Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JFIOnline

Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.
Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5127.266 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.550

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.