Claim Missing Document
Check
Articles

Keyakinan Masyarakat Terhadap Penyebab Hipertensi, Dan Upaya Penanggulangannya Rama Nur Kurniawan K.; Lisye Renjaan; Ahmad Yani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1: JANUARI 2019 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.365 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.521

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering muncul di negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia dengan angka pen-derita komplikasi hipertensi sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2016 menunjukkan 35 kasus hipertensi, meningkat pada tahun 2017 sebanyak 40 penderita, serta tahun 2018 berjumlah 45 kasus. Adapun dari 10 jenis penyakit terbanyak pada Bulan Maret tahun 2018 hipertensi berada pada urutan kedua setelah penyakit ISPA. Dari survey awal berdasarkan wawancara dari jumlah 182 pasien lansia dengan hipertensi 10 dian-taranya kurang mengetahui tentang diet garam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat meyakini bahwa penyakit hipertensi disebabkan oleh stress serta konsumsi ma-kanan dengan kadar garam yang berlebihan. Selain itu, masyarakat meyakini bahwa penyakit ini dapat diatasi dengan cara men-gonsumsi makanan yang alami, berolahraga secara teratur, serta membiasakan berdoa sebelum makan.
Pengaruh Media SMS Reminder Terhadap Pengetahuan Suami Tentang Vasektomi Di Puskesmas Parigi Kabupaten Parigi Moutong Zhanaz Tasya; Ahmad Yani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 1: JANUARI 2019 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.651 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i1.528

Abstract

Metode vasektomi salah satu metode kontrasepsi yang cocok untuk pasangan usia subur yang menginjak usia diatas 35 tahun atau pada masa mengakhiri bertambahnya anak. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh media SMS (Short Message Service) reminder terhadap peningkatan pengetahuan tentang vasektomi. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen dengan rancangan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah Pasangan Usia Subur/Suami yang berusia 30 tahun keatas dengan jumlah 473 orang. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 54 orang yang memenuhi kriteria inkulusi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan pengetahuan vasektomi sebelum dan setelah mendapatkan sms reminder. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini diharapkan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Maoutong dapat mempertimbangkan pemanfaatan media sms reminder dalam kegiatan intervensi yang berkenaan dengan peningkatan pengetahuan Vasektomi.
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Pengobatan Rutin Pasien TB Paru Ahmad Yani; Zhanaz Tasya; Sadly Syam
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1: JANUARI 2020 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.054 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1032

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang pengobatan Rutin TB Paru yang diberikan petugas kesehatan kepada Penderita TB mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan Penderita TB tentang bagaimana cara minum obat TB yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk selama masa pengobatan enam bulan yaitu dengan cara yang berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan pengobatan rutin serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada penderita TB paru agar menurunkan angka penderita TB yang putus minum obat seara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan serta respon penderita TB paru Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang kepatuhan minum obat TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post testdesign yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun men-galami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 penderita (total populasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan TB Paru.
Konstruksi Sosial Remaja Pecandu Game Online di Kota Makassar Rama Nur Kurniawan; Ivan Wijaya; Ahmad Yani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.453 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1395

Abstract

Game online yang dimainkan secara berlebihan dapat menimbulkan adiksi bagi pemainnya. Dampak negative tersebut dalam hal kesehatan berupa penurunan berat badan, obesitas, gangguan penglihatan, nyeri tulang belakang, terganggunya pola tidur hingga pada dampak psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penyebab terbentuknya perilaku adiksi game online pada beberapa remaja di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi dan diskusi kelompok terarah pada beberapa informan remaja usia 13-18 tahun yang telah terjaring dan ditentukan berdasarkan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mempunyai peranan penting dalam membetuk perilaku adiksi game online pada remaja dengan cara memfasilitasi dan memberi dukungan kepada anak untuk bermain game dalam waktu yang relatif lama. Selain itu perilaku adiksi game online dipengaruhi oleh lingkungan dan motivasi anak untuk mendapatkan teman dan relasi yang baru.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Filariasis di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi: Analysis of Risk Factors for the Occurrence of Filariasis in Dolo Barat District, Sigi Regency Yulin Astriana; Nur Afni; Mohamad Andri; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i1.2185

Abstract

Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi cacing filaria, ditularkan melalui gigitan nyamuk yang menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mamae, dan skrotum, serta dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup apabila tidak mendapatkan pengobatan. Provinsi Sulawesi Tengah tercatat 193 kasus pada tahun 2021 dan kasus paling banyak terdapat di kecamatan dolo barat kabupaten sigi dengan kasus tertinggi yaitu 14 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Filariasis Di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini masyarakat penderita filariasis berjumlah 12 kasus (dengan maching golongan umur dan jenis kelamin 1:2) control berjumlah 24 orang, sehingga sampel berjumlah 36 orang. Analisis data secara chi-square untuk melihat odds ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah rapat nyamuk Odds Ratio=9.308>1, keberadaan habitat nyamuk nilai Odds Ratio=1.185>1, perilaku keluar rumah pada malam hari nilai Odds Ratio=2.333>1, dan penggunaan kelambu pada malam hari nilai Odds Ratio=7.000>1 merupakan faktor risiko kejadian filariasis. Kesimpulan bahwa variabel rumah rapat nyamuk, keberadaan habitat nyamuk, perilaku keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan kelambu pada malam hari merupakan faktor risiko kejadian filariasis Saran diharapkan Bagi puskesmas kaleke agar Melaksanakan upaya pengendalian nyamuk vektor filariasis, mengembangkan pesan promosi yang mendukung peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam upaya eliminasi filariasis.
ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TB PARU MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIENJO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Amir Hamzah; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.145 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.358

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang pengobatan Rutin TB Paru yang diberikan petugas kesehatan kepada Penderita TB mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan Penderita TBtentang bagaimana cara minum obat TB yang baik dan benar sesuai dengan petunjuk selama masa pengobatan enam bulan yaitu dengan cara yang berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan pengobatan rutin serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada penderita TB paru agar menurunkan angka penderita TB yang putus minum obat seara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan serta respon penderita TB paru Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang kepatuhan minum obat TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sienjo Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post testdesign yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun mengalami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 penderita (jumlah populasi) yang berobat di Puskesmas Sienjo Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru di Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan 5,59 menjadi 8,30 nilai mean rata-rata atau nilai t-hitung yaitu 11,835. Ditujukan bagi pihak instansi terkait khususnya Puskesmas dan Desa sasaran yaitu 9 Desayang ada di Wilayah KerjaPuskesmasSienjoagar meningkatkan sosialisasi melaluipenyuluhankesehatan tentang respon pengobatan rutin TB Paru ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan TB Paru
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU I Wayan Hendrik Purwanto; Miswan Miswan; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.386 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.368

Abstract

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, penularan penyakit diare dapat terjadi secara secara fekal-oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi agen yang berasal dari air yang tercemar maupun dari tinja yang terkontaminasi. Sanitasi dasar rumah sangat erat hubungannya dengan angka kejadian penyakit menular terutama diare, Lingkungan rumah sangat berpengaruh terhadap terjadinya kajadian penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare pada anak Balita di Wilayah kerja Puskesmas Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah analitik dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan Case Control yaitu rancangan penelitian yang membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol yang sudah diketahui kejadiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik air dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 719 (>0,05) dan ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian diare P Value 0,000 (<0,05) serta kondisi tempat sampah 0,000 (<0,05) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 497(>0,05), dan ke empat variabel tersebut merupakan faktor risiko terhadap kejadian diare pada anak balita. Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang sanitasi dan penyuluhan tentang penyakit diare.
PERILAKU LANSIA DALAM MENCEGAH PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN BESUSU BARAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGGANI KOTA PALU Vivi Indah Sari; Achmad Herman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.953 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.371

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat serta hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler, stroke, retinopati, dan penyakit ginjal. Hipertensi juga menjadi faktor risiko ketiga terbesar penyebab kematian. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif pada enam informan yang menderita penyakit hipertensi di Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Palu Timur. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku lansia dalam mencegah penyakit hipertensi. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan dari tanggal 24 April - 9 Juni 2018. Informan dalam penelitian ini lansia penderita hipertensi dan menjadi informan kunci adalah kader posbindu yang terlibat secara langsung dalam pencegahan penyakit hipertensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lansia mengenai pencegahan penyakit hipertensi hanya mencapai tingkatan tahu dikarenakan informasi yang diperoleh masih belum jelas benar dan juga banyak faktor yang mempengaruhi lansia untuk melakukan suatu tindakan pencegahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Disarankan bagi lansia yang memiliki penyakit hipertensi untuk aktif memeriksakan kesehatannya di puskesmas ataupun di posbindu yang telah disediakan.
ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP PEMBERIAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KEHAMILAN DI DESA TOMPO WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ni Nyoman Karmiti; Abdul Hakim Laenggeng; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.155 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.373

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang kehamilan yang diberikan petugas kesehatan kepada ibu hamil mempunyai tujuan yaitu untuk menambah pengetahuan ibu hamil tentang bagaimana merawat kandungan selama masa kehamilan sampai masa persalinan yaitu dengan cara berkunjung ke fasilitas kesehatan melakukan antenatal care serta konseling kepada petugas kesehatan. Langkah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil agar menurunkan angka kejadian kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Pemberian Penyuluhan Kesehatan Tentang Kehamilan di Desa Tompo Wilayah Kerja Puskesmas Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one grup pre test-post test design yaitu sebuah kelompok sampel dengan subjek yang sama namun mengalami penilaian yang berbeda antara sebelum dan sesudah perlakuan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 ibu hamil (jumlah populasi) yang terdaftar di Desa Taopa Kecamatan Tompo Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kehamilan pada ibu hamil di Desa Tompo Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan 5,60 menjadi 8,31 nilai mean rata-rata atau nilai t-hitung yaitu 11,835. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kehamilan. Saran dalam penelitian diharapkan bagi pihak instansi terkait khususnya Puskesmas dan Desa sasaran yaitu Desa Tompo yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Taopa agar meningkatkan sosialisasi kesehatan melalui media penyuluhan dan leaflet dengan tujuan agar ibu hamil aktif dalam kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan.
PERILAKU NARAPIDANA SEBELUM TERJERAT KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II A KOTA PALU Mentari Afianti; Achmad Herman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.408 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.374

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan, hal ini di perkuat dengan jumlah narapidana dengan kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku narapidana kasus penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan klas II A Kota Palu. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui metode indepth interview dengan 5 informan, dimana informan kunci merupakan penjaga tahanan atau sipir yang bertugas khusus di blok narapidana dengan kasus narkoba, penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 9 Februari sampai dengan tanggal 15 April 2018 di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kota Palu. Dari hasil penelitian tentang perilaku narapidana sebelum terjerat kasus penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan klas II A kota Palu dapat disimpukan bahwa perilaku narapidana dalam menyalahgunakan narkoba disebabkan oleh berbagai macam penyebab, yaitu yang pertama karena pengaruh dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis lalu mereka mencari solusi dengan bergaul bersama rekan-rekan pengguna narkoba, kemudian tuntutan ekonomi yang memaksa narapidana untuk berprofesi sebagai pengedar demi mencukupi kebutuhan. Disarankan kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kota Palu dalam membina perilaku narapidana, ada baiknya peran petugas di lapangan dapat dimaksimalkan untuk berinteraksi lebih dalam kepada narapidana supaya merasa lebih baik dan menerima serta memiliki tujuan hidup yang benar-benar mereka inginkan.