Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DETEKSI Salmonella sp DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK AMOXICILIN DAN TETRASIKLIN PADA PEKERJA SAMPAH DI TPS KOTA KEDIRI Imasari, Triffit; Ali Sahbana, Beta; Hanum Oktavianing Putri, Sabilla
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22547

Abstract

Salmonella sp. merupakan bakteri patogen dan zoonosis yang tersebar luas dilingkungan misalnya pada tempat pembuangan sampah. Secara lokal diyakini berasal dari campuran kotoran hewan dan manusia serta sisa makanan dan dapat menyebabkan infeksi mulai diare hingga demam tifoid. Terapi antibiotik menjadi salah satu pengobatan yang efektif terhadap strain bakteri Salmonella sp. Resistensi Salmonella sp. terhadap antibiotik telah banyak dilaporkan. Kebanyakan resistensi antibiotik disebabkan oleh cara penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol dan tidak tepat, tidak sesuai resep dokter. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeteksi bakteri Salmonella sp. dan menguji efektifitas antibiotik amoxicillin dan tetrasiklin. Cross Sectional digunakan dalam metode penelitian ini dengan menggunakan 28 sampel yang diperoleh dari hasil swab tangan pekerja sampah. Salmonella sp ditemukan ada 10 sampel yang ditumbuhkan di media SSA (Salmonella Shigella Agar) selanjutnya dilakukan uji efektifitas dalam waktu 24 jam dengan suhu 37°C memakai metode difusi di media Mueller Hinton Agar untuk mengamati dan mengukur zona hambat yang terbentuk. Hasil penelitian terdapat 10 sampel terdeteksi Salmonella sp dan menunjukkan antibiotik tetrasiklin terhadap Salmonella sp adalah senfitif sebesar 90%, intermediet 10% dan amoxicillin intermediet sebesar 80%, resisten 20%. Penelitian ini untuk efektifitas antibiotik menggunakan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Analisis data didapatkan perbandingan antibiotik amoxicillin dan tetrasiklin. Hasil penelitian ini menunjukkan antibiotik tetrasiklin memiliki efektifitas yang tinggi terhadap bakteri Salmonella sp.
KORELASI KADAR C-RP DENGAN JUMLAH LEUKOSIT PADA SANTRI PONDOK PENDERITA TB PARU YANG MELAKUKAN PENGOBATAN DI RUMAH SAKIT X KOTA KEDIRI Siska Kusuma Wardani; Erawati; Triffit Imasari
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27861

Abstract

Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberkulosis paru, suatu kondisi peradangan pada jaringan paru-paru. Sebagai respons terhadap infeksi, tubuh mengaktifkan sistem pertahanan dengan menghasilkan senyawa peradangan seperti sitokin pro-inflamasi (IL-6). Senyawa ini berperan penting dalam memicu hati untuk memproduksi protein fase akut, seperti C-Reactive Protein (CRP). Respons peradangan ini sering kali menimbulkan manifestasi hematologi, di mana jumlah sel darah putih atau leukosit meningkat secara signifikan melebihi kadar normal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada santri pondok yang sedang menjalani pengobatan TB Paru Metode penelitian dengan desain observasional analitik untuk menganalisis hubungan antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada santri pondok yang sedang menjalani pengobatan TB Paru. Uji statistik penelitian ini menggunakan metode Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada passion TBC paru yang dirawat di Rumah Sakit X, Kota Kediri (p-value = 0.001, r = 0.780). Rata-rata hasil pemeriksaan kadar CRP dari 15 responden 33.60 Mg/dl dan Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukositnya adalah. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya korelasi antara kadar CRP dengan jumlah leukosit pada pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit X, Kota Kediri.
GAMBARAN HASIL PEWARNAAN DIFF QUICK PADA SEDIAAN EFUSI PLEURA DI RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR Hermawan, Rizal; Sabban, Indra; Imasari, Triffit; Wahyuni, Ismiy; Rokim, Moch. Abdul
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v12i2.1078

Abstract

Efusi pleura merupakan kondisi patologis berupa akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk infeksi, keganasan, dan penyakit sistemik. Di negara-negara maju, prevalensi efusi pleura tercatat sekitar 320 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, data nasional mengenai prevalensi efusi pleura belum dipublikasikan secara resmi. Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, terdapat 109 pasien efusi pleura sepanjang tahun 2024. Diagnosis sitologi cairan efusi pleura sangat bergantung pada teknik pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pewarnaan Diff Quick dan Papanicolau pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diperoleh dari pasien efusi pleura yang menjalani pemeriksaan sitologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar pada bulan Maret 2025. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan kualitas pewarnaan diff Quick baik dalam memberikan warna pada sediaan efusi pleura.
Hubungan C-Reactive Protein (CRP) dan Neutrofil Lymphosit Count Ratio (NLCR) pada Bayi Neonatus di RS Dian Harapan Jayapura Nela, Frieti; Jalong, Yosep; Hidayatul Hasanah, Fathul; Erawati, Erawati; Imasari, Triffit
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.352

Abstract

Bayi Neonatus mempunyai risiko tinggi terhadap terjadinya infeksi yang disebabkan sistem imun belum sempurna berasal organisme, seperti bakteri, virus, jamur, parasit yang dapat mengakibatkan kematian. Diagnosis dini infeksi neonatal merupakan faktor penentu dalam keberhasilan tata laksana infeksi. C-reactive protein (CRP) merupakan salah satu pemeriksaan yang mengukur jumlah protein yang dihasilkan hati sebagai respons terhadap reaksi inflamasi dan kerusakan jaringan. Rasio Neutrophils lymphocytes Count ratio (NLCR) telah diketahui merupakan petanda pada infeksi bakteri yang berat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonatus. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional dan teknik sampling accidental, jumlah sampel sebanyak 19. Hasil penelitian Uji statistik menggunakan Uji korelasi chi square menunjukkan adanya nilai sig > 0,05 maka arrtinya tidak ada hubungan antara CRP dan NLCR terhadap infeksi pada bayi neonates.