Claim Missing Document
Check
Articles

Impact of Advertising Media Cigarette Packaging on Adolescent Smoking Behavior Sudirman; Ahmad Yani; Moh. Fikri
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 4 No. 4: October 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v4i4.2897

Abstract

Adolescent smoking behavior is a deviant act that can harm the teenager and those around him. The influence of chemicals contained by cigarettes such as Nicotine, Carbon Monoxide, and Tar will spur the work of the central nervous system and sympathetic conditions, resulting in increased blood pressure and increased heart rate. This study aims to determine the impact of cigarette advertising media on the smoking behavior of adolescents, especially in Talise Village. This research uses a qualitative type of research. The results of this study show that the advertising media in cigarette packaging does not affect the smoking behavior of adolescents because the advertising media packaged cigarettes are not very clear and are often improved because of the support of parents who are indirectly active smokers and also have an effect on peers.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien PTM di UPTD Puskesmas Tosora: The Relationship of Health Service Quality With PTM Patient Satisfaction in UPTD Puskesmas Tosora St. Rosmanely; Muh. Yusri Abadi; Ika Bella Rezqi Jaya; Ahmad Yani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3: MARCH 2023 -Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3277

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan pasien dan kualitas pelayanan yang diterima pasien dapat dinilai salah satunya berdasarkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah perasaan bahagia yang muncul pada diri seorang sehabis menerima pelayanan yang diterima atau dialam secara eksklusif atau menggunakan istilah lain tingkat perasaan seseorang pelanggan sehabis membandingkan kinerja atau output yang dirasakan. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasaan Pasien Rawat Jalan Penyakit Tidak Menular Puskesmas Tosora. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 responden. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2022. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi teknis (p=0.086), akses terhadap pelayanan (p=0.013), hubungan interpersonal (p=0,000), dan kenyamanan (p=0,006). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan anatara variabel akses terhadap pelayanan, hubungan interpersonal, kenyamanan dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD Puskesmas Tosora. Sedangkan, tidak ada hubungan antara variabel kompetensi teknis dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor variabel akses terhadap pelayanan, hubungan interpersonal, dan kenyamanan dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD puskesmas Tosora Kabupaten Wajo. Saran penulis untuk pihak Puskesmas agar meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, sehingga dapat memberikan dampak kepuasan kepada pasien.
Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA Pada Generasi Milenial Gen Z : Education on Prevention of Drug Abuse in Gen Z Millennials Wa Ode Nova Noviyanti Rachman; Cece Indriani; Nazaruddin; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 5: MEI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i5.3531

Abstract

Sulawesi Tenggara menempati posisi pertama dari 34 provinsi sebagai pemakai coba-coba dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami peningkatan penggunaan penyalahgunaan dengan jenis Shabu-shabu, Tembakau Gorila, Lem Fox, Ganja, Tramadol dan PCC. Khalayak sasaran dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah generasi milenial Gen Z yang berusia 11 -15 tahun. Adapun bentuk partisipasi khalayak sasaran dalam melancarkan kegiatan ini adalah dengan mengikuti penyuluhan dalam bentuk partisipasi aktif kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan pada hari kamis tanggal 19 April 2021 mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebagai Institusi Pendidikan sudah sepatutnya Universitas Mandala Waluya dapat berpartisipasi sebagai salah satu garda terdepan mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan NAPZA.
Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kota Palu Sulawesi Tengah: Relationship between Basic Sanitation Facilities and Stunting Incidence in Toddlers Aged 6-59 Months in Palu City, Central Sulawesi Ketut Suarayasa; Bertin Ayu Wandira; Ahmad Yani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.3547

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO- 2010. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara sarana sanitasi dasar dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Kota Palu Tahun 2022. Metode: Penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan populasi adalah seluruh anak usia 6 sampai 59 bulan di 2 (dua) Puskesmas Kota Palu. Kasus 100 balita stunting diambil dari 2 Puskesmas, kontrol adalah 100 balita status normal yang berada satu lokasi posyandu dengan kasus. Pengumpulan data dengan wawancara, pengukuran dan observasi. Analisis data univariat, bivariat (uji kai kuadrat), dan multivariat (uji regresi logistik ganda). Hasil: Dari analisis bivariat menemukan delapan variabel yang berhubungn dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivatiat didapatkan dua variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu akses ke jamban sehat OR=5,99 (95% CI: 2,98-9,23), akses ke sumber air bersih OR=5,99 (95% CI: 3,31-10,83), setelah dikontrol dengan variabel riwayat penyakit infeksi, riwayat pemberian MPASI dan riwayat pemantauan pertumbuhan. Akses ke jamban sehat dan akses ke sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko stunting. Kesimpulan: Terdapat dua faktor lingkungan yang secara bersama-sama berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia enam sampai 59 bulan, yaitu akses ke jamban sehat dan akses ke sarana air bersih.
Kampanye Kesadaran dan Screaning Prediktor Gula Darah (Pradiabetes) melalui Kelas Edukasi dalam Meningkatkan Perilaku Adaptif di Kabupaten Takalar: Awareness Campaign and Screening for Blood Sugar Predictors (Prediabetes) through Educational Classes to Improve Adaptive Behavior in Takalar Regency Zainuddin Zainuddin; Rosmin Ilham; Wahyudin Wahyudin; Sarinah Basri K.; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4237

Abstract

Diabetes merupakan epidemi dengan menimbulkan beberapa masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan perilaku adaptif dari hasil screaning melalui kelas edukasi dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pradiabetes, mengajarkan mereka tentang faktor risiko, gejala, dan cara mengelola kondisi ini, serta memberikan layanan skrining untuk mendeteksi potensi pradiabetes pada individu. Metode pengabdian ini, pertama membagikan kuesioner risiko diabetes masyarakat untuk membantu mereka menilai risiko mereka terkena diabetes, melakukan Kampanye Kesadaran dapat dilakukan melalui penyuluhan di tempat umum, penggunaan media sosial, pemasangan spanduk, dan penyebaran materi informasi melalui modul, Diskusi dan Tanya Jawab serta melakukan screaning. Hasil screaning dari total 80 peserta disimpulkan kelompok dengan hipertensi sebanyak 46 orang (57,5%) dan IMT ( overweight 15 (18,8%), gemuk 43 orang (53%) sedangkan kelompok teridentifikasi pradiebetes 41 orang (51,3). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dengan meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat dalam jangka panjang.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Mengenai Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleran Melalui Kegiatan Penyuluhan: Increasing Student’s Knowledge About Sexual Violence, Bullying and Intolerance Through Counseling Activities Herawati; Ramli; Dwi Wahyu Balebu; Sandy Novryanto; Isnanto Bidja; Ahmad Yani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4544

Abstract

Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran merupakan isu kompleks yang telah menjadi focus perhatian masyarakat dan pemerintah saat ini. Tidak hanya merusak kehidupan individu korban, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Aksi Kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran dapat terjadi pada berbagai lini kehidupan bermasyarakat kita, termasuk di dunia Pendidikan. Untuk itu, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMAN Simpang Raya Kabupaten Banggai tentang kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran melalui kegiatan penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang ketiga aspek tersebut, yang di analisis dari hasil pemberian Pre dan Post Test kepada mereka. Dari 52 siswa yang menjadi sasaran, terdapat 42 (81 %) siswa yang mengalami peningkatan pengetahuan, dan sebanyak 10 (19 %) siswa memiliki pengetahuan yang tetap. Adapun pengetahuan yang di maksudkan berkaitan dengan defenisi, prinsip kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran, dampak, upaya pencegahan, dan penangannya di lingkungan sekolah. Dengan demikian, maka upaya penyuluhan ataupun sosialisasi perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh warga sekolah mendapatkan pengetahuan yang setara. Selain itu juga sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya peduli terhadap pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perundungan, dan intoleran di lingkungan sekolah.