Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Geopolitics Of The Thai Canal In Mahan And Kautilya's Perspective On Indonesia's Maritime Strategy In Southeast Asia Ismaya Kenza Chalizta; Setiawibawa, Rachmat; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2398

Abstract

The Thai Canal or Kra Canal project has become one of the most significant geopolitical issues in the Southeast Asian region because it has the potential to change the regional maritime balance of power. This article analyses the geopolitical dynamics of the Thai Canal through two major approaches, namely A.T. Mahan's Sea Power theory and Kautilya's Mandala theory. Mahan's approach emphasises the importance of control of sea lanes as a determinant of national power, while Kautilya highlights the hierarchical interactions between states based on interests and balance of power (raison d'état). By combining these two theories, this research seeks to assess how the Thai Canal project affects Indonesia's maritime strategy, particularly in the context of its strategic position towards the Strait of Malacca and the Indonesian Archipelago Sea Route (ALKI). The analysis shows that the Thai Canal has the potential to shift international trade flows from the Strait of Malacca to the Andaman Sea, resulting in changes to the geopolitical configuration of the region. Based on Mahan's perspective, this condition requires Indonesia to strengthen its control over ALKI II and III to maintain its strategic role in the global trade route. Meanwhile, in Kautilya's perspective, Indonesia needs to implement balanced diplomacy between major powers such as China and the United States to maintain regional stability and national interests. Overall, this article emphasises the importance of synergy between maritime power and regional diplomacy as a basis for Indonesia to respond to the new geopolitical dynamics triggered by the Thai Canal.
Pengembangan Model Deteksi Ancaman Maritim Berbasis AI: Kerangka Keamanan Prediktif untuk Penangkapan Ikan Ilegal dan Pembajakan di Laut Natuna Triyani, Triyani; Supriyadi, A. Adang; yulianto, Bayu Asih; Yudho, Lukman; Suwarno, Panji
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i7.4513

Abstract

The North Natuna Sea, which is located in Indonesia's Exclusive Economic Zone, is increasingly vulnerable to various maritime threats such as illegal, unreported, and unregulated (IUU fishing), piracy, and territorial violations by foreign vessels, especially in the context of increasing geopolitical tensions in the South China Sea region. Conventional marine surveillance systems have proven inadequate in providing early warning or proactive prevention due to their limited range and reactive nature. This study aims to explore the potential use of artificial intelligence (AI) in strengthening Indonesia's maritime security system through predictive detection models. Based on a review of the growing literature on the application of AI in ocean monitoring and maritime risk management, this study examines how machine learning techniques have revolutionized marine operations in developed countries through data-driven navigation and intelligent surveillance. Methods: This study used a descriptive qualitative approach with case studies in the Natuna region, and was based on literature studies as well as secondary data such as Automatic Identification System (AIS) recordings, satellite imagery, and open-source maritime incident reports. Results: The results of the analysis show that a combination of algorithms such as Random Forest, Long Short-Term Memory (LSTM), and Convolutional Neural Networks (CNN) can form a hybrid detection model that is able to recognize suspicious vessel behavior, predict risk zones, and provide early warning of IUU fishing activities. The study also highlights the importance of integrating AIS data, satellite imagery, and marine sensors to improve spatial awareness and response precision. Conclusion: AI-based maritime security provides a strategic opportunity for Indonesia to move from a reactive defense system to a predictive and anticipatory approach. Novelty of this article: The novelty in this study lies in the integration of the concepts of predictive security and preventive defense in the design of AI models that are specific to vulnerable areas such as the North Natuna Sea—an approach that has never been operationalized in real terms in the context of Indonesia's maritime security.
Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Dasar Perumusan Naskah Politik Dan Strategi Nasional Annava, Vania Amelia; Yulianto, Bayu Asih; Suwarno, Panji; Widodo, Pujo; Saragih, Herlina Juni Risma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3051

Abstract

AbstrakNegara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan perencanaan pembangunan nasional untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan dan cita-cita negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditujukan guna mengembangkan tujuan pembangunan nasional; maka Indonesia perlu memahami visi, misi dan strategi dengan jelas. Keunggulan sosial budaya tersebut mengkristal dalam bentuk nilai-nilai filosofis kehidupan berbangsa, antara lain jati diri bangsa, jiwa bangsa, landasan spiritual kebangsaan, cita-cita bangsa, identitas dan keutuhan bangsa yang terikat dalam satu kesatuan pilar-pilar kebangsaan bangsa Indonesia. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran besar empat pilar kebangsaan Indonesia dalam menentukan arah strategis politik dan strategi nasional bangsa Indonesia; dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.Kata kunci: Empat Pilar Kebangsaan, Dasar Perumusan, Politik dan Strategi Nasional AbstractThe Republic of Indonesia requires a national development plan to support sustainable development. The goals and ideals of the state as stated in the preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia are aimed at developing national development goals; then Indonesia needs to understand the vision, mission and strategy clearly. These socio-cultural advantages are crystallized in the form of philosophical values of national life, including national identity, national spirit, national spiritual foundation, national ideals, national identity and integrity that are bound in one unified pillar of the Indonesian nation's nationality. This writing aims to identify the major roles of the four pillars of Indonesian nationality in determining the political strategic direction and national strategy of the Indonesian nation; by using descriptive qualitative method.Keywords: Four National Pillars, Fundamentak Formulation, National Politics and Strategy
Filsafat Pancasila sebagai Karakter Bangsa Indonesia dalam Realisasi Poros Maritim Dunia Ester Nataliana; Yusnaldi; Bayu Asih Yulianto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Panji Suwarno
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4296

Abstract

Abstrak Pancasila bukan hanya dihafalkan dan diperingati hari lahirnya saja. Kajian ini bertujuan melihat implementasikan Pancasila terutama dalam visi misi Indonesia sebagai poros maritim dunia, didahului pembahasan Pancasila sebagai ideologi, filsafat, karakter bangsa dan penggunaan filsafat Pancasila dalam realisasi poros maritim dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan yang menjadi human instrument adalah peneliti. Metode kualitatif deskriptif berupa menganalisis dan mendapatkan kesimpulan dengan menggunakan berbagai macam sumber kepustakaan. Kesimpulan dalam penelitian ini Dengan keunggulan Pancasila, bersamaan dengan nilai dan moral yang mampu membentuk karakter masyarakat. Setiap sila yang terkandung memiliki tujuan yang terintegrasi dan dapat diaplikasikan menjadi aksi. Nilai Pancasila dapat beriringan dengan visi dan misi pemerintah untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim. Dengan nilai-nilai tersebut, diproyeksikan masyarakat. memiliki karakter yang terbentuk dari Pancasila untuk bersama-sama merealisasikan Poros Maritim Dunia. Karakter maritim membentuk masyarakat semangat mempergunakan kekayaan laut sebagai kekuatan maritim yang berjaya, mandiri dan berkelanjutan. Untuk membentuk masyarakat dengan kualitas seperti itu, falsafah Pancasila dapat diaplikasikan untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan mengajak masyarakat bersatu mendukung serta berperan aktif dalam setiap program Poros Maritim Dunia demi mendapatkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, lebih sejahtera dan adil bagi setiap masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Pancasila, Filsafat, Karakter Bangsa, Poros Maritim Dunia Abstract Pancasila is not only to be memorized and commemorated. This study aims to assess the implementation of Pancasila based on Indonesia's vision and mission as the Global Maritime Fulcrum (GMF). In this study, Pancasila is viewed as an ideology, philosophy, national character and its potential use in the realization of the GMF is discussed. A descriptive qualitative method is used with the researcher as human instrument. With this method, analysis was done and conclusions were drawn using various sources of literature. The conclusion in this study is that Pancasila, along with its values and morals is able to shape the character of society. Each of the principles contained has an integrated purpose and can be applied to action. Pancasila values can go hand in hand with the government's vision and mission to develop Indonesia as a maritime country. With these values, it is projected that society has a character formed from Pancasila to jointly realize the Global Maritime Fulcrum. The maritime character forms a spirited society to use the wealth of the sea as an independent and sustainable maritime power. To form a society with such qualities, the philosophy of Pancasila can be applied to achieve the goals of the nation and state by engaging with the community and encouraging them support and play an active role in every program of the Global Maritime Fulcrum for a better and more prosperous Indonesia. Keywords: Pancasila, Philosophy, National Character, Global Maritime Fulcrum
Cyber and Maritime Drone Threats: The Future of National Maritime Security Legowo, Endro; Hilmansyah, Ceppi; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi , Muhammad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2081

Abstract

This study analyzes cyber threats and the use of marine drones in the context of national maritime security. As illegal activities and potential conflicts increase in Indonesian waters, drone technology and cyber defense systems are becoming important instruments to improve surveillance, early detection, and rapid response. This study uses a descriptive qualitative approach based on the analysis of documents, literature, and official secondary data. The results show that the integration of marine drones and cyber defense increases patrol effectiveness by up to 40% and reduces the risk of territorial violations and piracy. This research emphasizes the need for a holistic strategy to deal with future maritime challenges.
Biaya dan Resiko Modernisasi Alutsista dan Ketahanan Nasional Indonesia di Tengah Dinamika Geopolitik Indo-Pasifik Chalizta, Ismaya Kenza; Setiawibawa, Rachmat; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12634

Abstract

Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) merupakan bagian krusial dari strategi pertahanan Indonesia dalam merespons dinamika ancaman kawasan dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan risiko strategis dari kebijakan modernisasi alutsista Indonesia dalam kerangka program Minimum Essential Force (MEF). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengkaji berbagai sumber literatur, laporan institusi strategis, dan artikel ilmiah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pertahanan nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun modernisasi telah meningkatkan kapabilitas tempur, proses ini menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan anggaran, ketergantungan teknologi asing, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta belum berkembangnya industri pertahanan dalam negeri. Biaya pengadaan yang tinggi menimbulkan tekanan fiskal jangka panjang, sedangkan risiko strategis mencakup ketidaksesuaian doktrin, keterbatasan sumber daya manusia, dan kerentanan operasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi tata kelola pengadaan alutsista, penguatan ekosistem industri pertahanan nasional, diversifikasi mitra strategis, serta pembentukan masterplan pertahanan jangka panjang yang berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk menjamin efektivitas pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional.
Diplomasi Maritim Indonesia di Tengah Ketegangan Regional Risahdi, Muhammad; Lestari, Amin; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Legowo, Endro
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32567

Abstract

This study examines Indonesia’s maritime diplomacy amid regional tensions in Southeast Asia. The research focuses on strategies employed to safeguard maritime sovereignty, strengthen regional cooperation, and mitigate potential conflicts in strategic waters such as the North Natuna Sea and the South China Sea. Utilizing a qualitative approach through document analysis, official reports, and expert interviews, the findings indicate that Indonesia’s maritime diplomacy effectively fosters intergovernmental coordination, enhances maritime surveillance, and strengthens Indonesia’s bargaining position in regional negotiations.
Jalur Perdagangan Global dan Risiko Ancaman Hibrida Bagi Indonesia Yulianto, Bayu Asih; Lestari, Amin; Prakoso, Lukman Yudho; Soemantri, Asep Iwa
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ancaman hibrida terhadap jalur perdagangan global yang melintasi perairan Indonesia dan mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi melalui pendekatan diplomasi maritim, patroli gabungan, dan integrasi teknologi pengawasan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen terhadap laporan lembaga internasional, kebijakan pemerintah, publikasi akademis, serta wawancara mendalam dengan pakar keamanan maritim dan diplomat. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola ancaman dan efektivitas strategi mitigasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jalur strategis seperti Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Sulawesi menghadapi kompleksitas ancaman hibrida yang terus berkembang, mencakup peningkatan aktivitas perompakan di wilayah tertentu, praktik illegal fishing yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan, kerentanan sistem pelabuhan terhadap serangan siber, serta eskalasi ketegangan geopolitik di Laut Cina Selatan. Studi ini membuktikan bahwa integrasi antara diplomasi maritim melalui kerja sama bilateral dan multilateral, patroli gabungan yang diperkuat dengan pertukaran intelijen, serta penerapan teknologi modern seperti drone maritim, satelit penginderaan jauh, dan sistem kecerdasan buatan telah berhasil meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons cepat, yang pada akhirnya menurunkan frekuensi insiden keamanan laut secara signifika. Keberhasilan penanganan ancaman hibrida di jalur perdagangan global Indonesia bergantung pada pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek diplomasi, teknologi, dan operasi keamanan. Strategi ini tidak hanya penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional, tetapi juga vital dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai poros maritim dunia. Rekomendasi strategis difokuskan pada penguatan kapasitas pengawasan, optimalisasi kerja sama regional, dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi pertahanan maritim.
Integrasi AI dan Patroli Laut Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045 Soemantri, Asep Iwa; Risahdi, Muhammad; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Lestari, Amin
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32569

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem patroli laut untuk meningkatkan keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan jalur perdagangan internasional yang vital, Indonesia menghadapi berbagai ancaman hibrida seperti perompakan, illegal fishing, penyelundupan, dan gangguan siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama narasumber kunci dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta ahli keamanan maritim, didukung oleh studi literatur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara AI dan patroli laut konvensional meningkatkan efektivitas pengawasan hingga 30–35%, memungkinkan deteksi dini, analisis pola ancaman, dan respons yang lebih cepat terhadap insiden keamanan. Selain itu, integrasi ini memperkuat koordinasi antar-lembaga seperti TNI, Bakamla, dan KKP, serta mendukung diplomasi maritim melalui penyediaan data intelijen yang akurat untuk negosiasi bilateral dan multilateral. Temuan juga mengungkap bahwa sistem AI berkontribusi dalam mitigasi ancaman siber dengan mendeteksi lebih dari 60% potensi serangan pada sistem navigasi kapal. Strategi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan kedaulatan maritim, keamanan nasional, dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Meski demikian, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur sensor di wilayah terpencil dan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM masih perlu menjadi fokus perbaikan ke depan.
Perompakan dan Illegal Fishing: Solusi AI Untuk Kedaulatan Laut Indonesia Yusnaldy, Yusnaldy; Soemantri, Asep Iwa; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi , Muhamad
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32571

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi strategis dalam mengatasi ancaman perompakan dan illegal fishing (IUU Fishing) di perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar dengan wilayah perairan seluas 5,8 juta km², Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga kedaulatan lautnya. Data menunjukkan terdapat 512 kasus IUU fishing dan 87 insiden perompakan sepanjang tahun 2022 yang mengakibatkan kerugian ekonomi mencapai USD 351 juta serta penurunan stok ikan lokal hingga 20%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, dan Bakamla, serta wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem patroli konvensional memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan wilayah dan waktu respons, sementara implementasi AI melalui sistem deteksi berbasis satelit, algoritma prediktif, dan integrasi data multi-sensor mampu meningkatkan akurasi deteksi hingga 92%, mempercepat waktu respons hingga 60%, serta mengurangi potensi kerugian ekonomi hingga USD 150 juta per tahun. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya koordinasi antarlembaga dan peningkatan kapasitas SDM sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi AI. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi penguatan kebijakan keamanan maritim Indonesia dan mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sebagai poros maritim dunia yang berdaulat dan berkelanjutan.