Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GANGGUAN SISTEM ORGAN PADA PASIEN DENGAN EXPANDED DENGUE SYNDROME: ORGAN SYSTEM DISORDERS IN PATIENTS WITH EXPANDED DENGUE SYNDROME Veronica, Raja Merlinda; Agustiawan; Zulfikar, Deza Harati; Kaonang, Mahardika Putri; Syahadatina
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.682

Abstract

Dengue merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan penyebab utama penyakit virus yang ditularkan melalui arthropoda. Infeksi dengue dapat bermanifestasi sebagai demam dengue, demam berdarah dengue, dan syok dengue. Expanded dengue syndrome (EDS) merupakan terminologi yang dikembangkan dalam pedoman WHO tahun 2012. Manifestasi yang tidak biasa ini seringkali dikaitkan dengan koinfeksi, komorbiditas, atau komplikasi syok yang berkepanjangan dan dapat dikaitkan dengan EDS. Manifestasi yang tidak biasa mungkin tidak dilaporkan atau tidak dikenali atau tidak terkait dengan demam berdarah. Namun, penilaian klinis yang tepat harus dilakukan untuk penatalaksanaan yang tepat, dan pemeriksaan kausal harus dilakukan. Pasien pada umumnya mengalami manifestasi gastrointestinal, jantung dan neurologis yang seringkali berakibat fatal. Pengetahuan tentang EDS membantu menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat untuk demam berdarah dengan manifestasi yang tidak biasa.
KARAKTERISTIK PENGGUNA PRODUK TEMBAKAU HEAT-NOT-BURN BERDASARKAN NIAT DAN UPAYA UNTUK BERHENTI MEROKOK Nora Maulina; Muhammad Fadhlan La Tabari; Agustiawan; Rai Riska Resty Wasita; Andi Nasir
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i1.694

Abstract

Pendahuluan: Tembakau heat not burn (HnB) pada umumnya dipasarkan sebagai produk yang aman, meskipun isu tersebut masih kontroversial. Kami meneliti karakteristik dan persepsi pengguna tembakau HnB. Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menyebar kuesioner menggunakan aplikasi google-form. Data penelitian ini kami sajikan dalam Tabel dan Grafik, dimana analisis univariat dilakukan untuk menilai persebaran karakteristik responden penelitian. Semua data penelitian yang kami masukkan bersifat anonim atau hanya menggunakan inisial nama. Hasil: Responden dalam penelitian ini didominasi usia 25-30 tahun (67,6%) dan sarjana / diploma (87,3%). Responden pada umumnya merokok lebih dari lima tahun dan baru menggunakan tembakau HnB dalam satu tahun terakhir. Adapun 70,4% responden beranggapan bahwa tembakau HnB aman dibandingkan rokok konvensional. Responden penelitian yang menggunakan tembakau HnB sebagai upaya berhenti merokok pada umumnya memiliki niat dan upaya untuk berhenti merokok. Hal ini ditunjukkan tingginya tingkat konversi dari menggunakan rokok konvensional menjadi menggunakan tembakau HnB. Kesimpulan: Mayoritas responden yang menggunakan tembakau HnB untuk kepentingan berhenti merokok pada umumnya memiliki niat dan usaha untuk berhenti merokok. Kami merekomendasikan cara lain yang dapat digunakan untuk berhenti merokok, seperti konseling dan menguatkan niat untuk menghindari lingkungan perokok. Hal ini mengingat produk HnB yang digunakan juga tetap menciptakan emisi berbahaya.
PENGARUH EXTENDED-SPECTRUM BETA-LACTAMASE (ESBL) TERHADAP MORTALITAS PASIEN PNEUMONIA Raja Merlinda Veronica; Dani Rosdiana; Anwar Bet; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i1.703

Abstract

Pendahuluan: Resistensi antimikroba merupakan krisis kesehatan global dalam beberapa tahun terakhir. Extended-spectrum beta-lactamase (ESBL) merupakan enzim yang diproduksi oleh bakteri yang mampu memghidrolisis golongan antibiotik beta laktam spektrum luas dan merupakan salah satu kelompok multi drug resitance (MDR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ESBL terhadap tingkat kematian pasien pasien pneumonia. Metode: Studi observasional dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data rekam medis. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, dimana perbedaan signifikan jika nilai p <0,05. Hasil: Pasien dalam penelitian didominasi oleh laki-laki (59,5%) dan mereka dengan kategori usia <60 tahun (94,0%). Penderita pneumonia infeksi ESBL yang meninggal dunia sebanyak 41 orang (48,8% dari 84 orang sampel dan 89,1% dari total ESBL positif). Patogen Gram negatif terbanyak adalah Acinetobacter sp (16,7%), Escherichia coli (15,5%), Pseudomonas aeruginosa (10,7%), Stenoptrophomonas maltophilia (4,8%), Burkhoideria (24%), sedangkan patogen Gram positif yang ditemukan adalah Staphilococcus aureus (2,4%) dan Staphilococcus haemoliticus (2,4%). Sebanyak 89,1% pasien ESBL mengalami kematian, sedangkan sisanya tidak. Odds ratio (OR) mortalitas selama perawatan pada pasien dengan ESBL adalah 22,9 dengan interval kepercayaan (IK) 95% (7,1-74,4). Kesimpulan: Paparan infeksi bakteri ESBL dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya strategi pencegahan dan manajemen pasien dengan baik.
Metode Amenore Laktasi sebagai Metode Kontrasepsi : Tinjauan Literatur Agustiawan, Agustiawan; Sari, Sonia Novita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.12677

Abstract

Sampai saat ini belum ada konrtasepsi yang dapat memuaskan semua orang, tetapi ada beberapa syarat agar kontrasepsi dapat dikatakan ideal. Kontrasepsi yang ideal harus mempunyai efektivitas yang tinggi, minimal efek samping, dapat dengan mudah dipulihkan, dapat melindungi penggunanya dari infeksi menular seksual (IMS), mudah didapatkan serta tidak ada kontraindikasi. Metode amenore laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi di mana ibu menjalani konseling dan didukung untuk memberikan air susu ibu (ASI) sebagai bagian dari upaya kontrasepsi. Metode amenore laktasi merupakan metode yang tersedia dan dapat diakses secara luas oleh banyak wanita. Kami melakukan tinjauan litelatur yang kami susun untuk menunjukkan efektifitas dari metode amenorea laktasi dalam mencegah kehamilan. Kami menemukan enam studi yang berkaitan dengan MAL, dimana tiga penelitian berasal dari Indonesia dan masing-masing satu penelitian berasal dari Amerika Serikat, India, dan Nigeria. Laktasi merupakan adaptasi evolusioner yang memberi seseorang kesempatan untuk memberikan pengasuhan yang andal kepada keturunannya dalam menghadapi akses yang tidak pasti terhadap makanan. Metode amenorea laktasi merupakan kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI. Metode amenorea laktasi dapat menjadi kontrasepsi bila mnyusui secara penuh (full breast feeding), belum haid dan umur bayi <6 bulan. Memberikan ASI setidaknya lima kali sehari dengan durasi >65 menit dapat mempertahankan keadaan amenore.
DAMPAK PSIKOEDUKASI KELUARGA UNTUK MENGURANGI STRESS KELUARGA YANG MENDAMPINGI ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL Tabari, Muhammad Fadhlan La; Agustiawan, Agustiawan; Nasir, Andi; Asmaret, Desi; Antariksa, Putri Mayangsari
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i4.1418

Abstract

Latar Belakang: Reaksi pertama orang tua terhadap kelahiran anak disabilitas intelektual dapat berupa kombinasi antara keputusasaan, kehilangan, dan kebencian baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keadaan. Artikel ini akan membahas mengenai dampak psikoedukasi keluarga untuk mengurangi stress keluarga yang mendampingi anak dengan retardasi mental. Metode: Tinjauan literatur yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guideline checklist. Jurnal atau artikel didapatkan dari database yang telah digunakan secara internasionak, seperti: Google Scholar, SagePub, dan PubMed. Artikel yang kami cari membahas mengenai dampak psikoedukasi keluarga untuk mengurangi stress keluarga yang mendampingi anak dengan retardasi mental. Hasil: Kami mendapatkan sebanyak tujuh penelitian yang paling relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian ini. Penelitian yang kami dapatkan terkait dengan intervensi perilaku, baik untuk orangtua maupun pengasuh anak. Adapun penelitian yang kami libatkan pada umumnya adalah kohort prospektif, sedangkan untuk uji klinis acak hanya dua penelitian. Intervensi yang dilakukan dikaitkan dengan intervensi keluarga, program instruksional, dan dukungan perilaku pada anak yang terkait dengan interaksi anak terhadap orangtua. Kesimpulan: Mereka yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan mental perlu menyadari masalah ini, sehingga skrining dan tatalaksana masalah kesehatan mental yang tepat dapat digunakan untuk pengasuh anak dengan disabilitas intelektual.
Diagnosis dan Tatalaksana Sindrom Wernicke-Korsakoff Agustiawan, Agustiawan; Purnama, Feby
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.74.3-2024-1321

Abstract

Wernicke-Korsakoff syndrome is a common complication of thiamine (vitamin B1) deficiency. The prevalence of Wernicke-Korsakoff syndrome (WKS) worldwide is 0-2%, especially in the homeless, elderly, and psychiatric patients. Individuals with malnutrition due to any cause are at risk for developing WKS. The most common social factor associated with WKS is chronic alcohol abuse. Ethanol has been shown to interfere with thiamine absorption in the gastrointestinal tract. The syndrome is classically described as a clinical triad consisting of altered mental status (confusion or dementia), nystagmus (or ophthalmoplegia), and ataxia. The diagnosis of WKS is based on the history and clinical findings supplemented by laboratory and radiological examinations. Treatment of thiamine deficiency in patients suspected of having Wernicke’s is intravenous injection of thiamine 500 mg infused over 30 minutes. The drug is given three times daily for two days. Thereafter, transition to 250 mg either intravenously or intramuscularly once daily for 5 days.
MANAJEMEN PASIEN SUPRAVENTRIKULAR TAKIKARDI DENGAN ABERAN Febryani, Ergina Rahmawati; Agustiawan, Irwan; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i1.786

Abstract

Supraventrikular takikardia (SVT) merupakan penyebab umum rawat inap dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman serta tekanan yang signifikan pada pasien. Laporan kasus ini menjelaskan seorang laki-laki berusia 59 tahun dengan keluhan sesak napas, keringat dingin dan nyeri dada. Pemeriksaan EKG didapatkan SVT. Laporan kasus kami membahas mengenai pasien yang datang dengan sesak nafas dan didiagnosis dengan supraventrikular takikardi aberans. Adapun tatalaksana yang dilakukan adalah pemberian amiodaron. Pasien tidak mengalami perbaikan setelah pemberian antiaritmia, kemudian pasien mengalami perbaikan setelah menjalani kardioversi. Kondisi hemodinamik pasien stabil satu hari post kardioversi dan pasien dapat dipindahkan ke bangsal jantung. Hal ini menunjukkan pentingnya kardioversi pada pasien yang tidak berespon terhadap pemberian antiaritmia.
Peran Kepemimpinan dalam Manajemen Perbaikan Status Gizi: Tinjauan Pustaka Agustiawan, Agustiawan
MAMEN: Jurnal Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/mamen.v4i1.4801

Abstract

Nutrition Leadership and Nutrition Program Management is a leadership and network-based program that focuses on enhancing the capacity of individuals to become skilled professionals and leaders in the field of human nutrition. Leadership in nutrition is an emerging state and country-level data are lacking. Broader reviews looking beyond the discipline have emphasized the need for a contextual understanding of how leaders operate, without losing sight of the individual skills needed to negotiate complex issues and equally complex policy environments. The two FAO recommended actions that are least implemented at the country level are nutrition situation analysis and nutrition promotion. These two actions are also least frequently included in documents developed by subregional institutions. This is not surprising as technical competence for these actions is often lacking in the agricultural sector. Cross-sectoral collaboration and value-added are two other recommendations that are rarely included in regional/institutional documents. Given the difficulties faced in vertical and horizontal coordination not only by country but also at the regional level, this is also a significant barrier to creating synergies that can foster better linkages between agriculture and nutrition.
Penggunaan Skor CONUT untuk Penentuan Pasien Stroke Iskemik Agustiawan; Dewi Novita; Ayu Meilina
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 6 (2024): Cardiology
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i6.1054

Abstract

Stroke patients are vulnerable to malnutrition, which is associated with poor outcomes, both in the acute and rehabilitation phases. Malnutrition at admission and one week after admission is a predictor of poor outcomes within or after three months of stroke. Adequate nutritional assessment and management are necessary to improve the outcomes of stroke patients. The CONUT score can be used for nutrition assessment in stroke patients.
PENGARUH DIET NUSANTARA TERHADAP PROFIL METABOLIK PASIEN: THE EFFECT OF THE INDONESIAN DIET ON PATIENTS' METABOLIC PROFILE Ramdika, Sari Bema; Nasir, Andi; Agustiawan; Novita, Dewi; Nareswara, Anastu Regita
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.861

Abstract

Sindrom metabolik mencakup indikator metabolik, vaskular, dan inflamasi yang menyebabkan seseorang mengalami peningkatan risiko penyakit kardio-metabolik. Ada beberapa definisi yang digunakan untuk menggambarkan dan mengkarakterisasi sindrom metabolik. NCEP ATPIII menyarankan perubahan gaya hidup terapeutik untuk mengurangi prevalensi sindrom metabolik diantaranya adalah pengaturan pola makan atau diet. Asupan diet Indonesia seringkali disalahartikan sebagai makanan yang tidak sehat karena dominan menggunakan santan dan olahannya. Padahal, makanan khas Indonesia pada umumnya kaya akan lemak jenuh dengan rantai pendek serta sedang yang baik untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang diberikan santan tidak menimbulkan efek merugikan pada profil lipid untuk populasi umum dan justru bermanfaat karena mereka mengalami penurunan LDL serta peningkatan HDL. Penelitian secara konsisten menunjukkan perbaikan dalam parameter metabolik, meskipun perbaikan tersebut tidak signifikan.