Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Calculation of the Effect of Substation Configuration on the Resistance Value of the Grounding System Ayu Fitriani; Jhoni Hidayat; Joel Panjaitan; Syofyan Anwar Syahputra; Mili Alfisari
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v5i1.15014

Abstract

Generally, the configuration of the substation grounding system is in the form of a grid or mesh, where several conductor rods are installed vertically and horizontally or combined with conductor rods planted deep in the ground from each point or not. The substation configuration is very complex because of the many variables used in accordance with IEEE Standard 80-2013. This variable also influences the allowable and actual magnitude of the step voltage and touch voltage. The substation grounding system configuration can be designed in several shapes including rectangular, square, L-shaped and T-shaped. The parameters used are an area of 70 m x 70 m, a conductor rod depth of 0.5 meters with a total conductor length for a rectangle of 1540 meters without rods, an L-Shaped shape of 1755 meters and a T-Shaped shape of 3857 meters. The results obtained by the resistance of the grounding system without rods in the T-Shaped configuration were 2.39 Ω. For the resistance results, the grounding system uses a rod with the same area and a conductor length of 3917 meters with a resistance value of 2.39 Ω in the T-shape configuration. The results of the resistance values obtained with various forms of grounding system configurations and varying conductor lengths are still safe and below the threshold or standard of the grid grounding system.
Sosialisasi UU Ketenagalistrikan dan Keselamatan Instalasi Bertegangan Rendah Kepada Masyarakat Kecamatan Medan Kota Andi Nova Bukit; Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar; Muchsin Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Undang-Undang Ketenagalistrikan dan Keselamatan Instalasi Bertegangan Rendah memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman dan sesuai peraturan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Baru dengan tujuan memberikan edukasi mengenai ketentuan hukum terkait kelistrikan serta tata cara instalasi listrik yang aman dan efisien. Metode sosialisasi melibatkan penyampaian materi secara interaktif, diskusi, dan simulasi instalasi listrik sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi standar keselamatan instalasi listrik, serta kemampuan mereka dalam mengenali potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang aman dari risiko kebakaran atau kecelakaan akibat kelalaian dalam pengelolaan instalasi listrik. jumlah peserta pada kegitan ini kurang lebih 30 orang diman pemahaman peserta tentang pemahaman UU ketenagalistrikan, instalasi listrik mulai dari pengetahuan dasar instalasi listrik, sosialisasi PUIL 2011. Sebelum mengikuti kegiatan pelatihan nilai rata-rata adalah 40, namun setelah mengikuti kegiatan nilai rata-rata menjadi 80, maka persentase peningkatan sebesar 100%.
Pelatihan Perbaikan Overhaul Kompresor Chiller Bagi Para Teknisi Perusahaan di Tanjung Morawa Syofyan Anwar Syahputra; Joel Panjaitan; Arnold Pakpahan; Regina Sirait; Ayu Fitriani; Muchsin Harahap
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah melakukan pelatihan, pengajaran dan pengembangan kompetensi bagi para teknisi perusahaan yang terletak di Tanjung Morawa. Para teknisi tersebut yang tadinya awam terhadap perbaikan mesin pendingin chiller diharapkan melalui kegiatan ini dapat menyelesaikan masalah ketika terjadi gangguan pada unit mesin chiller. Biasanya perbaikan mesin pendingin dilakukan oleh pihak ke tiga, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para teknisi dapat memperbaiki sendiri kompresor chiller. Ilmu pengetahuan yang kita miliki sebagai tenaga pengajar pada perguruan tinggi kita salurkan kepada para teknisi dikemas dalam kegiatan yang disebut dengan pengabdian kepada masyarakat. Dimana kegiatan PKM ini wajib dilakukan oleh setiap tenaga pengajar untuk menyalurkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini yang tadinya para teknisi tidak mengerti tentang perbaikan mesin pendingin khusunya overhaul kompresor chiller, sekarang sudah berhasil dan berani melakukan perbaikan sendiri.
Sosialisasi Hemat Energi dan Keamanan Listrik Bertegangan Rendah Kepada BKM Masjid di Kabupaten Deli Serdang Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar; Abdullah Yusuf Pulungan; Tomi Abdillah; Mhd Fahmi Syawali Rizki
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan listrik yang efisien dan aman merupakan bagian penting dalam pengelolaan fasilitas publik, termasuk masjid, guna mendukung keberlanjutan operasional dan menjamin keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan pemahaman Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di Kabupaten Deli Serdang terkait hemat energi dan keamanan listrik bertegangan rendah sosialisasi. Sebanyak 15 peserta BKM dari Masjid Al-Musyawarah Kabupaten Deli Serdang mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilakukan melalui metode ceramah interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test (sebelum kegiatan) dan post-test (setelah kegiatan) pada empat indikator utama: Kemampuan Menganalisis Masalah, Pengetahuan Instalasi 1 Fasa, Pemahaman Bahaya Kebakaran, dan Pemahaman PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Kemampuan menganalisis masalah meningkat dari 55 menjadi 95, pengetahuan instalasi 1 fasa dari 55 menjadi 100, pemahaman bahaya kebakaran dari 60 menjadi 100, dan pemahaman PUIL dari 60 menjadi 100. Peningkatan drastis ini mengindikasikan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi BKM terhadap pengelolaan listrik yang hemat dan aman. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di masjid-masjid lain guna menciptakan lingkungan masjid yang lebih efisien energi dan bebas dari risiko kelistrikan.
Pelatihan Pemeliharaan Transformator Daya Pada Perusahaan Manufaktur Plastik Syofyan Anwar Syahputra; Joel Panjaitan; Arnold Pakpahan; Ayu Fitriani; Regina Sirait; M. Fadlan Siregar; Milli Alfhi Syari; M. Ikhwan Fahmi
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknisi perusahaan dalam melakukan pemeliharaan transformator daya berkapasitas 1000 kVA secara benar, aman, dan sistematis. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pemahaman teknisi terkait prosedur pemeliharaan preventif dan prediktif transformator daya, khususnya yang berkaitan dengan inspeksi visual, pengujian dasar, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ketenagalistrikan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi teknis berbasis studi kasus, pelatihan praktik langsung di lapangan, serta pendampingan teknisi dalam melakukan pemeliharaan transformator daya. Materi pelatihan mencakup prinsip kerja transformator, jenis-jenis gangguan, pemeriksaan kondisi minyak trafo, pengecekan sistem pendinginan, serta prosedur pengamanan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan teknisi dalam melaksanakan pemeliharaan transformator daya 1000 kVA secara terencana dan sesuai standar. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan perusahaan serta meminimalkan risiko gangguan dan kecelakaan kerja.
Sosialisasi SLO dan Permen ESDM No. 7 tahun 2021 Tentang Keselamatan Ketenagalistrikan di Kecamatan Medan Baru Andi Nova Bukit; Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar; Boy Laksamana; Afrita; D. Shahreizza; Dhana Suriyanto
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Desember
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Medan Baru merupakan kawasan pemukiman padat penduduk sekaligus pusat komersial di Kota Medan yang memiliki risiko tinggi terhadap bahaya kebakaran akibat kegagalan instalasi listrik. Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap standarisasi kelistrikan dipicu oleh kurangnya pemahaman mengenai regulasi terbaru dan pentingnya aspek legalitas formal. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai keselamatan ketenagalistrikan berdasarkan Permen ESDM No. 7 Tahun 2021 dan urgensi kepemilikan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu workshop edukatif, safety inspection (audit instalasi mandiri), serta pendampingan administrasi melalui Klinik SLO. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan perilaku masyarakat. Skor rata-rata pemahaman regulasi warga meningkat dari 15% menjadi 90%, dan sebanyak 15 pemilik bangunan telah memulai proses pendaftaran SLO secara proaktif. Temuan lapangan selama inspeksi berhasil mengidentifikasi dan memitigasi potensi bahaya berupa penggunaan material non-SNI dan beban berlebih pada jaringan domestik, sinergi antara sosialisasi regulasi dan pendampingan teknis secara langsung efektif dalam mendorong terciptanya budaya sadar listrik yang aman dan taat hukum di wilayah Kecamatan Medan Baru.
Edukasi Hukum Pidana Pencurian Listrik dan Optimalisasi KWH-Meter Digital di Kecamatan Medan Johor Andi Nova Bukit; Muhammad Fadlan Siregar; Boy Laksamana; Afrita; D. Shahreiza; Mhd. Dhana Suriyanto; Syofyan Anwar Syahputra
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencurian energi listrik masih menjadi salah satu masalah krusial yang merugikan negara dan membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk di wilayah Kecamatan Medan Johor. Masalah ini umumnya dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi hukum pidana serta minimnya optimalisasi penggunaan teknologi pembatasan daya modern. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum warga mengenai sanksi pidana pencurian listrik berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan KUHP, sekaligus memberikan pemahaman teknis mengenai optimalisasi KWH-Meter Digital sebagai alat kontrol energi yang transparan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan: survei lapangan dan identifikasi masalah, pemaparan materi (edukasi hukum dan demonstrasi fitur KWH-Meter Digital), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra yang signifikan. Sebanyak 85% peserta kini memahami bahwa tindakan memanipulasi arus listrik masuk dalam ranah tindak pidana materiil dengan ancaman hukuman penjara dan denda besar. Selain itu, masyarakat mulai mengoptimalkan fitur token dan alarm pada KWH-Meter Digital untuk mendeteksi dini kebocoran arus (instalasi buruk) atau indikasi manipulasi pihak luar. Kegiatan ini berhasil membentuk kelompok masyarakat sadar hukum dan melek teknologi energi, yang diharapkan dapat menekan angka kerugian non-teknis akibat pencurian listrik di Kecamatan Medan Johor.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital bagi Santri Pesantren Modern Ta'dib Al-Syakirin Kecamatan Medan Johor Syofyan Anwar Syahputra; Zainuddin Ginting; Zetta Fazira; Ishak Ibrahim; Eryanti Novita; Yunida Berliana; Budhi Santri Kusuma; Darianto; Gustam Harahap; Muhammad Fadlan Siregar
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut lembaga pesantren untuk adaptif dalam mentransformasikan metode pembelajaran konvensional ke arah digital. Pesantren Modern Ta'dib Al-Syakirin di Kecamatan Medan Johor memiliki potensi infrastruktur yang baik, namun pemanfaatan perangkat digital oleh para santri masih terbatas untuk aktivitas hiburan dan belum dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran agama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis santri dalam memanfaatkan media pembelajaran digital sebagai sarana penguatan keilmuan agama dan dakwah kreatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Experiential Learning yang meliputi tahapan analisis situasi, persiapan instrumen, pelaksanaan pelatihan intensif berbasis praktik langsung (hands-on), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan ini adalah 50 santri pesantren tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman dan keterampilan teknis peserta sebesar 85% berdasarkan hasil analisis skor post-test. Selain itu, para santri berhasil memproduksi ragam media pembelajaran digital berbasis keagamaan yang interaktif secara mandiri. Kegiatan ini berimplikasi pada kesiapan santri dalam menghadapi tantangan era digital serta mempercepat akselerasi digitalisasi ekosistem pendidikan di lingkungan pesantren.
Development of Potato-Derived Carbon Nanofibers as Sustainable Moisture-Regulating Supporting Layers for Photovoltaic Modules Indri Dayana; Habib Satria; Nidya Chitraningrum; Mega Puspita Sari; Tino Hermanto; Yopan Rahmad Aldori; Dadan Ramdan; Syofyan Anwar Syahputra; Dina Maizana; Moranain Mungkin; Junaidi Junaidi; Ade Irma Sagala; Siti Utari Rahayu
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v7i2.9175

Abstract

Moisture-induced degradation remains a critical reliability issue in photovoltaic (PV) modules, particularly in humid tropical climates. While biomass-derived carbon materials have been widely investigated for electrochemical applications, their use as functional supporting layers in PV modules remains limited. This study develops potato-derived carbon nanofibers through moderate-temperature carbonization (700 °C, N₂ atmosphere) followed by electrospinning. Structural and chemical properties were evaluated using XRD, FTIR, Raman spectroscopy, and BET surface area analysis. Morphology and fiber diameter distribution were examined via SEM. Electrical conductivity was measured using a four-point probe method. Water vapor permeability (WVP) and biodegradation behavior were assessed to evaluate durability and moisture regulation capability. The synthesized material exhibits predominantly amorphous turbostratic carbon with characteristic D and G Raman bands (ID/IG ≈ 0.92), specific surface area of 186 ± 12 m²/g, and electrical conductivity of 3.8 ± 0.4 S/m. Nanofiber diameters range from 72–108 nm (mean ± SD). Controlled WVP (3200–4100 mg/day/L) and moderate biodegradability (8–12% mass loss over 14 days) indicate balanced vapor diffusion and structural integrity. The results demonstrate the feasibility of potato-derived carbon nanofibers as sustainable moisture-regulating supporting layers in photovoltaic modules.