security, economic security, social security, and national security. These findings emphasize the need for a One Health-based mitigation strategy through strengthening integrated surveillance, increasing laboratory capacity, implementing biosecurity, adapting outbreak responses, and optimizing vaccination. This study contributes to strengthening national resilience policies by emphasizing the importance of cross-sectoral coordination in preventing and controlling infectious animal diseases as part of national biosecurity and stability.