Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Emergency Nursing Care for Mr. J Diagnosed with Intracerebral Hemorrhage with the Application of a 30-Degree Head-Up Position to Reduce Intracranial Adaptive Capacity in the Emergency Department of Ulin Regional Hospital Novela, Nurwidya; Mohtar, M. Sobirin; Santoso, Bagus Rahmat
PROMOTOR Vol. 8 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i1.1086

Abstract

Intracerebral Hemorrhage (ICH) is a type of Hemorrhagic Stroke caused by hypertension, old age, and poor lifestyle. ICH can result in increased intracranial pressure and even sudden death due to brain herniation. One way to reduce increased intracranial pressure is by applying a 30° head-up position. The purpose of this study is to obtain a general overview of Emergency Nursing Care for Mr. J with a medical diagnosis of Intracerebral Hemorrhage by applying a 30° head-up position to reduce Intracranial Adaptive Capacity. This study uses a descriptive qualitative method with a type of Single Experimental Case Study research with a Nursing Care approach. The instruments in this study include assessment sheets, 3S books, Nursing kits, and SOP sheets, with a sample size of 1 respondent. The results based on the case study conducted can be concluded that the implementation of the 30° head-up position in ICH patients with nursing problems of Decreased Intracranial Adaptive Capacity has not been resolved with the outcome of Increased ICP Management. This research is expected to be applied in hospitals to ICH patients experiencing nursing problems of Decreased Intracranial Adaptive Capacity.
Right Lateral Position Can Be Recommended As An Intervention In Heart Failure (HF) Patients To Improve Respiratory Status Lestari, Lina Rahma; Mohtar, M Sobirin; Gaghauna, Eirene E.M; Riduansyah, Muhammad
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): EDITION MARCH 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i1.6277

Abstract

Heart failure accounts for 85% of deaths among cardiovascular disease patients. One of the primary complications in heart failure patients is an ineffective breathing pattern. Reducing mortality related to respiratory dysfunction requires fundamental interventions. One effective nursing intervention is patient positioning, which enhances lung expansion and alleviates shortness of breath. This study investigates the impact of the right lateral position on the respiratory status of heart failure (HF) patients at RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. This study employed a quantitative, pre-experimental research design, specifically a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data collection involved observation sheets based on the SLKI for ineffective breathing patterns and pulse oximetry measurements. Statistical analysis was conducted using the Wilcoxon test, yielding a p-value of 0.000, indicating a significant improvement in respiratory status after the right lateral positioning intervention. These findings suggest that the right lateral position can be an effective nursing intervention to enhance respiratory function in HF patients. Therefore, it is recommended for implementation in the Kumala Room, Floor III, as a supportive measure to improve patient outcomes. 
Perbedaan Penggunaan Moxa dan Prenatal Yoga terhadap Perubahan Posisi Janin Abnormal Winda Maolinda; M. Sobirin Mohtar; Ika Friscila; Siti Noor Hasanah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17489

Abstract

ABSTRACT Problems that pregnant women may experience are abnormalities in fetal presentation. Therapy is needed to increase fetal activity so that it is hoped that the fetus can rotate from breech presentation to head presentation. Analyzing the differences in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. The method used quasi-experimental with pretest posttest with control group design. The population in the study were pregnant women in the third trimester, with fetal malpresentation and a total of 20 single fetuses. Sampling was done using total sampling technique. Data analysis used the U-mann Whitney statistical test. Statistical analysis obtained a p-value test result of 0.022, which means that the p-value is smaller than the α value of 0.05, so that data interpretation shows a difference in the use of moxa and prenatal yoga on changes in abnormal fetal position. Moxa therapy and prenatal yoga can be used to correct the fetus's position to a normal position. Keywords: Moxa Therapy, Prenatal Yoga, Malpresentation  ABSTRAK Masalah yang mungkin dialami ibu hamil adalah kelainan presentasi janin. Diperlukan terapi agar dapat meningkatkan aktivitas janin sehingga diharapkan janin mampu memutar dari presentasi bokong menjadi presentasi kepala.  Menganalisis perbedaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Metode menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest posttest with control group. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil trimester III, dengan malpresentasi janin dan jumlah janin tunggal sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji statistik U mann Whitney. Analisis statistik didapatkan hasil uji p-value sebesar 0,022 yang bermakna nila p lebih kecil dari nilai α 0,05 sehingga interpretasi data terdapat perbedaaan penggunaan moxa dan prenatal yoga terhadap perubahan posisi janin abnormal. Terapi moxa dan prenatal yoga dapat digunakan untuk memperbaiki posisi janin ke posisi normal. Kata Kunci: Terapi Moxa, Prenatal Yoga, Malpresentasi
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Hospital Readmission pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Vera Vera; Ahmad Syahlani; M. Sobirin Mohtar
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.183

Abstract

Salah stau kunci utama pengobatan diabetes melitus adalah melalui pola makan. Namun hal ini sering menjadi masalah dalam proses pengobatan diabetes melitus itu sendiri. Pola makan yang buruk akan mengakibatkan permasalahan lain seperti terjadinya hospital readmission. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pola makan dengan analisa uji Two Sample kolmogrof-smirnov. Dari hasil uji statistik Two Sample kolmogrof-smirnov didapatkan nilai signifikan 0,06 > 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pola makan bukan merupakan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan kejadian hospital readmission, pada kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hospital readmission diantaranya aktivitas fisik, gaya hidup, kepatuhan minum obat dan pengetahuan pasien tentang diabetes melitus.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe II Tri Wahyuni; Onieqie Ayu Dhea Manto; M. Sobirin Mohtar; Rifa’atul Mahmudah
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7193

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi urin, kerja insulin atau keduanya. Tingkat kepatuhan dalam minum obat sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pengobatan diabetes melitus, dengan studi menunjukkan kepatuhan DM tipe 1 berkisar 70-83% dan tipe 2 sekitar 64-78%. Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah, penggunaan glukosa dalam otot yang tidak memerlukan insulin. aktivitas fisik teratur, seperti jalan kaki, adalah salah satu cara efektif untuk mengelola diabetes. Mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Hanau Kalimantan Tengah. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 67 orang dengan purposive sampling. Populasi yang diambil yaitu pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Instrumen yang digunakan adalah MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) dengan validitas konstruk MMAS-8 sebesar r = 0,38 (p < 0,001). Uji reliabilitas internal dengan Cronbach’s Alpha = 0,83. Kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) menunjukkan korelasi moderat dengan accelerometer dan IPAQ (r = 0,48–0,65). Nilai Cronbach’s Alpha GPAQ versi Indonesia = 0,76–0,83 menandakan konsistensi internal yang baik. Berdasarkan hasil Penelitian menggunakan uji spearman Rank menunjukan nilai yang signifikan sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam begitu juga dengan aktivitas fisik nilai yang didapat signifikan sebesar 0.003 yang lebih kecil dari 0.05 sebagai taraf yang telah ditentukan (p value < α) sehingga hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam.
Analisis Lama Tatalaksana Gawat Darurat Pasien terhadap Length of Stay di IGD Resa Juniawinata; Bagus Rahmat Santoso; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1333

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian krusial dalam rumah sakit yang menangani kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah Length Of Stay (LOS), yaitu lamanya pasien berada di IGD. Waktu tindakan medis atau lama tatalaksana yang panjang dapat berdampak terhadap peningkatan LOS, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. LOS yang panjang juga dapat menyebabkan overcrowding, keterlambatan penanganan pasien baru, dan risiko keselamatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama tatalaksana gawat darurat pasien terhadap LOS di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke IGD RSUD Ulin selama periode September hingga November 2024 dengan rata-rata 1.509 pasien/bulan. Sampel berjumlah 121 pasien, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini sebagian besar responden (76,9%) memiliki LOS ≥ 6 jam dan < 24 jam. Rata-rata waktu tindakan adalah 65 menit. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama tatalaksana dan LOS (p = 0,885). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama tatalaksana tidak berpengaruh signifikan terhadap LOS.
Efektivitas Pengkajian Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke di IGD Miladya Rahmi; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1382

Abstract

Keterlambatan dalam diagnosis pasien stroke dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam mempercepat proses diagnosis keperawatan di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian bertujuan guna menganalisis efektivitas Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam lama durasi pengkajian serta perolehan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Studi kuantitatif pra-eksperimen (the one-shot case study) pada 30 pasien stroke di IGD (15 responden per instrumen melalui accidental sampling). Data durasi diukur dengan observasi dan stopwatch, diagnosis keperawatan menggunakan SDKI. Analisis data komparatif durasi menggunakan uji Mann-Whitney U. Rata-rata durasi pengkajian menggunakan Score Stroke Nuartha adalah 16,67 menit, sementara ASGM jauh lebih singkat, yaitu 11,47 menit. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,001). Hasil uji diagnostik menunjukkan sensitivitas Score Stroke Nuartha 94,87% dan ASGM 89,29%. ASGM terbukti lebih efisien dalam hal durasi pengkajian dan akurasi diagnosis keperawatan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk situasi kegawatdaruratan.
Efektivitas Pengkajian Guy's Hospital Stroke Score dan System Score Stroke Dave dan Djoenaidi dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktua Pasien Stroke Berat Fase Akut di IGD Grisiana Agustin Patrisia; M. Sobirin Mohtar; Muhammad Sandi Suwardi; Bagus Rahmat Santoso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1400

Abstract

Keterlambatan diagnosis pada pasien stroke fase akut akibat waktu tunggu CT-scan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Penelitian ini membandingkan efektivitas (GHSS) dan (SSSDD) dalam mempercepat perolehan diagnosis keperawatan aktual penderita stroke berat di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh, Banjarmasin. Tujuan untuk menentukan alat skoring paling efisien untuk mengatasi keterlambatan diagnosis di lingkungan gawat darurat, di mana penanganan cepat sangat krusial. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan desain accidental sampling terhadap 30 pasien stroke di IGD. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: 15 dikaji dengan GHSS dan 15 dengan SSSDD. Variabel yang diukur adalah durasi pengkajian dan perolehan diagnosis. Data dianalis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil SSSDD secara signifikan (p<0,05) lebih cepat daripada GHSS. Rata-rata durasi pengkajian SSSDD adalah 16,87 menit dibandingkan 19,33 menit untuk GHSS. Waktu untuk memperoleh diagnosis juga lebih singkat dengan SSSDD, yaitu rata- rata 29,20 menit berbanding 37,20 menit untuk GHSS. Uji statistik Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan ini untuk durasi pengkajian (p=0,008) dan perolehan diagnosis (p=0,009).  SSSDD terbukti lebih unggul dan efektif untuk digunakan di lingkungan gawat darurat, dibandingkan dengan GHSS. Metode SSSDD ini secara signifikan mempercepat proses pengkajian dan penentuan diagnosis keperawatan, yang sangat krusial dalam penanganan stroke akut.
Efektivitas Pengkajian Besson Stroke Score dan National Institute of Health Stroke Scale dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke Shaila Chaidir; M. Sobirin Mohtar; Angga Irawan; M. Riduansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1607

Abstract

Pasien stroke yang datang ke IGD perlu mendapatkan tindakan pengkajian oleh perawat secara cepat, tepat, dan efisien. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan instrumen pengkajian yang sesuai. Banyaknya metode pengkajian stroke yang memiliki komponen berbeda-beda membuat perawat perlu membandingkan skala yang paling efektif dalam mendukung diagnose keperawatan, seperti Besson Stroke Score (BSS) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Tujuan untuk mengetahui efektivitas pengkajian BSS dan NIHSS dalam lama durasi pengkajian serta waktu perolehan jumlah diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental post-test only design. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian, stopwatch, Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengkajian BSS dan NIHSS terhadap durasi pengkajian dan perolehan diagnosa keperawatan, dengan nilai p-Value sebesar 0,001 (<0,05). Pengkajian BSS lebih efektif dan efisien karena komponennya lebih sedikit, sehingga cocok untuk situasi darurat. Sementara itu, NIHSS membutuhkan waktu lebih lama namun memberikan hasil neurologis yang lebih mendalam, sehingga mendukung diagnosa yang lebih akurat dan mendetail, terutama untuk pasien yang membutuhkan evaluasi lanjutan seperti rawat inap.
"Insta-Mother Care": The Impact of Micro-Counseling via Instagram Reels on Pregnant Women's Self-Care Behavior Latifah Latifah; Dwi Rahmawati; Chynthia Eka Fayuning Tjomiadi; M. Sobirin Mohtar; Siti Aisyah; Rizky Puteri Anggraini
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.1030

Abstract

Limited access to adequate health education and support is a major challenge in improving self-care behaviors among pregnant women. Social media, specifically Instagram Reels, has the potential to be an innovative, affordable, and accessible micro-counseling platform to address this gap. This study aims to analyze the effectiveness of micro-counseling through Instagram Reels in improving pregnant women's self-care knowledge and behaviors, and to identify challenges and opportunities for its implementation. This quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design involved 30 pregnant women in Banjarmasin City, selected using a purposive sampling technique. The sample was then divided into an intervention group and a control group. The intervention group received a micro-counseling intervention through Instagram Reels (@instamothercare) for 4 weeks, containing educational content on nutrition, exercise, stress management, and childbirth preparation. Data were collected using a questionnaire on knowledge, self-care behaviors, and the Edinburgh Depression Scale, and analyzed using Mann-Whitney test. The Mann-Whitney test results showed in knowledge scores between the control and intervention groups a p value = 0.511, behavior scores between the control and intervention groups 0.154, and mental health scores between the control and intervention groups 0.216. There was no statistically significant difference in knowledge scores between the control and intervention groups. There was no statistically significant difference in behavior scores between the control and intervention groups. And there was no statistically significant difference in mental health scores between the control and intervention groups.
Co-Authors Ageng Luhur Caesar Ahmad Apriannor Ahmad Syahlani Akhmad Zarkasi Akhmad Zarkasi Ali Rakhman Hakim Angga Irawan Anita Herawati Apriannor, Ahmad Arini Arini Asmadiannor Asmadiannor Asmadiannor Asmadiannor Asmadiannor, Asmadiannor Asmadiannor, Haji Auliyah, Gusti Restu Bagus Rahmat Santoso Bagus Rahmat Santoso, Bagus Rahmat Budi, Indra Chynthia Eka Fayuning Tjomiadi Dessy Yulisda Yanti Dwi Rahmawati Eirene Eunike Meidiana Gaghauna, Eirene Eunike Meidiana Esti Yuandari Faisal Amin Fitri Yuliana Grisiana Agustin Patrisia Gustin Restu Auliyah Hardiono Hardiono Heryadi, Abdi Taofan Ika Friscila Indra Budi Khairizqa, Nahda Laili Latifah Latifah Lestari, Lina Rahma M. Arief Wijaksono M. Arief Wijaksono M. Riduansyah Mahrita, Novi Manto, Onieqie Ayu Dhea Meldawati Meldawati Melsandi Melsandi Miladya Rahmi Mohammad Arief Wijaksono Mohammad Basit Muhammad Arief Wijaksono Muhammad Reza Apriandi Muhammad Riduansyah Muhammad Sandi Suwardi Nadya, Hesti Elva Ningsih, Kristiyana Wahyu Novela, Nurwidya Onieqie Ayu Dhea Manto Pratama, Prasetya Putra R. Topan Aditya Rahman Rahmadani Rahmadani Resa Juniawinata Revi, Revi Riduansyah, Muhammad Rifa’atul Mahmudah Rifa’i, Muhammad Risma Ananda Vania Rizky Puteri Anggraini Saldilawaty, Saldilawaty Sandi Suwardi Sandi Suwardi Sari, Ririn Anggita Shaila Chaidir Silvi Yanti Siti Aisyah Siti Bulkis Siti Jamilah Siti Noor Hasanah Sofiya Maulida Solikin Solikin Subhannur Rahman Subhannur Rahman Subhannur Rahman, Subhannur Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning Tri Wahyuni Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Vera Vera Victoria, Sheilla Stephanie Wijaksono, Muhammad Arief Winda Maolinda Yani Maulini