Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TB PARU MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIENJO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Amir Hamzah; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.145 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.358

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang pengobatan Rutin TB Paru yang diberikan petugas kesehatan kepada Penderita TB mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan Penderita TBtentang bagaimana cara minum obat TB yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk selama masa pengobatan enam bulan yaitu dengan cara yang berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan pengobatan rutin serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada penderita TB paru agar menurunkan angka penderita TB yang putus minum obat seara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan serta respon penderita TB paru Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang kepatuhan minum obat TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sienjo Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post testdesign yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun mengalami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 penderita (jumlah populasi) yang berobat di Puskesmas Sienjo Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru di Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan 5,59 menjadi 8,30 nilai mean rata-rata atau nilai t-hitung yaitu 11,835. Ditujukan bagi pihak instansi terkait khususnya Puskesmas dan Desa sasaran yaitu 9 Desayang ada di Wilayah KerjaPuskesmasSienjoagar meningkatkan sosialisasi melaluipenyuluhankesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan TB Paru
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU I Wayan Hendrik Purwanto; Miswan Miswan; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.386 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.368

Abstract

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, penularan penyakit diare dapat terjadi secara secara fekal-oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi agen yang berasal dari air yang tercemar maupun dari tinja yang terkontaminasi. Sanitasi dasar rumah sangat erat hubungannya dengan angka kejadian penyakit menular terutama diare, Lingkungan rumah sangat berpengaruh terhadap terjadinya kajadian penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare pada anak Balita di Wilayah kerja Puskesmas Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah analitik dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan Case Control yaitu rancangan penelitian yang membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol yang sudah diketahui kejadiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik air dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 719 (>0,05) dan ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian diare P Value 0,000 (<0,05) serta kondisi tempat sampah 0,000 (<0,05) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 497(>0,05), dan ke empat variabel tersebut merupakan faktor risiko terhadap kejadian diare pada anak balita. Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang sanitasi dan penyuluhan tentang penyakit diare.
PERILAKU LANSIA DALAM MENCEGAH PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN BESUSU BARAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGGANI KOTA PALU Vivi Indah Sari; Achmad Herman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.953 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.371

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat serta hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler, stroke, retinopati, dan penyakit ginjal. Hipertensi juga menjadi faktor risiko ketiga terbesar penyebab kematian. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif pada enam informan yang menderita penyakit hipertensi di Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Palu Timur. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku lansia dalam mencegah penyakit hipertensi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan dari tanggal 24 April - 9 Juni 2018. Informan dalam penelitian ini lansia penderita hipertensi dan menjadi informan kunci adalah kader posbindu yang terlibat secara langsung dalam pencegahan penyakit hipertensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lansia mengenai pencegahan penyakit hipertensi hanya mencapai tingkatan tahu dikarenakan informasi yang diperoleh masih belum jelas benar dan juga banyak faktor yang mempengaruhi lansia untuk melakukan suatu tindakan pencegahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Disarankan bagi lansia yang memiliki penyakit hipertensi untuk aktif memeriksakan kesehatannya di puskesmas ataupun di posbindu yang telah disediakan.
ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP PEMBERIAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEHAMILAN DI DESA TOMPO WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ni Nyoman Karmiti; Abdul Hakim Laenggeng; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.155 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.373

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang kehamilan yang diberikan petugas kesehatan kepada ibu hamil mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang bagaimana merawat kandungan selama masa kehamilan sampai masa persalinan yaitu dengan cara berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan antenatal care serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil agar menurunkan angka kejadian kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang Kehamilan di Desa Tompo Wilayah Kerja Puskesmas Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post test design yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun mengalami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah perlakuan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 ibu hamil (jumlah populasi) yang terdaftar di Desa Taopa Kecamatan Tompo Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kehamilan pada ibu hamil di Desa Tompo Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan 5,60 menjadi 8,31 nilai mean rata-rata atau nilai t-hitung yaitu 11,835. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kehamilan. Saran dalam penelitian diharapkan bagi pihak instansi terkait khususnya Puskesmas dan Desa sasaran yaitu Desa Tompo yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Taopa agar meningkatkan sosialisasi kesehatan melalui media penyuluhan dan leaflet dengan tujuan agar ibu hamil aktif dalam kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan.
PERILAKU NARAPIDANA SEBELUM TERJERAT KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II A KOTA PALU Mentari Afianti; Achmad Herman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.408 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.374

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan, hal ini di perkuat dengan jumlah narapidana dengan kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku narapidana kasus penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan klas II A Kota Palu. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui metode indepth interview dengan 5 informan, dimana informan kunci merupakan penjaga tahanan atau sipir yang bertugas khusus di blok narapidana dengan kasus narkoba, penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 9 Februari sampai dengan tanggal 15 April 2018 di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kota Palu. Dari hasil penelitian tentang perilaku narapidana sebelum terjerat kasus penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan klas II A kota Palu dapat disimpukan bahwa perilaku narapidana dalam menyalahgunakan narkoba disebabkan oleh berbagai macam penyebab, yaitu yang pertama karena pengaruh dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis lalu mereka mencari solusi dengan bergaul bersama rekan-rekan pengguna narkoba, kemudian tuntutan ekonomi yang memaksa narapidana untuk berprofesi sebagai pengedar demi mencukupi kebutuhan. Disarankan kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kota Palu dalam membina perilaku narapidana, ada baiknya peran petugas di lapangan dapat dimaksimalkan untuk berinteraksi lebih dalam kepada narapidana supaya merasa lebih baik dan menerima serta memiliki tujuan hidup yang benar-benar mereka inginkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT DI DESA TUMPAPA INDAH KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Siti Ramlah; Miswan Miswan; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.562 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.384

Abstract

Penyakit Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dan sering disertai kematian yang tinggi, terutama bagian Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan tinja, kepemilikan sarana pembuangan air limbah dan kepemilikan sarana pembuangan sampah dengan Penyakit Diare pada masyarakat di Desa Tumpapa Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dalam pelaksanaannya baik variabel bebas (independent) maupun variabel terikat (dependent) dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang sama. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa jarak sumber air bersih memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,000 dan kepemilikan jamban juga memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,011. Sementara kepemilikan tempat sampah tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,318 dan kepemilikan SPAL juga tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,637. Ditujukan bagi pihak Puskesmas Balinggi agar meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan yang baik agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK BALITA DESATINOMBO KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Siti Aisah; Miswan Miswan; Ahmad Yani; Rafiudin Rafiudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.243 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.396

Abstract

Angka kejadian ISPA di negara berkembang mencapai 15%-20% pertahun dengan jumlah balita yang meninggal mencapai ± 13 juta pertahun. Di Indonesia ISPA merupakan penyebab utama kematian bayi yang mencapai 150.000 pertahun. Sulawesi Tengah angka tertinggi penderita Ispa pada anak Balita mencapai 34%.Kabupaten Parigi Moutong tepatnya desa Tinombo kecamatan Tinombo penderita Ispa pada anak Balita tertinggi mencapai 20%-30%.Usia yang rawan menderia Ispa adalah usia anak Balita yaitu bayi umur < 1 tahun dan 1–5 tahun. Umumnya angka kejadian Ispa pada anak balita dapat dicegah dengan meningkatkan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang optimal terutama yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita di desa Tinombo kecamatan Tinombo kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan pengukuran variabel independen (4 Variabel) dengan jumlah sampel 61 responden (sampel jenuh) dengan uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 variabel yang diteliti menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian terhadap penyakit ISPA pada anak balita, akan tetapi menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok terhadap kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menyarankan agar instansi kesehatan lebih meningkatkan kegiatan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada anak Balita terutama mengenai bahaya asap rokok di dalam rumah dengan penyakit ISPA pada anak balita.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT CHIKUNGUNYA DI DESA BUNTUNA KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI Fitriana Fitriana; Munir Salham; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.818 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.753

Abstract

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya   ( CHIK Virus) merupakan RNA virus yang termasuk dalam genus Alphavirus. Penyakit chikungunya dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang mampu melumpuhkan tubuh. Nyamuk tersebut juga sama dengan nyamuk yang mengirimkan demam berdarah,infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan masyarakat terhadap penyakit chikungunya di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.Metode yang digunakan adalah kualitatif Dekskriptif dengan tekhnik pengumpulan data melalui studi perpustakaan dan penelitian lapangan yaitu penelitian yang mendalam kepada masyarakat Desa Buntuna di lihat melalui tingkat pengetahuan dan sikap pencegahan masyarakat terhadap penyakit chikungunya. Informan ditentukan dengan tekhnik purposive  sampling yaitu sebanyak 5 informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit chikungunya sudah di mengerti oleh masyarakat ,  hanya saja masih di butuhkan sosialisasi lebih mendalam dan merata di wilayah ini oleh petugas kesehatan agar masyarakat lebih menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit chikungunya.Diharapkan bagi pemerintah dan instansi kesehatan dapat mengoptimalkan sosialisasi dan penyuluhan penyakit chikungunya secara keseluruhan dan berkelanjutan demi mencapai kesehatan maksimal.Kata Kunci      : Persepsi, Masyarakat ,Chikungunya.
HUBUNGAN STRES DAN KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA REGULER YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNISMUH PALU I Ketut Warja; Nur Afni; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.545 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.822

Abstract

Insomnia adalah keadaan dimana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Insomnia adalah gejala yang dialami oleh orang yang mengalami kesulitan kronis untuk tidur, sering terbangun dari tidur, dan tidur singkat atau tidur nonrestoratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dan kecemasan dengan insomnia pada mahasiswa reguler yang sedang menyusun skripsi di Fakultas kesehatan masyarakat Unismuh Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu dengan mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yaitu variabel independent dan dependen, kemudian kedua variabel diamati dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa stres memiliki hubungan dengan insomnia dengan nilai p value = 0,009, dan kecemasan juga memiliki hubungan dengan insomnia dengan nilai p value = 0,032. Diharapkan kepada praktisi kesehatan untuk lebih mengkaji kejadian insomnia, terutama dalam mengambil kebijakan untuk pengendalian dan penanganan kasus ini. Kata kunci : Stres, Kecemasan, Insomnia
Perilaku Seksual Remaja Dalam Mengakses Media Sosial (Pornografi Sex Chat) Di Sma Negeri 3 Palu Andriani Aprisye; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.038 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.834

Abstract

Perilaku seksual merupakan segala bentuk perilaku untuk menarik perhatian lawan jenis. Perilaku seksual juga merupakan perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita mulai dari berciuman hingga pada tahap hubungan intim, yang di dorong oleh hasrat untuk berbuat serta diperkuat oleh hormon yang dimiliki manusia. Survei yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak tahun 2011 mengungkapkan bahwa 97% remaja pernah menonton dan mengakses situs pornografi, 93% remaja pernah melakukan ciuman, 62,7% remaja pernah melakukan perilaku seksual pra nikah dan 21% remaja Indonesia telah melakukan aborsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan melakukan pengamatan, wawancara mendalam (indhep interview) dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku remaja dalam mengakses media sosial via chat di SMA Negeri 3 Palu.Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja di SMA Negeri 3 palu menggunakan media sosial untuk melakukan pornografi sex chat melalui  smart phone. Remaja memanfaatkan vitur-vitur di media sosial sebagai alat penyenyalur hasrat seksual mereka kepada lawan komunikasinya.Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan