Erosi tanah merupakan salah satu bentuk degradasi lahan yang sering terjadi pada kawasan perkebunan dataran tinggi akibat intensitas hujan tinggi, kondisi lereng curam, dan karakteristik tanah yang mudah tererosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi, mengevaluasi kemampuan lahan, serta menganalisis hubungan keduanya sebagai dasar rekomendasi pengelolaan lahan di Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis data sekunder. Hasil pengamatan menunjukkan variasi tingkat bahaya erosi pada setiap titik penelitian, dipengaruhi oleh perbedaan tekstur tanah, kedalaman tanah, kemiringan lereng, dan kerapatan vegetasi. Klasifikasi kemampuan lahan menggunakan sistem USDA menunjukkan bahwa Titik 3 termasuk kelas kemampuan lahan III, Titik 1 kelas IV, dan titik 2 kelas VI dengan tingkat pembatas meningkat sejalan dengan kerentanan erosi. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik biofisik lahan sangat menentukan tingkat kestabilan tanah dan risiko erosi. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik biofisik lahan sangat menentukan tingkat kestabilan tanah dan risiko erosi. Oleh karena itu, penerapan teknik konservasi tanah perlu diperkuat, khususnya pada area dengan kemiringan curam dan tekstur tanah berpasir untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan perkebunan teh.