Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Prevalensi dan Pola Gen Extended Spectrum B-lactamase Bakteri Usus Sapi Perah dan Penduduk Sekitar Peternakan di Surabaya Triffit Imasari; Wiwiek Tyasningsih; Eddy Bagus Wasito; Kuntaman Kuntaman
Jurnal Veteriner Vol 19 No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.766 KB)

Abstract

Since identified in 1980s, the multiple drug resistant organisms such as Extended Spectrum Beta Lactamases (ESBL) producing bacteria is increasing. These bacteria Enterobacteriaceae strain are mostly resistant against third and also fouth generation cephalosporin. ESBL-producing bacteria are identified in both of human, environment and also in animal. There are three main ESBL genes that are commonly found namely SHV, TEM and CTX-M. The aims of this study were to explore the prevalence and pattern of ESBL gene among dairy cows and people around the farm. The faecal samples were collected from dairy cows and people around the farm, cultured on MacConkey agar supplemented with cefotaxim 1 mg/L, incubated at 37oC for 24 hours. Then the growing colony were tested for ESBL producer by Double Disk Synergy Test (DDST), then followed by Polymerase Chain Reaction (PCR) for ESBL gene. Total sampling technique with inclusion and exclusion criteria, Total 49 samples were collected, consisting of 25 dairy cows faeces and 24 people faeces. Among these, were identified 18 samples (72%) positive in dairy cows and 19 samples (79.1%) positive results in the people around the dairy farm. The ESBL gene, SHV, TEM, CTX-M were identified dairy cows were zero for SHV, TEM (12%), CTX-M (72%) while in people around the farm SHV (25%), TEM (16.7%), CTX-M (66.7%). There were significant different (p < 0.05) between dairy cows and people around the farm, of SHV ESBL gene and not different (p>0.05) of TEM and CTX-M ESBL gene respectively. The ESBL genes have spread among dairy cows and people around the farm.
T DETEKSI BAKTERI Staphylococcus sp. PENYEBAB JERAWAT DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN WAJAH PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PAGERWOJO TRIFFIT IMASARI; Ficka Emasari
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.286 KB) | DOI: 10.56399/jst.v2i2.20

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Faktor-faktor penyebab timbulnya jerawat antara lain seperti faktor genetik, hormon, makanan, kondisi kulit , psikis, cuaca, infeksi bakteri Staphylococcus sp, pekerjaan, kosmetika dan bahan kimia yang lain. Kebersihan wajah bertujuan untuk mengurangi bakteri atau mikroorganisme dari permukaan kulit dengan cara mengurangi sebum dan kotoran tanpa menghilangkan lipid barrier kulit. Kebersihan wajah yang optimal didukung dengan cara perawatan kulit wajah dengan menggunakan pembersih. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi adanya Staphylococcus sp. penyebab timbulnya jerawat dan untuk mengetahui korelasi bakteri Staphylococcus sp.dengan tingkat pengetahuan perawatan wajah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pagerwojo Tulungagung. Metode penelitian ini analitik korelasi dengan menggunakan teknik purposive sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 14 sampel. Sampel yang digunakan yaitu swab dari penderita jerawat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji biakkan kultur pada media BAP, MSA, NAS dan pewarnaan Gram serta kuisioner untuk mengertahui tingkat pengetahuan perawatan wajah. Hasil penelitian yaitu teridentifikasi bakteri Gram positif Staphylococcus aureus sebesar 79% dan Staphylococcus albus sebesar 21% penyebab timbulnya jerawat serta hasil kuisioner pengetahuan perawatan wajah pada siswa kelas XI dengan kategori cukup 78%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus penyebab timbulnya jerawat dan tidak ada korelasi adanya bakteri Staphylococcus sp dengan tingkat pengetahuan perawatan wajah pada siswa kelas XI di SMKN 1 Pagerwojo Tulungagung
DETEKSI BAKTERI Staphylococcus sp PADA SWAB HANDPHONE DENGAN TINGKAT PERSONAL HYGIENE MAHASISWA IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI Triffit Imasari; Febriana Faldita; Veronica Puspitasari
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 10 No 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v10i1.2517

Abstract

Handphone sebagai sarana pembelajaran dikalangan pelajar digunakan saat penutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya mencegah penyebaran pendemi covid-19 di seluruh dunia. Hal ini mengharuskan para mahasiswa melakukan pembelajaran secara Study From Home, proses pembelajaran yang dilakukan secara virtual menggunakan media komunikasi seperti handphone, laptop, dan tablet. Sehingga menyebabkan intensitas penggunaan handphone semakin sering di setiap waktunya dan umumnya mengabaikan hygiene. Secara keseluruhan tingkat kontaminasi bakteri pada ponsel adalah 70% dengan bakteri patogen Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas sp., Staphylococcus saprophyticus, Enterobacter aergene, Escherichia coli, Citrobacter intermedites, dan Citrobacter freundii. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Staphylococcus sp dan mengetahui korelasi bakteri Staphylococcus sp. dengan tingkat personal hygiene mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode penelitian adalah analitik korelasi dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan 16 sampel swab Handphone. Penelitian ini menggunakan uji biakkan kultur pada BAP, MSA, NAS dan pewarnaan Gram serta kuisioner untuk mengetahui tingkat personal hygiene. Hasil penelitian teridentifikasi Staphylococcus aureus sebesar 75% dan Staphylococcus epidermidis sebesar 25% serta hasil kuisioner tingkat personal hygiene dengan kategori cukup 75%. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat Staphylococcus sp pada swab handphone dan terdapat korelasi adanya bakteri Staphylococcus sp dengan tingkat personal hygiene pada mahasiswa IIK Bhakti Wiyata
Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. pada Swab Rongga Mulut Mahasiswa D3 TLM IIK Bhakti Wiyata Kediri yang Memakai Kawat Gigi Poppy Prila Nanggita; Binti Mu’arofah; Triffit Imasari; Kurniawan Santoso
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i1.82

Abstract

Dewasa ini, kawat gigi sedang banyak digunakan oleh kalangan remaja khususnya mahasiswa. Kawat gigi berguna untuk merapikan susunan gigi maupun untuk kepentingan bergaya (fashion). Tak jarang, penggunaan kawat gigi dapat mempengaruhi kebersihan rongga mulut. Pengguna kawat gigi seringkali tidak memperhatikan kebersihan rongga mulut dan mengakibatkan pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan presentase bakteri Staphylococcus sp. serta bakteri lain yang terdapat pada rongga mulut mahasiswa D3 TLM IIK Bhakti Wiyata Kediri yang memakai kawat gigi. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling sejumlah 7 sampel. Penelitian ini dilakukan dengan kultur sampel secara kualitatif pada media BAP, MSA serta NAS yang dilanjutkan dengan tes katalase dan koagulase. Setelah dilakukan penelitian, terdeteksi adanya bakteri Staphylococcus aureus yang terdapat pada 7 sampel dengan presentase 100%. Selain itu, terdapat bakteri selain Staphylococcus sp. namun tidak teridentifikasi. Oleh karena itu, diharapkan bagi seluruh masyarakat, khususnya pemakai kawat gigi untuk menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut agar terhindar dari gangguan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus sp.
Identifikasi Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif Pada Susu Sapi Perah Di Peternakan Wilayah Kabupaten Kediri Triffit Imasari; Hidayatul Ula
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i1.100

Abstract

Susu sapi perah segar merupakan cairan putih yang disekresikan oleh kelenjar mamae oleh sapi perah betina dan memiliki kandungan nutrisi alami yaitu air, lemak, protein, laktosa, vitamin dan enzim yang cepat hilang apabila ada pemanasan. Susu mentah dapat mengandung berbagai macam mikroorganisme yang pathogen seperti Salmonella spp, Escherichia coli O157 dan Listeria monocytogenes, Lactococcus, Lactobacillus, Streptococcus, Staphylococcus dan Micrococcus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif serta untuk mengetahui presentase jumlah bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif pada susu sapi perah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 30 sampel dengan kriteria susu sapi diperoleh dari sapi jenis laktasi dan sapi berada pada peternakan sapi perah wilayah Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bakteri Gram positif yaitu spesies Staphylococcus aureus sebanyak 24 sampel (80%), Streptococcus sp sebanyak 6 sampel (20%) dan menunjukan bakteri Gram negatif yaitu spesies Escherichia coli sebanyak 20 sampel (66,6%), Klebsiella sp. sebanyak 9 sampel (30%), tidak terjadi pertumbuhan sebanyak 1 sampel (3,4%). Penelitian ini menunjukkan bahwa Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki presentase tertinggi pada susu sapi perah di Peternakan sapi perah wilayah Kabupaten Kediri
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN Salmonella spp PADA TELAPAK TANGAN PETUGAS PENGUMPUL SAMPAH DI KEDIRI Triffit Imasari; Binti Mu'arofah; Frieti Vega Nela; Sabilla Hanum Oktavianing Putri
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene pada manusia tidak memandang usia, jenis kelamin namun dapat mengenai semua manusia yang tidak melakukan kebersihan secara personal, karena mikroorganisme dapat terkontaminasi pada bagian tubuh manusia yang kotor. Salah satu bagian tubuh kita yang paling sering terkontaminasi kotoran dan bakteri adakah telapak tangan. Bakteri yang terdapat di telapak tangan adalah bakteri Shigella sp, Salmonella sp, Escherichia coli, Pseudomonas sp. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan personal hygiene dengan Salmonella spp pada telapak tangan petugas pengumpul sampah di Kediri. Metode penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 28 petugas pengumpul sampah. Seluruh sampel dibiakkan secara kultur dengan Salmonella Shigella Agar, pewarnaan Gram dan uji biokimia serta kuisioner untuk mengetahui tingkat personal hygiene petugas pengumpul sampah. Hasil penelitian dari 28 sampel yaitu 10 orang (36%) terdapat bakteri Salmonella spp, 13 orang (46%) bakteri lain, 5 orang (18%) koloni bakteri tidak ada. Untuk hasil kuisioner 100% personal hygienenya cukup. Kesimpulan pada penelitian ini sesuai analisa data SPSS dengan uji Chi-Square Test telapak tangan petugas pengumpul sampah tidak terdapat hubungan personal hygiene petugas pengumpul sampah dengan adanya Salmonella spp. Hal ini ditunjukkan selain Salmonella spp ada bakteri lain yang ditemukan pada telapak tangan petugas pengumpul sampah dan ada yang tidak mengalami pertumbuhan bakteri namun hasil kuisioner personal hygiene dari semua petugas pengumpul sampah dalam kategori cukup.
Korelasi Glukosa Darah Puasa Dengan Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) Dan Jumlah Leukosit Sebagai Biomaker Komplikasi Kardiovaskuler Pada DM Tipe 2 hasanah, fathul; Wahyuni, Sri; Sari, Fita; Imasari, Triffit
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i2.153

Abstract

Patogenesis komplikasi penyakit kardiovaskuler pada DM tipe 2 didasari oleh dislipidemia diabetik, log-grade inflamasi dan sitokin proinflamasi. Penanda inflamasi sangat diperlukan untuk menilai status dan mengurangi resiko komplikasi pada DM. NLR dan jumlah leukosit sebagai biomarker inflamasi memiliki nilai prognostik yang baik pada kardiovaskuler pada DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi glukosa darah puasa dengan biomarker inflamasi (NLR dan Jumlah leukosit) pada DM tipe 2. Populasi pada penelitian ini adalah 58 pasien DM tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Desai penelitian menggunakan Analitik pendekatan cross sectional dengan tehnik sampling purposive. Sampel penelitian sebanyak 21 pasien DM tipe 2. Hasil yang di peroleh kadar glukosa darah puasa 204±65 mg/dl, Jumlah Leukosit 7.761,5±1423 (sel/µl), NLR 3,2±2,4. Korelasi kadar glukosa darah puasa dengan jumlah leukosit adalah p=0,093 atau > 0,05 dan NLR p=0, 912 atau > 0,05. Pada pasien DM tipe 2 mengalami peningkatan jumlah leukosit dan NLR walaupun masih dalam rentang normal. Berdasarkan uji kolerasi tidak terdapat korelasi glukosa darah dengan Jumlah leukosit dan NLR pada pasien DM tipe 2
Pemeriksaan HBsAg Metode Imunokromatografi Pada Komunitas GAY Penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri vega nela, frieti; Erawati; Imasari, Triffit; Wardhani, Siska; Oktavia, Fryscilla
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v5i1.175

Abstract

Infeksi Human Imunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit yang disebabkan karena virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T CD4. Human Imunodeficiency Virus (HIV) menyebabkan sistem kekebalan tubuh terus menurun yang dapat mengakibatkan koinfeksi salah satunya Hepatitis B. Ada beberapa faktor terjadinya infeksi HIV salah satunya melalui penularan kelompok homoseksual. Homoseksual dapat dibagi menjadi dua yaitu gay dan lesbian. Gay adalah laki-laki yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan jenis kelamin yang sama. Hepatitis B penyakit akibat virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis. HBsAg merupakan salah satu jenis antigen yang terdapat pada bagian pembungkus virus Hepatitis B yang dapat dideteksi melalui cairan tubuh. Koinfeksi Hepatitis B pada penderita HIV dapat dideteksi dengan pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan HBsAg menggunakan metode imunokromatografi karena memiliki kelebihan pemeriksaan mudah dilakukan, lebih praktis, dan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu deteksi dini penyakit Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif dan teknik sampling accidental sampling dengan jumlah 24 sampel. Hasil penelitian HBsAg metode imunokromatografi pada gay penderita HIV didapatkan hasil positif sebanyak 0 sampel (0%) dan negatif sebanyak 24 sampel (100%). Penelitian ini menunjukan bahwa pemeriksaan HBsAg metode imunokromatografi dapat digunakan untuk deteksi dini adanya infeksi Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri.
Pengaruh Variasi Lama Penundaan Pemeriksaan Terhadap Enumerasi Bakteri Pada Urin Penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK) Inayah Fitri; Imasari, Triffit; Nadia , Diva; Triffit; Diva
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 6 No 2 (2019): October 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v6i2.14793

Abstract

Hitung jumlah bakteri merupakan gold standard untuk konfirmasi ISK. Hitung jumlah bakteri harus menggunakan urin segar, karena penggunaan urin yang telah ditunda dapat menyebabkan peningkatan bakteri. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh variasi lama penundaan pemeriksaan urin terhadap jumlah bakteri. Metode: inokulasi di media CLED. Hasil: penundaan 0 jam =4.5×104; 1.5 jam =5.5×104; 4 jam =5.9×104; dan 6 jam =1.4×105 CFU/ml.
P Korelasi Personal Hygiene dengan Deteksi Escherichia Coli pada Swab Telapak Tangan Pedagang Daging Ayam Imasari, Triffit
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh memerlukan zat gizi salah satunya mengandung protein yang bermutu tinggi yaitu protein hewani. Daging ayam mempunyai kandungan lemah tidak jenuh dan memiliki struktur daging yang lunak dan protein sederhana yang mudah dicerna serta harga daging yang mudah dijangkau oleh masyakat pada umumnya dibandingkan dengan daging dari hewan yang lain. Daging ayam mudah sekali terkontaminasi bakteri terutama Escherichia coli. Kontaminan tersebut dapat terjadi melalui tangan pedagang dengan personal hygiene yang kurang baik terutama daging ayam yang dijual di pasar tradisional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kolerasi personal hygiene dengan deteksi bakteri Escherichia coli pada swab telapak tangan pedagang ayam. Metode Peneltian analitik korelasi dengan teknik sampling purposive sampling menggunakan 12 sampel telapak tangan pedagang daging ayam di pasar kota Kediri. Metode penelitian menggunakan uji biakkan kultur pada media Eosin Methylen Blue Agar ,pewarnaan Gram dan uji biokimia serta kuisioner untuk mengetahui personal hygiene pedagang daging ayam. Hasil penelitian ini terdapat 8 sampel 66,7% ditemukan bakteri Escherichia coli pada telapak tangan pedagang daging ayam dan 4 sampel 33,3% bakteri Gram negative lain dan Gram positif dan hasil kuisioner personal hygiene pedagang daging ayam dikategorikan kurang baik 100%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan Escherichia coli merupakan bakteri terbanyak yang ditemukan pada telapak tangan pedagang daging ayam dan ada korelasi personal hygiene dengan deteksi bakteri Escherichia coli pada swab telapak tangan pedagang daging ayam di pasar kota Kediri