Claim Missing Document
Check
Articles

THE INFLUENCE OF GOOGLE SITES ON IPAS LEARNING  ON SELF REGULATED THROUGH STUDENT LEARNING MOTIVATION Megasari, Nia; Sri Hariani, Lilik; Ifana Sari, Yuli
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/yswwv808

Abstract

This study aims to examine the impact of utilizing Google Sites on students’ self-regulated learning (SRL) abilities within Integrated Natural and Social Sciences (IPAS) instruction, with learning motivation acting as a mediating variable. The research is grounded in the urgent need for educational transformation toward interactive, technology driven learning that cultivates learner autonomy in the context of 21st century education. Employing a quantitative descriptive approach through a case study design, the research involved 100 upper-grade students from SDN Jrebeng Kulon 1, Probolinggo City. Data were gathered using structured questionnaires and analyzed using path analysis to determine both direct and indirect effects among the studied variables. Findings reveal that the integration of Google Sites exerts a positive and statistically significant influence on students’ self-regulated learning, with an R Square value of 0.289, indicating that 28.9% of the variance in SRL is jointly explained by Google Sites usage and learning motivation. Moreover, learning motivation functions as a mediating factor that strengthens this relationship. These results align with Zimmerman’s (2023) Self Regulated Learning Theory and Deci & Ryan’s (2000) Self-Determination Theory, which emphasize autonomy, competence, and social relatedness. Theoretically, the study reinforces the pedagogical potential of digital technology integration in stimulating cognitive, affective, and metacognitive domains. Practically, it recommends that educators employ Google Sites not merely as a content delivery platform but as a transformative medium to cultivate adaptive, technology-based learner autonomy.
Organisasi Kepemudaan sebagai Agen Perubahan: Studi Kasus Karang Taruna dalam Memperkuat Pengembangan Ekonomi Lokal di Perdesaan Indonesia Muslim, Lanyala Trio Agus; Sari, Yuli Ifana
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i3.3866

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya peran organisasi kepemudaan dalam memperkuat perekonomian lokal di wilayah perdesaan, khususnya akibat keterbatasan kapasitas kelembagaan dan lemahnya integrasi program pemberdayaan ekonomi. Meskipun organisasi pemuda kerap diposisikan sebagai agen perubahan, kajian yang secara mendalam menelaah peran organisasi kepemudaan berbasis desa dalam kerangka pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan model strategis pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna sebagai youth-led organization dalam meningkatkan perekonomian lokal di Desa Semarum. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Karang Taruna dalam penguatan ekonomi lokal masih menghadapi hambatan struktural, meliputi lemahnya komunikasi organisasi, keterbatasan kapasitas kepemimpinan, rendahnya sinkronisasi program dengan pemerintah desa, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum terintegrasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan dan kolaborasi multipihak untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Analisis Persebaran Tingkat Bahaya Erosi dan Evaluasi Kemampuan Lahan di Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Lawang Indriana, Jovanka Diva; Sari, Yuli Ifana
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 2 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i2.11207

Abstract

Erosi tanah merupakan salah satu bentuk degradasi lahan yang sering terjadi pada kawasan perkebunan dataran tinggi akibat intensitas hujan tinggi, kondisi lereng curam, dan karakteristik tanah yang mudah tererosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi, mengevaluasi kemampuan lahan, serta menganalisis hubungan keduanya sebagai dasar rekomendasi pengelolaan lahan di Kebun Teh Wonosari, Kecamatan Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta analisis data sekunder. Hasil pengamatan menunjukkan variasi tingkat bahaya erosi pada setiap titik penelitian, dipengaruhi oleh perbedaan tekstur tanah, kedalaman tanah, kemiringan lereng, dan kerapatan vegetasi. Klasifikasi kemampuan lahan menggunakan sistem USDA menunjukkan bahwa Titik 3 termasuk kelas kemampuan lahan III, Titik 1 kelas IV, dan titik 2 kelas VI dengan tingkat pembatas meningkat sejalan dengan kerentanan erosi. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik biofisik lahan sangat menentukan tingkat kestabilan tanah dan risiko erosi. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik biofisik lahan sangat menentukan tingkat kestabilan tanah dan risiko erosi. Oleh karena itu, penerapan teknik konservasi tanah perlu diperkuat, khususnya pada area dengan kemiringan curam dan tekstur tanah berpasir untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan perkebunan teh.
Strategi Integrasi Materi Keanekaragaman Flora dan Fauna dalam Pembelajaran Geografi: Studi Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Daeli, Evangeline Renata; Sari, Yuli Ifana
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 7, No 2 (2025): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v7i2.11212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola-pola pembelajaran yang diterapkan oleh pengajar, mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran dalam mengintegrasikan materi mengenai keanekaragaman flora dan fauna, serta merancang alternatif strategi yang dapat memperdalam pemahaman siswa di bidang Geografi di SMA Kristen Setia Budi Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru geografi, analisis dokumen Alur Tujuan Pembelajaran, serta kuesioner yang diisi oleh siswa. Temuan menunjukkan bahwa proses pembelajaran berlangsung cukup baik dari segi perencanaan dan implementasi. Para guru secara konsisten menerapkan model Discovery Learning, memanfaatkan media visual, dan menghubungkan materi pelajaran dengan konteks lingkungan setempat, yang berkontribusi pada meningkatnya partisipasi serta pemahaman siswa. Rata-rata skor tanggapan siswa yang mencapai 4,59 mengonfirmasi efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan. Meski demikian, terdapat ketidaksesuaian antara rencana dan penilaian yang dilakukan, karena penilaian autentik yang direncanakan dalam ATP belum dilaksanakan. Hal ini mengakibatkan kemampuan analitis dan evaluatif siswa tidak terukur secara maksimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan penilaian autentik berbasis proyek, pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, serta penerapan strategi kolaboratif untuk memperkuat pemahaman siswa secara komprehensif dan menyelaraskan proses pembelajaran dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
Penguatan Motivasi Belajar Remaja Pesisir Melalui Kolaborasi Sekolah, Keluarga, Dan Masyarakat Ma’sum, Rokhmat; Wayuni, Holifah; Ariska, Dhebi; Sulistiyowati, Dyaretno; Imansari, Yunita; Hariyani, Lilik Sri; Sari, Yuli Ifana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1137

Abstract

Rendahnya motivasi belajar remaja pesisir masih menjadi permasalahan pendidikan yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga, dukungan sekolah, serta lingkungan sosial masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya minat belajar dan meningkatnya risiko putus sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat motivasi belajar remaja pesisir melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan remaja sebagai sasaran utama, serta orang tua, guru, dan tokoh masyarakat sebagai mitra pendukung. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang meliputi sosialisasi, diskusi kelompok, refleksi, serta pendampingan belajar. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar, keaktifan, kepercayaan diri, dan komitmen belajar remaja pesisir. Kolaborasi yang terbangun mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan suportif. Keluarga menjadi lebih sadar terhadap peran pendampingan belajar, sekolah memperkuat fungsi fasilitasi pendidikan, dan masyarakat menunjukkan kepedulian yang lebih tinggi terhadap pendidikan remaja. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif secara individual dan sosial serta menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif efektif dalam meningkatkan motivasi belajar remaja pesisir. Program ini berpotensi menjadi model penguatan pendidikan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Implementasi Disiplin Positif Reflektif Dalam Membentuk Etika Komunikasi Dan Budaya Kelompok Siswa Kelas V SDN Kesatrian 1 Zubaidah, Rr Siti Alisa Nur; Ismoyowati, Ismoyowati; Nurhayati, Desy; Sari, Yuli Ifana; Indawati, Ninik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1144

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam proses implementasi Disiplin Positif Reflektif (DPR) oleh guru kelas V serta menganalisis peran pendekatan ini dalam membentuk Etika Komunikasi dan menumbuhkan Budaya Kelompok yang bertanggung jawab di SDN Kesatrian 1 Malang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) dengan teknik utama observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan angket. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V, siswa, dan kepala sekolah. Hasil menunjukkan bahwa DPR, khususnya melalui dialog restitusi, efektif mentransformasi hukuman menjadi peluang belajar. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas dialog guru (84%) dan pergeseran pola Etika Komunikasi siswa dari agresif menjadi asertif (didukung 78% persetujuan bahasa sopan). Kesimpulan utama adalah bahwa konsistensi penerapan DPR berhasil menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif, di mana tanggung jawab terhadap masalah kelas tidak lagi bersifat individual tetapi telah menjadi budaya kelompok, dengan tingkat Tanggung Jawab Kolektif mencapai 82%.
Field Trips Improve Student Understanding of Hindu-Buddhist Heritage: Kunjungan Lapangan Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Warisan Hindu-Buddha Alfun Salam; Yuli Ifana Sari; Onik Farida Nikmatullah
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12796

Abstract

General background: Social Studies (IPS) learning on historical heritage often relies on lecture-based methods that limit student engagement and conceptual understanding. Specific background: At SMA Islam Sidoarjo, teaching Hindu–Buddhist heritage has not yet optimally utilized local sites such as Candi Tawangalun as contextual learning resources. Knowledge gap: Empirical evidence on the effectiveness of field trip (karyawisata) methods in improving senior high school students’ understanding of Hindu–Buddhist heritage remains limited. Aims: This study examines the influence of the field trip method to Candi Tawangalun on students’ understanding of Hindu–Buddhist heritage in grade X IPS. Results: Using a quasi-experimental pretest–posttest control group design (N = 100), the experimental classes showed significantly higher gains (N-Gain 0.57–0.58; moderate) than the control class (N-Gain 0.27; low), supported by strong observation and questionnaire scores. Novelty: The study integrates local temple heritage as a structured field-based IPS learning model at the SMA level, combining cognitive outcomes with students’ affective and motivational responses. Implications: Findings underscore the need for schools and teachers to institutionalize field trip–based, local-history learning to enhance understanding, engagement, and appreciation of cultural heritage in IPS instruction. Highlights: Shows that field trips to local temples significantly improve students’ understanding of Hindu–Buddhist heritage. Demonstrates higher learning gains in experimental classes compared to traditional lecture-based teaching. Highlights the importance of integrating local cultural sites into IPS learning to boost engagement and appreciation. Keywords: Hindu–buddhist Heritage, Field Trip Method, Social Studies Learning, Candi Tawangalun, Student Understanding
Pengembangan Aplikasi Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Geografi Kelas X Muhlas Fauzi; Ninik Indawati; Yuli Ifana Sari
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v14i1.101467

Abstract

Geography learning at the high school level often faces challenges in attracting students' interest in learning. Along with technological advancements, teachers are required to be more creative and innovative in delivering material so that it is easy to understand and attract students' interest. This research aims to develop Augmented Reality (AR) applications as an innovative learning medium to increase students' interest in learning in geography subjects. The method uses the Research and Development (R&D) model of Borg and Gall. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires. The results of the study show that AR applications significantly increase students' interest in learning. Visualization of 3D models such as Characteristics of the Earth's Layer, helps students understand abstract geographical concepts. The conclusion is that Augmented Reality (AR) has great potential as an innovative learning medium for geography, because it increases students' interest and understanding.
POLA SOSIAL DAN PARTISIPASI WARGA DALAM PENGELOLAAN KAWASAN WISATA PANTAI BALEKAMBANG, KABUPATEN MALANG Melydia Brilian Saraswati; Yuli Ifana Sari
Jurnal GeoCivic Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i2.11053

Abstract

Pantai Balekambang merupakan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Kabupaten Malang yang perkembangannya sangat dipengaruhi oleh pola sosial dan partisipasi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sosial dan bentuk partisipasi warga dalam pengelolaan kawasan wisata Pantai Balekambang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 10 informan kunci (warga lokal, pengelola, dan wisatawan), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sosial di Pantai Balekambang berjalan sangat baik, ditandai dengan koordinasi harmonis antara warga lokal, pengelola, dan pengunjung melalui mekanisme musyawarah dan gotong royong. Partisipasi warga mencakup kerja bakti kebersihan pantai, pengelolaan usaha ekonomi lokal, pelestarian budaya melalui upacara Besekah Laut, dan keterlibatan aktif dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Balekambang Bersatu". Faktor pendorong partisipasi meliputi manfaat ekonomi langsung dan dukungan pemerintah daerah, sementara kendala yang dihadapi berupa perbedaan pendapat antarwarga dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara masyarakat, pengelola, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan wisata pesisir berbasis komunitas yang inklusif di Kabupaten Malang.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS RELAWAN DALAM KEGIATAN MITIGASI BENCANA DI KOTA MALANG Susilowati Susilowati; Yuli Ifana Sari
Jurnal GeoCivic Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i2.11287

Abstract

Relawan kebencanaan memiliki peran penting dalam mitigasi bencana di Kota Malang yang memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga efektivitas relawan menjadi faktor kunci keberhasilan penanganan darurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi dan pelatihan terhadap efektivitas relawan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode explanatory survey pada 207 relawan, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan pelatihan berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas relawan, dengan nilai R² sebesar 0,328, di mana pelatihan merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan kemampuan teknis, sementara motivasi memperkuat kesiapan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas mitigasi bencana ditentukan oleh sinergi antara kompetensi teknis dan faktor psikologis, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen kebencanaan melalui dasar empiris dalam perancangan program pelatihan dan strategi peningkatan motivasi relawan.
Co-Authors Achmad Hidayat Alfun Salam Andariana, Friorina Tri Puspa Andriyani, Ririn Annisa, Ulfa Roudohtul Aris Efendi Aris Efendi Ariska, Dhebi Ba’diya Kusufa, Roni Alim Budianto, Alexius Endy Daeli, Evangeline Renata Dherig Singgah Pratama Dwi Fauzia Putra Dwi Fauzia Putra Dwi Kurniawati Dwi Kurniawati Dwi Kurniawati, Dwi endah andayani Etik Wahyuni Farida Ni’matullah, Onik Fauzan . Febiola Alif Syahputri Fedrianto, Andri Ferdrika Bobii Hariani, Lilik Sri Hariyani, Lilik Sri Imansari, Yunita Indrawati, Mamik Indriana, Jovanka Diva Ismawati Musa Ismoyowati Jufri, Zahrotus Khasan Basori KUSUFA, RONI ALIM BA’DIYA Lilik Sri Hariani Linjon Linjon M., Lina Ma’sum, Rokhmat Megasari, Nia Melydia Brilian Saraswati Meviana, Ika Minna Pali, Damaris Muhlas Fauzi Muslim, Lanyala Trio Agus Natalia Aristina Dewi Nawaji, Nawaji Nelya Eka Susanti, Nelya Eka Nikmatullah, Onik Farida Nila Restu Wardani Nila Restu Wardani Ni’matullah, Onik Farida Nurfadilah Nurhayati, Desy Nurul Qomariyah Oktaviana Flaviana Kasi Oktavianus Hofman Onik Farida Nikmatullah Onik Farida Ni’matullah Petrus Nong Lewar Pieter Sahertian Prihatin Sulistyowati, Prihatin Rahayu, Giat Nitia Ravinesh Rohit Prasad Rini Hidayati Roni Alim Ba'diya Kusufa Roni Alim Ba’diyah Kusufa Salam, Alfun Saudah, Urifatus Siti Halimatus Sakdiyah Sri Wilujeng Sudiyono Sudiyono Suhadi, Buang Sulistiyo Sulistiyo Sulistiyowati, Dyaretno Sulistyo Sulistyo Sunaryati, Yenny Supriati, Anita Susilowati Susilowati Sutanto, Rohadi Eko Tabuni, Dion Theresia Cicy Oktaviana Triyatno, Wigit Try Novita Devi, Maristha Walipah Wayuni, Holifah Widyastuti, Novi Dwi Witasari, Upit Yohana Prima Yohanes Donia Muda Yulianti & Ninik Indawati Hartatik Zubaidah, Rr Siti Alisa Nur