Claim Missing Document
Check
Articles

PENGATURAN TEGANGAN KELUARAN BUCK-BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN PENGENDALI SLIDING MODE Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel surya merupakan perangkat energi terbarukan yang prinsip kerjanya bergantung pada kondisi intensitas cahaya matahari. Kondisi tersebut mengakibatkan tegangan keluaran yang dihasilkan tidak stabil, sehingga diperlukan buck-boost converter. Buck-boost converter merupakan konverter DC yang memiliki karakteristik nonlinear serta tegangan keluaran dapat diatur untuk lebih besar maupun lebih kecil dari nilai tegangan masukannya dengan mengatur besar duty cycle dari PWM. Namun, tegangan keluaran dari konverter tersebut juga tidak stabil, sehingga diperlukan pengendali, yaitu pengendali sliding mode (SMC) dan PID ITAE. Hasil simulasi unjuk kerja dari kedua pengendali tersebut dibandingkan dengan melihat settling time tegangan keluaran untuk mencapai keadaan steady state. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan parameter-parameter komponen buck-boost converter dan memodelkan bentuk state space averaging dari konverter, kemudian menentukan Ueq dan Un sebagai parameter pengendali sliding mode dan menentukan Kp, Ki, dan Kd sebagai parameter pengendali PID metode ITAE. Selanjutnya rangkaian tersebut disimulasikan dalam Simulink MATLAB dan hasil unjuk kerja dari buck-boost converter ketika open loop (tanpa pengendali) dan close loop (menggunakan pengendali sliding mode dan PID ITAE) dibandingkan dengan melihat settling time, osilasi, dan tegangan puncak. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian ketika kondisi close loop yang terdiri dari 4 perubahan, yaitu perubahan tegangan masukan, beban, tegangan referensi, serta tegangan masukan dan beban secara bersamaan dari -25% hingga 100%. Dari penelitian ini, diperoleh hasil bahwa pengendali sliding mode memiliki settling time yang lebih lambat dibandingkan dengan pengendali PID ITAE, recovery time yang dibutuhkan oleh pengendali sliding mode lebih lambat dibandingkan PID ITAE, dan deviasi tegangan yang dihasilkan pengendali sliding mode lebih kecil daripada PID ITAE. Parameter pengendali sliding mode yang telah ditentukan cocok dengan perubahan-perubahan pada seluruh pengujian. Kata kunci— Buck-boost converter, pengendali sliding mode, PID ITAE.   Abstract Solar cell is a renewable energy device whose working principle depends on the conditions of sunlight intensity. That condition involved unstable output voltage, so buck-boost converter is needed. Buck-boost converter is a DC converter whose nonlinear characteristic and the output voltage can be regulate to greater or smaller than the input voltage by adjusting the duty cycle of the PWM. However, the output voltage from that converter is also unstable, so a controller is needed there are sliding mode controller (SMC) and PID ITAE. The results of performance simulation from those two controllers are compared by looking at the settling time of the output voltage to reach steady state condition. This research is done by determining the parameters of the buck-boost converter component and modeling the state space averaging form of the converter then determine Ueq dan Un as parameter for SMC and determine Kp, Ki, dan Kd as PID controller parameters for the ITAE method. Furthermore, the circuit is simulated in MATLAB Simulink and the results of the performance of the buck-boost converter when open loop (without controller) and close loop (using sliding mode controller and PID ITAE) are compared with determine settling time, oscillation, and peak voltage.Then, continued with testing when closed loop condition which consists of 4 changes, there are change the input voltage, load, reference voltage, and input voltage and load simultaneously from -25% to 100%. From this research, the result shows that sliding mode controller has slower settling time than the ITAE PID controller, the recovery time required by the sliding mode controller is slower than the ITAE PID, and the voltage deviation generated by the sliding mode controller is smaller than the PID ITAE. The predetermined sliding mode parameter matches the changes in all tests. Keywords— Buck-boost converter, sliding mode controller, PID ITAE.
PENGARUH DIAMETER DAN BENTUK ELEKTRODA TERHADAP TINGKAT ARUS BOCOR PADA ISOLATOR POLIETILEN Aldo Julian Hastono; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolator merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk mengisolasi penghantar bertegangan. Sebuah isolator dirancang agar dapat berfungsi dengan baik dengan memiliki tingkat arus bocor yang rendah. Bahan isolasi yang sering digunakan yaitu keramik dan kaca. Namun saat ini telah dikembangkan bahan isolasi berjenis polimer yang memiliki kekuatan mekanik cukup tinggi dan tidak menyerap air. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh panjang diameter isolator dan bentuk elektroda yang digunakan terhadap tingkat arus bocor. Panjang diameter isolator terdiri dari tiga variasi yaitu 6 cm, 11 cm, dan 16 cm dengan ketebalan bahan atau jarak sela elektroda yang sama. Pasangan bentuk elektroda yang digunakan adalah batang – batang, bola – bola, batang – piring, dan bola – piring. Berdasarkan hasil penelitian semakin panjang diameter isolator dan semakin homogen bentuk elektroda yang digunakan maka nilai arus bocor juga semakin besar. Kata kunci: Arus Bocor, Distribusi Medan, Isolator ABSTRACT Insulator is an electrical equipment that serves to isolate the voltage conductor. An isolator is designed to function properly by having a low leakage current. Insulating materials that are often used are ceramics and glass. However, at this time a polymer type insulation material has been developed which has a fairly high mechanical strength and does not absorb water. This study was conducted to determine the effect of the diameter of the insulator and the shape of the electrode used on the level of leakage current. the diameter of the insulator consists of three variations 6 cm, 11 cm, and 16 cm with the same thickness or intervals. The pairs of electrodes used are stem, balls, stem-plate, ball-plate. Based on the results the longer the insulator diameter and more homogeneous form of electrode used, the value of leakage current is also greater. Keywords: Leakage Current, Field Distribution, Insulator
REKAYASA DAN PENGUJIAN PERFORMANSI ISOLATOR POLIMER RESIN EPOKSI DENGAN FILLER FLY ASH Rosi David; Moch Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIsolator merupakan alat listrik yang digunakan untuk mengisolasi, yaitu memisahkan secara elektrisdua buah penghantar atau lebih yang berdekatan, sehingga tidak terjadi kebocoran arus atau lompatan api(flashover). Dalam penelitian ini isolator terbuat dari bahan resin epoksi dengan filler fly ash dan aluminium oksida dan divariasikan dengan 2 tipe sirip isolator yaitu BBB dan BKB dengan pembuatan dimensi yangmemperhatikan standar IEC. Pengujian yang dilakukan menggunakan 2 kondisi untuk masing-masing isolator yaitu kondisi kering dan kondisi basah. Pada penelitian ini akan diuraikan pengaruh dari jumlah sirip permukaan isolator terhadap distribusi medan listrik, sudut kontak, tingkat arus bocor, dan tegangan flashover dalam kondisikering dan basah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengambil data arus bocor dan tegangan flashover secara langsung di Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi Universitas Brawijaya, serta dilakukansimulasi distribusi medan listrik pada masing-masing variasi isolator menggunakan software FEMM 4.2.Pengujian dilakukan dengan menggunakan tegangan tinggi AC. Hasil yang didapat dari penelitian ini isolator tipesirip seragam memiliki nilai arus bocor yang lebih kecil dari tipe sirip tidak seragam baik pada kondisi kering danbasah sangat berpengaruh terhadap arus bocor. Debit pembasahan juga berpengaruh terhadap arus bocor, dimanapeningkatan debit pembasahan berbanding lurus dengan tingkat arus bocor dan berbanding terbalik denganketahanan suatu isolator menahan tegangan flashover.Kata kunci: Isolator, Resin Epoksi, Fly Ash, Variasi Tipe Sirip Isolator, Sudut Kontak, Arus bocor, TeganganFlashoverABSTRACTAn insulator is an electrical device which is used to isolate, separating two or more conductors thatare close. So that, there is no current leakage or flashover. In this study, the insulator is made by epoxy resinwith fly ash, and aluminum oxide fillers and varied with 2 types of insulator fins, those are BBB and BKB bydimension production that pay attention to IEC standards. The tests used were carried out using 2 conditions foreach insulator, those are dry condition and wet condition. This research will describe the effect of the number ofinsulator surface fins on the electric field distribution, leakage current level, and flashover voltage in dry andwet conditions. The research method used is to take data on leakage current and flashover voltage directly at theHigh Voltage Engineering Laboratory, Brawijaya University, then simulating the distribution of the electric fieldon each insulator variation using FEMM 4.2 software. The tests are carried out using high voltage AC. Theresults obtained from this study that the same fin type insulator has a smaller leakage current value than the not-same fin type in both dry and wet conditions, which greatly affects the leakage current. Wetting discharge alsoaffects the leakage current, which the increase of wetting discharge is directly equal with the level of leakagecurrent and directly not equal with the resistance of an insulator to withstand flashover voltage.Keywords: Insulator, epoxy resin, fly ash, variations of insulator fins, leakage current, flashover voltage
POWER MANAGEMENT CONTROL PADA SISTEM HIBRIDA PV-GENSET MENGGUNAKAN ZELIO LOGIC SMART RELAY Mochamad Azwar Anas; n/a Soeprapto; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.088 KB)

Abstract

Energi listrik yang dihasilkan PLTD existing disuatu pedesaan digunakan untuk memenuhi kebutuhanbeban harian, baik saat beban dasar maupun bebanpuncak. Hal ini sangatlah tidak efektif dan efisien karenasaat memikul beban dasar, diesel-generator set (genset)beroperasi di bawah titik optimum sehingga nilai SpecificFuel Consumption (SFC) genset sangat besar. Oleh karenaitu, diperlukan inovasi pemanfaatan energi matahari(photovoltaic: PV) yang dihibrid dengan genset. Powermanagement control menggunakan Zelio Logic Smart Relaydirancang sebagai sarana untuk melakukan peralihanenergi dari baterai ke genset dan sebaliknya secaraotomatis. Penelitian ini menguraikan tentangperancangan sistem hibrida dalam skala laboratoriumyang meliputi perancangan perangkat keras, yakni sensorarus, rangkaian pembagi tegangan, dan otomatisasigenset, serta perancangan perangkat lunak menggunakansoftware Zelio Soft2. Berdasarkan hasil pengujian, nilaitegangan dan daya keluaran solar cell akan meningkatseiring meningkatnya intensitas matahari, sedangkanarusnya akan semakin menurun. Selain itu, terdapatperbedaan tegangan dan arus berturut-turut sebesar 2,13V dan 1,01 A dari hasil pengukuran. Sensor arus yangdigunakan pada sistem mampu mendeteksi perubahanarus yang mengalir ke beban secara linier denganmemberikan respon berupa tegangan keluaran yangmenjadi masukan Zelio. Rangkaian otomatisasi gensetdapat berfungsi dengan baik dan nilai optimum SFC padagenset merk Starke 2,8 kW 220 V 50 Hz adalah sebesar0,67 l/kWh saat pembebanan 72% dari kapasitas genset.Pensaklaran sistem hibrida secara otomatis berdasarkansensor tegangan baterai (Ib) dan tegangan beban (Ic)dapat dilakukan dengan baik oleh Zelio. Saat Ib>Ic, bebandisuplai baterai melalui inverter. Saat Ib≤Ic, genset ONmenyuplai beban dan relai charger ON untuk men-chargebaterai.Kata Kunci—Sistem Hibrida PV-Genset, Sensor Arus,Otomatisasi Pensaklaran, SFC Genset, Zelio Logic SmartRelay.
ANALISIS KINERJA TRANSFORMATOR DAYA DENGAN METODE MARKOV Gita Andrika Sari; Moch. Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu peralatan yang sangat penting dalam proses penyaluran tenaga listrik adalah transformator. Transformator merupakan alat yang berfungsi untuk memindahkan energi listrik dari sisi primer ke sisi sekunder melalui induksi magnet. Kinerja transformator dipengaruhi oleh pembebanan, semakin besar beban yang harus disuplai maka arus yang dihasilkan juga semakin besar. Dengan semakin besar arus yang dihasilkan maka daya yang dihasilkan juga semakin besar dan hal tersebut berdampak pada panas yang dihasilkan. Penelitian ini akan membahas tentang kinerja transformator daya. Kinerja transformator daya dinilai dari nilai keandalan dan nilai ketersediaan. Nilai keandalan dan nilai ketersediaan dalam analisis ini diambil dari data DGA transformator daya. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode Markov. Dimana untuk menentukan nilai keandalan dan nilai ketersediaan menggunakan pemodelan dengan metode Markov, dengan menentukan laju kegagalan (λ) dan laju perbaikan (µ). Dimana laju kegagalan (λ) dan laju perbaikan (µ) didapatkan dari perhitungan MTTF (Mean Time To Failure) dan MTTR (Mean Time To Repair). Nilai keandalan transformator mempengaruhi dilakukannya perawatan. Sehingga semakin cepat dilakukan perawatan dalam kurun waktu tertentu maka dapat memperbaiki kualitas minyak transformator sebagai isolasi transformator. Sehingga, transformator dapat beroperasi secara maksimal. Kata kunci: nilai keandalan, nilai ketersediaan, DGA, metode markov
STUDI POTENSI DAN PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM OSCILLATING WATER COLUMN DI PANTAI PLENGKUNG, BANYUWANGI Gitawan Dimas Prakoso; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi energi baru dan terbarukan telah banyak diminati oleh para peneliti, salah satunya menggunakan energi gelombang laut sebagai bahan baku utama. Oscillating water column menjadi pilihan yang baik karena dapat ditempatkan di laut dangkal sehingga mudah dalam pengoprasian, perawatan, dan penyaluran daya listrik yang dihasilkan.Untuk mengetahui besar potensi daya listrik yang dihasilkan PLTGL sistem OWC ini jika di bangun di pantai Plengkung, Banyuwangi maka dilakukan perhitungan dan simulasi berdasarkan data maritim di pantai PlengkungHasil simulasi dan perhitungan didapatkan perkiraan daya listrik yang dapat dibangkitkan oleh PLTGL sistem OWC di pantai Plengkung, Banyuwangi dengan daya maksimum sebesar 40,946 kW dan daya minimum yang dapat dibangkitkan sebesar 8,176 kW.Kata kunci: Pembangkit listrik tenaga gelombang laut, Oscillating water column, pantai plengkung.
STUDI KELAYAKAN PEMANFAATAN LANDFILL GAS SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK PADA TPA TALANG AGUNG KABUPATEN MALANG Muhammad Daniyal; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Meningkatnya konsumsi energi listrik dari tahun ke tahun tidak bisa dihindarkan, serta berkembangnya teknologi dan bertambahnya jumlah penduduk merupakan faktor faktor yang mempengaruhi naiknya angka konsumsi energi listrik setiap tahunnya. Dilain sisi persedian energi fosil semakin menipis, diharuskan beralih kepada energi baru terbarukan. Meningkatnya jumlah sampah pada setiap tahunnya menjadi potensi baru dalam pengembangan energi baru terbarukan dalam bidang pembangkit listrik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji kelayakan pemanfaatan landfill gas sebagai pembangkit listrik pada TPA Talang Agung Kabupaten Malang. Kajian dalam penelitian ini mencakup pehitungan potensi produksi gas metana menggunakan software LandGEM, perhitungan potensi produksi energi listrik yang dapat dijual kepada PT PLN (PERSERO), serta perhitungan penilaian kelayakan pembangunan proyek PLTSa pada TPA Talang Agung dengan metode Net Present Value (NPV), Profitability Index/ Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil perhitungan didapatkan potensi produksi gas metana pada TPA Talang Agung Kabupaten Malang pada tahun 2020 sebesar 1.815.341,72 m3 meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2034 sebesar 20.225.743,58 m3. Didapatkan juga potensi energi listrik yang dapat dijual pada tahun 2020 sebesar 4.588.820,80 kWh, meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2034 sebesar 51.126.634,63 kWh. Adapun status kelayakan pembangunan proyek PLTSa pada TPA Talang Agung berstatus layak, berdasarkan dengan nilai NPV sebesar Rp 269.782.516.607,67, BCR sebesar 1,70, IRR sebesar 10,80%, dan PP selama 10 tahun lebih 9,56 bulan. Kata kunci: sampah, PLTSa, energi baru terbarukan, gas metana, penilaian kelayakan investasi ABSTRACT Increased consumption of electrical energy from year to year can not be avoided, as well as the development of technology and increasing population is a factor that affects the rise of electric energy consumption rate every year. On the other side the supply of fossil energy is running low, it is necessary to switch to new renewable energy. Increasing the amount of waste in each year becomes a new potential in the development of renewable energy in the field of electricity generation. The purpose of this research is to study the feasibility of utilization of landfill gas as power plant at TPA Talang Agung Kabupaten Malang. The study included calculation of potential methane gas production using LandGEM software, calculation of potential electricity production that can be sold to PT PLN (PERSERO), and calculation of feasibility of PLTSa project development at TPA Talang Agung by Net Present Value (NPV) method, Profitability Index / Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PPFrom the calculation results obtained the potential of methane gas production in TPA Talang Agung District Malang in 2020 for 1.815.341,72 m3 increase every year until in year 2034 equal to 20.225.743,58 m3. Also found potential electricity energy that can be sold in 2020 amounted to 4.588.820,80 kWh, increasing every year until the year 2034 amounted to 51.126.634,63 kWh. The eligibility status of PLTSa project development in Talang Agung TPA is worthy, based on NPV value of Rp 269.782.516.607,67, BCR of 1,70, IRR of 10,80%, and PP over 10 years over 9,56 months. Keyword: waste, PLTSa, renewable energy, methane gas, investment feasibility status
PENGARUH PENGGUNAAN KENDALI PID PADA SWITCHED INDUCTOR BOOST CONVERTER Mochamad Shofwan Rizqulloh; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Switched inductor boost converter adalah salah satu jenis pengembangan dari boost converter. Namun, switched inductor boost converter masih memiliki kekurangan seperti hasil tegangan keluaran masih memiliki overshoot, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai steady state cukup lama serta tegangan keluaran yang akan berubah seiring dengan perubahan pada tegangan masukan. Pada penelitian ini kendali PID dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Metode yang digunakan untuk mendapatkan parameter PID berupa Kp, Ki dan Kd adalah metode sistesis langsung, sedangkan untuk pemodelan konverter digunakan metode state space averaging. Simulasi dilakukan dengan menggunakan MATLAB-Simulink, didapatkan dengan menerapkan pengendali PID pada switched inductor boost converter, respon transien tegangan keluaran menjadi lebih baik dan juga membuat sistem lebih tahan terhadap perubahan tegangan masukan dan perubahan beban, sehingga dapat mempertahankan nilai tegangan keluaran. Kata Kunci: switched inductor boost converter, boost converter, pengendali PID, sintesis langsung ABSTRACT Switched inductor boost converter is one type of boost converter. However, the switched inductor boost converter still has weakness such as the results of the output voltage still has overshoot and the time required to reach a steady state is quite long and the output voltage will change with changes in the input voltage. In this study PID controller can be used to resolve these weakness. Direct Synthesis method used to obtain the PID parameter consists of Kp, Ki and Kd, while for the converter modeling the state space averaging method is used. The simulation is done using MATLAB-Simulink, obtained by applying the PID controller to switched inductor boost converter, the transient response of the output voltage is better and also makes the system more resistant to changes in input voltage and load changes, so it can maintain the output voltage values. Keywords: switched inductor boost converter, boost converter, PID controller, direct synthesis
RANCANG BANGUN PROTOTIPE SISTEM MONITORING BERBASIS ARDUINO PADA PLTMH CHECK DAM V KALI JARI KABUPATEN BLITAR Titis Aridanti Pratiwi; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu pembangkit listrik, terutama pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), diperlukan adanya sebuah sistem pemantauan yang sangat berperan penting dalam mengontrol energi listrik setiap saat secara realtime. Sistem pemantauan tenaga listrik, biasa disebut sistem monitoring, dimana sistem monitoring ini akan dibuat berbasis sistem Internet of Things (IoT) dan dapat dipantau secara terpusat dari jarak jauh. Prototipe sistem monitoring ini digunakan untuk membantu operator PLTMH dalam memonitoring output daya yang dihasilkan oleh PLTMH melalui internet dari berbagai tempat, yang dimana sebelumnya operator PLTMH tidak dapat memantau proses pembangkitan listrik selama 24 jam. Prototipe sistem monitoring PLTMH pada penelitian ini menyajikan bagaimana memonitoring output tegangan, arus, cos phi, dan daya pada PLTMH dengan menggunakan sistem mikrokontoler Arduino yang dikombinasikan dengan sensor PZEM – 004T sebagai sensor pembaca tegangan, arus, cos phi, dan daya. Modul WeMos D1 Mini sebagai alat komunikasi pengiriman data hasil pengukuran ke internet database Thinger.io agar dapat dipantau jarak jauh secara realtime. Pengujian prototipe dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran pada prototipe dan hasil pengukuran pada alat ukur pembanding (power analyzer). Hasil sistem monitoring saat beban rendah hingga peak load (kondisi riil) menunjukkan hasil yang cukup bagus dan akurat, meskipun dari ketiga sensor yang digunakan saat kondisi riil akurasinya ada yang lebih dari batas toleransi ±0,5% yakni mencapai ±1,0% pada variabel tertentu. Prototipe sistem monitoring ini juga berhasil menerapkan pemantauan secara online dan realtime dengan web site database Thinger.io dan penyimpanan data pengukuran secara offline pada micro SD – card. Kata Kunci: sistem monitoring, PLTMH, realtime, database Thinger.io, variabel elektrik, PZEM – 004T ABSTRACT In a power plant, especially in the Micro-hydropower Plant (MHP), a monitoring system that is very important in controlling electricity energy at all times in realtime. The electricity monitoring system, commonly called a monitoring system, will be based on the Internet of Things (IoT) system and can be monitored centrally remotely. This monitoring system prototype is used to assist MHP operators in monitoring the output of power produced by MHP via the internet from various places, where previously MHP operators could not monitor the electricity generation process for 24 hours. The prototype of the MHP monitoring system in this study presents how to monitor voltage, current, cos phi, and power outputs on the MHP using the Arduino microcontoler system combined with the PZEM-004T sensor as a voltage, current, cos phi, and power output sensor. WeMos D1 Mini module is a communication tool for sending measurement data to the Thinger.io database so that it can be monitored remotely in realtime. Prototype testing is done by comparing the measurement results on the prototype and the measurement results on a comparative measuring instrument (power analyzer). The results of the monitoring system from low load to peak load (real conditions) show pretty good and accurate results, although of the three sensors used when the real condition has an accuracy that is more than the tolerance limit of ±0,5% which reaches ±1,0% at certain variable. The monitoring system prototype also successfully implemented online and realtime monitoring with the Thinger.io web site database and offline measurement data storage on a micro SD card. Keywords: monitoring system, MHP, realtime, Thinger.io database, eletric variables, PZEM – 004T
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR GENERATOR SET BIOGAS PADA BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN BATU Zulfikar Subagio; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbandingan Specific Fuel Consumption (SFC) generator berbahan bakar biogas dengan generator berbahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan di masing-masing generator. Generator biogas tipe CC 700-M 700 Watt, generator bensin tipe GN 2000-MP 1800 Watt dan Forza FGG-1500 DCV 800 Watt yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 10-100% beban puncak dari kapasitas generator. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pusat Pelatihan (BBPP) Batu, sedangkan pengujian untuk generator bensin dilakukan di Universitas Brawijaya. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tegangan, arus, daya, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SFC generator bensin (GN 2000-MP dan FGG-1500 DCV) dan biogas Generator (CC 700-M) adalah 0,0615 m3/kWh, 0,0164 m3/kWh dan 1,4042 m3/kWh. Maka, generator biogas membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan energi dari generator bensin. Kata Kunci: Genset biogas, Beban, Specific Fuel Consumption.   ABSTRACT This study discusses the comparation of Specific Fuel Consumption (SFC) of  biogas-fueled generator with gasoline-fueled generators. The aim of this study is to determine how many the fuel needs in each generator. Biogas generator type CC 700-M 700 Watt,  gasoline generator type GN 2000-MP 1800 Watt and  FGG-1500 DCV 800 Watt have been used in this study using range of generator capacity 10-100% as the electrical loads. This study took place at the Center for Training Ranch (BBPP) Batu, while test for gasoline generator was conducted at University of Brawijaya. Parameters used in this study include voltage, current, power, and fuel consumption. Results of the study show that the SFC of gasoline generator (GN 2000-MP and FGG-1500 DCV) and biogas generator (CC 700-M) is 0,0615 m3/ kWh, 0,0164 m3/kWh and 1,4042 m3/kWh. Therefore the biogas generator requires more fuel for generating energy than gasonline generator. ­Keywords: Biogas generators, Loads, Specific Fuel Consumption.
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio