Anak Agung Putu Putra Wibawa
P.S. Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP BERAT KARKAS BROILER UMUR 2-6 MINGGU Setiyawan D; Bidura IG.N.G; Putra Wibawa A.A.P
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 2 (2014): Elektronikal Jurnal Ilmu Peternakan tropis
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan daun bawang putih (Allium sativum) melalui air minum terhadap berat karkas broiler umur 2-6 minggu.  Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan.  Ketiga perlakuan tersebut adalah ayam yang diberi air minum sebagai kontrol A, ayam yang diberi air minum dengan 50 g/liter ekstrak daun kelor perlakuan B, dan ayam yang diberi air minum dengan 50g/liter ekstrak daun bawang putih perlakuan C. Pemberian pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat potong, berat karkas, persentase karkas, konsumsi protein dan Lisin.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bobot potong, berat karkas dan persentase karkas meningkat nyata (P<0,05) dengan pemberian ekstrak daun kelor dan bawang putih melalui air minum.  Selain itu, konsumsi protein dan lisin meningkat secara nyata (P<0,05). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan bawang putih (Allium sativum) melalui air minum dapat meningkatkan bobot potong, berat karkas, persentase karkas, konsumsi protein dan lysin ayam broiler umur 2-6 minggu.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK MELALUI AIR MINUM TERHADAP KARAKTERISTIK KARKAS ITIK BALI BETINA YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG LIMBAH KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU Nata I G. A. P. S.; N. W. Siti; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik melalui air minum terhadap karakteristik karkas itik bali betina yang diberi ransum mengandung limbah kulit kecambah kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana yang berlokasi di jalan Raya Sesetan Gang Markisa no 5 Sesetan, Kota Denpasar selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan menggunakan 3 ekor itik bali betina dengan kisaran berat badan 46,98 ± 7,18 g. Ketiga perlakuan tersebut adalah itik yang diberi air minum tanpa probiotik sebagai kontrol (A), itik yang diberi air minum + 2,5 ml probiotik (B), dan itik yang diberi air minum + 5 ml probiotik (C). Variabel yang diamati adalah berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas meliputi persentase daging, persentase tulang, dan persentase lemak subkutan termasuk kulit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik melalui air minum menghasilkan berat potong, berat karkas, persentase karkas, persentase daging, persentase tulang, dan persentase lemak subkutan termasuk kulit secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan perlakuan tanpa probiotik (P0). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik sampai 5 ml/ekor/hari melalui air minum memberikan pengaruh yang sama dengan tanpa diberi probiotik terhadap karakteristik karkas itik bali betina yang diberi ransum mengandung limbah kulit kecambah kacang hijau. Kata kunci: probiotik, itik bali betina, karakteristik karkas, dan kecambah kacang hijau
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI MENGGUNAKAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Sihotang R.; N.L.P Sriyani; A.A.P.P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the organoleptic quality of Balinese beef marinated using wuluh starfruit solution in different concentrations that was conducted at the Laboratory of Animal Product Technology and Microbiology, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for two months, from September until October 2020. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions which was assessed by 15 semi-trained panellists. The four treatments were: The Balinese beef was soaked without wuluh starfruit solution (P0), The Balinese beef was soaked using wuluh starfruit solution at a concentration of 20% (P1), The Balinese beef was soaked using wuluh starfruit solution at a concentration of 40% (P2), The Balinese beef was soaked using wuluh starfruit solution at a concentration of 60% (P3). The variables observed were the organoleptic test which included color, odour, texture, taste, and overall acceptance. The results showed that the effect of Balinese beef marination using wuluh starfruit solution in different concentrations on organoleptic had a significant effect (P <0.05) on color, odour, taste, and overall acceptance. However, it had no significant effect (P> 0.05) on texture. The conclusion of this study was the Balinese beef marination using wuluh starfruit solution in different concentrations can affect the organoleptic quality of Balinese beef. The optimal concentration of wuluh starfruit solution to produce fine organoleptic quality Balinese beef was a concentration of 20%. It was seen from the panellists’ acceptance assessment of the color, texture, taste, and overall acceptance variables. Keywords: concentration, organoleptic test, Balinese beef, wuluh starfruit
PENGARUH SUPLEMENTASI ASAM AMINO ESENSIAL PADA PAKAN BERBASIS JAGUNG-POLLARD TERHADAP DIMENSI TUBUH BABI BALI Lewis I K. L.; I K. Sumadi; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.524 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi asam amino lisin, metionin, triptofan pada ransum berbasis jagung-pollard terhadap dimensi tubuh babi bali jantan. Penelitian dilaksanakan selama 12 minggu di Jalan kresna, Banjar Batuparas, Desa Padang Sambian Kaja. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan. Perlakuan P0 (50% jangung kuning + 49% pollar + 0,5% NaCl dan + 0,5% campuran mineral), P1 (50% jangung kuning + 49% pollar + 0,5% NaCl + 0,5% campuran mineral + asam amino lisin + metionin + triptofan), P2 (Ransum rekomendasi dengan ME/CP ratio = 2800 kkal/kg/16% ) yang di ulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 1 ekor ternak, sehingga menggunakan 12 ekor babi bali jantan. Variabel yang diamati adalah dimensi tubuh babi bali jantan yaitu lingkar dada, lingkar perut, tinggi pundak, tinggi punggung, tinggi pinggul dan panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan suplementasi asam amino lisin, metionin,dan triptofan pada dimensi tubuh babi bali jantan memiliki pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) pada variabel yang meliputi lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak, lingkar perut, tinggi punggung, tinggi pinggul. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa penambahan asam amino lisin, metionin dan triptofan pada ransum berbasis jagung pollar dapat meningkatkan dimensi tubuh babi bali jantan yang meliputi lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak, lingkar perut, tinggi punggung, dan tinggi pinggul. Kata Kunci: Babi bali jantan, dimensi tubuh, suplementasi asam amino (lisin, metionin,dan triptofan)
KANDUNGAN NUTRIEN DAN POPULASI BAKTERI DARI INOKULAN YANG DIPRODUKSI DENGAN MEMANFAATKAN ISOLAT BAKTERI KOLON SAPI BALI DAN SAMPAH ORGANIK Suardita I K.G; I M Mudita; N W. Siti; A.A.P.P Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.483 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien dan populasi bakteri dari inokulan yang diproduksi menggunakan kombinasi isolat bakteri unggul 1 dan/atau 2 asal kolon sapi bali dan sampah organik telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap/RAL 12 perlakuan dan 3 ulangan yang didasarkan pada sebelas  jenis inokulan yang diproduksi dan ditambah satu medium inokulan sebagai kontrol. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kandungan protein terlarut, kalsium, fosfor, seng, belerang, total bakteri anaerob, populasi bakteri lignoselulolitik, populasi bakteri asam laktat dan derajat keasaman/pH inokulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulan yang diproduksi dari isolat bakteri unggul 1 dan/atau 2 asal kolon sapi bali dan sampah organik (perlakuan BS12; BK12; BS1K1; BS1K2 ; BS2K1; BS2K2; BS12K1; BS12K2; BS1K12; BS2K12 dan BS12K12) mampu menghasilkan inokulan dengan derajat keasaman/pH lebih rendah serta kandungan nutrien (protein terlarut, fosfor, kalsium, seng, dan belerang) yang lebih tinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan medium inokulan (IS0K0). Terhadap populasi bakteri inokulan, pemanfaatan isolat bakteri unggul 1 dan/atau 2 asal kolon sapi bali dan sampah organik (perlakuan BS12; BK12; BS1K1; BS1K2; BS2K1; BS2K2; BS12K1; BS12K2; BS1K12; BS2K12 dan BS12K12) mampu meningkatkan total bakteri anaerob, bakteri lignoselulolitik maupun bakteri asam laktat secara nyata (P<0,05) dibandingkan medium inokulan (IS0K0). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi isolat bakteri unggul 1 dan 2 asal kolon sapi bali dan sampah organik sebagai sumber inokulan dapat meningkatkan kandungan nutrien dan populasi bakteri inokulan yang dihasilkan.
The Effect of Zingiber Officinale Rosc in The Diets of Performance in Culled Layer Ducks Tjokorda Gede Belawa Yadnya; Ni Made Suci Sukmawati; A.A.A. Sri Trisnadewi; A.A. Putu Putra Wibawa
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 5 No. 2 (2010)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.608 KB)

Abstract

The experiment was design using a completely randomized block design (CRBD) with four treatments. Treatment were diets without Zingiber officinale rosc (A), diets contain 2,91% Zingiber officinale Rosc  (B), diets contain 5,66%. Zingiber officinale Rosc (C), and diets contain 8,26% Zingiber officinale Rosc (D). Each treatment with five replicates, and each replicate consist four culled layer ducks. Variable observed were feed conversation ratio, carcass physical composition, and meat quality. It was concluded that present  Zingiber officinale Rosc in the diets could be improved of performance in culled layer ducks.   Keywords : Zingiber officinale Rosc, Culled layer ducks, and  meat qualit
The Expedient of Decreased on The Meat and Blood Cholesterol Concentration Throught Use “Kayu Apu” (Pistia strtiotes L) in The Local Chicken Feed, Old 3-10 Weeks Tjokorda Gede Belawa Yadnya; Ni Gusti Ketut Roni; Desak Putu Mas Ari Candrawati; Anak Agung Putu Putra Wibawa
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 5 No. 2 (2010)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was carried out to study the effect of kayu apu (Pistia Stratiotes L) in diets of cholesterol concentration in the blood and mea on the chickn local. The experiment was designed using completely randomized design (CRD) with four treatments which were ration without” kayu apu”(Pistia stratiotes L) as control (P0), ration with 10% kayu apu (P1), ration with 20% kayu apu (P2) and ration with 30% kayu apu (P3). Each treatment group had three replicates with five birds in each replicates. Data observation are total choresterol, low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL) in the blood and meat cholesterol. The result showed that the offered 10%-30% kayu in diets could be decrease of cholesterol total and Low Density Lipoprotein (LDL) were significanty (P<0,05), but not affected of High Density Lipoprotein (HDL) (P>0,05). The same incident of the offered kayu apu could be decrease of cholesterol concentration total in the  meat. It was included that of kayu apu (Pistia Stratiotes L) 10%-30% in the ration could be increase on feed efficiency, decrease of carcass fat and cholesterol concentration in the blood and meat of the chicken local.   Keywords: The expedient of decrease cholesterol, kayu apu (Pistia Stratiotes L) and Chicken local
PENGARUH LAMA MARINASI BUBUK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING SAPI BALI BARATA Y.K.; N.L.P. SRIYANI; A.A.P. WIBAWA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.v25.i01.p10

Abstract

The aim of this research is to determine the organoleptic quality of bali beef marinated by cinnamon powder for 0 hours, 4 hours, 8 hours and 12 hours. It was conducted in October 2020 - November 2020 at the Laboratory of Animal Product Technology and Microbiology Faculty of Animal Science, Udayana University. This studies used a Complete Random Design (CDR) with four treatments and four replications assessed by semi-trained 18 panelists. The four treatments were marinated bali beef with cinnamon powder for 0 hour (P0), marinated bali beef with cinnamon powder for 4 hours (P1), marinated bali beef with cinnamon powder for 8 hours (P2) and marinated bali beef with cinnamon powder for 12 hours (P3). The variables to consider is quality of organoleptic which is include colour, aroma, texture, flavour, tenderness, and overall acceptance. The results of this research have shown that the marinated time spent bali beef with cinnamon powder increased the colour, aroma, and overall acceptance value or significantly different (P<0,05) but, have no significant or different effect (P>0,05) with texture, flavour, and tenderness value. Based on the results of this research it can be concluded that the duration of marination of cinnamon powder (Cinnamon burmannii) can affect the organoleptic quality of bali beef. The length of marination for cinnamon powder that was most liked and accepted by the panelists was the length of marination for 4 hours as seen from the panelists’ assessment of the overall acceptance.
THE ENTREPRENEURS DEVELOPMENT PROGRAM OF THE FACULTY OF ANIMAL HUSBANDRY, UDAYANA UNIVERSITY, IN THE PANDEMIC TIME OF COVID-19 N.L.G. Sumardani; B. R. T. Putri; A. A. P. Wibawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 3 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.643 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i03.p14

Abstract

Generasi muda lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai job seeker dan bukan sebagai job maker, sehingga diperlukan adanya program pengembangan kewirausahaan di universitas, yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa, dan diharapkan mahasiswa mempunyai keterampilan untuk memulai usaha sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran, serta dapat bersaing dalam dunia kerja. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Fakultas Peternakan berusaha untuk dapat meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa ditengah masa pandemi Covid-19 melalui beberapa kegiatan pelatihan kewirusahaan yang dilaksanakan secara daring kombinasi online dan offline. Salah satu kegiatan tersebut yaitu pelatihan tentang pengolahan susu menjadi produk minuman fermentasi seperti yoghurt dan kefir yang dikombinasikan dengan berbagai perisa alami, dan disajikan dengan kemasan yang lebih variatif. Kegiatan ini menarik minat dan meningkatkan motivasi mahasiswa Fakultas Peternakan dalam berwirausaha di tengah pandemi Covid-19.
PERFORMA PRODUKSI BABI LANDRACE PERSILANGAN PADA FASE STATER YANG DIBERI RANSUM DENGAN TAMBAHAN RAGI TAPE Wiguna I G. A. N. C.; I G .N. G. Bidura; A. A. P. P. Wibawa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh dari penambahan ragi tape dalam ransum sebagai probiotik terhadap performa produksi Babi Landrace persiangan pada fase stater. Penelitian ini dilakukan di Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken Kabupaten Tabanan. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, yaitu: P0: babi yang diberikan ransum tanpa ragi tape sebagai kontrol; P1: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,1%; P2: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,2%; dan P3: babi yang diberikan ransum dengan ragi tape sebesar 0,3%. Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, berat badan akhir, penambahan bobot badan serta feed convertion ratio (FCR). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan ragi tape dalam ransum sebagai sumber probiotik sebesar 0,1%, 0,2%, 0,3% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat badan akhir pertambahan bobot badan, dan FCR dibandingkan dengan babi yang diberikan ransum tanpa penambahan ragi tape, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ragi tape dalam ransum Babi Landrace persilangan sebesar 0,1-0,3% dapat meningkatkan berat badan akhir, pertambahan berat badan, seta dapat menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR). Kata kunci: Ragi tape, probiotik, feed convertion ratio (RCR), babi landrace persilangan