Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Metode Matching Card Terhadap Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ratnawati, Endrik; Supratno, Haris; Hanifudin, Hanifudin; Hosna, Rofiatul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1734

Abstract

Menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien menjadi tujuan utama dalam pendidikan, terutama di era modern yang menuntut penerapan metode inovatif agar proses belajar lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Tantangan utama yang dihadapi oleh para pendidik adalah menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Matching Card terhadap efektivitas dan efisiensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Tanjunggunung Peterongan jombanga, dengan jumlah responden sebanyak 101 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik, uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana, serta MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Matching Card berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, yang ditunjukkan dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta hasil belajar yang lebih baik. Selain itu, metode ini juga berpengaruh terhadap efisiensi pembelajaran, ditandai dengan optimalisasi waktu, tenaga, dan sumber daya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, metode Matching Card dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran, terutama dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Pembelajaran Interaktif Dengan Talking Stick: Solusi Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Fiqih Al Fazila, Hana; Hosna, Rofiatul; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1739

Abstract

Salah satu masalah dalam proses pembelajaran di kelas adalah kurangnya keaktifan siswa, sehingga siswa kurang respon pada materi yang disampaikan oleh gurunya yang berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar siswa, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman siswa, dan (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keduanya secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan metode Talking Stick, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Dengan jumlah masing-masing responden kelas sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes (posttest), dan dokumentasi. Keaktifan siswa diukur dengan angket, sementara pemahaman siswa diukur melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talking Stick berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar (sig. 0,000 < 0,05) dan pemahaman siswa (sig. 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan belajar sebesar 25,8% dan peningkatan pemahaman sebesar 18,3%. Dengan demikian, metode Talking Stick efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih di kelas.
Prinsip Dasar Muqaddimah Qanun Asasi Perspektif Pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asyri Husen, Fahmi; Hanifudin, Hanifudin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 4 (2024): November, I Special Issue on "Educational design research for human beings learn
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i4.32758

Abstract

This research discusses the fundamental principles of the Muqaddimah Qanun Asasi from the perspective of Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, the founder of Nahdlatul Ulama (NU). This study employs a library research methodology with a descriptive-analytical approach, combining the analysis of various primary and secondary sources. The findings show that Hadratussyaikh emphasized the importance of unity among the ummah, the role of ulama as the chain of Ahlus Sunnah wal Jama'ah, mutual assistance, enjoining good and forbidding evil (amar ma'ruf nahi munkar), and prayers for the safety of the ummah, all while considering the socio-historical context, comprehensive methods of interpretation, and education. These principles not only serve as normative guidelines but also as a foundation for building a just, harmonious, and civilized society in accordance with moderate and inclusive Islamic values.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES (MI) Hanifudin
EL-Islam Vol 3 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-islam.v3i2.1975

Abstract

This study aims to produce the formulation of the PAI learning model based on multiple intelligences. There are two stages that must be carried out in the application of the multiple intelligences learning models in order to obtain optimal results, namely: (1) empowering all types of intelligence that exist in each subject and (2) optimizing the achievement of certain subjects based on the intelligence that stands out in each. student. This study uses the type of development research (R&D). This study follows Plomp's educational development model which takes five stages, namely: the investigation stage; design stage; construction/realization stage; test/evaluation/revision stage; and implementation stage. The selection of the Plomp model is based on the consideration that; First, this model provides a relatively simple path to get a quality model. Second, this model does not require an experimental-based product test to determine the quality of the model, but it is sufficient to test the model. Based on the research problem formulation, data exposure and analysis, as well as discussion, the results of this study can be concluded as follows: The multiple intelligence-based PAI learning model is a learning model concept whose orientation and purpose is not only to develop and stimulate multiple intelligences that exist in each student, but more than that is an effort to form students who have a harmonious, harmonious, and balanced identity, character, personality in their relationship with Allah SWT, themselves, fellow humans, other creatures, and nature.
Persepsi Santri Terhadap Efektivitas Program Muroja’ah Dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an Di Madrasah Hifdzil Qur-an (MHQ) Pondok Pesantren Putri (PPP). Walisongo Cukir Jombang Rahayu Ningsih; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat Islam agar memperoleh kesejahteraan dunia dan akhirat. Untuk menjaga kemurniannya, Al-Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dipelajari, tetapi juga dijaga melalui hafalan dan pengulangan yang berkelanjutan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang aktif dalam program tahfidz adalah Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) di bawah naungan Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, yang menyelenggarakan program muroja’ah (pengulangan hafalan) sebagai strategi menjaga hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri terhadap efektivitas program muroja’ah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di MHQ PPP. Walisongo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri memiliki persepsi positif terhadap program muroja’ah karena terbukti efektif dalam membantu menjaga hafalan mereka secara konsisten. Kesimpulannya, program muroja’ah memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an santri dan perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan tahfidz.
Urgensi Pendidikan Karakter sebagai Strategi Menghadapi Tantangan Globalisasi di Sekolah Fina Fauziah; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kemajuan teknologi dan informasi menyebabkan nilai-nilai budaya asing masuk dengan cepat dan tanpa filter, yang dapat menggerus karakter generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk membekali peserta didik dengan nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang kuat agar mampu menghadapi tantangan global. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan dan mengembangkan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran, keteladanan, serta budaya sekolah yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah urgensi pendidikan karakter di sekolah sebagai strategi dalam menyikapi dampak negatif globalisasi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kerja sama dalam kurikulum dan aktivitas keseharian siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang dijalankan secara konsisten dan terstruktur mampu memperkuat jati diri siswa dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing. Dengan demikian, pendidikan karakter bukan hanya pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membangun generasi yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan nilai-nilai lokal dan nasional.
Peran Kiai dalam Pembentukan Karakter Santri: Suatu Kajian Literatur Daud; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sarana fundamental dalam membentuk karakter generasi bangsa. Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, pesantren menempati posisi yang strategis sebagai lembaga pendidikan tradisional yang telah lama berkontribusi dalam mencetak kader-kader umat yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen keagamaan yang tinggi. Peran kiai sebagai pembentuk karakter santri tidak hanya bersumber dari otoritas akademik, tetapi juga dari kharisma spiritual dan legitimasi sosial yang dimilikinya di mata masyarakat pesantren. Santri tidak hanya menghormati kiai sebagai guru, tetapi juga meneladaninya sebagai uswah hasanah (teladan yang baik). Relasi antara kiai dan santri bukan semata hubungan formal pengajar dan pelajar, melainkan merupakan relasi spiritual yang mengandung unsur pembinaan karakter, akhlak, dan spiritualitas yang mendalam. Dalam konteks ini, kiai menjadi aktor utama dalam internalisasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan keteladanan, nasihat, serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Metode kajian literatur adalah metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis sumber-sumber tertulis (seperti buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lainnya) yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan dari kajian literatur adalah untuk memahami teori dan konsep yang sudah ada serta menemukan celah kajian yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
Revitalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Alpha Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Society 5. Devind Camelia Rossa; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan Generasi Alpha sebagai generasi digital yang hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, internet, robotika, dan Big Data. Generasi Alpha memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun mereka minim dan lemah dalam berinteraksi sosial karena seringnya terpaut dengan gadget atau handphone. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan pendidikan tradisional, dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi pada era baru tanpa menghilangkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pondok pesantren dalam membentuk kompetensi digital, mengetahui karakteristik pada Generasi Alpha, tantangan pendidikan ditengah distrupsi teknologi era Society 5.0. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran inovatif, revitalisasi kurikulum, dan integrasi teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan transformatif dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 seperti Generasi Alpha yang minim empati, dan sosialisasi, dan kurangnya memperhatikan spiritualisasi dalam dirinya sehingga pondok pesantren harus melakukan revitalisasi bahwa peran pondok pesantren dalam menyiapkan Generasi Alpha di Era Society 5.0 adalah mampu menggabungkan tradisi dan inovasi teknologi seperti pelatihan digitalisasi pada pengajar, modernisasi kurikulum dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Islam: Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak dalam Islam merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, akhlak menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan Islam dan menjadi inti dari segala proses pembelajaran, baik formal maupun informal. Dalam sejarah peradaban Islam, para ulama dan cendekiawan telah menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai sarana membentuk masyarakat yang beradab, adil, dan harmonis. Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer adalah suatu metode kajian ilmiah yang dilakukan dengan cara menelaah, membandingkan, dan mengkaji secara kritis isi, pemikiran, atau konsep dari dua jenis sumber pustaka, yaitu: Literatur Klasik karya-karya ilmiah atau pemikiran dari tokoh-tokoh terdahulu yang memiliki nilai historis dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Al-Ghazali, misalnya, menekankan pentingnya pembersihan jiwa melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli, yang menjadi jalan menuju akhlak yang tertanam secara permanen dalam diri manusia. Ibnu Miskawaih membawa pendekatan etika filosofis dengan mengedepankan keseimbangan antara akal dan nafsu untuk mencapai kebajikan utama: hikmah (kebijaksanaan), iffah (pengendalian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adalah (keadilan).
Peran Strategis Pondok Putri Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Keindonesiaan di Tengah Arus Globalisasi Della Elya Kuswati; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Volume IX Edisi II ( Juli-Desember In-Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena khas dalam peradaban nmanusia yang terus berkembang dalam masyarakat dunia, sekaligus menjadi bagian dari proses peradaban global itu sendiri. Adapun globalisasi juga sebagai fenomena peradaban modern membawa dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam aspek positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, maupun aspek negatif berupa krisis nasionalisme, individualisme, konsumerisme, penyalahgunaan media sosial, hingga ancaman disintegrasi bangsa. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga jati dirinya melalui nilai-nilai keindonesiaan yang berlandaskan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan toleransi. Dalam konteks ini, pesantren berperan penting sebagai benteng moral sekaligus lembaga pendidikan yang mampu menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pesantren, khususnya Pesantren Tebuireng, dalam menjaga nilai keindonesiaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri tradisi, sejarah, serta kontribusi nyata Pesantren Tebuireng dalam membentuk karakter santri yang religius, nasionalis, moderat, toleran, mandiri, serta berjiwa gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tebuireng tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menjaga identitas kebangsaan melalui tradisi inklusif, perjuangan historis seperti Resolusi Jihad 1945, serta kiprah tokoh-tokoh nasional yang lahir darinya.Dengan demikian, pesantren terbukti menjadi pilar penting dalam melestarikan nilai-nilai keindonesiaan sekaligus meneguhkan identitas bangsa di era globalisasi. Peran ini menjadikan pesantren relevan sebagai benteng moral, pusat kebudayaan, dan agen transformasi sosial bagi masa depan Indonesia.