Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan koleksi Perpustakaan Samudra Pustaka Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Nurman Widodo; Moch Syahri
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 19 No 1 (2023): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v19i1.6438

Abstract

Introduction. This study aims to describe the collection development of the Samudra Pustaka Library.. Samudra Pustaka Library is a village library that became the best village library in 2021 nationally. The completeness of the collection is one of the indicators of the success of managing the village library management. Data Collection Methods. The method used was a qualitative descriptive with several data collection techniques including interviews, observations, and documentation studies. Data Analysis. Data analysis was conducted by following stages of collection development developed by Evans and Saponaro Results and Discussion. Samudra Pustaka Library currently does not have their own collection development policy Societal analysis was conducted based on user suggestions and identified community livelihoods.. Selection criteria focus on purchases, donations, and collaboration. Weeding activities are carried out by withdrawing collections deemed unreadable. Evaluation activities are carried out by taking into account user suggestions related to collections. Several identified constraints were found on the budget, collections, and human resources. Conclusion. All collection development processes are on the right track. A collection development policy should be created immediately.
Strategi Roasting Kiky Saputri terhadap Petinggi Negara Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum; Moch. Syahri; Roekhan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2674

Abstract

Strategi roasting digunakan komika untuk menyampaikan kritikan dengan dibumbui unsur humor. Unsur humor dalam roasting membuat kritikan yang disampaikan tidak sampai menyinggung perasaan target roasting. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan strategi roasting yang digunakan Kiky Saputri melalui aspek bahasa dan aspek logika. Data penelitian ini berupa wacana roasting Kiky Saputri terhadap petinggi negara. Data bersumber dari rekaman video Kiky Saputri ketika meroasting sebelas petinggi negara. Data diperoleh dengan cara menyimak, mentranskripsikan,dan mengkode data. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis humor Asa Berger. Hasil analisis data menunjukkan bahwa satir, permainan kata, kesalahpahaman, bombastis, dan permainan bunyi ditemukan dalam strategi roasting melalui bahasa. Strategi roasting melalui logika ditemukan berupa pemutarbalikan, perbandingan, analogi, kekecewaan, kemustahilan, dan ketaksengajaan. Umumnya dalam roasting Kiky Saputri terhadap petinggi negara didominasi penggunaan strategi melalui satir dan pemutarbalikan.
Patologi Ekonomi Politik Masyarakat Modern dalam Trilogi Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye Nizar Halimatus Sa'diyah; Moch. Syahri; Nita Widiati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2894

Abstract

Permasalahan sosiokultural dalam setiap lapisan masyarakat klasik hingga modern berkisar seputar ekonomi dan politik. Novel berbanding lurus dengan realitas sosiokultural yang dikandung masyarakat. Novel berpotensi pula sebagai media pemahaman budaya suatu daerah ataupun negara. Penelitian ini memiliki tujuan memberi penjelasan mengenai bentuk patologi ekonomi dan politik pada masyarakat morern dalam novel-novel karya Tere Liye. Novel-novel yang diteliti berjudul Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk, dan Bedebah di Ujung Tanduk. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat kutipan yang diperoleh dari teks trilogi novel. Penelitian ini juga didukung oleh informasi tekstual tentang bentuk-bentuk patologi ekonomi dan politik dalam praktik sosiokultural. Teknik pengumpulan data dengan cara baca dan catat. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dokumen menurut Krippendorf. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, bentuk patologi ekonomi terdiri dari (1) rush money, (2) shadow economy, (3) inflasi, dan (4) pasar non-riil. Kedua, bentuk patologi politik terdiri dari (1) transaksi politik, (2) penyalahgunaan kekuasaan, (3) konflik kepentingan, dan (4) manipulasi dan kamuflse penegakan hukum. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa patologi ekonomi dan politik yang terjadi dalam masyarakat modern memiliki kerterkaitan yang sangat kompleks dan dinamis sehingga diperlukan koalisasi antar instansi penegak hukum.
Revealing the power practices and ideology of pedophiles in pedophile community through transitivity choices Antok Risaldi; Anang Santoso; Moch. Syahri; Yuni Pratiwi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p176

Abstract

Among the choices of grammatical forms, the transitive system stands out in the pedophile community. The purpose of this study is to reveal the exercise of power and ideology of pedophiles through their transitive choices. In systemic functional linguistics (SFL), the transitivity system is widely used to analyze isolated clauses and contextual clauses. The data for this research was taken from conversational texts by pedophiles at WordPress Jakongsu from December 2021 to February 2022.  Data were collected through netnography approach (Kozinets, 2010), which applies ethnography collection technique in the virtual world. The existed data were compiled in a digital archive. To analyze the data, Fairclough's critical discourse analysis (CDA) model was used (i.e., description, interpretation, and explanation). The findings of the study indicate that pedophiles tend to use clauses of the material process than those of mental and relational processes.Mengungkap praktik kuasa dan ideologi pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia melalui pilihan ketransitifanDi antara pilihan terhadap bentuk-bentuk gramatikal, pilihan sistem ketransitifan begitu menonjol dalam komunitas pedofilia. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap praktik kuasa dan ideologi pelaku kejahatan dalam komunitas pedofilia melalui pilihan ketransitifan. Dalam linguistik sistemik fungsional (LSF), sistem transitivitas adalah sarana yang umum digunakan untuk menganalisis klausa yang terisolasi maupun klausa dalam konteks. Data penelitian ini diambil dari satu komunitas pedofilia di Wordpress Jakongsu selama Desember 2021 hingga Februari 2022. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini berupa netnografi yang mengacu kepada pendapat Kozinets (2010), yang merupakan bentuk adopsi dari teknik pengumpulan etnografi pada ranah dunia maya. Data yang sudah ada dikumpulkan dalam pengarsipan digital. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan model analisis wacana kritis dari Fairclough, yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Temuan dari penelitian ini menjelaskan bahwa dalam pedofilia memiliki kecenderuan untuk menggunakan klausa yang berjenis proses material dibandingkan klausa yang berjenis proses mental dan proses relasional.
Dysphemism Manifestation: Disassembly Ganyang Malaysia in Indonesian Football News Headlines NFN Aswan; Anang Santoso; Moch. Syahri
SUAR BETANG Vol 18, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v18i2.12884

Abstract

In recent decades (1959-2023), the phrase ganyang Malaysia has been widely used by the media to frame the confrontation of Indonesia and Malaysia. Over time, the media has employed this phrase in various contexts, including Indonesian football headlines. So far, research related to the phrase ganyang Malaysia in the context of semantic studies has not shown significant results, warranting further investigation. Focus of this research is to examine the use of the phrase ganyang Malaysia in Indonesian football news headlines, based on its usage in media, meanings, and history. The method employed in this study was qualitative and utilized a semantic study approach. The research data consisted of 40 Indonesian football news headlines obtained from 10 online media. Indonesian media uses the phrase ganyang Malaysia to convey a sense of superiority and the euphoria. In terms of its meaning and history, phrase ganyang Malaysia manifests as a form of jargon disfeminism with the purpose of characterizing, emphasizing, and representing unfavorable situations. The manifestation of disfemism in the phrase ganyang Malaysia serves as empirical evidence that sports can be a means of expressing emotions, national identity, and collective sentiments within society. AbstrakFrasa ganyang Malaysia dalam beberapa dekade ini (1959-2023) banyak digunakan media massa dalam membingkai konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Dalam perkembangannya, media massa menggunakan frasa tersebut dalam berbagai konteks, salah satunya tampak pada judul berita sepak bola Indonesia. Sejauh yang ditelusuri, belum ada penelitian secara spesifik mengungkapkan bagaimana frasa ganyang Malaysia pada judul berita. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meneliti frasa ganyang Malaysia dalam judul berita sepak bola berbasis berdasarkan perspektif penggunaannya di media massa, makna, dan sejarah. Jenis metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian semantik. Data penelitian adalah 40 judul berita sepak bola Indonesia yang didapatkan dari 10 media massa daring (media mainstream). Ditemukan bahwa frasa ganyang Malaysia digunakan media massa Indonesia untuk menampilkan superior dan euforia kemenangan Indonesia atas Malaysia atau kekalahan Malaysia dari Indonesia dan negara lain. Ditinjau dari makna dan sejarahnya, frasa ganyang Malaysia memanifestasikan disfemisme berbentuk jargon dengan tujuan untuk karakterisasi, penekanan, dan representasi situasi buruk. Manifestasi disfemisme dalam frasa ganyang Malaysia menjadi bukti impiris bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi, identitas nasional, dan sentimen kolektif dalam masyarakat.
EUPHEMISM AS POLITENESS STRATEGY: INVESTIGATING LANGUAGE USE AMONG CHILDREN OF INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN MALAYSIA Aswan, Aswan; Suyitno, Imam; Santoso, Anang; Syahri, Moch.; Amir, Asmah
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um006v7i22023p332-351

Abstract

This study explores euphemism in the language use of Indonesian migrant workers' children in Malaysia. Focusing on intercultural communication within Indonesian schools, it employs a qualitative case study approach with observational data collection. Results reveal diverse euphemistic forms (1) one-word substitutions, (2) circumlocution, (3) borrowing, (4) abbreviation, (5) hyperbole, and (6) figurative expression in Bugisness, Indonesian, English, and Malaysian. These euphemisms serve as linguistic politeness strategies for indirect speech acts in communication.
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa pada Era New Normal Salsabila, Awani Fernia Octra; Syahri, Moch
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.4.725-744

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku pencarian informasi mahasiswa pada masa New Normal untuk memenuhi kebutuhan akademik dan melihat pola pencarian informasi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif data berupa teks deskriptif yang telah diolah dari hasil wawancara yang telah dilakukan. Sumber data berupa hasil wawancara mendalam dengan mahasiswa Universitas Negeri Malang program studi S1 Ilmu Perpustakaan angkatan 2019. Teknik pengumpulan data dilaksankan dengan cara wawancara mendalam dan dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Model perilaku pencarian informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model perilaku pencarian informasi Ellis yang dikembangkan oleh Meho dan Tibbo (2003) terdiri 10 tahap pencarian informasi yaitu starting, chaining, browsing, monitoring, accessing, differentiating, extracting, verifying, networking, information managing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan semua komponen pencarian informasi di era New Normal. Mahasiswa juga mengalami kesulitan pada beberapa aktivitas pencarian informasi. Pola perilaku pencarian informasi mahasiswa pada era New Normal terdiri dari sembilan tahapan dan jarang melakukan tahapan monitoring. Pada penelitian ini juga ditemukan tahapan pola pencarian informasi dilakukan dalam satu tahapan dan juga terdapat tahapan pencarian informasi yang dilakukan secara dua kali.
Wujud Mantra Mekakat Junggring Salaka dalam Pendidikan Karakter Masyarakat Suku Tengger Luizzahro, Aullina; Suyitno, Imam; Syahri, Moch
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 11, No 03: SEPTEMBER 2023
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan mantra Mekakat Junggring Salakan dengan peran oendidikan karakter dalam masyarakan suku Tengger. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  pendekatan deskriptif kualitatif  dan jenis penelitian  ini menggunakan jenis penelitian analisis wacana. Sumber data dalam penelitian  ini berupa kutipan mantra Mekakat Junggring Salaka yang dapat menggambarkan pendidikan karakter yang muncul dalam masyarakat suku Tengger. Sumber data dalam penelitian ini merupakan kumpulan mantra suku Tengger. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci (human instrument) yang merupakan  perencana, pengumpul dan  menganalisis data  sekaligus menjadi pelapor dari hasil penelitiannya. Pendidikan karakter yang mucnul dalam mantra Mekakat Junggring Salaka, seperti religius, toleransi, dan demokratis merupakan hasil dari penelitian ini.
TURBA SASTRAWAN LEKRA DALAM RESISTENSI KELAS PEKERJA: HISTORIOGRAFI SASTRA INDONESIA PERIODE 1960-AN Zulfikar, Mohammad Fikri; Marwan, Iwan; Saryono, Djoko; Syahri, Mochammad
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.5.1.106.2023

Abstract

This study aims to describe the efforts made by the writers of the People's Cultural Institute (Lekra) in describing the resistance of the peasants and workers in their literary works so that they are better known by the wider community. Among them is using the descending method or commonly known as the abbreviation Turba to see the immediate conditions of the people from the peasants and workers' lives. This research uses a qualitative research type with a historiographical approach which is a tool in seeing the motives, types, and themes of literary works that develop in society. The data of this study refers to a group of information from text readings and historical facts. Sources of research data include the Harian People's newspaper as the primary source and other library materials as a complement. Data accessed from the collections of the H.B. Literature Documentation Center (PDS). Jassin to the Jakarta National Library (Perpusnas). The research instrument is the researcher himself (human instrument). This research yielded information about (1) the background of turba, (2) the turba method, (3) the experiences of lekra writers doing turba, and (4) the works of lekra writers which describe the resistance of the peasants and workers.
Information Searching Behaviour Patterns of “Swara Pendidikan” Magazine Reporter Anggraeni, Ayu; Syahri, Moch
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v9i2.21650

Abstract

Reporters of Swara Pendidikan magazine act as information providers in the campus environment. The information provided is categorized as depth news so that the quality of the information depends on its delivery. This study aims to determine the information search behavior patterns of Swara Pendidikan magazine reporters with Meho and Tibo's information search theory. This study uses qualitative research with a descriptive research type. The research data are in the form of sentences from in-depth interviews with research data sources consisting of three people. The results of the study show that Swara Pendidikan magazine reporters have ten similar information search patterns, starting with starting to determine the topic of information sought through the Ministry of Education and Culture website. Chaining, further exploring information sources on the internet. Browsing using Google. Monitoring, monitoring the latest information by matching it to the theme on the Ministry of Education and Culture website. Accessing, rarely encountering obstacles because the network is stable. Differentiating, assessing the content and quality of information by reading it. Extracting, taking important points. Verifying, rereading the information findings. Information managing, using Google Drive and Microsoft Word. Ending with networking to maintain good relationships and report work results. The findings of the information search behavior patterns are slightly different from Meho and Tibo's theory. Differences were found in the networking stage which was carried out after the information managing stage. The findings were based on similarities in information search motivation, tasks and workflows.