Claim Missing Document
Check
Articles

Kontrol Sosial Sekolah Terhadap Married by Accident Pada Siswa SMP N 32 Solok Ambah Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Halimah Tussa' Diya; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 4 No 3 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i3.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontrol sosial sekolah terhadap Married by Accident pada siswa SMP N 32 Solok Ambah Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Kontrol Sosial (social bond theory) yang dikemukan oleh Travis Hirshi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah keseluruhan informan 16 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus instrinsik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Hurberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Married by Accident yang terjadi pada siswa merupakan hasil dari kegagalan lembaga sosial seperti: sekolah dalam mensosialisasikan suatu konsep kepada individu sehingga muncul perilaku menyimpang salah satunya, Married by Accident pada siswa yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: (a) Kurangnya pemahaman terhadap bahaya Married by Accident, (b) Kurang optimalnya kontrol sosial yang dilakukan oleh sekolah , Sementara itu kontrol sosial yang dilakukan oleh sekolah yaitu (a) Disiplinisasi berupa teguran, pemanggilan siswa kekantor majelis guru dan pemanggilan orangtua, (b) Ekstrakurikuler berupa PRAMUKA dan Volleyball, namun untuk kegiatan bimbingan dan konseling siswa tidak ada karena tidak adanya guru BK, sehingga pengawasan kepada siswa tidak optimal karena terjadi tumpang tindih tanggung jawab yang dilakukan oleh wali kelas sebagai penggati peranan guru BK.
Pemanfaatan Selasar Akademik di Gedung Integrated ClassRoom Universitas Negeri Padang Niken Nutricillia; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan fasilitas baru yang berada di Gedung Integrated ClassRoom, Universitas Negeri Padang. Selasar akademik merupakan fasilitas ruang belajar terbuka bagi mahasiswa yang berkuliah di Universitas Negeri Padang. Selasar Akademik yang seharusnya berguna sebagai sarana belajar mahasiswa diluar ruangan ternyata juga digunakan sebagai sarana kegiatan lain oleh mahasiswa Univesitas Negeri Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menjaelaskan pemanfaatan selasar akademik yang ada di gedung Integratd ClassRoom, Universitas Negeri Padang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori struktural fungsional dari Robert K. Merton. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan tipe studi kasus instriksik. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 41 orang. Pada penelitian ini dilakukan observasi partisipasi. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan selasar akademik di gedung Integrated ClassRoom. Google Form dan aplikasi whatsapp juga digunakan untuk mempermudah dan memperluas informasi yang didapatkan dalam kondisi pandemi dan menggunakan dokumentasi mengenai foto-foto kegiatan mahasiswa saat berada di selasar akademik. Hasil penelian ini mengungkapkan bahwa selain digunkan sebagai fasilitas belajar di luar ruangan bagi mahasiswa Universitas Negeri Padang, selasar akademik juga digunakan untuk kegiatan lain seperti; sebagai tempat nongkrong, tempat makan, dan lokasi untuk mengakses konen hiburan, dan tempat beristirahat.
Pertukaran Antar Pedagang di Kawasan Objek Wisata Kapalo Banda (Studi Kasus: Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota) Deana Awalia; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pertukaran antar pedagang serta faktor yang melatar belakangi pedagang melakukan pertukaran di Kawasan Objek Wisata Kapalo Banda Taram. Pedagang memiliki latar belakang yang berbeda, perbedaan tersebut meliputi asal daerah, dan jenis dagangan. Meskipun dilatar belakangi perbedaan antar pedagang, namun interaksi yang terjadi antar pedagang terjalin dengan baik. Interaksi yang baik tersebut menciptakan sebuah interaksi sosial asosiatif berupa pertukaran antar pedagang. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Mekanis dan Organik Emile Durkheim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Bedasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 4 bentuk terjadinya pertukaran antar pedagang, yaitu: (1) pertukaran Manyalang antar pedagang, (2) Babagi lapak antar pedagang, (3) Batuka Galeh, (4) membantu penjagaan lapak pedagang lain. Dan 5 faktor yang melatarbelakanginya yaitu: (1) Mendapatkan Keuntungan Lebih, (2) Saling Membutuhkan Antar Pedagang, (3) Tolong Menolong Dan Kebersamaan, (5) Adanya Rasa Saling Percaya Antar Pedagang, (5) Munculnya Rasa Empati.
Strategi Badan Pengelolaan Air Bersih (BPAB) dalam Mempertahankan Eksistensi (Studi Kasus: Nagari Sungai Sariak Lumpo Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Muklis Muklis; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang dilakukan oleh BPAB untuk mempertahankan eksistensi. Terlihat bahwasanya sumber air bersih BPAB ini telah berdiri dari tahun 2003 yang dibangun secara swadaya dalam bentuk kerjasama oleh mayarakat Nagari Sungai Sariak Lumpo. BPAB telah menjadi aset Nagari Sungai Sarik Lumpo, singga BPAB harus bisa eksis dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori structural fungsional Talcott Parsons. Dalam teori terdapat empat unsur penting untuk melaksanakan sistem agar tetap bertahan, keempat sistem itu iyalah Adaptation (Adaptasi), Goal Attainment (Pencapaian Tujuan), Integration (Penyatuan), Latency (Pemeliharaan Pola). Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan adalah Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi denga teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengenai strategi yang digunakan BPAB dalam mempertahankan eksistensi, secara internal: (1). Kekompakan antara pengurus (2). Pengurus menjalankan peranya untuk menjaga kualitas air (3). Pengurus merespon dengan cepat masalah atau keluhan pelanggan. Secara eksternal: (1). Menganggap pelanggan sebagai keluarga.
Strategi Bertahan Hidup Pedagang Baju Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Terminal Kota Sungai Penuh, Kerinci, Provinsi Jambi) Annisa Rizki Khairi Nabila; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 4 No 4 (2021): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v4i4.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskaan strategi bertahan hidup pedagang baju pada masa pandemi Covid-19 di kawasan terminal Kota Sungai Penuh. Munculnya sebuah virus baru yaitu Covid-19 di Kota Sungai Penuh sangat mempengaruhi pendapatan pedagang di terminal Kota Sungai Penuh. Ditambah adanya peraturan baru dari Pemerintah pada masa pandemi Covid-19, seperti Lockdown, Social Distancing, PSBB, dan PPKM, membuat akses masyarakat yang berjualan dan berbelanja ke terminal Kota Sungai Penuh menjadi sulit. Sehingga pedagang baju harus memiliki strategi untuk dapat bertahan hidup selama pandemi Covid-19. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Max Weber yaitu teori tindakan sosial tipe tindakan rasional instrumental. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 strategi bertahan hidup pedagang baju di terminal Kota Sungai Penuh, yaitu: (1) Melakukan pola nafkah ganda, dengan memiliki usaha atau menambahkan perkerjaan sampingan dan mengoptimalkan tenaga yang dimiliki anggota keluarga lain untuk dapat menghasilkan penghasilan tambahan. (2) Menerapkan hidup hemat “baimaik-imaik”, baik itu kebutuhan sandang, pangan maupun pendidikan. (3) Menerapkan sikap tolong menolong “manolong manjuaan”, dengan sedikit keuntungan yang didapatkan pedagang.
Assesoris Kreatif dari Sampah bagi Anak Asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Koto Tangah Muaro Penjalinan Kota Padang Nora Susilawati; Hendra Naldi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi/vol1-iss1/3

Abstract

Sampah adalah sesuatu yang biasanya dipandang oleh orang sebagai barang yang kotor, tidak berguna, dan harus dibuang. Ini adalah suatu persepsi yang tidak tepat, karena sampah jika diolah dengan baik dan kreatif dapat menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi. Jadi, sampah tidak selamanya harus dibuang, karena dapat diubah menjadi beraneka produk yang berharga. Sampah-sampah seperti sampah plastik, botol-botol bekas dan kain perca dapat diubah menjadi tas, bros, kotak pensil, payung, bunga dan lain sebagainya. Tulisan ini akan menguraikan bagaimana pembuatan assesoris kreatif yang dibuat oleh para anak asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Koto Tangah Muaro Penjalinan Kota Padang. Assesoris yang dibuat adalah bros, tas kecil, dan kotak pensil yang terbuat dari kain-kain perca yang tidak terpakai. Sebelum pembuatan assesoris terlebih dulu diberikan pengetahuan tentang dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan dan bagaimana mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Integrasi Pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau Dalam Setting Pembelajaran Daring Nora Susilawati; Emizal Amri; Junaidi Junaidi; Reno Fernandes
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v2i2.58

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang membawa kepada zaman keterbukaan bisa saja membawa dampak buruk bagi generasi muda di Indonesia. Pengaruh negatif dari keterbukaan tersebut dapat berupa penyimpangan perilaku dan gaya hidup. Sebagai antisipasinya sistem pendidikan di Indonesia menyediakan pendidikan karakter. Dalam kurikulum 2013 pendidikan karakter diselenggarakan dengan cara pengintegrasian nilai-nilai karakter bangsa dengan matapelajaran yang ada di Sekolah Menengah Atas. Di Sumatera Barat pengintegrasian pendidikan karakter tersebut dilaksanakan dengan integrasi pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau dengan matapelajaran Sosiologi. Implementasi program pendidikan karakter di Sumatera Barat ternyata belum mencapai hasil yang maksimal. Data penelitian menunjukkan masih banyak Guru-guru di Sumatera Barat yang belum bisa melaksanakan program pengintegrasian. Dengan demikian maka pelatihan pengintegrasian ini penting dilaksanakan. Metode yang dipakai adalah Seminar dan Workshop. Pengabdian dapat dikatakan berhasil karena 83 % peserta kegiatan berhasil membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media dan Materi ajar sosiologi terintegrasi dengan pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau.
Menumbuhkembangkan Budaya Literasi Anak Asuh Panti Asuhan Al-Hidayah Kota Padang Melalui Pendampingan dengan Menggunakan Pendekatan Pedagogi Khairul Fahmi; Nora Susilawati; Rahmullaily Rahmullaily
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.61

Abstract

PKM Menumbuhkembangkan budaya literasi anak asuh Panti Asuhan, dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Hidayah Padang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra (1) Kurangnya kesadaran dan motivasi anak asuh terhadap membaca buku teks (literasi baca) dan memahami pelajaran di bidang numerik (literasi Numerasi); (2) Belum memadai sarana dan prasarana penunjang budaya literasi di panti asuhan. Dengan permasalahan tersebut solusi yang ditawarkan adalah (1) Meningkatkan kesadaran dan motivasi anak asuh dalam budaya literasi melalui pendampingan dan pembinaan terhadap anak asuh; (2) Peningkatan jumlah dan ragam sumber bacaan bermutu melalui pengoptimalan sumber belajar/ buku bacaan yang tersedia di panti asuhan; (3) Optimalisasi sarana literasi dan perluasan akses terhadap sumber bacaan melaui penciptaan kenyamanan ruang baca/ belajar panti asuhan dan pemanfaatan akses internet yang tersedia di panti asuhan untuk menjangkau bahan bacaan penunjang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) Meningkatnya kesadaran dan motivasi anak asuh dalam budaya literasi; (2)Terlaksananya pendampingan dan pembinaan terhadap anak asuh dalam menumbuhkembangkan budaya literasi; (3)Teroptimalkan sumber belajar yang tersedia di perpustakaan panti asuhan; (4) Penambahan jumlah dan ragam sumber bacaan bermutu; (5) Terciptanya kenyamanan ruang belajar/ ruang baca; (6) Termanfaatkan akses internet yang tersedia di panti asuhan untuk menjangkau bahan bacaan penunjang. Target luaran tersebut akan dicapai dengan menggunakan metode pembinaan melalui pemberian materi dan pelatihan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogi karena objek dari kegiatan ini adalah anak-anak. Keberlanjutan dari PKM ini adalah, Kemitraan Panti Asuhan Al-hidayah dengan Jurusan Sosiologi UNP dalam bidang literasi.
Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang Yuliyus Yuliyus; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.73

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan peneliti untuk mengetahui mengapa nelayan Kota Padang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek. Tradisi Maelo Pukek adalah suatu kebudayaan nelayan menangkap ikan di bibir pantai di Kota Padang yang membutuhkan sekolompok orang untuk menjalankan kegiatan Tradisi Maelo Pukek (10-15 orang). adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk bagaimana Implementasi Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang pada saat ini. Sebab, dibandingkan dengan alat tangkap ikan yang lain dengan penghasialan yang di dapatkan lebih menguntungkan dari Tradisi Maelo Pukek yang di lakukan nelayan kota Padang. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Dalam teori terdapat empat unsur penting untuk melaksanakan sistem agar tetap bertahan, keempat sistem itu iyalah Adaptation (Adaptasi), Goal (Pencapaian tujuan), Integration (Penyatuan), Latency (Pemeliharaan pola). Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan, bahwa dalam proses mempertahankan Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang masih di gunakan sebab adanya beberapa faktor sebagian nelayan yang masih menggunakan Tradisi Maelo Pukek seperti pertama, adanya berupa faktor sosial dan budaya disini tetap terjalin dalam masyarakat dan juga kebudayaan tetap terjaga. Kedua, faktor ekonomi yang mengakibatkan nelayan bertahan dengan Tradisi Maelo Pukek. Ketiga, faktor usia yang mempengaruhi nelayan terutama yang sudah lanjut usia yang berumur 40 ke atas.
Eksistensi Tradisi Sambatan dan Ingon pada Masyarakat Petani Jawa Bagas Handoyo; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i1.92

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan tradisi sambatan dan ingon yang dilaksanakan masyarakat Jawa yang menetap di daerah transmingrasi. Permasalahannya di Nagari Sungai Duo pelaksanaan pertanian sudah pakai teknologi seperti alat traktor dan lainnya, akan tetapi bagi sebagian kelompok petani Jawa ini masih menerapkan tradisi sambatan dalam pengolahan lahan, dan panen. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori fungsionalisme dan resiprositas. Orientasi teori fungsionalisme Malinowski dan teori pemberian atau the gift dari Marcell Mauss. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus, serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan selama berada di lapangan maka dapat peneliti tarik kesimpulan bahwa ada beberapa fungsi yang terdapat didalam tradisi sambatan dan ingon yang menjadikan tradisi ini masih dipertahankan oleh masyarakat petani di Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yaitu: (1). Fungsi Ekomoni; (2). Fungsi Hubungan Sosial, seperti sifat berbagi dan nilai kearifan lokal.