Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Integrasi Kearifan Lokal melalui Media Digital Canva dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Anzar Anzar; Amal Akbar; Sri Rahmadani Syarif
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ew4c1x95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi integrasi kearifan lokal melalui media digital Canva dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini didasari pentingnya pelestarian identitas budaya, penguatan pendidikan karakter, serta peningkatan literasi digital melalui pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai urgensi kearifan lokal dalam pembelajaran, serta menilai Canva sebagai media yang efektif, mudah diakses, dan relevan dengan karakteristik siswa. Strategi integrasi yang ditemukan meliputi: (1) penyajian cerita rakyat Pangkep dalam bentuk e-poster, (2) visualisasi peribahasa Bugis-Makassar dalam infografis interaktif, dan (3) pengembangan puisi siswa bertema laut, perahu pinisi, dan budaya lokal dengan dukungan visualisasi Canva. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman terhadap nilai budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, literasi digital, dan keterampilan kolaboratif. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal melalui media digital menjadi strategi yang efektif untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang kontekstual, menarik, dan bermakna.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SD NEGERI KALUKUANG KABUPATEN GOWA Kurniawati Kurniawati; Amal Akbar; Muhammad Dahlan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Scramble terhadap kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas III SD Negeri Kalukuang Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Groub Pretest-Posttest, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tes awal dan tes akhir. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III A dengan jumlah siswa 29 siswa. Teleknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah Pretest, Posttest, dan lembar observasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Teknik analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian, sebelum diterapkannya model pembelajaran Scramble, kemampuan membaca pemahaman siswa masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata Pretest sebesar 56,72 dengan jumlah siswa, yaitu 29 siswa. Setelah penerapan model pembelajaran Scramble, terjadi perubahan yang signifikan dengan nilai rata-rata Posttest sebesar 84,66 dengan 29 siswa. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, sehingga hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas penggunaan model pembelajran Scramble terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Dengan demikian, model pembelajaran Scramble  efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD Negeri Kalukuang Kabupaten Gowa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK DENGAN TEKNIK PROBING PROMPTING PADA SISWA KELAS IV SD INPRES MALLENGKERI II KOTA MAKASSAR Rezkya Annisaa; Adiwijaya Latief; Amal Akbar
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Inpres Mallengkeri II Kota Makassar melalui penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa yang ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, terbatasnya kesempatan untuk menyampaikan pendapat, serta dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kurt Lewin dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 22 siswa kelas IV. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa dan tes keterampilan berbicara, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan berbicara siswa. Persentase aktivitas siswa pada Siklus I meningkat dari 42,9% pada pertemuan pertama menjadi 57,1% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase aktivitas siswa kembali meningkat dari 64,3% pada pertemuan pertama menjadi 85,7% pada pertemuan kedua. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa juga meningkat dari 71,32 pada Siklus I menjadi 87,68 pada Siklus II. Pada Siklus II, seluruh siswa atau 100% telah mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan diskusi kelompok dengan teknik Probing Prompting efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Inpres Mallengkeri II Kota Makassar.