Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP PADA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMP KELAS VII Helda Arina Simatupang; Eko widodo; susilowati susilowati
Jurnal TPACK IPA Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (February, 2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasikan media pop-up yang layak digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria kualitas media pembelajaran yang baik, (2) mengetahui respon peserta didik terhadap media pop-up yang dikembangkan, (3) mengetahui peningkatan motivasi belajar perserta didik setelah menggunakan media pop-up, dan (4) mengetahui peningkatan hasil belajar perserta didik setelah menggunakan media pop-up.Penelitian Research and Development (RD) mengadaptasi desain pengembangan 4-D menurut Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan: define, design, develop, disseminate. Subjek penelitian adalah 36 peserta didik kelas VII-D SMP N 2 Klaten semester I tahun ajaran 2015/2016. Instrumen berupa angket kelayakan media pop-up, angket respon peserta didik terhadap media pop-up, angket motivasi belajar peserta didik awal dan akhir, dan soal pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan antara lain rerata skor untuk mencari skor aktual, konversi skor menjadi nilai skala empat, menghitung persentase, serta dengan gain score ternormalisasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Menurut dosen ahli dan guru IPA kelayakan media pop-up memperoleh rerata skor 3,67 dengan nilai A dan memperoleh kategori sangat baik, (2) Hasil rerata skor respon peserta didik terhadap media pop-up yaitu 3,23 dengan nilai A dan memperoleh kategori sangat baik, (3) Media pop-up dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan persentase peningkatan yaitu 19,50%. (4) Media pop-up dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan perhitungan gain score dikategorikan sedang dengan nilai 0,55.Kata kunci: Media pop-up, motivasi belajar, hasil belajar.
Role of Meritocracy in Strengthening Organizational Commitment among Medical Personnel at Brebes District Hospital Susilowati Susilowati; Muhammad Fachruddin Arrozi Anastina Tahjoo
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i1.8437

Abstract

Organizational commitment is essential for maintaining hospital performance, service quality, and healthcare continuity. Preliminary data from Brebes Regional General Hospital shows that 35% of medical doctors face issues with low organizational commitment, which may negatively impact the institution's effectiveness. This study examines how meritocracy strengthens the effects of transformational leadership and work motivation on medical personnel's organizational commitment. A quantitative approach with causal research design was used to analyze the relationships among these variables. The sample included 72 doctors, selected through purposive sampling. Data were collected via structured questionnaires and analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) to assess both direct and moderating effects. The findings show that transformational leadership, work motivation, and meritocracy together significantly influence organizational commitment. Transformational leadership and work motivation each have a positive impact on organizational commitment. Additionally, meritocracy serves as a moderating factor, enhancing the connection between leadership and commitment, as well as work motivation and commitment. These results suggest that meritocratic systems based on competence, performance, and achievement improve leadership effectiveness and motivation, fostering greater commitment among medical staff. The study suggests that hospital management should implement meritocratic principles consistently in leadership and human resource practices, alongside developing transformational leadership and motivation strategies, to maintain high levels of organizational commitment among medical personnel.
Kandungan Metabolit Sekunder dan Bioaktivitas Daun Afrika (Vernonia amygdalina) Rahel Sitompul; Sania Losiana Yomaki; Susilowati Susilowati; Faisal Faisal; Ramlah Ramlah; Yunita Pare Rombe; Hermawati Abubakar; Murtihapsari Murtihapsari
Jurnal Kartika Kimia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v9i1.1062

Abstract

Daun Afrika (Vernonia amygdalina), anggota famili Asteraceae, merupakan salah satu tanaman yang telah digunakan secara tradisional di berbagai negara tropis. Tanaman ini diketahui memiliki berbagai khasiat biologis, seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetik, dan antimikroba. Berbagai aktivitas biologis tanaman ini diduga berkaitan dengan keberadaan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan tanaman sebagai bagian dari mekanisme pertahanan alami, seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, saponin, dan steroid yang berperan penting dalam aktivitas farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, analisis FTIR dan GCMS serta bioaktivitas antibakteri dan antioksidan. Hasil ekstrak etil asetat daun Afrika (Vernonia amygdalina) menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid. Uji bioaktivitas memperlihatkan bahwa ekstrak ini memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat dengan daya hambat tertinggi pada konsentrasi 1000 µg/mL, yaitu sebesar 12,1 mm terhadap Escherichia coli sedangkan pada Staphylococcus aureus mencapai 91 mm dengan kategori sangat kuat serta aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 149,10 ppm. Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan gugus hidroksil (O-H), alifatik (C-H), dan eter/alkohol (C-O) yang terkonfirmasi sebagai senyawa bioaktif. Sementara itu, hasil GC-MS teridentifikasi berdasarkan persen kemiripan senyawa utama seperti Linalool (89,23%), Neral (86,06%), Neophytadiene (91,78%), 2,6-octadienal, 3,7-dimethyl-,(E) (95,93%), Phytol (96,86%) dan 6,11-Dimethyl-2,6,10-dodecatrien-1-ol (69,85%) yang termasuk golongan terpenoid dengan aktivitas antibakteri dan antioksidan.