Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Prinsip Dasar Muqaddimah Qanun Asasi Perspektif Pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asyri Husen, Fahmi; Hanifudin, Hanifudin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 4 (2024): November, I Special Issue on "Educational design research for human beings learn
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i4.32758

Abstract

This research discusses the fundamental principles of the Muqaddimah Qanun Asasi from the perspective of Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, the founder of Nahdlatul Ulama (NU). This study employs a library research methodology with a descriptive-analytical approach, combining the analysis of various primary and secondary sources. The findings show that Hadratussyaikh emphasized the importance of unity among the ummah, the role of ulama as the chain of Ahlus Sunnah wal Jama'ah, mutual assistance, enjoining good and forbidding evil (amar ma'ruf nahi munkar), and prayers for the safety of the ummah, all while considering the socio-historical context, comprehensive methods of interpretation, and education. These principles not only serve as normative guidelines but also as a foundation for building a just, harmonious, and civilized society in accordance with moderate and inclusive Islamic values.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES (MI) Hanifudin
EL-Islam Vol 3 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-islam.v3i2.1975

Abstract

This study aims to produce the formulation of the PAI learning model based on multiple intelligences. There are two stages that must be carried out in the application of the multiple intelligences learning models in order to obtain optimal results, namely: (1) empowering all types of intelligence that exist in each subject and (2) optimizing the achievement of certain subjects based on the intelligence that stands out in each. student. This study uses the type of development research (R&D). This study follows Plomp's educational development model which takes five stages, namely: the investigation stage; design stage; construction/realization stage; test/evaluation/revision stage; and implementation stage. The selection of the Plomp model is based on the consideration that; First, this model provides a relatively simple path to get a quality model. Second, this model does not require an experimental-based product test to determine the quality of the model, but it is sufficient to test the model. Based on the research problem formulation, data exposure and analysis, as well as discussion, the results of this study can be concluded as follows: The multiple intelligence-based PAI learning model is a learning model concept whose orientation and purpose is not only to develop and stimulate multiple intelligences that exist in each student, but more than that is an effort to form students who have a harmonious, harmonious, and balanced identity, character, personality in their relationship with Allah SWT, themselves, fellow humans, other creatures, and nature.
Persepsi Santri Terhadap Efektivitas Program Muroja’ah Dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an Di Madrasah Hifdzil Qur-an (MHQ) Pondok Pesantren Putri (PPP). Walisongo Cukir Jombang Rahayu Ningsih; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat Islam agar memperoleh kesejahteraan dunia dan akhirat. Untuk menjaga kemurniannya, Al-Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dipelajari, tetapi juga dijaga melalui hafalan dan pengulangan yang berkelanjutan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang aktif dalam program tahfidz adalah Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) di bawah naungan Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, yang menyelenggarakan program muroja’ah (pengulangan hafalan) sebagai strategi menjaga hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri terhadap efektivitas program muroja’ah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di MHQ PPP. Walisongo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri memiliki persepsi positif terhadap program muroja’ah karena terbukti efektif dalam membantu menjaga hafalan mereka secara konsisten. Kesimpulannya, program muroja’ah memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an santri dan perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan tahfidz.
Revitalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Alpha Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Society 5. Devind Camelia Rossa; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan Generasi Alpha sebagai generasi digital yang hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, internet, robotika, dan Big Data. Generasi Alpha memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun mereka minim dan lemah dalam berinteraksi sosial karena seringnya terpaut dengan gadget atau handphone. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan pendidikan tradisional, dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi pada era baru tanpa menghilangkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pondok pesantren dalam membentuk kompetensi digital, mengetahui karakteristik pada Generasi Alpha, tantangan pendidikan ditengah distrupsi teknologi era Society 5.0. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran inovatif, revitalisasi kurikulum, dan integrasi teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan transformatif dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 seperti Generasi Alpha yang minim empati, dan sosialisasi, dan kurangnya memperhatikan spiritualisasi dalam dirinya sehingga pondok pesantren harus melakukan revitalisasi bahwa peran pondok pesantren dalam menyiapkan Generasi Alpha di Era Society 5.0 adalah mampu menggabungkan tradisi dan inovasi teknologi seperti pelatihan digitalisasi pada pengajar, modernisasi kurikulum dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Islam: Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak dalam Islam merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, akhlak menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan Islam dan menjadi inti dari segala proses pembelajaran, baik formal maupun informal. Dalam sejarah peradaban Islam, para ulama dan cendekiawan telah menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai sarana membentuk masyarakat yang beradab, adil, dan harmonis. Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer adalah suatu metode kajian ilmiah yang dilakukan dengan cara menelaah, membandingkan, dan mengkaji secara kritis isi, pemikiran, atau konsep dari dua jenis sumber pustaka, yaitu: Literatur Klasik karya-karya ilmiah atau pemikiran dari tokoh-tokoh terdahulu yang memiliki nilai historis dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Al-Ghazali, misalnya, menekankan pentingnya pembersihan jiwa melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli, yang menjadi jalan menuju akhlak yang tertanam secara permanen dalam diri manusia. Ibnu Miskawaih membawa pendekatan etika filosofis dengan mengedepankan keseimbangan antara akal dan nafsu untuk mencapai kebajikan utama: hikmah (kebijaksanaan), iffah (pengendalian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adalah (keadilan).
Peran Strategis Pondok Putri Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Keindonesiaan di Tengah Arus Globalisasi Della Elya Kuswati; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena khas dalam peradaban nmanusia yang terus berkembang dalam masyarakat dunia, sekaligus menjadi bagian dari proses peradaban global itu sendiri. Adapun globalisasi juga sebagai fenomena peradaban modern membawa dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam aspek positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, maupun aspek negatif berupa krisis nasionalisme, individualisme, konsumerisme, penyalahgunaan media sosial, hingga ancaman disintegrasi bangsa. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga jati dirinya melalui nilai-nilai keindonesiaan yang berlandaskan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan toleransi. Dalam konteks ini, pesantren berperan penting sebagai benteng moral sekaligus lembaga pendidikan yang mampu menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pesantren, khususnya Pesantren Tebuireng, dalam menjaga nilai keindonesiaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri tradisi, sejarah, serta kontribusi nyata Pesantren Tebuireng dalam membentuk karakter santri yang religius, nasionalis, moderat, toleran, mandiri, serta berjiwa gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tebuireng tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menjaga identitas kebangsaan melalui tradisi inklusif, perjuangan historis seperti Resolusi Jihad 1945, serta kiprah tokoh-tokoh nasional yang lahir darinya.Dengan demikian, pesantren terbukti menjadi pilar penting dalam melestarikan nilai-nilai keindonesiaan sekaligus meneguhkan identitas bangsa di era globalisasi. Peran ini menjadikan pesantren relevan sebagai benteng moral, pusat kebudayaan, dan agen transformasi sosial bagi masa depan Indonesia.
Globalisasi, Budaya Dan Identitas Keislaman: Studi Literatur Peran Pesantren Dalam Menjaga Karakter Bangsa Fitria Muktisari; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk budaya dan identitas keislaman masyarakat. Perkembangan teknologi, arus informasi, dan interaksi antarbangsa menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang signifikan. Di satu sisi, globalisasi membuka ruang pertukaran ilmu pengetahuan, ekonomi, serta kebudayaan secara lebih luas. Namun, di sisi lain, ia juga berpotensi melemahkan nilai-nilai lokal, mengikis tradisi, dan mengaburkan identitas keislaman generasi muda. Dalam konteks ini, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki posisi yang sangat strategis. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai institusi keilmuan dan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga moral, pelestari budaya, dan penguat karakter bangsa.Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, serta laporan penelitian terdahulu. Melalui pendekatan ini, penulis berupaya mengkaji secara mendalam kontribusi pesantren dalam menghadapi arus globalisasi, terutama dalam menjaga budaya dan identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kearifan lokal, sehingga santri tidak hanya dibekali dengan ilmu agama, tetapi juga dengan kesadaran identitas, sikap toleransi, dan keterampilan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman. Pesantren juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan berbasis nilai, pelestarian seni tradisional, serta penguatan solidaritas komunitas.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam membentuk generasi yang berkarakter, beridentitas keislaman kuat, serta tetap adaptif terhadap dinamika global. Relevansi pesantren dalam menjaga budaya dan karakter bangsa membuktikan bahwa lembaga ini tetap aktual di era modern, bahkan menjadi benteng utama dalam menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Artificial Intelligence-Based Learning Assistance for the Subject of Faith and Morals in Islamic Boarding School-Based Madrasas Hosna, Rofiatul; Idawati, Khoirotul; Hanifudin; Mahsun, Ali; Budiarti, Erika Mei; Ilahiyah, Iva Inayatul
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v4i2.1224

Abstract

The digital era has brought many significant changes in various aspects of life, including education. Islamic education in Madrasah is required to be more creative, adaptive and responsive, especially in the subject of Moral Faith.  Low digital literacy of teachers and limited infrastructure are obstacles to innovation in the modern era. Therefore, the purpose of this service is to implement artificial intelligence in the form of Canva and Quizizz in learning Akidah Akhlak in order to strengthen the character of students in the Tebuireng Jombang Islamic Boarding School, namely MTs Salafiyah Syafi'iyah and MA Salafiyah Syafi'iyah. The service method used is Participatory Action Research (PAR) which actively involves teachers and students in each stage, starting from problem identification to evaluation. The results of the service showed that the teachers participated in the training well and were filled with high enthusiasm. Using artificial intelligence-based learning media in the form of Canva and Quizizz can increase knowledge, increase creativity, improve skills, make it easier for teachers to deliver material, make it easier for teachers to evaluate learning outcomes through automatic assessment, and improve the quality of madrasah education. The targeted outputs from the results of this service are journals and books.
Konsep Pendidikan Ukhuwah wathaniyah Perspektif Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari Nursyahbani, Iqbal; Hanifudin, Hanifudin
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v24i1.3988

Abstract

This article explores the concept of ukhuwah wathaniyah (national brotherhood) as envisioned by Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, a prominent Indonesian religious figure. It also examines the critical need for character education for students in the current era. The research employs a literature study method, analyzing Hasyim Asy'ari's works, particularly those collected in "Irsyād as-Sārī Fī Jam'i al-Muṣannafāt asy-Syaikh Hāsyim 'Asy'arī," along with other relevant documents such as manuscript books and his speeches, as well as books about him. An interpretive approach is used to understand the social and historical contexts that influenced Hasyim Asy'ari's thought, in order to unveil his concept of ukhuwah wathaniyah education. The research findings classify Hasyim Asy'ari's concept of ukhuwah wathaniyah education as consisting of politics based on Islam, a spirit of nationalism as the basis of ukhuwah wathaniyah, and a spirit of building unity as the foundation of ukhuwah wathaniyah