Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Waktu Tanggap dan Tunggu terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat: Tinjauan Sistematis Serihati, Ade Yoska Tilla; Tabari, Muhammad Fadhlan La; Susanto, Denny; Nasir, Andi; Agustiawan, Agustiawan
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2096

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan medis segera bagi pasien dalam kondisi kritis. Kepuasan pasien telah menjadi indikator utama mutu layanan kesehatan dan sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu serta waktu tanggap petugas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis artikel penelitian asli yang mengkaji pengaruh waktu tanggap dan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di IGD. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan SagePub dengan kata kunci terkait layanan darurat, waktu tanggap, waktu tunggu, dan kepuasan pasien. Artikel yang disertakan merupakan studi asli yang dipublikasikan sejak tahun 2015, dilakukan di lingkungan IGD, serta menggunakan desain penelitian seperti potong lintang, kohort, atau uji klinis acak. Sebanyak 12 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Sembilan studi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara waktu pelayanan yang lebih cepat dengan tingkat kepuasan pasien yang lebih tinggi, meskipun beberapa studi melaporkan hasil yang tidak signifikan. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh variasi metodologi dan kapasitas sistem kesehatan lokal. Simpulan dari tinjauan ini menegaskan bahwa waktu tanggap dan waktu tunggu merupakan determinan penting dalam membentuk kepuasan pasien dan perlu menjadi fokus utama dalam peningkatan mutu layanan IGD.
Comparison Of Reduction In Blood Pressure Between Sublingual and Oral Captopril Agustiawan, Agustiawan; Tabari, Muhammad Fadhlan La; Ilvira, Muhammad Natsir; Mastari, Ekawaty Suryani; Hardiyanti, Dwi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1794

Abstract

Background: Hypertensive crisis poses a high risk for long-term cardiovascular complications, and management focuses on controlled blood pressure (BP) reduction rather than immediate normalization. Objective: To compare the effectiveness of sublingual and oral captopril in reducing BP among patients with hypertensive urgency. Methods: A literature review was conducted using English-language studies published after 2012 that evaluated BP reduction outcomes of sublingual versus oral captopril. Results: Three relevant studies met the inclusion criteria, comparing both administration routes in hypertensive urgency management. All studies demonstrated that sublingual and oral captopril were similarly effective in lowering systolic and diastolic BP within the first few hours after administration. Sublingual captopril consistently produced a faster onset of action, with BP reduction observed within 15–30 minutes, whereas oral administration required 30–60 minutes to achieve comparable effects. None of the studies reported significant differences in adverse effects between the two routes. These findings suggest that while overall efficacy is comparable, the sublingual route provides more rapid BP control, which may be crucial in acute care settings. Conclusion: Both sublingual and oral captopril are effective options for hypertensive urgency, with the sublingual form offering a faster therapeutic response suitable for rapid BP reduction in emergency situations.
Penggunaan Skor CONUT untuk Penentuan Pasien Stroke Iskemik Agustiawan; Novita, Dewi; Meilina, Ayu
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 6 (2024): Cardiology
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i6.1054

Abstract

Stroke patients are vulnerable to malnutrition, which is associated with poor outcomes, both in the acute and rehabilitation phases. Malnutrition at admission and one week after admission is a predictor of poor outcomes within or after three months of stroke. Adequate nutritional assessment and management are necessary to improve the outcomes of stroke patients. The CONUT score can be used for nutrition assessment in stroke patients.
Risk factors for postpartum psychiatric disorders: A systematic review Sitawati, Andini Dyah; Fahma, Hilmia; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Ratnaningsih, Tri; Antariksa, Putri Mayang Sari; Agustiawan, Agustiawan
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2123

Abstract

Introduction: Postpartum psychiatric disorders, particularly postpartum depression, are one of the most common psychological complications affecting maternal and neonatal well-being. These conditions are often underdiagnosed and undertreated, particularly in developing countries. Identifying risk factors is crucial for prevention and early detection. Objective: This systematic review aims to identify and analyze risk factors contributing to postpartum psychiatric disorders based on scientific evidence from 2015 to 2025. Methods: A literature search was conducted through PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Web of Science databases using the keywords “postpartum depression,” “psychiatric disorder,” and “risk factors.” Included articles were observational human studies, written in English or Indonesian, reporting risk factors and postpartum psychiatric outcomes. Of the 1,026 articles screened, nine studies met the inclusion criteria. Results: The most consistent risk factors found included a history of previous psychiatric disorders, low social support, perinatal stress, low economic status, obstetric complications, and postpartum immunological dysregulation. Eight of the nine studies showed a significant association (p < 0.05). Conclusion: Postpartum psychiatric disorders are multifactorial, influenced by biological, psychological, and social factors. Preventive efforts should focus on antenatal screening, strengthening social support, and monitoring the mother's mental state after delivery.
Diagnosis dan Tatalaksana Sindrom Wernicke-Korsakoff Agustiawan Agustiawan; Feby Purnama
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.74.3-2024-1321

Abstract

Wernicke-Korsakoff syndrome is a common complication of thiamine (vitamin B1) deficiency. The prevalence of Wernicke-Korsakoff syndrome (WKS) worldwide is 0-2%, especially in the homeless, elderly, and psychiatric patients. Individuals with malnutrition due to any cause are at risk for developing WKS. The most common social factor associated with WKS is chronic alcohol abuse. Ethanol has been shown to interfere with thiamine absorption in the gastrointestinal tract. The syndrome is classically described as a clinical triad consisting of altered mental status (confusion or dementia), nystagmus (or ophthalmoplegia), and ataxia. The diagnosis of WKS is based on the history and clinical findings supplemented by laboratory and radiological examinations. Treatment of thiamine deficiency in patients suspected of having Wernicke’s is intravenous injection of thiamine 500 mg infused over 30 minutes. The drug is given three times daily for two days. Thereafter, transition to 250 mg either intravenously or intramuscularly once daily for 5 days.
DETEKSI DINI GANGGUAN MINERAL TULANG PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK: TINJAUAN SISTEMATIK: EARLY DETECTION OF BONE MINERAL DISORDERS IN CHRONIC KIDNEY DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Agustiawan; Sugianto Mukmin; Ekawaty Suryani Mastari; Amanda Trixie Hardigaloeh; Denny Susanto
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1052

Abstract

Gangguan metabolisme mineral dan tulang merupakan komplikasi penting pada pasien penyakit ginjal kronik yang berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan risiko fraktur tulang. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk menganalisis bukti terkini mengenai peran biomarker biokimia dan pemeriksaan radiologis dalam deteksi dini CKD-MBD pada pasien CKD stadium 2–5. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk periode 2015–2025. Empat studi yang memenuhi kriteria inklusi berasal dari India, Italia, Tiongkok, dan Bangladesh, dengan desain potong lintang dan kohort prospektif. Bukti yang kami himpun menunjukkan bahwa peningkatan kadar parathyroid hormone (PTH), fosfat, alkaline phosphatase (ALP), dan fibroblast growth factor-23 (FGF-23) secara konsisten berhubungan dengan penurunan bone mineral density (BMD) serta progresivitas CKD. Kombinasi pemeriksaan biokimia dengan densitometri tulang (DXA) dan pendekatan berbasis machine learning terbukti meningkatkan akurasi diagnosis dini. Oleh karena itu, pemantauan biomarker tersebut dapat menjadi strategi penting dalam deteksi dan pencegahan CKD-MBD secara komprehensif.
Determinansi Kepuasan Pasien Rawat Inap: Peran Dominan Kualitas Layanan Dokter dan Kompetensi Petugas Andrew Santosa; Ahdun Trigono; Dicky Yulius Pangkey; Agustiawan Imron
MAMEN: Jurnal Manajemen Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/mamen.v5i3.7760

Abstract

This study aimed to analyze the effect of service quality on inpatient satisfaction in a hospital setting. Service quality was assessed through several key dimensions, including fulfillment of patient needs, staff competence, physician service quality, and admission staff services. A quantitative observational analytic design was applied, and data were collected using structured questionnaires. Statistical analyses were performed using t-tests, chi-square tests, and linear regression to identify the most dominant influencing factor. The results demonstrated that all variables significantly affected patient satisfaction (p < 0.05). Physician services were identified as the most dominant factor in improving patient satisfaction (β = 0.379; p = 0.000). Fulfillment of patient needs, professional competence of staff, and efficient and friendly administrative services also played important roles in shaping positive perceptions of healthcare quality. The better the service quality provided, the higher the level of patient satisfaction during hospitalization. These findings emphasize the importance of continuous and comprehensive quality improvement to enhance patient trust and loyalty toward healthcare institutions.
Dampak Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Loyalitas Pasien di Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Litelatur: The Impact of Hospital Health Promotion on Patient Loyalty in Hospital: A Literature Review Agustiawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.659 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.2046

Abstract

Pendahuluan: Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan konsep tata kelola rumah sakit yang menjalankan promosi kesehatan, sehingga berdampak pada pengembangan kualitas pelayanan RS. Artikel ini membahas mengenai penerapan PKRS yang dihubungkan dengan loyalitas pasien. Metode: Kami menganalisis jurnal berbahasa Indonesia atau Inggris, teks lengkap dan membahas mengenai promosi kesehatan serta loyalitas pasien dalam sepuluh tahun terakhir. Adapun database yang kami gunakan adalah Pubmed dan Google Schoolar. Hasil dan Pembahasan: Banyak tenaga kesehatan beranggapan bahwa promosi kesehatan selalu menjadi core business rumah sakit. Promosi kesehatan rumah sakit membuat RS tidak hanya menyediakan layanan medis dan keperawatan komprehensif yang berkualitas tinggi, tetapi juga mengembangkan identitas perusahaan, mengembangkan struktur dan budaya organisasi yang mempromosikan kesehatan, termasuk peran aktif dan partisipatif bagi pasien dan semua anggota staf, mengembangkan diri menjadi lingkungan fisik yang mempromosikan kesehatan, dan secara aktif bekerja sama dengan komunitasnya. Promosi kesehatan RS juga dikaitkan dengan harapan / ekspektasi pasien, mempengaruhi nilai yang dirasakan, dan meningkatkan kepuasan. Promosi kesehatan RS dinilai dapat meningkatkan citra RS dimata pasien. Persepsi nilai, citra RS yang baik dan kepuasan pasien berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Kesimpulan: PKRS dapat berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien.
MANAJEMEN AKTIFITAS FISIK, PERILAKU, DAN DIET PADA ANAK OBESITAS Herawati Harahap; Denny Susanto; Afiska Prima Dewi; Alvin Wiharja; Agustiawan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v15i1.998

Abstract

Obesitas merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kelebihan asupan energi dengan keluaran energi yang sedikit. Obesitas atau kegemukan yang berlebih dimaknai berbeda bagi setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan, dimana beberapa daerah menganggap hal ini sebagai kesuksesan orangtua dalam mengasuh anak dan dalam kondisi medis sebenarnya menjadi potensi masalah di masa depan. Anak dengan obesitas telah dikaitkan dengan beberapa penyakit di kemudian hari, misalnya beberapa kondisi terkait sindrom metabolik: penyakit kardiovaskular (PKV), diabetes mellitus (DM) tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, penyakit perlemakan hati, pubertas dini, gangguan haid, polycystic ovary syndrome (PCOS), steatohepatitis, sleep apnea, gangguan muskuloskeletal, dan masalah psikologi (seperti: cemas dan depresi). Obesitas dapat dikaitkan dengan kondisi genetik, aktifitas fisik yang kurang, dan asupan makanan tinggi kalori. Kelebihan energi ini disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adiposa. Manajemen anak dengan obesitas dilakukan dengan pengaturan makanan, aktifitas fisik, serta modifikasi perilaku anak. Studi menunjukkan bahwa kombinasi aktifitas fisik dan retriksi kalori memberikan manfaat dengan menurunkan berat badan (BB) yang lebih baik dibandingkan dengan diet saja. Perilaku makan dapat diubah dengan belajar mengontrol porsi serta jenis makanan yang dikonsumsi. Orangtua dapat membatasi ketersediaan camilan, sehingga anak-anak tidak makan di luar jam makan. Anak-anak dapat diberikan motivasi serta pujian apabila mengalami keberhasilan atau menunjukkan perilaku sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan makan makanan dengan program gizi yang diberikan, menurunkan berat badan, dan menjalani olahraga. Manajemen anak dengan obesitas membutuhkan peran serta orangtua dan guru, bahkan teman di sekolah.