Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Orang Tua Dalam Mengembangkan Potensi Anak Berbakat (Gifted) Nora Susilawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i2.102

Abstract

Anak berbakat merupakan anak yang memiliki kemampuan atau potensi unggul dan dapat memberikan prestasi yang tinggi, memiliki kecerdasan di atas rata-rata, kreativitas dan perkembangan kemampuannya di atas rata-rata. Abak berbakat ini memiliki kebutuhan khusus agar dapat menunjang potensi mereka bisa berkembang. Ada beberapa istilah tentang anak berbakat ini yaitu gifted, talented, bright, bahkan ada juga istilah superior dan genius. Kesemuanya harus dipahami karena memiliki kesamaan dan perbedaan secara konsep dan realitanya. Tulisan ini menggunakan istilah anak berbakat (gifted), karena anak gifted memiliki perfeksionisme dan faalangst negatif yang menyebakan munculnya masalah bagi dirinya dan orang lain dalam mengembangkan potensi diri. Perfeksionisme menuntut adanya perilaku ideal yang diharapkan dan faalangst negatif menimbulkan ketidakpercayaan diri dan kecemasan yang berlebihan. Tentu saja hal ini dapat menjadi penghambat dalam pengembangan potensi anak berbakat. Karena anak berbakat memiliki kebutuhan khusus yang harus diperhatikan, maka orang tua sebagai agen utama harus berperan penting dalam menentukan apa yang dilakukan. Orang tua harus cerdas, cermat dan aktif untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat kelebihan yang sekaligus juga menjadi kelemahan anak berbakat. Dengan demikian, orang tua dapat memperoleh alternatif cara bagaimana mengembangkan potensi anaknya. Selanjutnya, orang tua dapat berperan sebagai pendidik (educator), fasilitator, motivator, supporter dan role model bagi anaknya agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki anak berbakat. Peran yang dijalankan oleh orang tua tersebut sangat relevan dengan teori pendidikan humanistik yang melihat anak sebagai pusat, perhatian pada pengembangan potensi anak, orang tua sebagai fasilitator, motivator dan supporter dalam mengembangkan potensi anaknya.
Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Humanisme Nora Susilawati
Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 3 (2021): Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembalajaran (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sikola.v2i3.108

Abstract

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa agar menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja. Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dalam pandangan humanisme, merdeka belajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara otonomi atau mandiri serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mahasiswa berhak mengikuti pembelajaran di luar prodi dalam kampus dan luar kampus dalam berbagai kegiatan seperti pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Terlibatnya mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar (experience learning) sebagai bekal menghadapi hidup dan kehidupan di masa depan. Untuk mewujudkan pengalaman belajar tersebut perguruan tinggi harus membangun kerjasama dengan dunia usaha/industri dan pemerintah. Kerjasama didasari dalam kerangka meningkatkan profesionalitas civitas akademika. Kerangka ini akan mempengaruhi perumusan kurikulum dalam penentuan capaian pembelajaran (learning outcomes) dan penempatan kuliah di luar perguruan tinggi. Kualitas belajar dan kebermaknaan belajar dapat dicapai dengan menerapkan prinsip belajar humanistik yaitu belajar bagaimana belajar (learning how to learn), pembelajaran mandiri, memotivasi diri, dan pendidikan afektif. Dengan demikian, tujuan pendidikan MBKM yang diharapkan untuk mengembangkan hard skills dan soft skills, menyiapkan mahasiswa lebih siap dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian dapat dicapai secara optimal.
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN SILABUS DAN RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA Nora Susilawati; Desri Nora AN
Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2017): December
Publisher : IPTPI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/edudikara.v2i4.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan membantu mahasiswa dalam mempermudah pemahaman mereka tentang bagaimana cara pembuatan Silabus dan RPP serta dengan adanya video tutorial yang dikembangkan akan dapat memberikan kesempatan yang luas untuk mahasiswa dalam mempelajari pembuatan Silabus dan RPP kapan pun dan dimana pun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Sampel penelitian yang digunakan adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Jurusan Pendidikan Sosiologi/Antropologi yang berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan lembar validasi serta angket/respon mahasiswa. Untuk selanjutnya, masing–masing lembar jawaban angket akan diukur untuk menentukan tingkat kesesuaian atau ketepatan video tutorial yang telah dikembangkan dalam bentuk persentase kelayakan produk untuk digunakan. Berdasarkan temuan penelitian, telah ditemukan bahwa respon mahasiswa terhadap video tutorial yang dikembangkan oleh peneliti berkategori Baik dengan tingkat rata-rata persentase sebesar 52,0 %, dan respon Sangat Baik berata-rata sebesar 38,9 %, sedangkan sebesar 8,4 % respon mahasiswa berkategori Kurang Baik dan 0,6 % respon mahasiswa menanggapi Tidak Baik. Maka dapat dikatakan video tutorial tentang Pembuatan Silabus dan RPP dapat digunakan sebagai perangkat perkuliahan dan tidak perlu ada perbaikan yang harus dilakukan peneliti.
Motif Penggunaan Filter Instagram dikalangan Mahasiswa Perempuan Universitas Negeri Padang Lisa Novita Sari; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan filter Instagram dikalangan mahasiswa perempuan Universitas Negeri Padang. Hal ini menarik untuk diteliti karena dalam penggunaan filter Instagram membuat mahasiswa perempuan Universitas Negeri Padang menjadi candu dan sudah menjadi keharusan dalam menunjukkan diri di Instagram. Mahasiswa perempuan banyak memanfaatkan filter Instagram untuk berbagai kepentingan dan tujuan. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 24 orang. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan cara triangulasi data, yang terdiri dari triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Teknik analisis data dengan analisis interaktif Miles dan Huberman yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif mahasiswa perempuan Universitas Negeri Padang melakukan tindakan menggunakan filter Instagram, yaitu 1) pencitraan diri 2) mengikuti trend 3) eksistensi diri dan motif ekonomi.
Faktor-Faktor Perilaku Cabut Siswa Pada Saat Proses Pembelajaran di SMA N 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Berlian Nurhamidah Pitri; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i2.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan siswa cabut pada saat jam pembelajaran di SMA N 1 Bayang, hal ini menarik untuk dikaji karena di SMA N 1 Bayang merupakan salah satu sekolah yang ada di sumatera barat yang cukup banyak mempunyai siswa, lantaran perilaku cabut adalah perilaku yang harus segera di tangani karena dapat berpengaruh terhadap akademik.. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang melatar belakangi siswa cabut serta untuk menjelaskan pola perilaku membolos berdasarkan faktor yang ditemukan sebagaimana dampak perilaku membolos adalah mengalami kegagalan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, subyek dalam penelitian ini 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupakan wawancara untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang mendorong siswa untuk cabut, observasi untuk memperoleh informasi lain yang mendukung data yang telah di peroleh dan dokumentasi untuk memperoleh data identitas subyek. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sementara itu teknik analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku cabut yaitu faktor internal dan faktor eksternal Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perilaku cabut dapat mempengaruhi akademik di sekolah, karena tidak dapat menyelesaikan topic pembelajaran pada hari itu juga.
Penyimpangan Perilaku Remaja di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit Jorong Sigalangan Nagari Parit Nurul Hadia; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab terjadinya peningkatan pencurian buah kelapa sawit di Jorong Sigalangan Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus penyimpangan perilaku remaja yaitu pencurian buah kelapa sawit di Jorong Sigalangan. Untuk menganalisis temuan penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori perilaku menyimpang oleh Edwin Sutherland dengan teori asosiasi diferensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 43 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi non-partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil temuan menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya peningkatan pencurian buah kelapa sawit di Jorong Sigalangan terdiri dari faktor internal yaitu keinginan sendiri, ekonomi yang rendah dan kurang perhatian dari orang tua, serta faktor eksternal yaitu pengaruh lingkungan pertemanan, kawasan perkebunan kelapa sawit yang sepi, dan lingkungan masyarakat.
Peran KAN Dalam Kontrol Sosial Penanganan Perilaku Manggampang di Kalangan Remaja Nailia Nafisa; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyebab tidak berjalannya peran preventif dari KAN terhadap perilaku manggampang di kalangan remaja Nagari Air Bangis. Penelitian ini menarik diteliti dikarenakan perilaku manggampang yang belakangan ini sudah marak dan memprihatinkan di kalangan remaja di Nagari Air Bangis akan tetapi kontrol sosial KAN dalam menangani perilaku manggampang hanya peran represif saja, sedangkan peran preventif dari KAN tidak berjalan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan jenis studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan yaitu dengan cara purposive sampling dengan informan berjumlah 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk mengkaji kredibilitas dari penelitian digunakan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 faktor penyebab tidak berjalannya peran preventif dari KAN terhadap perilaku mangampang di kalangan remaja di Nagari Air Bangis, yaitu 1) Koordinasi pihak KAN dengan pihak lain 2) Sanksi adat dianggap sudah memberikan efek jera 3) Perhatian niniak mamak terhadap kemenakan.
Adaptasi Orang Tua Menghadapi Perubahan Belajar Anak dari Belajar Daring menjadi Pembelajaran Tatap Muka Maya Lestari; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk adaptasi orang tua dalam menghadapi perubahan belajar anak dari belajar daring menjadi pembelajaran tatap muka, di Desa Kubu Pasaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi orang tua terkait perubahan pembelajaran yang menyongsong era new normal dengan belajar tatap muka. Permasalahan tersebut membutuhkan penanganan dari orang tua selaku pendamping anak belajar dengan menerapkan langkah-langkah adaptasi di dalam keluarga, khususnya keluarga petani di lokasi penelitian yakni Desa Kubu. Hal ini menarik menurut peneliti untuk dikaji lebih dalam lagi. Jika penelitian lainnya fokus pada permasalahan pembelajaran tatap muka saat ini di desa, bedanya dengan peneliti memfokuskan di desa dengan merangkum pada orang tua yang bekerja sebagai petani yang dirasa membutuhkan kajian lebih lanjut tentang bagaimana penyelesaian permasalahan orang tua terkait perubahan pembelajaran tatap muka saat sekarang ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 23 orang, dengan kriteria 15 orang kepala keluarga, 4 orang anak, 2 kerabat, 5 tetangga dan seorang guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menghadapi perubahan belajar anak dari yang semula belajar daring berubah menjadi pembelajaran tatap muka, orang tua menghadapi berbagai kendala. Hal ini menuntut orang tua untuk mampu bersikap adaptif atau mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Bentuk adaptasi yang dilakukan orang tua diantaranya pendisiplinan belajar anak, pendampingan belajar anak, fasilitas belajar, dan kontrol bermain pada anak.
Strategi Bertahan Hidup Keluarga Buruh Tani Sawit Korban PHK di Era Pandemi COVID-19 Anjeli Anjeli; Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi bertahan hidup keluarga buruh tani sawit korban PHK di era pandemi covid-19 di Nagari Koto Nan Empat Dibawuh Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak PHK oleh perusahaan selama pandemi covid-19, hal itu sangat mempengaruhi keluarga buruh tani sawit yang bekerja di PT DSL sebagai tempat bergantung hidup, penghasilan yang tidak ada cukup berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga keluarga buruh tani sawit korban PHK hal inilah yang menjadi ketertarikan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan analisis teori Pilihan Rasional James S Coleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus intrinsik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 15 orang yang terdiri dari 10 orang buruh tani sawit korban PHK, 4 orang istri buruh tani sawit korban PHK, dan 1 orang kerabat dari buruh tani sawit korban PHK. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh buruh tani sawit korban PHK dalam bertahan hidup ditengah covid-19, strategi yang dilakukan buruh tani sawit diantaranya: pertama, meminjam uang kepada kerabat, kedua, beralih mata pencaharian, peralihan mata pencaharian dibagi tiga yaitu membuat kerajinan rumah tangga, beternak ikan, dan menjadi driver ojek online. Ketiga, menerapkan pola nafkah ganda.
Pelatihan Membatik Wanita Desa Ampuan Lumpo Resi Andriya; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/culture/vol1-iss1/1

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menjelaskan alasan wanita Desa Ampuan Lumpo mengikuti pelatihan membatik dari Balai Latihan Kerja. Desa Ampuan Lumpo merupakan desa penghasil batik yang disebut dengan Batik Loempo. Batik ini merupakan khas dari Desa Ampuan Lumpo sehingga berpeluang untuk dikembangkan. Masyarakat Ampuan Lumpo masih banyak yang belum mampu menguasai teknik membatik sehingga diperlukan pelatihan membatik. Dianalisis dengan menggunakan teori psikologi dalam perubahan sosial yaitu kepribadian kreatif oleh Everett E. Hagen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan secara keseluruhan berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alasan Wanita Desa Ampuan Lumpo mengikuti pelatihan membatik dari Balai Latihan Kerja yaitu: menambah pengalaman dan pengetahuan, mengisi waktu luang, mendapatkan sertifikat keterampilan, membantu perekonomian keluarga, mendapatkan kesempatan kerja di Batik Loempo, hobi dan meningkatkan keterampilan.