Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGENALAN BAHASA ASING PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BICARA: INTRODUCTION TO FOREIGN LANGUAGES IN CHILDREN WITH SPEECH DISORDERS Hendriyani, Dwi; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Nasir, Andi; Saragih, Novia Nurinta Jayanti; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.896

Abstract

Perkembangan merupakan penambahan struktur serta fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, misalnya: gerak kasar, gerak halus, bicara, serta bahasa dan sosialisasi maupun kemandirian. Perkembangan merupakan merupakan hasil dari interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Bahasa merupakan bentuk komunikasi khas manusia yang mengikat kelompok sosial manusia. Bahasa menggunakan sinyal yang disetujui oleh suatu komunitas sosial (kata-kata dan kalimat) dalam sistem yang diatur oleh aturan untuk menyampaikan makna. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pengetahuan mengenai paparan bahasa asing pada anak dengan gangguan bicara dan bahasa.Sebagian besar penelitian telah menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang belajar bahasa kedua dapat mengejar ketertinggalan satu bahasa setelah paparan yang cukup untuk bahasa kedua. Anak ini mengikuti jalur perkembangan yang sama dan mencapai tingkat kemahiran bahasa yang sama dengan anak satu-bahasa dengan gangguan bahasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang berusia lebih tua memiliki keunggulan kecepatan belajar dalam pengaturan yang diinstruksikan dan juga sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang lebih tua mendapat manfaat dengan memulai belajar bahasa asing lebih lambat. Keuntungan usia yang lebih tua mungkin karena keterampilan kognitif mereka yang lebih berkembang dan kosakata bahasa ibu yang lebih banyak, sehingga dapat menerima informasi dengan lebih baik. Beberapa penelitian yang kami kumpulkan dapat menyingkirkan kekhawatiran orangtua untuk mengajarkan bahasa asing kepada anak dengan gangguan bicara.
Hubungan Waktu Tanggap dan Tunggu terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat: Tinjauan Sistematis Serihati, Ade Yoska Tilla; Tabari, Muhammad Fadhlan La; Susanto, Denny; Nasir, Andi; Agustiawan, Agustiawan
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2096

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan medis segera bagi pasien dalam kondisi kritis. Kepuasan pasien telah menjadi indikator utama mutu layanan kesehatan dan sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu serta waktu tanggap petugas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis artikel penelitian asli yang mengkaji pengaruh waktu tanggap dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di IGD. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan SagePub dengan kata kunci terkait layanan darurat, waktu tanggap, waktu tunggu, dan kepuasan pasien. Artikel yang disertakan merupakan studi asli yang dipublikasikan sejak tahun 2015, dilakukan di lingkungan IGD, serta menggunakan desain penelitian seperti potong lintang, kohort, atau uji klinis acak. Sebanyak 12 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Sembilan studi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara waktu pelayanan yang lebih cepat dengan tingkat kepuasan pasien yang lebih tinggi, meskipun beberapa studi melaporkan hasil yang tidak signifikan. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh variasi metodologi dan kapasitas sistem kesehatan lokal. Simpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa waktu tanggap dan waktu tunggu merupakan determinan penting dalam membentuk kepuasan pasien dan perlu menjadi fokus utama dalam peningkatan mutu layanan IGD.
Comparison Of Reduction In Blood Pressure Between Sublingual and Oral Captopril Agustiawan, Agustiawan; Tabari, Muhammad Fadhlan La; Ilvira, Muhammad Natsir; Mastari, Ekawaty Suryani; Hardiyanti, Dwi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1794

Abstract

Background: Hypertensive crisis poses a high risk for long-term cardiovascular complications, and management focuses on controlled blood pressure (BP) reduction rather than immediate normalization. Objective: To compare the effectiveness of sublingual and oral captopril in reducing BP among patients with hypertensive urgency. Methods: A literature review was conducted using English-language studies published after 2012 that evaluated BP reduction outcomes of sublingual versus oral captopril. Results: Three relevant studies met the inclusion criteria, comparing both administration routes in hypertensive urgency management. All studies demonstrated that sublingual and oral captopril were similarly effective in lowering systolic and diastolic BP within the first few hours after administration. Sublingual captopril consistently produced a faster onset of action, with BP reduction observed within 15–30 minutes, whereas oral administration required 30–60 minutes to achieve comparable effects. None of the studies reported significant differences in adverse effects between the two routes. These findings suggest that while overall efficacy is comparable, the sublingual route provides more rapid BP control, which may be crucial in acute care settings. Conclusion: Both sublingual and oral captopril are effective options for hypertensive urgency, with the sublingual form offering a faster therapeutic response suitable for rapid BP reduction in emergency situations.
Penggunaan Skor CONUT untuk Penentuan Pasien Stroke Iskemik Agustiawan; Novita, Dewi; Meilina, Ayu
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 6 (2024): Cardiology
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i6.1054

Abstract

Stroke patients are vulnerable to malnutrition, which is associated with poor outcomes, both in the acute and rehabilitation phases. Malnutrition at admission and one week after admission is a predictor of poor outcomes within or after three months of stroke. Adequate nutritional assessment and management are necessary to improve the outcomes of stroke patients. The CONUT score can be used for nutrition assessment in stroke patients.
PERAN SKOR POEDJI ROCHJATI DALAM MENINGKATKAN PENCEGAHAN KEMATIAN IBU: ANALISIS DAN IMPLIKASINYA: THE ROLE OF THE POEDJI ROCHJATI SCORE IN IMPROVING MATERNAL MORTALITY PREVENTION: ANALYSIS AND ITS IMPLICATIONS Serihati, Ade Yoska Tilla; Oktanti, Qoni; Maryati, Leni; Syahadatina; Agustiawan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.1015

Abstract

Kematian ibu merupakan masalah utama dari kesehatan ibu dan anak, terutama di negara berkembang dengan deteksi dini risiko kehamilan yang belum optimal. Kartu Skor Poedji Rochjati dikembangkan untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi melalui penilaian riwayat kesehatan, kondisi klinis, dan faktor obstetri. Tinjauan ini menelaah literatur periode 2015–2025 mengenai penerapan Kartu Skor Poedji Rochjati di fasilitas kesehatan dan tingkat komunitas. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh ibu hamil yang diskrining tergolong risiko tinggi atau sangat tinggi. Hambatan utama meliputi keterlambatan pengenalan tanda bahaya, keputusan rujukan, dan akses ke fasilitas rujukan. Kartu Skor Poedji Rochjati juga berperan dalam edukasi komunitas melalui media visual dan konseling antenatal yang meningkatkan kesadaran dan skrining mandiri. Integrasi indikator Kartu Skor Poedji Rochjati ke model algoritmik membuka peluang digitalisasi skrining risiko. Secara keseluruhan, Kartu Skor Poedji Rochjati terbukti valid, praktis, dan mudah diterapkan dalam pelayanan antenatal, serta berpotensi besar menurunkan angka kematian ibu di wilayah dengan sumber daya terbatas.
DETEKSI DINI GANGGUAN MINERAL TULANG PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK: TINJAUAN SISTEMATIK: EARLY DETECTION OF BONE MINERAL DISORDERS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Agustiawan; Mukmin, Sugianto; Mastari, Ekawaty Suryani; Hardigaloeh, Amanda Trixie; Susanto, Denny
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1052

Abstract

Gangguan metabolisme mineral dan tulang merupakan komplikasi penting pada pasien penyakit ginjal kronik yang berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan risiko fraktur tulang. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk menganalisis bukti terkini mengenai peran biomarker biokimia dan pemeriksaan radiologis dalam deteksi dini CKD-MBD pada pasien CKD stadium 2–5. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk periode 2015–2025. Empat studi yang memenuhi kriteria inklusi berasal dari India, Italia, Tiongkok, dan Bangladesh, dengan desain potong lintang dan kohort prospektif. Bukti yang kami himpun menunjukkan bahwa peningkatan kadar parathyroid hormone (PTH), fosfat, alkaline phosphatase (ALP), dan fibroblast growth factor-23 (FGF-23) secara konsisten berhubungan dengan penurunan bone mineral density (BMD) serta progresivitas CKD. Kombinasi pemeriksaan biokimia dengan densitometri tulang (DXA) dan pendekatan berbasis machine learning terbukti meningkatkan akurasi diagnosis dini. Oleh karena itu, pemantauan biomarker tersebut dapat menjadi strategi penting dalam deteksi dan pencegahan CKD-MBD secara komprehensif.