Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Literature Review: Pengaruh Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Hormon Androgen Mutiara, Mutiara; Andi Mappaware, Nasrudin; Arfah, Arni Isnaini; Wahid, Syarifuddin; Sari Dewi, Anna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7678

Abstract

Latar Belakang: Androgen adalah hormon yang berperan dalam sistem reproduksi pria yang diproduksi secara signifikan dalam bentuk testosteron. Hormon testosteron memiliki fungsi utama mongontrol proses spermatogenesis yang terjadi di dalam testis. Penurunan kadar hormon androgen terutama testosteron dapat mempengaruhi kesuburan pada pria. Kandungan nutrisi buah Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki potensi dalam meningkatkan kadar hormon testosteron. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat yang terkandung dalam buah kurma ajwa dapat mepengaruhi kadar hormon androgen, dan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah kurma ajwa terhadap metabolisme kadar hormon androgen. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil: Berdasarkan 8 jurnal penelitian yang didapatkan bahwa buah kurma mengandung senyawa aktif berupa fenolik, flavonoid, asam amino yang memiliki sifat sebagai antioksidan dan mendukung produksi hormon androgen. Mengonsumsi buah kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kadar hormon reproduksi pria terutama pada hormon testosteron, membantu mengobati gangguan infertilitas dan memperbaiki kesuburan pada pria. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, dapat disimpulkan bahwa buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) dapat meningkatkan kadar hormon androgen.
The Effect Of Applying Virgin Coconut Oil (VCO) Ointment On the Healing Of Vulnus Scissum In Mice (Mus Musculus) Tahir, Sugiarti; Wahid, Syarifuddin; Hasbi, Berry Erida; Purnamasari, Reeny; Karim, Marzelina
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10167

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses kompleks yang melibatkan beberapa tahap biologis, inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Salah satu terapi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka adalah penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO), yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek salep VCO terhadap penyembuhan vulnus scissum pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental ini menggunakan desain true experimental dengan tiga kelompok, yaitu dua kelompok perlakuan yang masing-masing diberi salep VCO dengan dosis 1,5 ml dan 2 ml dan kelompok kontrol yang tidak diberi VCO selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian salep VCO dosis 1,5 ml dan 2 ml secara signifikan mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok dengan dosis 2 ml menunjukkan penyusutan luka yang lebih cepat, dengan panjang luka pada hari ke-14 menjadi lebih kecil 0,6 mm hingga 0,0 mm. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p = 0.000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep VCO efektif dalam mempercepat penyembuhan luka vulnus scissum pada mencit, dengan dosis 2 ml memberikan hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis lebih optimal dan aplikabilitas klinis pada manusia.