Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edulead

DIGITALISASI PENDIDIKAN PADA SEKOLAH SWASTA BERBIAYA RENDAH DI MASA PANDEMI COVID-19 Tajudin Tajudin; Yogi Sugiyana
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.456

Abstract

Digitization of education is an issue that is getting enough public attention today, as a response to drastically changing education services. Both the system in terms of learning, as well as the culture. The Covid-19 pandemic has forced students, teachers, and schools to experience digital technology-based educational activities. And the results can be predicted that almost all parties involved in the world of education complain of difficulties with this new emergency system. This difficulty is especially burdensome for schools which are financially and due to natural factors difficult to implement the digitalization of education. However, ready or not, the digitalization of education must be realized and accepted by all parties. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of digitalization of education in low-cost private schools which of course from a financial point of view are greatly affected by the current pandemic conditions so that it becomes a formidable challenge for school leaders, where in addition to having to think about how to survive, schools can also finance their operations. must ensure distance learning can run more effectively and fun. This research uses a literature study approach and to obtain clear characteristics of the discourse in the form of theories and concepts studied, the authors use the content analysis method, to make inferences that can be replicated about what schools should prepare to welcome this new era of education regarding the application of digitalization of education so that in its application schools can provide a sense of security and comfort for students, teachers, and parents of students. Abstrak Digitalisasi pendidikan merupakan isu cukup mendapat perhatian publik saat ini, sebagai respon terhadap pelayanan pendidikan yang berubah secara drastis. Baik sistem dari sisi pembelajaran, maupun kulturnya. Pandemi Covid-19 telah memaksa siswa, guru, dan sekolah untuk merasakan aktivitas pendidikan yang berbasis teknologi digital. Dan hasilnya dapat diprediksi bahwa hampir semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan mengeluh kesulitan dengan sistem baru yang sifatnya darurat ini. Kesulitan tersebut terutama sangat terasa membebani bagi sekolah-sekolah yang secara financial maupun karena faktor-faktor alamiah sulit untuk menerapkan digitalisasi pendidikan tersebut. Namun, siap atau tidak, digitalisasi pendidikan harus segera direalisasikan serta diterima oleh semua pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan digitalisasi pendidikan pada sekolah swasta berbiaya rendah yang tentunya dari sisi keuangan sangat terdampak dengan kondisi pandemic yang terjadi saat ini sehingga menjadi tantangan berat bagi para pemimpin sekolah, dimana selain harus memikirkan bagaimana agar sekolah bisa survive membiayai operasionalnya, juga wajib memastikan pembelajaran jarak jauh dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dan untuk mendapatkan karakteristik yang jelas dari wacana berupa teori dan konsep yang dikaji, penulis menggunakan metode content analysis, untuk membuat inferensi yang dapat direplikasi tentang apa yang harus disiapkan oleh sekolah untuk menyambut era baru dari dunia pendidikan ini terkait penerapan digitalisasi pendidikan sehingga dalam penerapannya sekolah dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa, guru, dan orang tua siswa.
Cooperative and Conflict dalam Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Nurhalali Deden As’ari; Tajudin Tajudin; Yanti Yulianti; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.383

Abstract

Cooperative and conflict in educational leadership is a unity that cannot be separated. new technological advances, intense competition, differences in culture and value systems, as well as various kinds of individual personalities, due to the large number of people who use their tongues freely without being based on moral, value and religious considerations, are the causes of the tendency for conflicts to occur which have the potential to give birth to conflicts and disputes and can This creates a bad situation in various environments, both family, school, and community. so that conflict management and leadership are authoritative, honest and trustworthy as a neutralizer or mediator between conflicting parties, as well as a means to unite various conflicting things to free human life from individual interests and from vices, so that later they can be led to the path of light. Conflict management in education is basically a set of ways to manage all conflicts faced by education managers which are carried out consistently and uniformly, intended to assess, control, fund, and utilize all existing conflicts to increase organizational value for the benefit of interested parties (stakeholders). ). This study tries to look at cooperation and conflict from four perspectives, namely theological, philosophical, psychological, and sociological perspectives. Theologically, Islam teaches the importance of tolerance, respecting the differences that humans have so as not to trigger conflict and lead to enmity and hostility. Conflict is very necessary in human life. However, don't get involved in a conflict that ends up becoming a prolonged conflict with no solution that will actually damage human relations and will harm humans themselves. Philosophically, professional conflict management practitioners must be able to understand the essence of conflict as a form of managing a balance between conflict and the benefits of conflict in the interest of optimizing the benefits of educational institutions. Psychologically conflict management in education focuses on learning about how to understand teaching and learning in an educational environment which is intended to influence educational activities so that the teaching and learning process can take place more effectively by paying attention to the psychological response and behavior of students. Sociologically, conflict management in education is defined as a social process between one or more people who try to get rid of the other party by destroying or making him helpless. Various conflicts and social unrest that occur can actually be managed wisely and wisely. ABSTRAK Kooperatif dan konflik dalam kepemimpinan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu, akibat banyaknya orang yang menggunakan lidahnya secara bebas tanpa didasari oleh pertimbangan moral, nilai dan agama, merupakan penyebab kecenderungan terjadinya konflik yang berpotensi melahirkan pertentangan dan perselisihan serta dapat menimbulkan situasi yang buruk dalam berbagai lingkungan baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. sehingga diperlukan manajemen konflik dan kepemimpinan yang berwibawa, jujur dan dapat dipercaya sebagai penetralisir atau penengah diantara pihak-pihak yang berkonflik,,sekaligus sebagai sarana untuk menyatukan berbagai hal yang saling bertentangan untuk membebaskan kehidupan manusia dari kepentingan individual dan dari kejelekan-kejelekan, sehingga kemudian mereka dapat dibawa menuju ke jalan yang terang. Manajemen konflik dalam dunia pendidikan pada dasarnya merupakan seperangkat cara mengelola seluruh konflik yang dihadapi oleh pengelola pendidikan yang dilakukan secara konsisten dan seragam, dimaksudkan untuk menilai, mengendalikan, mendanai, dan memanfaatkan seluruh konflik yang ada untuk meningkatkan nilai organisasi untuk kepentingan pihak yang berkepentingan (stakeholder). Kajian ini mencoba untuk melihat kooperatif dan konflik dari empat perspektif, yaitu perspektif teologis, filosofis, psikologis, dan sosiologis. Secara teologis Islam mengajarkan pentingnya toleransi menghargai adanya perbedaan-perbedaan yang dimiliki manusia agar jangan sampai memicu konflik dan mengakibatkan perseteruan dan permusuhan. Konflik memang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Namun, jangan sampai terlarut dalam konflik yang akhirnya menjadi konflik berkepanjangan yang tidak ada solusinya yang justru akan merusak hubungan antar manusia dan akan merugikan manusia itu sendiri. Secara filosofis, praktisi manajemen konflik yang profesional mesti mampu memahami esensi konflik sebagai bentuk pengelolaan keseimbangan antara konflik dan manfaat konflik demi kepentingan optimalisasi keuntungan lembaga pendidikan. Secara psikologis manjemen konflik dalam pendidikan fokus mempelajari tentang cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan yang dimaksudkan untuk mem-pengaruhi kegiatan pendidikan sehingga proses pembelajaran dan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan tingkah laku peserta didik. Secara sosioligis, manajemen konflik dalam pendidikan, diartikan sebagai suatu proses sosial antara satu orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Berbagai konflik dan kerusuhan sosial yang terjadi sebenarnya dapat dikelola secara arif dan bijaksana.