Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Determinan Kejadian Loss to Follow-up (Putus Berobat) pada Pasien Tuberkulosis Paru : Literature Review: Determinant Analysis of Loss to Follow-up Events in Pulmonary Tuberculosis Patients : Literature Review Maya Masita; Helen Andriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3310

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis merupakan masalah kesehatan global, ditandai dengan meningkatkan angka kesakitan dan resistensi terhadap OAT. Makin tinggi angka resisten TB searah dengan kenaikan loss to follow-up (putus berobat), karena makin banyak yang putus berobat maka pengobatan makin tidak tuntas. Dampaknya semakin memperluas angka penularan TB di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko terjadinya loss to follow-up pada pasien Tuberkulosis. Metode: Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Embase, Proquest, Pubmed, Scopus, dan Google Scholar, dengan keywords “determinant”, “loss to follow-up”, “putus berobat”, “tuberculosis”, dan “patient”, yang dilakukan dalam rentang waktu 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelusuran database diperoleh 483 artikel melalui istilah pencarian yang telah ditentukan, yang terdiri dari embase=93, proquest=105, scopus=49, pubmed=174 dan google scholar=62. Dari artikel tersebut tersaring 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian loss to follow-up pada pasien tuberculosis antara lain jarak tempuh (geografis) lebih dari 10 km dan efek samping obat yang dirasakan pasien menjadikan mereka menghentikan pengobatan. Faktor dukungan keluarga, layanan pada fasilitas kesehatan, status ekonomi (finansial) merupakan faktor risiko lain yang turut berperan terhadap kejadian putus berobat. Kesimpulan: Diketahui bahwa loss to follow-up dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain 64,3% loss to follow-up berisiko terjadi pada laki-laki, jarak yang ditempuh pasien menuju pusat pengobatan berisiko terhadap loss to follow-up, selain itu efek samping yang dirasakan memperbesar risiko untuk loss to follow-up selain faktor dukungan keluarga, pelayanan kesehatan, pengetahuan, stigma, hingga kepercayaan.
Analisis Pemeliharaan Alat Kesehatan Rumah Sakit (Literature Review) Wahyu Chrestanto; Helen Andriani; Ika Oktaviani; Siti Mardhatillah Musa
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v8i2.15229

Abstract

Latar Belakang: Pemeliharaan alat kesehatan merupakan aspek krusial dalam sistem manajemen rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien, keakuratan hasil pemeriksaan, dan keberlanjutan layanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem pemeliharaan alat kesehatan di rumah sakit berdasarkan hasil kajian literatur terkini. Metode: Jenis literature review yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir menggunakan kata kunci “pemeliharaan alat kesehatan rumah sakit”. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan yang mencakup relevansi topik, keandalan sumber, dan kesesuaian konteks penelitian. Hasil: Dari telaah terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa pemeliharaan alat kesehatan telah dilakukan melalui kegiatan kalibrasi berkala, pelatihan teknisi, serta penerapan Standard Operating Procedure (SOP). Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan sarana pendukung. Pemeliharaan yang terencana dan terdokumentasi terbukti mampu meningkatkan keandalan alat, memperpanjang umur pakai, menurunkan risiko kerusakan mendadak, dan meningkatkan efisiensi sumber daya rumah sakit. Simpulan: Pelaksanaan pemeliharaan alat kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Perangkat medis, sekecil apa pun, dapat menimbulkan risiko serius apabila tidak dipelihara dengan baik. Kata Kunci: Pemeliharaan; Alat Kesehatan; Rumah Sakit.
Discharge Planning, Hospital Length of Stay, and Readmission: A Scoping Review Ruth Hutagalung; Helen Andriani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.2.135-150

Abstract

Discharge planning is a structured, multidisciplinary process designed to support safe transitions from hospital care to home or other continuing care settings. This scoping review aimed to map and synthesize evidence on the relationship between discharge planning interventions, hospital length of stay (LOS), and readmission among hospitalized patients, while identifying contextual factors that may influence intervention effectiveness. The review followed Joanna Briggs Institute methodology and was reported in accordance with PRISMA-ScR guidelines. Scopus, PubMed, ProQuest, and Google Scholar were searched for studies published between January 2020 and March 2025. Quantitative, qualitative, and quality-improvement studies addressing discharge planning and relevant discharge outcomes were considered. Thirteen studies were included. Most quantitative studies reported favorable effects of structured, multidisciplinary, or individualized discharge planning on hospital LOS, while findings for readmission were more heterogeneous. Ten studies reported reductions in LOS, and eight reported reductions in readmission. Qualitative evidence emphasized the importance of effective communication, discharge readiness, multidisciplinary collaboration, patient and caregiver involvement, and continuity of care during the transition from hospital to home. The effectiveness of discharge planning appeared to vary according to patient characteristics, clinical complexity, intervention components, timing, organizational context, and post-discharge support. Overall, structured and patient-centered discharge planning may improve discharge efficiency and support safer care transitions. Implementation should be individualized according to patient risk and clinical needs, supported by multidisciplinary coordination, active family engagement, and continuity of post-discharge care. Further prospective and implementation studies are needed to identify the most effective discharge planning components across patient populations and healthcare settings
Eksplorasi edukasi kesehatan melalui instagram berdasarkan perspektif pasien dan tenaga kesehatan dengan model mcguire Dhima Paramitha Oktacynara; Helen Andriani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 4 (2026): September Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i4.4470

Abstract

Background: Advances in digital technology have positioned social media, particularly Instagram, as an influential platform for health education. However, the use of social media by hospitals as a health education medium needs to be further explored from the perspectives of both patients and health workers. Purpose: This study aimed to explore the use of Instagram as a health education medium from the perspectives of patients and health workers. Methods: This study employed a descriptive qualitative approach conducted at RSIA Pasutri Bogor from April to June 2025. The informants consisted of 10 patients and 5 health workers, including specialist doctors, nurses, and midwives, selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and observation and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Results: Health education content on the Instagram account of RSIA Pasutri Bogor was perceived as easy to understand by both patients and health workers. Instagram's interactive features facilitated effective two-way communication, while educational content was perceived as having the greatest influence on patients' health-related decisions. Consistency in message delivery, relevance of topics to current health issues, and close collaboration between health professionals and the marketing team emerged as important factors contributing to the effectiveness of health education. Conclusion: Instagram can serve as a strategic medium for hospital-based health education when managed consistently, relevantly, and collaboratively. These findings provide practical recommendations for RSIA Pasutri Bogor to strengthen its digital communication strategies and contribute to the development of social media-based health education practices.   Keywords: Health Education; Health Promotion; Instagram; Health Workers; Patients; Social Media.   Pendahuluan: Kemajuan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform yang berpengaruh dalam edukasi kesehatan. Namun, pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit masih perlu dikaji dari perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Tujuan: Mengeksplorasi pemanfaatan Instagram sebagai media edukasi kesehatan berdasarkan perspektif pasien dan tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di RSIA Pasutri Bogor pada April–Juni 2025. Informan terdiri atas 10 pasien dan 5 tenaga kesehatan yang meliputi dokter spesialis, perawat, dan bidan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Konten edukasi kesehatan di Instagram RSIA Pasutri Bogor dinilai mudah dipahami oleh pasien maupun tenaga kesehatan. Fitur interaktif Instagram mendukung komunikasi dua arah yang efektif, sedangkan konten edukatif paling memengaruhi keputusan pasien. Konsistensi penyampaian, relevansi topik dengan isu kesehatan terkini, serta kolaborasi antara tenaga medis dan tim pemasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan edukasi kesehatan. Simpulan: Instagram dapat menjadi media strategis dalam edukasi kesehatan rumah sakit apabila dikelola secara konsisten, relevan, dan kolaboratif. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi RSIA Pasutri Bogor dalam menyempurnakan strategi komunikasi digital, berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta memperkaya literatur edukasi kesehatan berbasis media sosial.   Kata kunci: Edukasi Kesehatan; Instagram; Media Sosial; Pasien; Tenaga Kesehatan.
Co-Authors Acintya Wika Sitakusuma Afiyani, Nadia Ahmat Yurdiansyah Alexander Waits Alphyyanto E. Sutrisno Andriyanto, Dendhi Bagus Arofah, Sari Nur Arsyi, Miftahul Ayudewi Komala Indriastuti Balgis Alzagladi Basabih, Masyitoh Dewi Laksmi Dewi, Inaz K. Dharmaningsih, Dwi Dhima Paramitha Oktacynara Dhima Paramitha Oktacynara Dwi Dharmaningsih Erlin Friska Evarista Theofika Fajarwati, Sinta Fandianto, Yusron Farizah M. Hairi Febrianti, Icha Tiara Devi Friska, Erlin Grara Vema Tuzauna Grara Vema Tuzauna Hairi, Farizah M. Helvira Helvira Ika Oktaviani Ilyas, Jaslis Inaz K. Dewi Inaz Kemala Dewi Indah Prihatin Irmawati Irmawati Kartika Malahayati Katon, Hilda Sri Khairunnisa, Dhiennada Putri Kiranti, Mutiara Larasati, Clara Niken Maharani Sylvia Rindawati Maya Masita Melia Roza Miftahul Arsyi Mirah Wijaya Munthe, Sarah Narumi Nabila, Nasrin Nasrin Nabila Naufal Hilmi Marzuq Nisa, Sefria Nora Fitria Tu Novi Handoko Nurjaman, Evelina Endang Nurul D. Rahmawati Oktaviani, Ulfa Pattyranie, Hermansyah Pertiwi, Khairunnisa Cahya Pertiwi, Revita Anisa Pita Aprilia Pratiwi Ananta A Prima Aprianti Pujiyanto - Puput Oktamianti Putri, Cahya Adriani Raafiana, Mirna Rahmawati, Nurul D. Rasendah, Rasendah Rendra Fariadi Rini, Tia Aditya Roza Falinda Rusmawati, Sisca Ruth Hutagalung Ruth Hutagalung Saly Salim Saleh Alatas Sandry Tri Sumarni Septian Ekawati Silalahi, Ronauli Margaretha Siti Mardhatillah Musa Siti Nurhaliza Sjaaf, Amal Chalik Suprihati - Suryana, Icha Sutrisno, Alphyyanto E. Suwandi, Indah Pratiwi Tahir, Hadijah Ulfa Oktaviani Vetty Yulianty Permanasari Wahyu Chrestanto Waits, Alexander Widya P Sakul Yohana Septiani Merrynda yongky tamigoes Yoseva, Veronica