Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT DI DESA TUMPAPA INDAH KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Siti Ramlah; Miswan Miswan; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.562 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.384

Abstract

Penyakit Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dan sering disertai kematian yang tinggi, terutama bagian Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan tinja, kepemilikan sarana pembuangan air limbah dan kepemilikan sarana pembuangan sampah dengan Penyakit Diare pada masyarakat di Desa Tumpapa Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dalam pelaksanaannya baik variabel bebas (independent) maupun variabel terikat (dependent) dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang sama. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa jarak sumber air bersih memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,000 dan kepemilikan jamban juga memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,011. Sementara kepemilikan tempat sampah tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,318 dan kepemilikan SPAL juga tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,637. Ditujukan bagi pihak Puskesmas Balinggi agar meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan yang baik agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK BALITA DESATINOMBO KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Siti Aisah; Miswan Miswan; Ahmad Yani; Rafiudin Rafiudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.243 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.396

Abstract

Angka kejadian ISPA di negara berkembang mencapai 15%-20% pertahun dengan jumlah balita yang meninggal mencapai ± 13 juta pertahun. Di Indonesia ISPA merupakan penyebab utama kematian bayi yang mencapai 150.000 pertahun. Sulawesi Tengah angka tertinggi penderita Ispa pada anak Balita mencapai 34%.Kabupaten Parigi Moutong tepatnya desa Tinombo kecamatan Tinombo penderita Ispa pada anak Balita tertinggi mencapai 20%-30%.Usia yang rawan menderia Ispa adalah usia anak Balita yaitu bayi umur < 1 tahun dan 1–5 tahun. Umumnya angka kejadian Ispa pada anak balita dapat dicegah dengan meningkatkan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang optimal terutama yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Ispa pada anak Balita di desa Tinombo kecamatan Tinombo kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan pengukuran variabel independen (4 Variabel) dengan jumlah sampel 61 responden (sampel jenuh) dengan uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 variabel yang diteliti menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian terhadap penyakit ISPA pada anak balita, akan tetapi menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok terhadap kejadian ISPA pada anak balita. Penelitian ini menyarankan agar instansi kesehatan lebih meningkatkan kegiatan pelayanan dan penyuluhan kesehatan yang berhubungan dengan penyakit ISPA pada anak Balita terutama mengenai bahaya asap rokok di dalam rumah dengan penyakit ISPA pada anak balita.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT CHIKUNGUNYA DI DESA BUNTUNA KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI Fitriana Fitriana; Munir Salham; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.818 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.753

Abstract

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya   ( CHIK Virus) merupakan RNA virus yang termasuk dalam genus Alphavirus. Penyakit chikungunya dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang mampu melumpuhkan tubuh. Nyamuk tersebut juga sama dengan nyamuk yang mengirimkan demam berdarah,infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan masyarakat terhadap penyakit chikungunya di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.Metode yang digunakan adalah kualitatif Dekskriptif dengan tekhnik pengumpulan data melalui studi perpustakaan dan penelitian lapangan yaitu penelitian yang mendalam kepada masyarakat Desa Buntuna di lihat melalui tingkat pengetahuan dan sikap pencegahan masyarakat terhadap penyakit chikungunya. Informan ditentukan dengan tekhnik purposive  sampling yaitu sebanyak 5 informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan dan sikap pencegahan penyakit chikungunya sudah di mengerti oleh masyarakat ,  hanya saja masih di butuhkan sosialisasi lebih mendalam dan merata di wilayah ini oleh petugas kesehatan agar masyarakat lebih menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit chikungunya.Diharapkan bagi pemerintah dan instansi kesehatan dapat mengoptimalkan sosialisasi dan penyuluhan penyakit chikungunya secara keseluruhan dan berkelanjutan demi mencapai kesehatan maksimal.Kata Kunci      : Persepsi, Masyarakat ,Chikungunya.
HUBUNGAN STRES DAN KECEMASAN DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA REGULER YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNISMUH PALU I Ketut Warja; Nur Afni; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.545 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.822

Abstract

Insomnia adalah keadaan dimana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Insomnia adalah gejala yang dialami oleh orang yang mengalami kesulitan kronis untuk tidur, sering terbangun dari tidur, dan tidur singkat atau tidur nonrestoratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dan kecemasan dengan insomnia pada mahasiswa reguler yang sedang menyusun skripsi di Fakultas kesehatan masyarakat Unismuh Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu dengan mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yaitu variabel independent dan dependen, kemudian kedua variabel diamati dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa stres memiliki hubungan dengan insomnia dengan nilai p value = 0,009, dan kecemasan juga memiliki hubungan dengan insomnia dengan nilai p value = 0,032. Diharapkan kepada praktisi kesehatan untuk lebih mengkaji kejadian insomnia, terutama dalam mengambil kebijakan untuk pengendalian dan penanganan kasus ini. Kata kunci : Stres, Kecemasan, Insomnia
Perilaku Seksual Remaja Dalam Mengakses Media Sosial (Pornografi Sex Chat) Di Sma Negeri 3 Palu Andriani Aprisye; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.038 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.834

Abstract

Perilaku seksual merupakan segala bentuk perilaku untuk menarik perhatian lawan jenis. Perilaku seksual juga merupakan perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita mulai dari berciuman hingga pada tahap hubungan intim, yang di dorong oleh hasrat untuk berbuat serta diperkuat oleh hormon yang dimiliki manusia. Survei yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak tahun 2011 mengungkapkan bahwa 97% remaja pernah menonton dan mengakses situs pornografi, 93% remaja pernah melakukan ciuman, 62,7% remaja pernah melakukan perilaku seksual pra nikah dan 21% remaja Indonesia telah melakukan aborsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan melakukan pengamatan, wawancara mendalam (indhep interview) dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku remaja dalam mengakses media sosial via chat di SMA Negeri 3 Palu.Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja di SMA Negeri 3 palu menggunakan media sosial untuk melakukan pornografi sex chat melalui  smart phone. Remaja memanfaatkan vitur-vitur di media sosial sebagai alat penyenyalur hasrat seksual mereka kepada lawan komunikasinya.Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI DESA LUMBULAMA WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBASADA KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA Wahyu Ramadhan; Budiman Budiman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v2i1.841

Abstract

Pada negara dengan tingkat pemasukan rendah, diare merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian kedua terbesar setelah Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) dengan Crude Death Rate (CDR) mencapai 60 per 100.000 populasi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare di desa Lumbulama Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala.Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectiona. Subjek penelitian adalah warga Desa Lumbulama yang pernah menderita penyakit diare pada tahun 2018 dengan populasi 176.  Pemilihan sampel dilakukan dengan cara proporsioal sampling dan menghasilkan 64 responden.Uji statistik menggunakan Chi-square dengan bantuan sofware komputer. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kualitas air dengan penyakit diare (Ho diterima) dengan nilai nilai P = 0,088 ( P > 0,005). Ada hubugan antara kondisi jamban dengan penyakit diare (Ho ditolak) dengan nilai P = 0,004 (P < 0,005). Ada hubungan antara kondisi tempat sampah dengan kejadian diare (Ho ditolak) dengan nilai P = 0,004 (P < 0,005). Ada hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (Ho ditolak) dengan nilai P = 0,000 (P < 0,005).Kata Kunci      : Kualitas Fisik Air, Kondisi Jamban, Kondisi Tempat Sampah, Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah
EFEKTIVITAS BIOEKSTRAK LIMBAH SAYURAN UNTUK MEMPERCEPAT PENGHANCURAN SAMPAH DAUN Nursakina Nursakina; Budiman Budiman; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.503 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.851

Abstract

Sampah merupakan segala sesuatu yang tidak digunakan lagi atau yang telah dibuangyang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bioesktrak limbah sayuran untukmempercepat penghancuran sampah daun.Jenis Penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penelitian eksperimenyaitu mengetahui ada tidaknya hubungan antara sebab dan akibat dengan membandingkansatu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompokpembanding yang tidak menerima perlakuan.Hasil penelitian yaituwadah yang berisi sampah daun yang telah dicampur denganbioekstrak proses penghancurannya efektif karena hanya membutuhkan waktu 15 harisementara proses penghancuran sampah secara alami membutuhkan waktu 21 hari,sedangkan wadah (kontrol) yang berisi sampah daun tanpa campuran bioekstrak dalam waktu15 hari belum terjadi penghancuran sampah daun. Sedangkan bioekstrak yang digunakandalan penelitian ini yaitu dari limbah sayuran yang difermentasi selam 7 hari.Diharapkan agar pihak instansi kesehatan kiranya dapat memberikan sosialisasi kepadamasyarakat mengenai manfaat pembutan bioekstrak dalam kehidupan sehari hariKata kunci : Bioekstrak, Limbah Sayuran, Sampah Daun.
GAMBARAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN PADA KAWASAN KUMUH DI KELURAHAN UJUNA KECAMATAN PALU BARAT Fadlun Kandusu; Miswan Miswan; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.724 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.871

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, di mana lingkungan yang berguna di tingkatkan dan di perbanyak sedangkan yang merugikan di perbaiki atau di hilangkan (Ficher Tambuwun, 2015). Jenis penelitian ini adalah survey dengan menggunakan rancangan deskriptif. Dimana menggambarkan keadaan/kondisi sanitasi lingkungan di kelurahan ujuna kecamatan palu barat, variabel yang diteliti adalah penyediaan air bersih, kepemilikan jamban, tempat sampah dan saluran pembuangan air limbah. Pengambilan sampel dilakukan mengunakan rumus slovin, besar populasi sebanyak 215 dan 68 responden analisis data dilakukan secara manual.Hasil penelitian 68 responden didpatkan hasil responden yang memiliki ketersediaan air bersih sebanyak 56 (82,35%), mayoritas responden tidak memiliki tempat pembuangan sampah 50 (73,52%), dan 49 (73,05%) responden tidak memiliki saluran pembuangan air limbah. Responden yang tidak memiliki jamban sebanyak 6 (8,82%). Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang bersih bagi kesehatan dan juga karena masih rendahnya taraf perekonomian masyarakat setempat.Melalui penelitian ini, penulis berharap adanya suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan, peran aktif masyarakat dalam melaksanakan program, serta bantuan dan pembinaan dari instansi kesehatan dan pemerintah.Kata Kunci : sanitasi lingkungan, air bersih, kepemilikan jamban,SPAL, tempat pembuangan sampah
PENGARUH MEDIA POSTER DAN LEAFLET TERHADAP SIKAP MASYARAKAT TENTANG 10 PHS DALAM KEDARURATAN DI HUNTARA GAWALISE KOTA PALU Alan Jabir; Firdaus J. Kunoli; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.521 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.988

Abstract

ABSTRAKKegawatdaruratan ialah suatu keadaan di mana seseorang dalam kedaan gawat atau menjadi gawat dan terancam anggota badannya dan jiwanya akan menjadi cacat atau mati bila tidak mendapat pertolongan kedaruratan bisa berupa konflik, bencana alam atau wabah penyakit yang biasanya menyebabkan orang menderita baik karena akibat langsung dari kedaruratan maupun akibat tidak langsung, maka penelitian ini di lakukan bertujuan untuk mengetahui Media Poster dan Leaflet terhadap sikap masyarakat tentang 10 Pesan Hidup Sehat (PHS) dalam kedaruratan di Huntara Gawalise Kota Palu. Desain dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan The Nonequivalent Control  Group  Design, penelitian ini menggunakan total populasi yaitu 82 responden yang di bagi menjai kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, analisis yang di gunakan pada penelitian ini yaitu analisis Paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan 34.78 menjadi 37.46 dan nilai rata pada kelompok kontrol 33.93 menjadi 34.66 setelah di lakukan intervensi dengan menggunakan media poster dan leaflet di Huntara Gawalise Kota Palu. Hasil penelitian ini setelah di lakukan intervensi bagi pihak Kelurahan Duyu agar senantiasa mendorong dan memfasilititasi masyarakat dalam dalam mengupayakan 10 PHS dalam kedaruratan di Huntara Gawalise.Kata Kunci     : Media, 10 PHS, Sikap
Faktor-Faktor Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Talise: Factors of Factors Related to Compliance With the Treatment 0f Lung Tuberculosis in the Working Area of Talise Puskesmas Dini Otaviani; Firdaus J Kunoli; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 3 No. 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.035 KB) | DOI: 10.56338/jks.v3i1.1680

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi (Mansjoer dkk, 2014). Laporan tahunan program pengedalian tuberkulosis Puskesmas Talise tahun 2015, penderita tuberkulois 31 orang, yang terdiri dari 19 pasien tuberkulosis Basil Tahan Asam (BTA) positif, 7 pasien tuberkulosis Basil Tahan Asam (BTA) negative, pemeriksaan rontgen positif, 3 pasien tuberkulosis ekstra paru 1 pasien putus obat. Data penderita tuberkulosis tahun 2016 yaitu 55 orang. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengkonsumsi obat Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 55 orang dengan menggunakan total populasi. Menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan penderita dengan kepatuhan mengkonsumsi obat Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Talise dengan nilai p=0,009. Tidak ada hubungan sikap penderita dengan kepatuhan mengkonsumsi obat Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Talise dengan nilai p=0,826. Ada ada hubungan pengawas minum obat dengan kepatuhan mengkonsumsi obat Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Talise dengan nilai p value p=0,038. Diharapkan penderita tuberkulosis paru mengkonsumsi obat secara teratur.