Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

ANALISIS KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA IKAN YANG DIDARATKAN DI PANTAI REBO KABUPATEN BANGKA Anggraini Indah Pratiwi; Umroh Umroh; Mu'alimah Hudatwi
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.601

Abstract

Pantai Rebo merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Rebo. Pantai Rebo mempunyai kegiatan aktivitas antropogenik seperti warung makan dan aktivitas pariwisata, sehingga limbah yang dihasilkan dari aktifitas tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi perairan Rebo, salah satunya adalah mikroplastik dan terakumulasi pada biota laut seperti ikan. Mikroplastik adalah suatu partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan jenis, warna, ukuran mikroplastik dan mengetahui jenis polimer mikroplastik yang terkandung dalam usus ikan yang didaratkan di Pantai Rebo Kabupaten Bangka. Jenis ikan yang digunakan dalam penelitian ini ikan lemuru (Sardinella lemuru), ikan selar kuning (Selarodies leptolepis), ikan kurisi (Nemiptenus gracilis) dan ikan cawene (Lutjanus madras), masing-masing jenis ikan menggunakan 4 ekor ikan yang digunakan sebagai ulangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dan metode survei. Lokasi pengambilan sampel menggunakan random sampling. Identifikasi jenis, warna dan ukuran mikroplastik menggunakan mikroskop Olympus sedangkan jenis polimer menggunakan uji FTIR. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, jenis mikroplastik yang ditemukan pada 4 sampel ikan yang didaratkan di Pantai Rebo Kabupaten Bangka yaitu jenis fiber, fragmen, film, foam dan pellet, Kelimpahan jenis mikroplastik tertinggi pada ikan kurisi dan ikan lemuru jenis fiber dan fragmen yaitu 17 partikel/individu dan 24.5 partikel/individu, warna mikroplastik yang paling dominan yaitu warna merah dengan jumlah 140 partikel/individu, ukuran mikroplastik yang didominan pada kelompok 1 (20-40µm) yaitu sebesar 108.25 patikel/individu. Jenis polimer yang ditemukan di Pantai polimer nylon, polystyrene (PS), polypropylene (PP), polyethylene (PE), dan politetraflouoroetilene (PTPE).
MORFOMETRIK DAN SURVIVAL RATE PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) SISTEM APARTEMEN KEPITING DI DESA PAGARAWAN DAN PANTAI TAKARI, PULAU BANGKA Umroh Umroh; Sudirman Adibrata; Franto Franto
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.813

Abstract

Cultivating fattening mud crabs (Scylla serrata) usually requires a large area of land, innovation is carried out by making crab apartments. The research was conducted in September – November 2023, crab fattening locations in Pagarawan Village and Takari Beach, Bangka Regency. Location of mud crab morphometric measurements at the Aquatic Resources Management Laboratory, Bangka Belitung University. Test protein content at the DKI Jakarta Regional Health Laboratory. This research aims to examine the morphometrics, protein content and survival of mud crabs in crab apartments in Pagarawan Village and Takari Beach. Experimental research methods and community involvement to measure morphometrics, protein content and crab survival. The results of the research show that the ratio between weight, width and length of mangrove crabs in Pagarawan is 1.6:1.4:1. This shows that mud crabs are fatter. When the crab weighs around 160 grams, it is likely that the carapace width is ±14 cm and the carapace length is ±10 cm, while the crabs in Takari are smaller and thinner. The protein content of mangrove crabs in Pagarawan has an average value of 17.5 gr/100gr and in Takari 15.1 gr/100gr. The survival rate (SR) of mangrove crabs in Pagarawan is 87%. This condition means that crabs are suitable for cultivation in crab apartment boxes with a water source from a recirculation system pond. It is assumed that water pollution due to ammonia will not have much of an impact. The survival rate for mud crabs in Takari shows a zero percentage. The narrow space, food waste, and circulating water with an ammonia content of up to 0.05 mg/l are thought to have contributed to the crab's death. Water quality in both crab rearing areas shows that temperature, pH, salinity, DO, ammonia, nitrate and phosphate are still within the normal range for rearing mud crabs.
Mengungkap Kondisi Kerang Darah (Anadara granosa) dan Kerang Kepah (Meretrix meretrix) di Pantai Batu Belubang, Pulau Bangka Umroh umroh; La Ode Wahidin; Aditya Pamungkas; Agung Pryambada
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.912

Abstract

Batu Belubang Beach has abundant biological resources of Darah Mussels (Anadara granosa) and Kepah Mussels (Meretrix meretrix) in season. On the other hand, Batu Belubang waters are a post-tin mining area, therefore it is a concern for people to consume shellfish from the area. This concern is caused by the results of previous studies that said that post-tin mining areas left heavy metals, one of which was non-essential heavy metals such as Pb and Cu.  Therefore, this study aims to examine the heavy metal content of Cd and Pb in shellfish meat, and determine the condition of gill tissue and meat of Darah Mussels (Anadara granosa) and Kepah Mussels (Meretrix meretrix) from Batu Belubang. This research method is purposive sampling, and several analyses consisting of: analysis of heavy metals in sediment and meat, tissue observation from muscle/meat and gill histology. The results showed that the concentration of heavy metals Cd, Pb in sediment is still below the quality standard, this is due to the sediment texture at Batu Belubang Beach dominant with sand, so it has a low binding power to heavy metals. The concentration of heavy metals in meat is also still below quality standards, so it is still safe for consumption. This condition is also strengthened by the results of tissue observations that show the condition of the flesh and gill tissues has not been damaged. This condition shows that both shells have not experienced tissue disruption because the accumulation of heavy metals is still very low.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI BUDAYA MASYARAKAT PESISIR DI PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Bidayani, Endang; Wahidin, La Ode; Priyambada, Agung; Umroh, Umroh; Akhriyanti, Irma; Syari, Indra Ambalika; Gustomi, Andi; Arizona, Mohammad Oka; Batubara, Geothani Harapan Putera; Pamungkas, Aditya; Astrida, Nikki; Bayyan, Muhammad Miftahul; Anggoro, Aji Wahyu
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1583

Abstract

Wilayah pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki biodiversitas mangrove tinggi dengan luas 67.386 Ha. Tujuan penelitian adalah mengkaji sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di pesisir Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian ini adalah survei. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang berjumlah 129 orang dari 13 desa pesisir yang ditentukan secara purposive di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Pengumpulan data primer menggunakan alat bantu kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari kantor desa dan dinas tekait. Hasil penelitian, kondisi sosial masyarakat meliputi sumber listrik PLN, sumber air utama masyarakat adalah air sumur, jalur transportasi adalah transportasi darat, fasilitas umum meliputi masjid, mushola, lapangan bola, lapangan volley, perpustakaan desa dan tower sinyal utamanya Telkomsel dan Indosat. Agama yang dianut mayoritas masyarakat adalah Islam. Jenis pekerjaan masyarakat desa pesisir yang terdata terdiri dari tenaga pendidik, tenaga medis, bidan, pedagang, nelayan, wiraswasta, pengangguran dan lainnya. Kondisi ekonomi meliputi PDRB kabupaten/kota, yakni nilai PDRB tertinggi di Kabupaten Bangka tahun 2023 sebesar Rp 11.756.196 juta dan terendah di Kabupaten Belitung Timur sebesar Rp 6.211.049 juta. Kearifan lokal atau kebudayaan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung diantaranya: Maulid, Ruahan, Isra miraj, nisfu syaban, Satu Muharram, Rebo kasan, Peh Cun dan Perang Ketupat. Persepsi masyarakat terhadap keberadaan hutan mangrove dan tambang inkonvensional di wilayah pesisir pada kategori Baik, sedangan partisipasi masyarakat terhadap rehabilitasi/ perlindungan mangrove dan Preferensi masyarakat pesisir terkait perekonomian yang ingin dikembangkan pada kategori Sedang. Preferensi perekonomian yang ingin dikembangkan adalah budidaya ikan, udang dan kepiting, pengolahan ikan seperti kemplang dan terasi, kerajinan nipah dan wisata mangrove.
PERBANDINGAN MORFOMETRIK LAMUN Enhalus acoroides DI PANTAI TUKAK DAN PANTAI TANJUNG KERASAK KABUPATEN BANGKA SELATAN Ramadhayanti, Rizka; Umroh, Umroh; Utami, Eva
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1589

Abstract

Perbedaan dalam kualitas perairan serta karakteristik substrat antara Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak diduga dapat memengaruhi morfometrik lamun Enhalus acoroides yang tumbuh di wilayah tersebut. Mengacu pada hasil penelitian sebelumnya, dibutuhkan eksplorasi lebih lanjut secara mendalam di wilayah Bangka Selatan, terutama di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak sebagai lokasi utama penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variasi morfometrik lamun Enhalus acoroides antara kedua lokasi penelitian tersebut, serta melakukan analisis keterkaitan antara morfometrik lamun tersebut dengan kondisi kualitas perairan di lokasi tersebut. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama bulan Januari tahun 2024, dengan lokasi pelaksanaan studi bertempat di Pantai Tukak dan Pantai Tanjung Kerasak. Pengambilan data dilakukan di enam titik stasiun, dengan jumlah total 360 sampel morfometrik lamun Enhalus acoroides yang berhasil dikumpulkan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan ukuran morfologi pada lamun Enhalus acoroides diantara kedua Lokasi penelitian tersebut. Hasil analisis kondisi kualitas perairan Pantai Tukak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara parameter DO (oksigen terlarut) dan panjang daun lamun Enhalus acoroides. Sementara itu, hasil analisis yang dilakukan di kawasan Pantai Tanjung Kerasak menunjukkan bahwa kualitas perairan di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang memiliki korelasi dalam tingkat sedang terhadap morfometrik lamun dari spesies Enhalus acoroides
ECONOMIC VALUATION OF THE DIRECT BENEFITS OF CAPTURE FISHERIES AND THE CONTRIBUTION OF MANGROVES FOR FISHERMEN OF BATU ITAM VILLAGE, BELITUNG Yolanda, Yolanda; Umroh, Umroh; Wahidin, La Ode
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1632

Abstract

Pesisir Desa Batu Itam memiliki potensi sumber daya alam dan jasa lingkungan serta memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi di wilayah pesisirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekonomi langsung perikanan tangkap di ekosistem mangrove, mengetahui kontribusi nilai ekonomi langsung ekosistem mangrove terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Batu Itam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dan sensus. Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu nelayan mangrove yang berjumlah 27 responden yang ditentukan dengan metode sensus dan nelayan umum yang berjumlah 20 responden yang ditentukan dengan rumus slovin. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer (wawancara responden) dan data sekunder (studi pustaka). Pengukuran luasan mangrove dalam penelitian ini berbasis spasial dengan menggunakan data satelit sentinel-2A. Hasil yang diperoleh yaitu nilai ekonomi langsung ekosistem mangrove di Desa Batu Itam sebesar Rp. 1.376.670.000/tahun dengan rata-rata Rp. 275.334.000/tahun, hal ini dapat terbentuk karena didukung oleh luas ekosistem mangrove sebesar 205,13 Ha. Nilai manfaat langsung dari ikan memberikan nilai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan nilai manfaat langsung dari cumi-cumi, kepiting, udang, dan kerang. Kontribusi pendapatan dari ekosistem mangrove terhadap total pendapatan rumah tangga nelayan di Desa Batu Itam sebesar 74%.
Co-Authors Adibrata, Sudirman Aditya Pamungkas Agung Priyambada Agung Priyambada Agung Pryambada Ahmad Fahrul Syarif AHMAD ZULFIKRI Aji Wahyu Anggoro, Aji Wahyu Akhriati, Irma Akhriyanti, Irma Andi Gustomi Andre Faizer Anggraini Indah Pratiwi Ari Wibowo Ari Wibowo Aries Dwi Siswanto Ariyanto, Dafit Ariyanto Arizona, Mohammad Oka Astrida, Nikki Batubara, Geothani Harapan Putera Bayyan, Muhammad Miftahul Caca Suhendra Dareen Nadya Rema Didit Darmawan Dwi Rosalina Dwi Rosalina Eka Suharliana Endang Bidayani Eva Utami Eva Utami Evi Nurmala Fandi Ahmed Reza Fika Dewi Pratiwi Fitria Ningsih franto franto Franto, Franto Haris Apriyanto Henny Helmi Hudatwi, Mu'alimah Hudatwi, Mu’alimah Hudatwi, Mu’alimah Ilham Akbar Indah Puspita Sari Indra Ambalika Syari Indra Ambalika Syari Irma Akhrianti Irma Akhrianti Jeanne Darc. N. Manik Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan La Ode Wahidin La Ode Wahidin Laksita Aria Kusuma Maulana Maulana Mentari Mentari Mohammad Agung Nugraha Mu'alimah Hudatwi Muhammad Fajar Mu’alimah Hudatwi Mu’alimah Hudatwi Mu’alimah Hudatwi Nelson Rumui Nurhasinta Nurhasinta Nurhasinta, Nurhasinta Nuryanto Nuryanto Pamungkas, Aditya Pamungkas, Aditya Pratiwi, Anggraini Indah Priyambada, Agung Pryambada, Agung Ramadhayanti, Rizka Ria Erika Siti Fatimah SITI ZAHARA Sri Hanipa Suarman Suarman Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Suci Puspita Sari Syari, Indra Ambalika Titing Magfirah Verry Andre Fabiani Wa Masra Wahyu Adi Wahyu Adi Yolanda Yolanda, Yolanda