Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kadar Tanin Ekstrak Etanol Kulit Batang Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) dengan Metode Titrimetri Sofiya Maulida; Ali Rakhman Hakim; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 1 No 1 (2020): Journal Of Pharmaceutical Care and Science
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Plants have a great potential to be used as traditional medicine, so it is necessary to standardize realated compounds responsible for pharmacological activities or secondary metabolite compounds of a plant. One of medicinal plants is candlenut, this is plant has many uses in almost all parts of the plant. Candlenut stem bark has been used as traditional medicine by the community in Muara Langon village, Paser district, East Kalimantan to treat hypercholesterolemia. Objective: To know the candlenut stem bark ethanol extract containing flavonoid, saponin, tannin compounds and knowing the levels of tannin compounds contained in the sample. Methods: Extraction was carried out by maceration method. Qualitative analysis was carried out by phytochemical screening tests for flavonoid, saponin and tannin compounds by the tube method. Quantitative analysis was carried out by determining the levels of tannin compounds using the titrimetry method by permanganometric titration. Results: The extraction of 500 grams candlenut stem bark and 4 liters ethanol 70% sovent obtained was the extract rate od 4,022%. The results of the qualitative analysis by phytochemical sreening test showed that the candlenut stem bark ethanol extract is positively contained flavonoid, saponin and tanin compounds. The result of quantitative analysis with titrimetry method obtained levels of tannin compounds in the candlenut stem bark ethanol extract is 5,40598 %. Conclusion: The candlenut stem bark ethanol extract contained flavonoid, saponin and tanin compounds and tannin compound levels is 5,40598 %. Keywords: Candlenut stem bark, Tannin levels, Titrimetry.
The Effectiveness of the Siriraj Stroke Score (SSS) and National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) Assessment Methods in Determining the Actual Nursing Diagnosis of Stroke Patients in the Emergency Room M Sobirin Mohtar; Subhannur Rahman; Ahmad Apriannor; Gustin Restu Auliyah
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 6, No 2 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v6i2.8873

Abstract

Background: stroke is a disease of the brain in the form of focal nerve function disorders caused by disruption of blood circulation to the brain and causing symptoms in the form of neurological deficits. As the number of stroke patients increases, the assessment needs to focus on neurology and is an emergency.Purpose: analyzing the effectiveness of the assessment method NSSS and NIHSS in determining the number of diagnoses actual nursing and the speed of time to determine the diagnosis of stroke patients in the Emergency Room.Methods: this study used a pre-experimental approach. Theerty sample were used from a new patient with a medical diagnosis of stroke, while the sampling technique in this study was accidental sampling. Data collection on each sample was directly carried out using two assessment methods. The SSS assessment consists of 5 components and the NIHSS 11 components. Data analysis used sperm correlation and correlation coefficient interpretation test.Results: the results of the sperm correlation test in the SSS and NIHSS methods both show p=0.000. The level of closeness were analyzed using the correlation coefficientthere is a very strong relationship is NIHSS to the length of the duration of determination (r = 0.858).Conclusion: the SSS and NIHSS assessment methods are effective in establishing the diagnosisactual nursingin stroke patients in the Emergency Department, however, in terms of duration of assessment and determination of the number of diagnoses, SSS is more effective, while from the duration of determining nursing diagnoses, NIHSS is more effective.
Korelasi Jenjang Pendidikan Dan Kualifikasi Terhadap Pemahaman Waktu Tanggap Perawat Pada Penanganan Pasien Cedera Kepala DI IGD RSUD ULIN Banjarmasin M. Sobirin Mohtar
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.547

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan tingginya angka kecatatan dan kematian dalam pertahunnya. Hal ini sangat penting dilakukan penanganan gawat darurat yang efektif dan efisien. Penanganan tersebut berkaitan dengan pemahaman waktu tanggap perawat, dimana dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya jenjang pendidikan dan kualifikasi, karena keberhasilan waktu tanggap tergantung pada pemahaman perawat dan kualitas pemberian pertolongan (kualifikasi).Tujuan: Mengetahui korelasi jenjang pendidikan dan kualifikasi terhadap pemahaman waktu tanggap perawat pada penanganan cedera kepala di IGD RSUD Ulin.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel adalah seluruh perawat pelaksana di IGD RSUD Ulin sebanyak 38 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan analisis uji koefisien kontingensi.Hasil: Jenjang pendidikan terhadap pemahaman waktu tanggap perawat yaitu nilai ρ = (0.411) ≥ α (0.05) yang artinya tidak ada korelasi antara keduanya. Sedangkan korelasi kualifikasi terhadap pemahaman waktu tanggap perawat yaitu nilai ρ = (0.16) ≤α (0.05) yang artinya ada korelasi antara keduanya.Simpulan: Jenjang pendidikan tidak berkorelasi terhadap pemahaman waktu tanggap perawat sedangkan kualifikasi berkorelasi terhadap pemahaman waktu tanggap perawat. Kata Kunci: Cedera kepala,Jenjang Pendidikan, Kualifikasi, Pemahaman waktu tanggap perawat,. Background: Head injury is a health problem that causes high annual disability and death rates. It is very important to do effective and efficient emergency treatment. Handling is related to understanding response time nurses, which are influenced by several factors one of them level education and qualification because the success of the response time depends on the nurse's understanding and the quality of the assistance (qualification).Aim: Knowing correlation level education and qualification to understand response time nurses in the management of head injuries in the Emergency Unit of the Ulin District General Hospital.Method: This research uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The population and sample were all nurses in the Emergency Room of the Ulin District General Hospital as many as 38 people with a total sampling technique. This research instrument used a questionnaire with the contingency coefficient test analysis.Results: Tiereducation to understanding response time nurses namely the value of ρ = (0.411) ≥ α (0.05) which means there is none correlation between the two. While correlation qualification to understanding response time nurses namely the value of ρ = (0.16) ≤α (0.05) which means there is a correlation between the two.Conclusions: Tiereducation does not correlate to understanding response time nurse while qualification correlated to understanding response time nurse.Keywords: Tier Education, Qualification, Understanding response time nurse, Head injury.
Efektifitas Thought Stopping Technique dan Five Fingers Hypnosis Therapy terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Masyarakat Penerima Vaksin Covid 19 Subhannur Rahman; M. Sobirin Mohtar; Anita Herawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.34 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.566

Abstract

Banyaknya informasi tentang Covid-19 dan program vaksinasi pemerintah membuat masyarakat merasa cemas selama pandemi Covid-19. Kecemasan yang dirasakan berdampak pada penurunan imunitas dan penerimaan seseorang terhadap vaksinasi COVID-19. Di sisi lain, penurunan imunitas saat pandemi akan meningkatkan risiko tinggi seseorang terpapar COVID-19. Di Indonesia, program vaksinasi COVID-19 masih menuai tanggapan beragam dari masyarakat, khususnya masyarakat di Kota Banjarmasin. Untuk menganalisis efektivitas pemberian Teknik Menghentikan Pikiran dan Terapi Hipnosis Lima Jari untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Penerima Vaksin COVID-19 di Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pre-test-Post Test design. Sampel berjumlah 30 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Paired T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner Zung's Self-rating Anxiety Scale dimana sebelumnya peserta diberikan Thought Stopping Technique dan Five Fingers Hypnosis Therapy. Hasil: Hasil analisis dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah intervensi. Pemberian teknik penghentian pikiran dan terapi hipnosis lima jari efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan masyarakat penerima vaksinasi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Banjarmasin.
PELAKSANAAN HANDOVER SHIFT PERAWAT MENGGUNAKAN KOMUNIKASI SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESSMENT, RECOMMENDATION) PADA PASIEN RISIKO JATUH DI RUMAH SAKIT SARI MULIA M. Sobirin Mohtar; Yani Maulini; Sandi Suwardi
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 8 (2020): Nov 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.399 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i7.179

Abstract

Background: Patient safetyhas become a world issue that needs attention for health services. Patient safety is a basic principle of health services which views that safety is the right of every patient to receive service. Poor communication is the most common cause of side effects in all aspects of service. When communication in the consideration and acceptance is not done properly it can cause several problems such as the risk of falling and patient dissatisfaction. Objective: know the experience of nurses in making handovers through SBAR communication. Method: This study used a qualitative transcendent phenomenological approach to 10 participants in the inpatient room through a purposive sampling technique. Data were collected using in-dept interviews with a tape recorder and field notes. The analysis uses Colaizzi. Results: There were 7 themes found, namely (1) Nurses' understanding of the risk of falling. (2) Nurse's understanding of hand over. (3) Factors that influence the hand over. (4) Nurse's understanding of the SBAR communication method. (5) Benefits of nurses in using SBAR Communication. (6) Obstacles for nurses in doing hand over through SBAR (7) Meaning as a nurse for the success of their actions. Conclusion: There are various kinds of experiences of nurses in carrying out handovers on patients at risk of falling, starting from their understanding to the technique.
The Effectiveness of the BAHAGIA Package on the Subjective Well-Being of Post-Stroke Patients Melsandi Melsandi; M Sobirin Mohtar; Asmadiannor Asmadiannor
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 7, No 1 (2023): JUNE 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v7i1.9382

Abstract

Background: stroke can leave symptoms or further impacts in all aspects of life such as loss of doing activities and changing roles. Changes that occur in post-stroke patients need to be given home care therapy, one of which is using the "BAHAGIA" Package which consists of a series of words BINGAH, AYEM, HANDOKO, ABIYASA, GALIH, IGUH, and APIK.Purpose: to determine the effectiveness of the BAHAGIA Package on the Subjective Well-Being of post-stroke patients in the Cempaka Putih Public Health Center, Banjarmasin.Methods: this study used quantitative research with Pre-Experimental pre-post test design and purposive sampling technique, totaling 30 people. The data collection instrument used a questionnaire.Results: based on research results from Subjective Well-Being respondents in the medium category as many as 2 people (7%) and high as many as 28 people (93%). The results of the Wilcoxon test obtained a significance value of 0.000 0.05 indicating that there is an effectiveness of the BAHAGIA Package on the Subjective Well-Being of post-stroke patients.Conclusion: based on the results of the study, it can be concluded that there is an effectiveness of the BAHAGIA Package on the Subjective Well-Being of post-stroke patients in the Work Area.
Efektivitas Penggunaan Kartu Kontrol Obat (KKO) terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Antihipertensi pada Lansia Arini Arini; M. Arief Wijaksono; M. Sobirin Mohtar; Mohammad Basit
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1660

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit silent killer dan diketahui sebagai penyebab utama kematian tanpa gejala terutama pada lansia. Terjadi peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia dalam 5 tahun terakhir dan meningkatnya terjadi pada orang dengan usia lanjut. Dari data puskesmas Pekauman Banjarmasin 2021 pasien hipertensi berjumlah 1.067. Hal yang sering terjadi pada proses penuaan menyebabkan lansia mudah lupa untuk minum obat sehingga diperlukan sistem pengingat berupa kartu kontrol obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan kartu kontrol obat terhadap kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi pada lansia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode dalam penelitian ini adalah experimental desain one group pretest-posttest. Jumlah sampel dalam penelitiain ini adalah 15 penderita hipertensi berusia ≥ 60 tahun di Puskesmas Pekauman yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji Wilcoxon. Hasil pada penelitian ini adalah hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki kepatuhan rendah (73,3%) dan memiliki kepatuhan sedang saat posttest (53,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p value  0,001 < α 0,05. Melihat hasil yang ada maka disimpulkan kartu kontrol obat efektif terhadap kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi pada lansia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Efektivitas Penggunaan Komunikasi Terapeutik Local Languange terhadap Kepatuhan Pasien dalam Mengkonsumsi Obat Antihipertensi Dessy Yulisda Yanti; Mohammad Arief Wijaksono; Akhmad Zarkasi; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.967-972

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai silent killer. Penyebab utama kematian di usia 30-79 tahun adalah hipertensi 99%, di Banjarmasin tahun 2021 hipertensi adalah penyakit terbanyak. Kepatuhan minum obat hipertensi dipuskesmas pekauman tahun 2022 sebesar 46,3%. Tidak patuh mengkonsumsi obat antihipertensi dan perbedaan bahasa dapat menjadi penghambat kepatuhan pasien. Pendekatan terapi dengan local language diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien untuk mengkonsumsi obat antihipertensi. Mengetahui efektivitas penggunaan komunikasi terapeutik local language terhadap kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi Penelitian quasy experimental desain one group pretest – posttest ini dilakukan pada 15 penderita hipertensi berusia < 60 tahun di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji Wilcoxon. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki kepatuhan rendah (80%) dan memiliki kepatuhan tinggi saat posttest (73,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p value  0,001 < α 0,05. Penggunaan komunikasi terapeutik local language efektif terhadap kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi.
CARDIAC CARE IN CULTURAL (CCIC): PELATIHAN MANAJEMEN SERANGAN JANTUNG DENGAN BUDAYA BANJAR “MENYAMAK” BAGI AHLI CABUT ANGIN DI DESA PEMURUS BARU BANJARMASIN M. Sobirin Mohtar; Muhammad Riduansyah; Sandi Suwardi; Asmadiannor Asmadiannor
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v3i2.312

Abstract

ABSTRAKPenyakit Jantung masih merupakan salah satu penyebab kematian utama dinegara maju danberkembang, salah satunya penyakit jantung dengan ACS (Acute Coronary Syndrome). Tingginyaangka kematian akibat serangan jantung disebabkan keterlambatan keluarga mendapatkanpenanganan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kepercayaan.Berdasarkan temuan terdapat tempat pengobatan tradisional pasien serangan jantung di DesaPemurus Banjarmasin. Sasaran atau mitra dari kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalahahli cabut angin. Kepercayaan yang masih membudaya dimasyarakat terhadap persepsi penyakitjantung diantaranya mengganggap; penyakit menyamak (nyeri dada), masuk angin danmempercayakan terhadap ahli cabut angin, namun jika hal ini tidak teratasi maka akanberpengaruh terhadap prevalensi kecacatan dan kematian akibat keterlamabatan pertolongan.Maka dari itu, tingginya angka kematian akibat serangan jantung harus dapat dicegah. salahsatunya melalui kegiatan Cardiac care in Cultural kepada ahli cabut angin, kader dan masyarakatdi Desa Pemurus Baru dengan cara memberikan pelatihan manajemen serangan jantung sepertigejala serangan dan manajemen tindakannya dengan mempertahankan budaya tersebut selamatidak menyimpang dari Kesehatan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan; meliputitahap persiapan dilakukan diskusi dengan mitra untuk merumuskan permasalahan mitra dansolusinya. Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan Pelatihan Manajemen Kegawatan dilanjutkandengan pemberian edukasi kesehatan didampingi oleh fasilitator yang dilaksanakan mulai tanggal17 Desember 2018 sampai dengan 02 Januari 2019. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dariSasaran yang diberikan pelatihan pada kelompok ahli cabut angin (90%), Kader (100%), danMasyarakat (100%) telah memahami dengan baik tentang manajemen kegawatan seranganjantung beserta intervensinya setalah diberikan pelatihan dan edukasi kesehatan.Kata Kunci : Cardiac care in Cultural, Ahli cabut angin, Kader, Masyarakat
FAMILY FIRST RESPONSE (FFR) :PERTOLONGAN PERTAMA KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 M. Sobirin Mohtar; M. Arief Wijaksono; Akhmad Zarkasi; Indra Budi
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v4i1.329

Abstract

ABSTRAKSalah satu bencana pandemi yang akhir-akhir ini menjadi berita terhangat dunia adalah NovelCoronavirus Disease (COVID-19). WHO menyebutkan sebanyak 153.252 ribu orang meninggalakibat COVID 19 dengan kasus terinfeksi sebanyak 2.231.990 orang. Indonesia pada 6 Mei2020 pasien positif sebanyak 12.438. Perkembangan COVID 19 di Kalimantan Selatan pasienpositif sebanyak 229. Bencana pandemic ini secara signifikan menurunkan kemampuan keluargadalam melakukan pertolongan, karena pada dasarnya keluarga mempunyai tugas dan fungsiutama dalam memutuskan tindakan yang cepat dan tepat dalam melakukan pertolongan.Pertolongan Pertama Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 melalui media daring merupakan salahsatu metode yang dianggap penting untuk dilakukan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 (tiga)tahapan; meliputi tahap persiapan dilakukan diskusi dengan mitra untuk merumuskanpermasalahan mitra dan solusinya. Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan Edukasi Pertolonganselama pandemi melalui daring yang didampingi oleh fasilitator dan dilaksanakan mulai tanggal14 sampai dengan 31 Agustus 2020. Hasilnya ada peningkatan pengetahuan dari Sasaran yangdiberikan pelatihan pada kelompok keluarga sebanayak 100%, bahwa telah memahami denganbaik tentang pertolongan pertama selama pandemi beserta intervensi Family First Response(FFR) setalah diberikan pelatihan dan edukasi kesehatan.Kata Kunci : Family First Response, Pandemi, Covid-19, Daring