Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BAWAH TAHAN GEMPA PADA GEDUNG TERMINAL BARU DI BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI JAMBI Murtadho, Aditya Mursyed; Purwayudhaningsari, Ranatika; Fatimah, Siti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 8 No. 1 (2024): SNITP 2024
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/snitp.v8i1.1959

Abstract

Perencanaan struktur bangunan bawah pada gedung terminal dikarenakan kapasitas gedung terminal lama yang sudah tidak lagi representatif juga menuntut pengembangan terminal baru. Selain itu, wilayah Kerinci merupakan daerah rawan bencana dengan kategori risiko tinggi, terutama gempa bumi, yang memiliki spektrum gempa sebesar 1,5-2,0 g berdasarkan perhitungan puskim maka dari itu, perencanaan pembangunan gedung terminal baru harus diperhitungkan dengan baik. Struktur bangunan bawah gedung terminal baru ini menggunakan pondasi dalam tiang pancang. Aplikasi program analisis struktur SAP2000 v.14 dengan memperhitungkan beban yang bekerja, antara lain beban hidup, beban mati, beban angin, dan beban gempa. Data gempa diambil dari data terbaru Puskim (Pusat Peneltian dan Pengembangan Pemukiman) dengan program bantu RSA binary pada titik koordinat pembangunan terminal, sehingga data yang dimasukkan lebih akurat. Hasil Perhitungan Struktur bangunan bawah tahan gempa gedung terminal baru di Bandara Udara Depati Parbo Kerinci sesua dengan SNI 1726:2019 menggunakan pondasi dalam tiang pancang dengan ukuran diameter tiang pancang 40cm dan kedalaman 12m.,menggunakan tulangan Pile Cap PC 1=D13-150 PC2=D13-150 dengan ukuran PC1=1mx1m dan Pc 2= 1,8mx1m,serta menggunakan tulangan Sloof yaiu 2P-10-150 dan ukuran sloof 20cmx40cm.Biaya yang dibutuhkan pada struktur bangunan bawah yaitu sebesar Rp. 2.566.477.190.11 (Dua Miliyar Lima Ratus Enam Puluh Enam Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Seratus Sembilah Puluh Sebelas Rupiah).
Evaluasi Fasilitas Penumpang Terminal 1 Bandar Udara Juanda di Masa Pandemi Fatimah, Siti; Supriadi, Supriadi; Wasito, Bambang
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i1.2092

Abstract

Desain fasilitas penumpang di bandara dilakukan berdasarkan jumlah penumpang pada waktu sibuk. Dengan demikian, diharapkan fasilitas yang ada dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang pada waktu sibuk. Terjadi penurunan jumlah pergerakan pesawat, penumpang, dan kargo yang signifikan selama masa pandemi COVID-19. Sementara itu, protokol kesehatan social distancing atau jaga jarak juga berlaku di bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas penumpang yang ada. Evaluasi dilakukan dengan mengukur luas fasilitas penumpang yang dibutuhkan pada waktu sibuk berdasarkan SNI, IATA, dan ACI, kemudian membandingkannya dengan fasilitas penumpang yang ada di bandara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa luas departure hall saat ini di Juanda jauh di bawah hasil perhitungan kebutuhan ruang, baik menggunakan metode SNI maupun IATA & ACI untuk jumlah penumpang pada waktu sibuk di masa pandemi.
Exploratory Factor Analysis (EFA) Approach For Validation of Interest Assessment Instrument for Airport Personnel in Senior High School Students Grade XII Suryono, Wiwid; Winiasri, Linda; Rozi, Fahrur; Triyono, Agus; Fatimah, Siti
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 2 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v18i2.1277

Abstract

This study aims to validate an instrument to assess interest in the airport profession among XII-grade high school students using the Exploratory Factor Analysis (EFA) approach. This research is important to assist educational institutions and the aviation industry in identifying the interests and potential of students suitable for a career in airports, especially during the transition from education to the world of work. Through EFA, this study identified the factors underlying students' interest in the airport personnel profession by distributing questionnaires to 94 12th-grade high school students. Findings from factor analysis showed several key dimensions of interest, such as skills, training, career development, and interest in the airport work environment. The results of this study provide a new understanding of the factors of interest in a career in the aviation sector and produce a valid assessment instrument to assess the interest readiness of high school students interested in a career as airport personnel.
Competency and work motivation: Empirical evidences from the logistics industry in Indonesia Rahman, Anhar; Ricardianto, Prasadja; Marina, Sandriana; Fatimah, Siti; Nasution, Nursery Alfaridy S.
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa Vol. 18 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v18i1.21303

Abstract

The primary issue of this study is the lagging competency in the logistics field, as it has not yet been able to improve the quality and quantity of human resources in line with the Logistics Performance Index. The purpose of this research is to analyse the contributions of competency, non-physical work environment, and office layout on employee performance through work motivation in the logistics industry in South Tangerang, Banten, Indonesia. This research method employs a quantitative approach based on Structural Equation Modeling (SEM) using Partial Least Squares (PLS). The sampling method and respondent criteria employ a convenience sampling method, with a sample of 271 employees from 11 logistics companies in Indonesia. Based on the analysis results, it is found that competency, non-physical work environment, and office layout have both direct and indirect positive contributions to employee performance through work motivation. Furthermore, motivation directly has a positive contribution to employee performance. However, the research also found that competency does not directly have a positive contribution on motivation, while competency indirectly has a negative and insignificant contribution on employee performance through work motivation. Therefore, from the perspective of the logistics industry, it is crucial to pay attention to competency, non-physical work environment, office layout, and work motivation to enhance employee performance and achieve progress in the logistics industry.
Analysis of the Effect of Warehousing Management System and Employee Ability on Work Productivity through Lean Warehousing in the Warehouses of the National Disaster Management Agency (BNPB) and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) Ghaddafi, Muhaiminul; Fatimah, Siti; Soekirman, Atong; Agusinta, Lira; Arubusman, Dian Artanti
TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGAN Vol. 5 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/transekonomika.v5i4.971

Abstract

Indonesia is located along the equator and at the convergence of three major tectonic plates, making it prone to natural disasters such as earthquakes, tsunamis, and landslides. BNPB and BPBD manage disaster logistics using technology-based warehouse management systems (WMS) to improve aid distribution efficiency. This study examines the combined impact of warehouse management systems and employee capabilities on work productivity using a Lean Warehousing approach, which has not been extensively explored in previous research. The study was conducted at BNPB Jatiasih warehouse and BPBD warehouses across Java Island using observations, interviews, and questionnaires distributed to 98 respondents. Data were analyzed with SPSS 24.00, employing descriptive statistics, multiple regression, F-tests, t-tests, and the coefficient of determination (R²). Most respondents were male (76.8%) with a bachelor’s degree (39.8%). Validity tests showed that variables including inventory management, picking, item placement, employee skills, and lean warehousing had valid correlations above 0.202. Descriptive analysis indicated that warehouse management at BNPB and BPBD is effective but needs improvements in IT utilization, picking efficiency, inventory recording, and employee skills. Statistical tests confirmed that all variables significantly influence lean warehousing and productivity at a 95% confidence level. The study contributes novel insights by demonstrating how technology and employee capability synergistically enhance lean warehousing performance in disaster logistics. Strategic recommendations include routine employee training, strengthened cooperation through coaching and briefings, and optimized budget use via internal audits and independent utilization of logistical assets.
Pengaruh Antrean Kendaraan Terhadap Kerugian Ekonomi dan Risiko Keselamatan pada Perlintasan Stasiun Bojonggede Bogor Mulyanto, Teguh Dwi; Ricardianto, Prasadja; Fatimah, Siti; Handayani, Susanty; Abidin, Zaenal
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i1.2245

Abstract

Penutupan perlintasan sebidang di sekitar kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor, menimbulkan dampak berupa konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan kerugian ekonomi sangat banyak per hari dan pertahunnya, serta berdampak pada risiko keselamatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian ekonomi dari konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang dan mengevaluasi risiko keselamatan pada perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bojonggede, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis antrean dan tundaan dengan alat analisis Deterministic Queueing Analysis dan Mean Absolute Percentage Error. Selain itu, diperlukan juga metode analisis kerugian ekonomi yang dihitung berdasarkan konsumsi bahan bakar minyak yang terbuang pada saat penutupan perlintasan sebidang yang dikonversikan dalam satuan rupiah. Secara keekonomian, pada Perlintasan Sebidang I dan Perlintasan Sebidang II didapatkan bahwa delapan kriteria evaluasi memiliki risiko yang tinggi terhadap keselamatan dan kerugian ekonomi per hari serta pertahun yang cukup besar. Berdasarkan rekapitulasi dapat disimpulkan bahwa keakuratan nilai Mean Absolute Percentage Error untuk masing-masing pendekat pada perlintasan dengan panjang antrean hasil perhitungan metode Deterministic Queueing Analysis memiliki akurasi yang sangat baik setelah dibandingkan dengan hasil survei di lapangan. Adapun rekomendasi yang diberikan adalah peningkatan perlintasan sebidang menjadi perlintasan tidak sebidang seperti jalan layang atau terowongan dan dilakukan penutupan perlintasan sebidang. Temuan kunci adalah lamanya tundaan dan panjangnya antrean kendaraan yang menyebabkan kerugian secara ekonomi. Hal ini disebabkan karena banyaknya konsumsi bahan bakar yang terbuang pada saat pintu perlintasan sebidang ditutup. Potensi kerugian ekonomi yang telah dihitung diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam penentuan kebijakan penanganan perlintasan sebidang lebih lanjut.
Tipologi Potensi Transit-Oriented Development (TOD) di Sekitar Stasiun Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan Fatimah, Siti
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1778

Abstract

AbstrakLight Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan dengan 13 stasiun pemberhentian menyediakan alternatif moda transportasi umum massal di Kota Palembang. Jalur LRT sepanjang sekitar 23 kilometer membentang dari utara ke selatan yang merupakan koridor utama Kota Palembang. Stasiun sebagai titik transit perpindahan dari moda transportasi LRT ke angkutan umum lainnya dan sebaliknya, berpotensi untuk menjadi bagian dari pengembangan Transit-Oriented Development (TOD). Masing-masing stasiun memiliki karakteristik tertentu sesuai kondisi lingkungan terbangun di sekitarnya. Pengelompokan stasiun sebagai area yang potensial untuk pengembangan TOD menyederhanakan perencanaan dan perancangannya. Dengan menggunakan data berbasis spasial, yaitu kepadatan penduduk, persentase kawasan perkantoran, persentase kawasan komersial, rata-rata jarak berjalan kaki, dan kepadatan persimpangan, dilakukan analisis cluster. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 3 cluster potensi TOD pada jalur LRT yaitu cluster dengan jarak berjalan jauh, cluster kawasan komersial dan/atau perkantoran, dan cluster area padat penduduk dan/atau persimpangan.Kata kunci: Light Rail Transit (LRT), Transit-Oriented Development (TOD), Analisis Cluster, Data Berbasis Spasial.AbstractThe Typology of the Transit-Oriented Development (TOD) Potential around the South Sumatera Light Rail Transit (LRT): The South Sumatera Light Rail Transit (LRT) that has 13 stops provides an alternative mass public transport mode in Palembang City. The LRT track is around 23 kilometers, run from north to south of Palembang City which is the main corridor. As a transit point from the LRT to other public transport and vice versa, stations potentially be a part of the TOD development area. Each station has certain characteristics according to the built environment around it. Grouping stations as potential areas for TOD development simplifies planning and design. Using spatial base data including population density, percentage of office area, percentage of the commercial area, average walking distance, and intersection density as variables, cluster analysis was conducted. The results of the analysis showed that there were 3 TOD clusters in the LRT pathway including the cluster with long walking distance, cluster in the commercial and/or office area, and cluster in the dense population and/or intersections.Keywords:  Light Rail Transit (LRT), Transit-Oriented Development (TOD), Cluster Analysis, Spatial Base Data.
Kajian Eksperimental Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Agregat Halus Pada Beton Normal Dengan Penambahan Silica Fume Triyono, Agus; Suryono, Wiwid; Fatimah, Siti; Winiasri, Linda; Rozi, Fahrur
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2025): Volume 10 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i1.2200

Abstract

This study aims to examine the use of beach sand as an alternative material for fine aggregate in normal concrete of K-225 quality with the addition of silica fume. The method used is an experimental method by testing compressive strength and slump values. In this study, 4 types of test pieces were used, namely concrete mixture using river sand (BN), concrete mixture using beach sand (BPP), concrete mixture using beach sand with the addition of 10% silica fume (BPPSF10), and concrete mixture using beach sand with the addition of silica fume 20% (BPPSF20). Based on the test results, it can be concluded that the concrete mixture using beach sand (BPP, BPPSF10 and BPPSF20) has a lower compressive strength than the concrete mixture using river sand. The addition of silica fume to the beach sand concrete mixture by 10% and 20% can increase the compressive strength of concrete but has not been able to achieve the planned compressive strength. Meanwhile, the slump value in the concrete mixture using beach sand is lower than the slump value of the concrete mixture using river sand.
PERENCANAAN OVERLAY UNTUK PENINGKATAN PCN TAXIWAY CHARLIE DAN DELTA GUNA MELAYANI PESAWAT A330 DENGAN BEBAN MTOW DI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Ravif Firman Hakim, Andika; Rozi, Fahrur; Fatimah, Siti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Syamsudin Noor adalah bandar udara yang melayani wilayahBanjarbaru di Kalimantan Selatan, Indonesia. Dengan kondisi taxiway saat ini,pesawat A330-300 karena keterbatasan kekuatan perkerasan (PCN) taxiway charliedan delta. Akibatnya, penerbangan haji ke Jeddah, Arab Saudi harus transit terlebihdahulu di Aceh untuk pengisian bahan bakar. Perencanaan ini bertujuanmenghitung kebutuhan tebal overlay peningkatan PCN agar memenuhi syaratoperasional pesawat A330-300. Perhitungan dilakukan menggunakan metode FAAmelalui perhitungan Manual dan software FAARFIELD 2.1 serta menghitung nilaiPCN melalui software COMFAA 3.0 dengan input data berupa nilai CBR tanahdasar, pesawat rencana, dan pergerakan tahunan. Dan sesuai hasil perhitungan makadiperoleh kebutuhan overlay 10 cm untuk taxiway charlie (PCN 75) dan 19 cmuntuk taxiway delta (PCN 70), yang cukup untuk menopang pesawat A330-300(ACN 61). Dengan biaya pelaksanaan yang diperoleh dari perhitungan RAB untukpekerjaan overlay taxiway charlie dan delta sebesar Rp10.449.400.000.
PERENCANAAN RIGID PAVEMENT SURFACE LEVEL HELIPORT TANPA TULANGAN DI BANDAR UDARA JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG Atmadjaya Nuzzulul Ramdhani Akash, Anugrah; Suryono, Wiwid; Fatimah, Siti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Perencanaan Perkerasan Kaku SurfaceLevel Heliport di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagairespons terhadap tingginya frekuensi pergerakan helikopter, khususnyahelikopter AW189, yang hingga saat ini masih melakukan aktivitas take-offdan landing pada apron dan taxiway. Kondisi ini berpotensi menggangguoperasional pesawat sayap tetap dan menimbulkan risiko keselamatanpenerbangan. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desainperkerasan kaku yang sesuai dengan karakteristik beban helikopter terkritisdan kondisi eksisting bandara, serta memenuhi ketentuan sesuai PM 77Tahun 2015 dan KP 215 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan permodelan analitis dan numerik menggunakanperangkat lunak FAARFIELD dan COMFAA sebagai perhitungan untukmendapatkan nilai PCN/ACN. Hasil perhitungan menunjukkan ketebalanperkerasan meliputi lapisan surface 12,5 cm dan subbase 10,2 cm dengannilai PCN sebesar 7,4 dan ACN sebesar 6,5, serta dimensi marka heliport 41 x41 meter sesuai standar FAA AC 150/5390-2D. Untuk itu diperoleh biaya dariperencanaan surface level heliport sebesar Rp.2,389,174,627.99