Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN HASIL PEWARNAAN DIFF QUICK PADA SEDIAAN EFUSI PLEURA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR Hermawan, Rizal; Sabban, Indra; Imasari, Triffit; Wahyuni, Ismiy; Rokim, Moch. Abdul
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.1078

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis berupa akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi, keganasan, dan penyakit sistemik. Di negara-negara maju, prevalensi efusi pleura tercatat sekitar 320 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, data nasional mengenai prevalensi efusi pleura belum dipublikasikan secara resmi. Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, terdapat 109 pasien efusi pleura sepanjang tahun 2024. Diagnosis sitologi cairan efusi pleura sangat bergantung pada teknik pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pewarnaan Diff Quick dan Papanicolau pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diperoleh dari pasien efusi pleura yang menjalani pemeriksaan sitologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada bulan Maret 2025. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan kualitas pewarnaan diff Quick baik dalam memberikan warna pada sediaan efusi pleura.
Hubungan C-Reactive Protein (CRP) dan Neutrofil Lymphosit Count Ratio (NLCR) pada Bayi Neonatus di RS Dian Harapan Jayapura Nela, Frieti; Jalong, Yosep; Hidayatul Hasanah, Fathul; Erawati, Erawati; Imasari, Triffit
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.352

Abstract

Bayi Neonatus mempunyai risiko tinggi terhadap terjadinya infeksi yang disebabkan sistem imun belum sempurna berasal organisme, seperti bakteri, virus, jamur, parasit yang dapat mengakibatkan kematian. Diagnosis dini infeksi neonatal merupakan faktor penentu dalam keberhasilan tata laksana infeksi. C-reactive protein (CRP) merupakan salah satu pemeriksaan yang mengukur jumlah protein yang dihasilkan hati sebagai respons terhadap reaksi inflamasi dan kerusakan jaringan. Rasio Neutrophils lymphocytes Count ratio (NLCR) telah diketahui merupakan petanda pada infeksi bakteri yang berat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonatus. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional dan teknik sampling accidental, jumlah sampel sebanyak 19. Hasil penelitian Uji statistik menggunakan Uji korelasi chi square menunjukkan adanya nilai sig > 0,05 maka arrtinya tidak ada hubungan antara CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonates.
KENALI FAKTOR RESIKO INFEKSI BAKTERI TERHADAP WANITA DENGAN OBESITAS Imasari, Triffit; Erawati; Ermawati, Nita; Nela, Frieti Vega
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat, didefinisikan sebagai akumulasi lemak tubuh berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker, tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap sistem kekebalan tubuh dan kerentanan terhadap infeksi. Disfungsi imun ini menjadikan individu dengan obesitas lebih rentan terhadap infeksi bakteri, baik yang didapat dari komunitas maupun nosokomial. Obesitas meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu, individu dengan obesitas juga lebih berisiko mengalami infeksi kulit dan jaringan lunak (seperti selulitis dan abses), pneumonia, serta infeksi luka pascaoperasi. Peningkatan risiko ini tidak hanya disebabkan oleh gangguan imunologis, tetapi juga faktor mekanis seperti lipatan kulit yang lembap dan kurangnya ventilasi di area intertriginosa, yang menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Tantangan dalam menjaga kebersihan pribadi secara optimal pada individu dengan obesitas juga dapat berkontribusi pada kerentanan ini. Tujuan sosialisasi adalah memberikan pengetahuan wanita obesitas dengan informasi yang relevan dan memberdayakan Masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga Kesehatan. Metode sosialisasi dihadiri 18 warga, dari hasil kuisioner yang dilakukan 15 warga masih kurang mengetahui dan 3 warga yang sudah baik pengetahuan tentang penyebab Faktor Resiko Infeksi Bakteri Terhadap Wanita Dengan Obesitas. Setelah dilakukan sosialisasi pengetahuan masyarakat Dusun Bajang Desa Semen Kabupaten Kediri mengalami peningkatan, yaitu 100%, dengan jumlah total warga 18 warga dan masyarakat dapat secara mandiri mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti menjaga kebersihan diri, mengelola berat badan secara sehat.