Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluation of The Degree of Stress in First Year Students of The Faculty of Medicine, Muslim Indonesian University Nurfauziah, Nurfauziah; Wahid, Syarifuddin; Mokhtar, Shulhana; Irmasanty, Irmasanty; Khaerina, Ilma
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6184

Abstract

Stress is a phenomenon that often occurs in everyday life that cannot be avoided and can be experienced by everyone. There are so many demands in the first year of college that some students find them very heavy and difficult to fulfill. Students' failure to adapt to exams in the new academic year is likely to cause students to experience pressure. The research aims to determine the degree of stress and factors that trigger stress in first year students at the Faculty of Medicine, Indonesian Muslim University. This research is descriptive with a cross sectional method to measure stress levels based on stressors in first year medical students at the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia, class of 2023. The method used is simple random sampling with a sample size of 295 first year students, class of 2023, Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia. The results of the research found that 295 students from the Faculty of Medicine, Indonesian Muslim University, class of 2023, on the Academic Related Stressor (ARS) factor, 130 people (44.1%) experienced a moderate level of stress, 152 people (44.1%) experienced a moderate level of stress on the Intrapersonal & Interpersonal Related Stressor (IRS) factor. people (51.5%), in the Teaching & Learning Related Stressor (TLRS) factor 121 people (41.0%) experienced a moderate level of stress, in the Social Related Stressor (SRS) factor 136 people (46.1%) experienced a moderate level of stress. Drive & Desire Related Stressors (DRS) experienced mild levels of stress as many as 168 people (59.9%), in the Group Activities Related Stressors (GARS) factor experienced moderate levels of stress as many as 123 people (41.7%). Based on the frequency distribution of stress levels, the number of stressors who experienced very severe stress was 35 people (11.9%).
INFEKSI KRONIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO AMPUTASI PADA ULKUS DIABETIK : LITERATUR REVIEW Intan, Nur; Wahid, Syarifuddin; Lestari, Indah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50988

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik dengan prevalensi tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetik. Ulkus diabetik sering menjadi penyebab utama amputasi, terutama bila disertai infeksi kronik yang dapat memperburuk kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko penyebaran ke struktur lebih dalam. Penanganan ulkus diabetik terinfeksi masih belum optimal akibat kurangnya pemahaman mengenai proses infeksi kronik, terbatasnya edukasi pasien, serta belum tersedianya protokol standar di sebagian fasilitas kesehatan, sehingga banyak kasus berkembang menjadi infeksi kronik berat hingga berujung pada amputasi. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran infeksi kronik sebagai faktor risiko amputasi pada ulkus diabetik melalui tinjauan berbagai literatur ilmiah. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2020–2024 dengan kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas ulkus diabetik, infeksi kronik, dan amputasi pada jurnal terakreditasi. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa infeksi kronik secara signifikan meningkatkan risiko amputasi, terutama bila disertai osteomielitis atau necrotizing soft tissue infection. Faktor yang berperan antara lain keterlambatan diagnosis, kontrol glikemik yang buruk, dan resistensi antibiotik, dengan variasi desain studi seperti laporan kasus, studi potong lintang, dan tinjauan sistematis. Dapat disimpulkan bahwa infeksi kronik berperan penting dalam meningkatkan risiko amputasi pada ulkus diabetik, sehingga deteksi dini dan penanganan multidisipliner sangat diperlukan untuk menurunkan angka amputasi.
Literature Review: Pengaruh Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Hormon Androgen Mutiara, Mutiara; Andi Mappaware, Nasrudin; Arfah, Arni Isnaini; Wahid, Syarifuddin; Sari Dewi, Anna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7678

Abstract

Latar Belakang: Androgen adalah hormon yang berperan dalam sistem reproduksi pria yang diproduksi secara signifikan dalam bentuk testosteron. Hormon testosteron memiliki fungsi utama mongontrol proses spermatogenesis yang terjadi di dalam testis. Penurunan kadar hormon androgen terutama testosteron dapat mempengaruhi kesuburan pada pria. Kandungan nutrisi buah Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki potensi dalam meningkatkan kadar hormon testosteron. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat yang terkandung dalam buah kurma ajwa dapat mepengaruhi kadar hormon androgen, dan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah kurma ajwa terhadap metabolisme kadar hormon androgen. Metode: Literature review dengan desain narrative review. Hasil: Berdasarkan 8 jurnal penelitian yang didapatkan bahwa buah kurma mengandung senyawa aktif berupa fenolik, flavonoid, asam amino yang memiliki sifat sebagai antioksidan dan mendukung produksi hormon androgen. Mengonsumsi buah kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kadar hormon reproduksi pria terutama pada hormon testosteron, membantu mengobati gangguan infertilitas dan memperbaiki kesuburan pada pria. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, dapat disimpulkan bahwa buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) dapat meningkatkan kadar hormon androgen.