Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial dan Sosialisasi Agrowisata di Nagari Batu Bajanjang Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Sumatera Barat Lia Amelia; Nora Susilawati; Muhammad David Hendra; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Adri Febrianto
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1019

Abstract

Nagari Batu Bajanjang memiliki potensi pertanian yang cukup strategis di Sumatera Barat. Realita tersebut menjadikan nagari ini sebagai daerah yang terkenal akan pariwisatanya, terkhusus pada agrowisata. Namun, perkembangan komiditi pertanian yang sudah menjadi destinasi wisata belum dikenal dan diketahui secara menyuluruh oleh masyarakat luar. Beberapa permasalahan yang mendasari pentingnya Pengabdian ini adalah kurangnya pengembangan pariwisata berbasis agrowisata di Nagari Batu Bajanjang, kurangnya pengetahuan mitra dalam membuat konten media sosial sebagai promosi agrowisata di Nagari Batu Bajanjang, serta belum adanya konten video cinematik, foto dan tulisan yang berkaitan dengan agrowisata pada Media Sosial nagari. Urgensi dari pengabdian ini mengarah kepada optimalisasi perkembangan pariwisata di Sumatera Barat, termasuk Nagari Batu Bajanjang. Destinasi wisata yang sudah ada tentu tidak dapat dikenal luas oleh masyarakat tanpa adanya proses pengenalan ataupun promosi. Penting untuk memberikan pengetahuan terkait pemanfaatan media sosial sebagai media promosi pariwisata di Nagari Batu Bajanjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang cara mempromosikan potensi agrowisata nagari melalui konten media sosial yang kreatif dan menarik, sehingga di masa yang akan datang tersebut dapat berkembang menjadi desa agrowisata di Sumatera Barat.
E-Tour Guide Berbasis QR Code Pada Museum Perang Sintuk untuk Menunjang Informasi Wisata Sejarah Hendra Naldi; Nora Susilawati; Erniwati Erniwati; Ray Silva; Mutiara Rejani Veronika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1216

Abstract

Museum Perang Sintuk hadir atas semangat pemuda Nagari Sintuk bernama Rio Tampati Putra pada tahun 2021. Museum ini adalah rumah yang berfungsi sebagai pos pengamatan pejuang pada 1948, dibangun sejak 1945, dan dihibahkan untuk pelestarian sejarah. Terdapat lebih kurang 300 benda bersejarah yang berada di museum ini. Namun sayangnya, karena keterbatasan dana, benda-benda bersejarah ini tidak memiliki deskripsi yang jelas sehingga mempersulit pengunjung untuk memperoleh informasi benda bersejarah tersebut secara detail. Penjaga museum atau Tour Guide museum ini juga minim sehingga pengunjung kesulitan dalam mendapatkan informasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendata koleksi museum terkhususnya benda cagar budaya dan membuat Qr Code yang dapat diakses oleh pengunjung Museum Perang Sintuk sebagai penunjang informasi sejarah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni hingga Oktober 2024 di Museum Perang Sintuk. Metode kegiatan dilakukan dengan lima langkah yaitu survei, Pendekatan dengan pengelola Museum Perang Sintuk, Pengumpulan data, pembuatan produk Qr Code, Uji Coba dan Sosialisasi penggunaan produk yang telah memiliki Qr Code. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Qr Code sebagai penunjang informasi sejarah di Museum Perang Sintuk memiliki dampak positif yang signifikan. Pengunjung merasa terbantu dengan adanya QR Code yang memudahkan mereka mengakses informasi detail tentang benda-benda bersejarah secara langsung melalui perangkat seluler mereka. Setiap QR Code terhubung ke halaman yang berisi deskripsi lengkap, asal usul, serta peran benda tersebut dalam sejarah perjuangan di Nagari Sintuk dan sekitarnya. Melalui uji coba dan sosialisasi, terlihat bahwa penggunaan QR Code meningkatkan pengalaman pengunjung, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi canggih museum.
Meningkatkan Skill Digital untuk Profesionalisme Guru Abad 21 Reno Fernandes; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Rhavy Ferdyan; Bunga Dinda Permata; Sabar Aulia Rahman; Gusmira Wita; Junaidi Junaidi; Erianjoni Erianjoni; Febi Dwi Lianda
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1561

Abstract

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang menghendaki penguasaan teknologi digital. Selain itu, siswa yang saat ini merupakan Generasi Z adalah bagian penting dari Pembelajaran Abad 21. Keadaan di lapangan guru masih kesulitan dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi digital, hal yang sama ditemukan pada MGMP Sosiologi kota Sawahlunto. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan skill digital guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran digital yang dituntut saat ini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, seminar/workshop, pengumpulan data, analisis, dan evaluasi. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan skill digital guru. Pemahaman yang meningkat tentunya juga akan menigkatkan skill digital guru. Skill digital memungkinkan penggunaan berbagai alat multimedia dan platform pembelajaran online yang membuat proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui program ini diharapkan profesioanlisme guru-guru MGMP Sosiologi kota Sawahlunto semakin meningkat dengan penguatan skill digital yang dilakukan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Peningkatan Inovasi Pengelolaan Sampah Menjadi Barang Bernilai Guna di Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh Kabupaten Solok Syafrini, Delmira; Fadilah , Muhyiatul; Amelia, Lia; Susilawati, Nora; Sylvia, Ike; Permata, Bunga Dinda; Yolanda, May Nessa; Rahman, Sabar Aulia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1731

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan, khususnya pada wilayah dengan potensi wisata seperti Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Nagari ini menyimpan keindahan alam yang memukau dan berpotensi sebagai Kawasan wisata. Namun memiliki permasalahan utama yang seringkali dihadapi yaitu tingginya volume sampah rumah tangga, pertanian, dan aktivitas pasar yang tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana pengelolaan yang memadai, termasuk tidak tersedianya tempat pengumpulan sampah permanen. Akibatnya sampah banyak ditumpuk di pinggir jalan, area permukiman, bahkan dibuang ke sungai yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan banjir. Padahal sampah tersebut merupakan sumber daya penting yang dapat diolah menjadi barang bernilai guna dan bernilai jual. Permasalahan ini menjadi alasan pentingnya pemberdayaan masyarakat Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh. Sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi mitra, dilakukan pelatihan pada tanggal 14- 28 Juli 2025 pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan masyarakat. Bentuk kegiatan yang diberikan adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dan hasil tani menjadi barang bernilai guna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik, pembuatan pupuk kompos dan ekoenzim, serta pengolahan sampah anorganik menjadi produk kerajinan yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh.
Peran Keluarga dalam Menangani Perilaku Negatif Anak Putus Sekolah Mandiri Finansial di Sungai Pampan Ifransyah Ifransyah; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan Kecamatan Batang Kapas. Hal ini menarik untuk diteliti karena aspek kemandirian anak perlu dibangun dalam keluarga namun ketika kemandirian berkonsekuensi munculnya perilaku negatif akan memunculkan masalah dalam keluarga. Inilah yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk lebih jauh meneliti peran keluarga dalam perilaku negatif yang muncul karena anak telah merasa mandiri secara finansial. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran keluarga terhadap perilaku negatif anak karena merasa mandiri secara finansial. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional dari Talcott Parsons. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara mendalam dengan 13 informan yang didapat melalui teknik purposive, dengan kriteria yang terdiri dari pihak nagari Koto Nan Tigo sebanyak 3 orang, anak putus sekolah sebanyak 2 orang, keluarga sebanyak 4 orang dan tetangga terdiri dari 4 orang, serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil temuan dalam penelitian ini menggunakan skema analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapas. Peran tersebut meliputi: pembentukan karakter anak, membangun kembali kepercayaan diri anak, melakukan kontrol terhadap aktivitas-aktivitas anak, dan kerja sama orang tua dengan saudara dalam menangani perilaku negatif anak.
Multi-Stakeholder Synergy in Education Transformation in Disadvantaged Regions Nora Susilawati; Gusmira Wita; Hendra Haldi; Irhas Fansuri Mursal; Evelynd Evelynd
Jurnal Mamangan Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v15i1.11104

Abstract

Disadvantaged regions continue to face challenges in educational development, particularly program fragmentation, limited facilities and infrastructure, geographical barriers, and weak inter-institutional coordination caused by sectoral ego. Drawing on the perspectives of collaborative governance and governance network theory, this study aims to analyze how multi-stakeholder synergy drives education transformation in a disadvantaged region. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that multi-stakeholder synergy functions as a cross-sectoral coordination mechanism that integrates the local government, regional apparatus organizations, nagari governments, companies, customary institutions, schools, and the community into a programmed, integrated, and coordinated education transformation agenda. This mechanism operates through vision alignment, strengthened communication, trust-building, facilitative regional leadership, and a clear division of roles in mobilizing financial, material, social, and logistical resources. This synergy contributes to transformative shifts in community mindsets toward education, expanded access for school dropouts, strengthened non-formal education, improved school infrastructure, expanded internet access in blind-spot areas, and the development of road access to remote schools through cross-sectoral self-managed initiatives. The study concludes that the effectiveness of education transformation in disadvantaged regions increases when local governments act as coordinators of collaborative networks and optimize the functions of existing local institutions without establishing new ones. The novelty of this study lies in the formulation of a locally grounded multi-stakeholder synergy model for educational transformation in disadvantaged regions, which demonstrates that collective action capacity can be built not through institutional expansion, but through the integration of formal institutions, customary structures, community participation, and local values of togetherness within an existing governance network.
Sintuk Heritage Trail: Merancang Rute Wisata Sejarah Desa Wisata Sintuk Nora Susilawati; Hendra Naldi; Rini Rahman; Ray Silva; M. Topit Hidayat
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1908

Abstract

Pengembangan Desa Wisata Sintuk yang berbasis pelestarian sejarah sejak tahun 2022 masih menghadapi kendala akibat belum terkelolanya potensi wisata sejarah secara optimal serta minimnya alat transfer informasi interaktif bagi wisatawan. Pengabdian melalui skema Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini menawarkan solusi melalui perancangan rute wisata sejarah "Sintuk Heritage Trail". Keunikan pendekatan ini terletak pada integrasi pemetaan digital berbasis Google Maps dan sistem QR Code untuk menciptakan media promosi yang praktis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei dan observasi lapangan, pemetaan dan perancangan rute, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi dan memetakan 8 titik benteng serta bunker peninggalan Jepang ke dalam sebuah peta wisata digital yang siap digunakan. Luaran konkret dari pengabdian ini adalah draf rute wisata sejarah terintegrasi yang dapat diakses langsung oleh wisatawan melalui gawai secara mandiri. Implementasi produk ini terbukti efektif meningkatkan branding Desa Wisata Sintuk sekaligus menyediakan panduan navigasi praktis yang memperkuat nilai guna cagar budaya lokal bagi sektor pariwisata.
Analisis Perbedaan Persepsi Bahasa Toxic dalam Komunikasi Antara Gen Z dan Gen Milenial Nazwa Wahyuni; Refny Yanti; Nada Nafisyah Salsabila; Nada Nabilah; Naysila Berliandri Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perbedaan makna bahasa toxic yang digunakan oleh Gen Z dan Gen Milenial. Fenomena ini penting untuk dikaji sebab adanya kesenjangan komunikasi dan potensi konflik antar generasi yang diakibatkan oleh perbedaan dalam memaknai, menggunakan, dan menanggapi bahasa yang dianggap kasar atau ofensif antara Gen Z dan Gen Milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa toxic dalam komunikasi sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews) yang melibatkan partisipan dari Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menormalisasi bahasa toxic sebagai humor atau bentuk keakraban, sementara Milenial lebih memaknainya sebagai tindakan tidak sopan dan berpotensi menyinggung. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya digital, pengalaman sosial, serta sensitivitas emosional masing-masing generasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas generasi untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi dalam penggunaan bahasa toxic.
Resiliensi Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Pasca Bencana Galodo di Lubuk Minturun Adellia Mutiara Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Elsa Putri Hardyanti; Fara Aisyah Zalma; Nur Aisyah; Aget Sapriadi; Tommy Adam
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.575

Abstract

Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.Bencana galodo tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pascabencana, masyarakat dihadapkan pada perubahan kondisi lingkungan, terganggunya aktivitas ekonomi, serta munculnya rasa takut dan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya bencana kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami resiliensi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap perubahan sosial pascabencana Galodo di Lubuk Minturun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tujuh orang informan masyarakat terdampak Galodo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan  dokumentasi. Teknik analisis data  menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial pada kondisi lingkungan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial pascabencana Galodo. Meskipun masyarakat mengalami ketakutan, kerugian material, dan penurunan aktivitas ekonomi, masyarakat tetap mampu membangun resiliensi sosial melalui kegiatan gotong royong, solidaritas sosial,  mempertahankan mata pencaharian, serta dukungan dari pemerintah dan  relawan dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat pascabencana Galodo tidak hanya terlihat dari kemampuan masyarakat bertahan menghadapi krisis, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan solidaritas sosial dan keberlangsungan kehidupan sosial di tengah perubahan sosial akibat bencana.
Fungsi Yayasan Komunitas Cahaya Bagi Penderita Kanker Anak Rahmat Ikmal; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1025

Abstract

Penyakit kanker pada anak merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan, tidak hanya karena dampaknya terhadap fisik, tetapi juga beban psikologis, sosial, dan ekonomi bagi keluarga penderita. Yayasan Komunitas Cahaya hadir sebagai lembaga sosial yang berfokus pada pendampingan, edukasi, dan pemenuhan kebutuhan anak penderita kanker dan keluarganya. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi utama Yayasan Komunitas Cahaya dalam mendukung perjuangan anak-anak melawan kanker. Penelitian ini menarik untuk dibahas karena merupakan satu-satunya komunitas di Sumatera Barat yang bergerak khusus dalam mendukung penderita kanker anak yang berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori struktural fungsionalisme yang dikemukakan oleh Robert K. Merton yang dibagi menjadi dua fungsi, yakni fungsi manifest dan laten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi aktif dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive diantaranya 4 orang pengurus Yayasan Komunitas Cahaya, 3 orang tua anak penderita kanker, 1 anak penderita kankereknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan fungsi yang dijalankan Yayasan Komunitas Cahaya telah dilakukan pada beberapa aspek diantaranya; pertama, memberikan pendampingan. Kedua, memberikan bantuan biaya. Ketiga, memfasilitasi rumah singgah. Keempat, memberikan fasilitas ambulance.
Co-Authors Adellia Mutiara Putri Adri Febrianto Afifah Nurhazizah Aget Sapriadi Ahmad Sofyan Nasution Aidil Affarisi Anastasya Lisma Wilinda Naibaho Anjeli Anjeli Annisa Rizki Khairi Nabila Bagas Handoyo Berlian Nurhamidah Pitri Bunga Dinda Permata Citra Maiwulandari Deana Awalia Delmira Syafrini Denis Septiana Dian Nofrianti Dwi Ranti Oktadeli Sutia Eka Asih Febriani Elsa Putri Hardyanti Elvira Gustia Emizal Amri, Emizal Erianjoni Erianjoni Erniwati Erniwati Evelynd Evelynd Fadilah , Muhyiatul Fadilla Saputri Fara Aisyah Zalma Farhan Hadid Fazlaura Ramadhani Arbi Febi Dwi Lianda Halimah Tussa' Diya Hendra Haldi Hendra Naldi Heru Solimin Ifransyah Ifransyah Ikhwan Ikhwan Indah Amalia Ramadhani Indrawadi, Junaidi Jumainil Akbar Junaidi Junaidi Kartika Afrinalsari Khairah Fadlah Nasifa Khairul Fahmi Lia Amelia Lia Amelia Lidia Putri Lisa Novita Sari M. Topit Hidayat Maya Lestari Meri Handayani Mhoren Puspita Sari Mishbahhul Hayati Mitra Gustari Muhammad David Hendra Muklis Muklis Mursal, Irhas Fansuri Mutia Marcelena Mutiara Rejani Veronika Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nailia Nafisa Naysila Berliandri Putri Nazwa Wahyuni Nicky Yulia Agusti Niken Nutricillia Nirmala Sari Nora. AN, Desri Nur Aisyah Nurul Hadia Permata, Bunga Dinda Prisliani, Seftarina Dwi Rahmad Rahmad Rahman, Sabar Aulia Rahmat Ikmal Rahmullaily Rahmullaily Ray Silva Refny Yanti Reno Fernandes Resi Andriya Resi Ebbi Dwi Artih Rezki Rahayu Auli Rhavy Ferdyan Rifa Nirmala Rini Rahman Ririn Novita Sari Rizka Arifna Rizka Wahyuni Romy Davino Sabar Aulia Rahman Salsabila, Bunga Satra, Ozy Sefdiansyah, Sefdiansyah Selinaswati, Selinaswati Tismini, Tismini Tommy Adam Wahyu Aulia Wita, Gusmira Yolanda, May Nessa Yulia Sandra Yuliyus Yuliyus Yusril Fauzi Hasibuan