Claim Missing Document
Check
Articles

Konflik dalam Kelompok Tani Gadih Basanai di Kenagarian IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan Citra Maiwulandari; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/14

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena isu korupsi yang dilakukan oleh pengurus kelompok tani gadih basanai. Penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan Teori Konflik oleh Lewis Coser. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pemilihan informan dengan teknik purposive sampling atau penarikan sampel secara sengaja agar mendapatkan data yang lebih akurat. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian hasilnya menunjukkan bahwa bentuk-bentuk konflik yang terjadi di Kelompok Tani Gadih Basanai di isukan adanya korupsi yang menyebabkan terjadinya kekacauan dalam management keuangan, sistem kepengurusan berantakan dan perselisihan sesama pengurus kelompok tani, pengurus dengan anggota dan sesama anggota. Upaya atau solusi dari konflik yang terjadi dalam kelompok tani gadih basanai yaitu merevitalisasi kelompok tani dan menentukan anggaran-anggaran dalam kelompok tani sehingga lebih jelas management keuangan, sistem kepengurusan serta diresmikan oleh pemerintah nagari IV Koto Hilir.
Eksistensi Mampaduoi Ternak Sapi Nagari Mungo Dwi Ranti Oktadeli Sutia; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi mampaduoi ternak sapi di Nagari Mungo. Hal ini menarik untuk diteliti karena pada era modernisasi masyarakat semakin tertarik untuk melakukan mampaduoi ternak sapi, selain itu masyarakat Nagari Mungo memilih mampaduoi ternak sapi ini diantara mampaduoi lainnya, yaitu seperti mampaduoi ikan serta mampaduoi dalam bidang pertanian seperti sawah dan juga kebun. Penelitian ini dianalisis dengan teori Pilihan Rasional James S. Coleman yang menjelaskan mengenai tindakan individu yang secara rasional memilih alternatif yang akan memberikan kepuasan terbesar untuk mencapai tujuan tertentu guna memuaskan keinginanidan kebutuhan yang timbul karena saling ketergantungan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Untuk mendapatkan kredibilitas dari data agar valid dilakukan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan eksistensi ternak sapi didasarkan oleh Pilihan Rasional masyarakat Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota sebab mampadoui dijadikan sebagai kontribusi pendapatan sampingan sebagai investasi jangka panjang bagi pemberi modal atau pemilik sapi dan sebagai tabungan bagi pemelihara sapi atau penerima modal.
Dinamika Penerima Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Nagari Maek Rifa Nirmala; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dinamika penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa masyarakat terdampak Covid-19 di Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena pada tahun 2022 pandemi Covid-19 sudah mulai menghilang sehingga perekonomian di Nagari Maek perlahan sudah mulai normal kembali dan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa masih berlanjut. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap pendapatan dan ekonomi masyarakat. Teori yang digunakan adalah teori Behavioral Sosiologi oleh Burrhus Frederic Skinner. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan jenis studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, informan dari penelitian ini berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, namun terjadinya perubahan tingkah laku warga penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan yaitunya pertama perubahan perilaku konsumtif masyarakat penerima yang menimbulkan terjadinya kecemburuan sosial, kedua perubahan pola pikir dari masyarakat penerima yang mengakibatkan terjadinya sikap subjektif dari masyarakat non penerima.
Pendampingan Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Nagari Silayang Kabupaten Pasaman Rizka Wahyuni; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendampingan PKH dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Nagari Silayang Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menarik diteliti dikarenakankurangnya fasilitas, motivasi, dan edukasi, yang diberikan oleh pendamping kepada KPM PKH di Nagari Silayang. Teori yang digunakan adalah teori pembangunan masyarakat pendekatan Improvement vs transformation oleh Long dan teori pembangunan pendekatan pembangunan sosial oleh Midgley. Yang mana perubahan pada suatu kondisi yang tidak sesuai dengan harapan sehingga diperlukan perbaikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi kasus intrinsik.Informan penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan informan yang dianggap paling tahu dengan pertimbangan tertentu yang dapat memberikan informasi terkait dengan penelitian yang diharapkan. Jumlah informan dalam penelitian ini 15 orang. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, fasilitas PKH terkait fasilitas pendidikan tidak memadai. Dari segi fasilitas, sarana dan prasarana untuk pertemanan kelompok masih kurang baik. Fasilitator PKH dan KPM secara bergantian menggunakan mushola dan Rumah KPM untuk menyelesaikan masalah ini. Kedua, motivasi. Pendamping memotivasi KPM PKH dengan memberikan modul dan mengingatkan KPM bahwa pendidikan dan kesehatan sangat penting, dan Edukasi. Ketiga, edukasi yang diberikan fasilitator kepada KPM di Nagari Silayang antara lain membiarkan anak bermain bersama, seperti bermain dengan mainan seperti poster huruf dan angka, mengawasi perilaku buruk anak seperti melarang memukul, membayar SPP, membeli buku, alat tulis, sepatu dan seragam. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pendamping PKH, untuk lebih meningkatkan perannya sebagai pendamping dan memberikan motivasi, edukasi, dan fasilitas yang memadai sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah dan dapat dirasakan oleh masyarakat agar program keluarga harapan dapat berhasil mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya, baik dalam kontek kesehatan maupun pendidikan terutama pada kelompok masyarakat miskin.
Fungsi Baburu Babi (ciliang) pada Masyarakat Petani di Nagari Aie Batumbuek Afifah Nurhazizah; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i1.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi baburu babi (ciliang) di Nagari Aie Batumbuek Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Hal ini menarik untuk dikaji karena masalah yang sering mengganggu pertanian masyarakat di Nagari Aie Batumbuek adalah babi hutan yang menjadi ancaman yang cukup serius bagi masyarakat petani sekaligus menjadi tantangan lingkungan pertanian yang beresiko terhadap kegagalan panen, dengan adanya kegiatan baburu babi ini terdapat fungsi-fungsi yang memberikan pengaruh yang besar dalam terciptanya sebuah pertahanan tradisi dan kebudayaan sesuai dengan tujuan yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini dianalisis dengan teori Struktural Fungsional oleh Robert K. Merton. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 25 orang dengan kriteria 5 orang bapak-bapak, 7 orang dewasa, 8 orang remaja dan 5 orang anak-anak. Pengambilan data dilakukan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model analisis interaktif dari Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa fungsi baburu babi (ciliang) pada masyarakat petani di Nagari Aie Batumbuek terdapat fungsi manifest dan fungsi latent. Pertama, Fungsi manifest (perwujudan) dalam kegiatan baburu babi (ciliang) dapat terbagi lagi ke dalam beberapa fungsi diantaranya adalah fungsi sosial, fungsi memberantas hama babi hutan, fungsi kesehatan, fungsi rekreasi, dan fungsi mengatasi kegagalan panen. Kedua, Fungsi latent dalam kegiatan baburu babi (ciliang) karena ingin pamer kekayaan dan pasar terselubung.
Faktor Penyebab Konflik Sosial Penetapan Pejabat Kepala Desa di Desa Sampuran Simarloting Kecamatan Hulusihapas Kabupaten Padang Lawas Utara Yusril Fauzi Hasibuan; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i1.742

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab konflik dalam penetapan pejabat Kepala Desa di Desa Sampuran Simarloting. Hal ini menarik karena konflik sosial yang terjadi antara kedua marga bukan hanya karena penetapan dari marga siregar sebagai pejabat Kepala Desa tetapi juga terdapat faktor konflik lain di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan 15 informan dengan kriteria 5 orang marga Hasibuan, 5 orang marga Siregar, 2 masyarakat netral, 1 Kepala Desa, 1 orang Sekretaris Camat, 1 orang Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, peneliti langsung kelapangan untuk melihat dan mengamati faktor penyebab konflik sosial tanpa terlibat langsung. Wawancara mendalam yaitu wawancara dilakukan secara face to face dengan narasumber. Studi dokumentasi yaitu peneliti mengambil dokumentasi berupa foto dan video dilapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik yaitu pertama, Mora tidak menerima anak boru sebagai pemimpin karena memegang teguh sistem kekerabatan dalihan na tolu, sehingga terjadinya penolakan dari pihak hasibuan sebagai mora karena secara sistem kekerabatan tidak diperbolehkanya siregar sebagai anak boru menjadi pemimpin. Kedua, Keberpihakan Kerabat (Nepotisme), hubungan kekeluargaan memberi pengaruh kemudahan untuk mendapatkan posisi kedudukan menjadi pemimpin desa. Seperti yang terjadi oleh Bapak AS dari marga siregar ditetapkan menjadi Pejabat Kepala Desa karena pengaruh dari kerabatnya yang menjabat di kantor Kecamatan.
Pendidikan Karakter Anak Dalam Keluarga (Studi Kasus: Peran Ayah Sebagai Orang Tua Tunggal di Nagari Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan) Mhoren Puspita Sari; Nora Susilawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 1 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.213 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i1.3

Abstract

This study aims to explain the role of fathers as single parents in implementing children's character education in Nagari Pasir Talang, Sungai Pagu District, South Solok Regency. This research uses a qualitative approach with a case study type of research type intrinsic case studies. The results of the study reveal the role of fathers in inculcating character values, namely (1) Fathers educate their children with religious values, which are carried out by fathers by inculcating religious values starting from praying, covering their genitals, and doing good, (2) Fathers guiding children through discipline, namely the application of moral values. character values of self-discipline, discipline of neatness, and discipline of time, (3) Fathers as friends for their children, namely the application of communicative character values through the community and in the family environment, (4) Fathers as mentors for their children, namely the application of independent character values, starting from independently at home and at school.
Faktor-Faktor Penyebab Sikap Permisif Orang Tua Menghadapi Kenakalan Remaja di Nagari Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung Romy Davino; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 6 No 4 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i4.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab sikap permisif orang tua dalam menghadapi kenakalan remaja. Kenakalan remaja di Nagari Sungai Abang menjadi salah satu masalah sosial yang terus meningkat setiap tahunnya. Namun orang tua tidak tidak member pengawasan terhadap anaknya yang seharusnya dilakukan oleh orang tuanya. Hal ini menarik untuk di teliti karena diketahui bahwa Nagari Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung merupakan nagari yang banyak memberikan sumbangsi terhadap kenakalan remaja yang terjadi di kecamatan Lubuk Alung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi yang dikemukakan oleh Talcottt Parsons. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik, karena peneliti telah mempelajari secara mendalam terkait kasus yang diteliti. Teknik pemilihan informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan jumlah informan penelitian ini adalah 23 orang dengan jumlah masing-masing terdiri dari satu orang wali jorong, sepuluh orang masyarakat, enam orang remaja dengan kategori umur 10-18 tahun, lima orang tua, dan satu orang polisi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, dan Huberman. Hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa faktor penyebab sikap permisif orang tua terhadap kenakalan remaja yang pertama ialah tingkat ekonomi Orang tua yang rendah dan cenderung lebih mengesampingkan pengasuhan anak karena berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Kedua ialah tingkat pendidikan yang rendah. Orang tua dengan pendidikan rendah dan minim wawasan mengenai pola asuh tidak mengetahui pasti dampak negatif dan positif apa yang akan terjadi jika penggunaan pola asuh permisif tidak tepat sasaran. Ketiga faktor kepribadian adalah faktor internal dari orang tua, bagaimana orang tua mengambil tindakan pengasuhan, menentukan pola asuh yang tepat untuk anaknya dengan berangkat dari karakteristik kepribadian masing-masing.
Akar Konflik Antara Masyarakat Nagari Manggopoh dengan PT. Bukit Sawit Semesta Wahyu Aulia; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 6 No 4 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i4.840

Abstract

Penelitian ini berfokus pada akar konflik yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar dari konflik yang terjadi diantara masyarakat Nagari Manggopoh dengan perusahaan. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori konflik oleh Dahrendorf. Penelitian ini dilakukan di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk, Basung, Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan pada penelitian ini dengan cara purposive sampling dengan iforman sebanyak 12 orang dengan kriteria-kriteria informan yaitu, masyarakat nagari manggopoh, pemerintah daerah, tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang ikut seta dalam penyelesaian konflik, sehingga dapat digunakan untuk mencapai tujuan dalam penelitian. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akar konflik masyarakat nagari manggopoh dengan perusahaan yaitu, masyarakat meminta kejalasan perusahaan tentang administrasi tata letak perusahaan, dan serikat pekerja, serta transparansi dalam penerimaan karyawan.
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Sehat di Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Sumatera Barat Lia Amelia; Nora Susilawati; Eka Asih Febriani; Delmira Syafrini; Fadilla Saputri
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i4.446

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pengembangan pariwisata sehat di Nagari Sungai Pinang, Sumatera Barat. Masalah ini menarik karena Nagari Sungai Pinang termasuk kedalam kawasan wisata di Sumatera Barat dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak baik lokal maupun mancanegara. Pengembangan pariwisata sehat belum diiringi oleh kesiapan masyarakat setempat. Salah satu indikatornya adalah minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pariwisata sehat serta kurangnya minat masyarakat mengolah potensi alam yang ada di daerah mereka. Padahal daerah ini memiliki peluang besar mengembangkan pariwisata sehat dengan menghasilkan produk kesehatan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), dimana buah kelapa bahan utama produk mudah didapatkan serta tumbuh subur di sepanjang pesisir pantai Nagari Sungai Pinang. Hal ini menjadi alasan pentingnya diadakan pembinaan terhadap masyarakat, sebagai solusi permasalahan pada mitra dengan melaksanakan pelatihan pembuatan produk pariwisata sehat Virgin Coconut Oil (VCO). Melalui pelatihan tersebut masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pengembangan pariwisata sehat dan mengenalkan berbagai produk-produk pariwisata sehat yang dapat dibuat dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di Nagari Sungai Pinang. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah sosialisasi, pelatihan pembuatan dan pengemasan produk pariwisata sehat Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam membuat inovasi dari pengolahan kelapa, yaitu Virgin Coconut Oil (VCO) yang dapat menjadi icon pariwisata sehat dan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat di Nagari Sungai Pinang.