Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEKUATAN DIELEKTRIK MINYAK JARAK DENGAN PENGURANGAN KANDUNGAN AIR MENGGUNAKAN METODE PEMANASAN Arbi Ramadhan; Mochammad Dhofir; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak nabati sebagai minyak isolator mulai banyak digunakan, karena ketersediaan minyak mineral dalam alam semakin menipis. Minyak jarak yang merupakan salah satu jenis minyak nabati dapat menjadi alternatif minyak isolasi. Di mana minyak isolasi harus memiliki kekuatan dielektrik yang bagus serta tegangan tembus yang tinggi. Oleh karena itu, untuk mendapat kualitas kekuatan dielektrik yang bagus serta tegangan tembus yang tinggi dilakukan pemanasan dengan beberapa variasi pada minyak jarak yang bertujuan untuk mengurangi kandungan kadar air sehingga didapatkan tegangan tembus yang lebih baik. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pemanasan kandungan kadar air akan semakin kecil dan didapatkan kandungan kadar air terendah sebesar 1009,9210 ppm. Tegangan tembus tertinggi yang berhasil didapatkan sebesar 77,36 kV setelah mengalami pemanasan dengan suhu 50°C dengan waktu pemanasan 60 menit dan kandungan kadar airnya sebesar 1109,8119 ppm. Kata Kunci – minyak jarak, tegangan tembus, kadar air, pemanasan, dielektrik Abstract The use of vegetable oil as insulating oil becomes more familiar, as the availability of natural mineral oil has decreased. Castor oil was used as an alternative for insulating oils. The insulating oils must have good dielectricity and high breakdown voltage. Therefore to get a good quality of dielectricity and high breakdown voltage it is necessary to heat it with several methods on castor oil which aims to reduce the moisture content. The result showed that the higher temperature and duration of the heating, the moisture content was lower. The lowest moisture content was 1009.9210 ppm. While the highest breakdown voltage obtained was 77.36 kV after heated at 50°C of temperature with a heating time of 60 minutes and the moisture content of this sample was 1109.8119 ppm. Keywords – castor oil, breakdown voltage, moisture content, heating, dielectric  
PENGARUH DUTYCYCLE PADA RANGKAIAN SAKELAR PEMULIH ENERGI KAPASITOR TERHADAP KESEIMBANGAN TEGANGAN PADA SISTEM TIGA FASA TIDAK SEIMBANG n/a Hariyono; Rini Nur Hasanah; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini sistem kelistrikan yang paling sering digunakan adalah sistem kelistrikan 1 fasa dan 3 fasa. Pada sistem 3 fasa kondisi ideal, jumlah daya dari masing-masing fasa sama dengan jumlah daya yang dihasilkan dari sistem 3 fasa tersebut, namun kondisi lapangan hasilnya berbeda karena banyak faktor salah satunya karena perubahan karakteristik beban yang dapat menyebabkan nilai tegangan tak seimbang, dan lonjakan arus beban meningkat. Jika kondisi ini tidak segera diselesaikan dengan cepat, maka sistem akan bekerja tidak maksimal dan jika di biarkan berlarut terlalu lama akan menimbulkan kerusakan terhadap sistem yang telah di rancang. Banyak upaya-upaya untuk mengurangi lonjakan arus beban dan meningkatkan nilai keseimbangan tegangan antar fasa salah satunya dilakukan dengan menggunakan rangkaian sakelar pemulih energi kapasitor. Rangkaian sakelar ini merupakan rangkaian sakelar sederhana yang menggunakan 4 sakelar semikonduktor IGBT dengan diode antiparalel dan komponen kapasitor yang diletakan di antara 4 sakelar tersebut. Dengan menggunakan rangkaian sakelar ini akan membuat nilai tegangan keluaran menjadi lebih seimbang dan nilai lonjakan arus beban lebih dapat di kendalikan, sehingga rugi-rugi karena arus pada sistem kelistrikan dapat diminimalisir. Hasil tegangan dan arus keluaran dari rangkaian sakelar ini dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai  yang terdapat pada komponen kapasitor. Nilai  tersebut diperoleh dari pengaturan persentase dutycycle yang masuk pada rangkaian sakelar pemulih energi magnetis. Pengaturan dutycycle ini bertujuan untuk mengendalikan pergerakan dari muatan yang masuk ke dalam komponen kapasitor melalui proses penyerapan dan proses pelepasan muatan sebagai energi pemulih terhadap reaktansi induktif dari masing-masing karakteristik beban yang digunakan. Oleh karena itu, seiring dengan perubahan persentase dutycycle lonjakan arus beban menjadi semakin kecil dan rugi-rugi juga dapat di minimalisir, sehingga penggunaan energi listrik tetap dapat digunakan secara efektif dan efisien. Kata kunci- sistem listrik 3 fasa, pensakelaran IGBT, sistem pengendalian. ABSTRAC In modern times, the most commonly used electrical system is the 1 phase and 3 phase electrical systems. In the ideal system 3 conditions, the amount of power from each phase is the same as the amount of power generated from the 3phase system, but field conditions produce more factors, one of which is due to changes in load characteristics that can cause a balanced dose, and surges load current increases. If this condition is not resolved quickly, the system will not work optimally and if released too long will cause damage to the system that has been designed. Many attempts to reduce the load current and increase the balance value between erroneous phases are made using a series of capasitor energy recovery switches. This switch circuit is a simple switch circuit that uses 4 IGBT semiconductor switches with antiparallel diodes and capacitor components placed between the 4 switches. By using this switch circuit will make the value of the output voltage become more balanced and the value of the surge in load can be more controlled, so the profit and loss because the current in the electrical system can be minimized. The output voltage and current output of this switch circuit are arranged by the size of the value referred to in the capacitor component. The value is obtained from the dutycycle percentage adjustment that enters the magnetic energy recovery switch circuit. This dutycycle arrangement aims to control the transfer of charge entering the capacitor component through the transfer process and the process of releasing the charge as restoring energy to the reactance of each characteristic used. Therefore, along with changes in the percentage of dutycycle surges in load currents become smaller and losses can also be minimized, so that the use of electrical energy can still be used effectively and efficiently. Keywords - 3 phase electrical system, igbt switching, control system.
Penerapan Sistem Photovoltaik Sebagai Suplai Daya Listrik Beban Pertamanan Unggul Wibawa; Andy Darmawan
Jurnal EECCIS Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.355 KB)

Abstract

Indonesian geographical position that located at equator line and sunrays along the year, then it is appropriate to implement and use sun energies that are abundant in amount and inexhaustible. Based on that matter, then to fulfill electric needs in Indonesia and as alternative of PLN power supply, then it is appropriate for development of Photovoltaic, a process can convert sunrays into electric energy directly with aid of solar cell. The use of photovoltaic by using sun energies located in VEDC Malang as garden power supply is one example of applicative project of electric power potential development by using sun energies widely in Indonesia. From experiment and analysis, obtained break down voltage percentage with same load in photovoltaic system, the highest occurs in cloudy weather 4.76% and the lowest occurs in bright weather 4.17%. From technical standpoint, it seen that used sun module and battery are not efficient compared with existing load in VEDC Malang and from economic standpoint, cost per kWH of the system Rp 42.400,- an while from PLN electricity that is Rp 27.969,5,-. Finally, it can be concluded that the use of Photovoltaic system in VEDC Malang is not efficient yet and expensiveKeywords : Photovoltaic, effeciency, breakdown voltage
HYBRID POWER PLANT FEASIBILITY STUDY IN MANDANGIN ISLAND USING HOMER SOFTWARE Soeprapto Soeprapto; Unggul Wibawa; Mahfudz Shidiq
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.811 KB)

Abstract

In this research, a feasibility study of Diesel Power Plant (diesel) existing on the island Mandangin with hibrid using Renewable Energy (ET) in the form of photovoltaic (PV). HOMER is an optimization analysis software for power generation system design, seen from the value of the Net Present Cost (NPC) the lowest. HOMER itself is an abbreviation of Hybrid Optimization Model for Electric Renewable developed by the National Renewable Energy Laboratory (NREL) USA. The system design is based on data obtained from diesel Mandangin island. of the total power of 1500 kW able to be raised, but only used up to 400 kW. For design optimization was performed by adding a PV system as a source of renewable energy amounting to 300 kW. Analysis of the resulting HOMER, designs are made to meet the needs of 100% load with energy excess of 0.01%. Hybrid system configuration are made which have high initial costs, but the total NPC generated was reduced by $ 4,948,556. For the amount of fuel used, Hybrid system uses less fuel amount to a reduction of 184 565 L / year or a total of $ 180.931 per year compared with the existing diesel system. The amount of emissions released Hybrid system was also decreased with the decrease of 486.123 kg / yr of CO2 and 1,200 kg / yr of CO. In conclusion, HOMER is a software that can optimize power generation.
RANCANG BANGUN RANGKAIAN TWO-PHASE INTERLEAVED BOOST COVERTER BERBASIS SEL PENGALI TEGANGAN DIODE-CAPACITOR MENGGUNAKAN TEKNIK PENSAKELARAN PULSE WIDTH MODULATION (PWM) Muhammad Alaudin Tri Kurnia; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPaper ini menguraikan mengenai pembuatan suatu boost converter yang mempunyai gain tegangan tinggi. Gain yang tinggi pada konverter ini diperoleh dengan menggunakan rangkaian two-phase interleaved boost converter berbasis sel pengali tegangan diode-kapasitor. Konverter ini menggunakan dua buah sel pengali tegangan diode-kapasitor. Kerja konverter ini diatur oleh sinyal kendali. Sinyal kendali ini dibangkitkan dengan menggunakan rangkaian osilator kristal supaya diperoleh frekuensi yang stabil. Sinyal keluaran osilator kristal selanjutnya diolah sedemikian rupa agar sesuai dengan yang diperlukan oleh rangkaian konverter. Pengolah sinyal terdiri atas pembagi frekuensi, pengatur duty ratio, penggeser fasa, dan driver. Pada duty ratio yang rendah, Konverter ini mampu menghasilkan gain tegangan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh konverter konvensional.Kata kunci: boost converter, gain tegangan tinggi, sel pengali tegangan diode-capacitor, two-phase interleaved boost converterABSTRACTThis paper describes the manufacture of a boost converter that has a high voltage. High gain in this converter is obtained by using a two-phase interleaved amplifier converter circuit based on a diode-capacitor voltage multiplier. This converter uses two diode-capacitor voltage multiplier cells. This work is governed by control controls. This control signal is generated by using a crystal oscillator circuit in order to obtain a stable frequency. The crystal oscillator output signal is then processed in such a way as to match that required by the change circuit. The signal processing consists of a frequency divider, a duty ratio regulator, a phase shifter, and a driver. At a low duty ratio, this converter is able to produce a higher voltage when compared to that produced by conventional converters.Keywords: boost converter, diode-capacitor voltage multiplier cell, high voltage gain, two-phase interleaved boost converter.
STUDI OPTIMASI PENENTUAN BATAS DEBIT UNTUK OPERASIONAL YANG NOMINAL DENGAN POLA OPERASI WADUK METODE COMPARE MEANS PADA PLTA SUTAMI Fakhruddin Ar Rozi; Teguh Utomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan listrik dimasa mendatang akan semakin meningkat seriring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya pembangunan di segala sektor. Namun kebutuhan listrik tidak selamanya dapat terpenuhi tepat waktu oleh sumber daya littrik yang ada. Studi ini diperlukan untuk peningkatan pada sisi pembangkit, dimana dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).Studi ini dilaksanakan untuk meningkatkan potensi energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA Sutami. Diharapkan dengan adanya studi ini, PLTA Sutami dapat meningkatkan kapasitas energi listrik yang dihasilkan. Studi ini menggunakan batas debit dengan pola operasi waduk untuk mendapatkan hasil yang optimal.Hasil dari kajian ini adalah dengan menggunakan pola operasi waduk, terdapat selisih energi dengan analisis teoritis sebesar 130,056 MWh. Selain itu, grafik elevasi waduk menunjukkan level elevasi masih jauh dari batas bawah sehingga masih aman untuk meningkatkan potensi energi. Produksi energi listrik PLTA per tahun mencapai 491816,206 MWh atau sama dengan 491,82 GWh. Kata kunci : PLTA, Energi, Pola Operasi Waduk, Elevasi   Abstract Electricity needs in the future will increase along with the increasing population and the development of development in all sectors. However, electricity needs are not always fulfilled on time by the existing liturgical resources. This study is needed for an increase in the generator side, which in this case is a Hydropower Plant. This study was carried out to increase the potential of electrical energy produced by the Sutami Hydropower Plant. It is hoped that with this study, the Sutami Hydropower Plant will increase the capacity of the electricity produced. This study uses a discharge limit with a reservoir operation pattern to obtain optimal results. The result of this study is by using a reservoir operation pattern, there is an energy difference with a theoretical analysis of 130,056 MWh. In addition, the reservoir elevation graph shows that the elevation level is still far from the lower limit so it is still safe to increase energy potential. Hydroelectric power production per year reaches 491816,206 MWh or equal to 491.82 GWh. Keywords: Hydroelectric Power Plant, Energy, Reservoir Operation Pattern, Elevation
ANALISIS PERBANDINGAN METODE MPPT MENGGUNAKAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE (P&O) KONVENSIONAL DAN MODIFIKASI Angela Sembiring; Lunde Ardhenta; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak–-Energi matahari adalah energi yang tidak habispakai dan tidak menimbulkan polusi sehingga energi matahari merupakan solusi alternatif yang dapat menggantikan minyak, batu bara, dan lain sebagainya sebagai sumber listrik. Dengan menggunakan panel surya, energi matahari dapat dikonversi menjadi energi listrik. Namun, panel surya memiliki efiensi yang kecil jika dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Panel surya memiliki efiensi sebesar 18%. Untuk mengatasi masalah tersebut,dibutuhkan suatu sistem pencari daya maksimal. Sistem tersebut bertujuan untuk mencari titik optimal panel surya. Pencarian titik optimal panel surya dapat dengan menggunakan Maximum Power Point Tracker (MPPT). Pada penelitian ini, algoritma MPPT yang digunakan adalah algoritma perturb and observe (P&O). Algoritma MPPT ini akan diimplementasikan pada buck converter sehingga dapat mengendalikan panel surya dapat bekerja pada titik yangtelah ditentukan. Namun, algoritma P&O konvensional tidak dapat melacak titik maksimum panel surya saat terjadi perubahan iradiasi. Algoritma P&O modifikasi yaitu dengan penambahan parameter dI dan M dapat menjawab permasalahan tersebut. Berdasarkan analisis, gelombang daya keluaran yang dihasilkan algoritma P&O konvensional memiliki osilasi sedangkan pada algoritma P&O modifikasitidak terdapat osilasi. Kedua algoritma ini memiliki efisiensis ebesar 87% yang mana lebih besar dari sistem tanpa MPPT.Kata Kunci— MPPT, P&O, panel suryaAbstract—Solar energy is energy that is inexhaustible anddoes not cause pollution so that solar energy is an alternative solution that can replace oil, coal, etc. as a source of electricity. By using solar panels, solar energy can become electrical energy. However, solar panels have little efficiency whencompared to other power plants. The solar panel has anefficiency of 18%. To solve this problem, we need a maximum power finder system. The system aims to find the optimal solar panel point. The search for the optimal point of the solar panelcan use the Maximum Power Point Tracker (MPPT). In thisstudy, the MPPT algorithm used is the perturb and observe algorithm (P&O). The MPPT algorithm will be implemented ina buck converter so that it can control the solar panel to work ata predetermined point. However, the conventional P&O algorithm cannot track the maximum point of the solar panelwhen the irradiation changes. Modified P&O algorithm byadding dI and M parameters can solve this problem. Based onthe analysis, the output power wave generated by the conventional P&O algorithm has oscillations while the modified P&O algorithm does not have oscillations. Both of these algorithms have an efficiency of 87% which is greater than thesystem without MPPT.Index Terms— MPPT, P&O, solar panel.
PENGARUH BEBAN NONLINIER RUMAH TANGGA TERHADAP TEGANGAN KELUARAN GENERATOR SINKRON SATU FASA PENGUAT SENDIRI Mokhammad Wildan Dahlan; Hery Purnomo; Unggul Wibawa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan generator sinkron satu fasa pada rumah tangga mulai banyak ditemui. Salah satu jenis generator yang sering digunakan adalah generator sinkron satu fasa penguat sendiri. Tegangan generator yang tidak terpantau dan terdistorsi melebihi standar yang telah ditetapkan oleh IEEE 519-1992 dapat membayakan peralatan yang terhubung pada jaringan. Ditambah lagi keberadaan beban nonlinier pada rumah tangga yang dapat memperburuk kualitas tegangan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tanpa beban untuk mengetahui kualitas tegangan yang dihasilkan oleh generator sinkron satu fasa penguat sendiri. Hasilnya, generator sinkron satu fasa penguat sendiri tanpa filter pasif pada kumparan medan tidak layak digunakan karena telah memiliki THDv sebesar 11,727% dan IHDv terbesar berada pada harmonisa urutan ke-5 sebesar 30,9417%, jauh melebihi standar IEEE 519-1992 dimana batas THDv maksimum adalah 5% dan IHDv maksimum 3%. Pengaruh beban nonlinier terhadap tegangan generator perlu diketahui lebih lanjut. Beban nonlinier yang digunakan adalah motor induksi, lampu hemat energi dan SMPS yang merepresentasikan beban rumah tangga. Hasil dari pengujian beban nonlinier akan dibandingkan dengan beban linier yang diwakili oleh resistor variabel dengan arus beban yang sebanding. Beban linier memperburuk kualitas tegangan, semakin besar arus beban linier semakin tinggi nilai THDv. Beban motor induksi merupakan beban nonlinier yang dapat memperbaiki kualitas tegangan, dapat dilihat dari turunnya THDv menjadi 10,822%. Beban lampu hemat energi merupakan beban nonlinier paling buruk karena menyebabkan THDv naik menjadi 18,221%. Kata kunci: generator sinkron satu fasa penguat sendiri, kualitas tegangan, beban nonlinier
HUBUNGAN ANTARA TEGANGAN DAN INTENSITAS CAHAYA PADA LAMPU HEMAT ENERGI FLUORESCENT JENIS SL (SODIUM LAMP) DAN LED (LIGHT EMITTING DIODE) Ullin Dwi Fajri A.; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.563 KB)

Abstract

Penerangan merupakan salah satupengkonsumsi energi listrik terbesar yang berkisar 20– 25% dari total konsumsi energi listrik yang terpakaidan terus meningkat setiap tahunnya. Untuk keperluanlampu penerangan masyarakat memilih lampu yanghemat energi.Untuk mengetahui hubungan antarategangan dan intensitas cahaya pada lampu SL danLED maka dilakukan pengukuran luminansi, arus,sudut phasa dan keterangan lampu yang masihbertahan atau tidak. Pengukuran tersebut dilakukandengan mengubah-ubah tegangan catu.Hasil dari pengukuran tersebut didapatkanlampu LED lampu yang hemat energi dikarenakanLED memiliki daya kecil tetapi kualitas peneranganyang bagus dibanding lampu SL.Kata kunci : lampu, daya, kuat penerangan
INTEGRASI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN WIND TURBINES DAN WAVE ENERGY CONVERTER DI KAWASAN PANTAI SENDANG BIRU MALANG Firly Azka Nurhidayah; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak–Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu alternatif sediaan energi bagi kebutuhan manusia semakin meningkat fungsi dan peranannya. Pembangkit listrik energi terbarukan dapat diintegrasikan dengan pembangkit lainnya yakni pembangkit listrik hibrid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfigurasi Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid yang sesuai dengan potensi energi terbarukan berupa angin dan gelombang laut pada Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dari hasil analisis didapatkan nilai daya yang di produksi sebesar 11.869.434 kWh/tahun. Untuk biaya perkWh (COE) dari pembangkit sebesar Rp 437,01, sedangkan pada pembangkit konvensional sebesar Rp 1.444,70. Pemanfaatan energi terbarukan dalam pembangkit hibrid ini menggunakan 62,5% sumber energi terbarukan. Pada pembangkit listrik hibrid angin dan gelombang laut, jumlah emisi yang dihasilkan adalah sebesar 32,8% per tahun, sedangkan emisi yang dihasilkan pembangkit konvensional atau PLN adalah 67,2%. Sehingga berdasarkan hasil analisis, Desa Tambakrejo memiliki potensi angin dan gelombang laut yang baik untuk dibangun pembangkit listrik hibrid jika dilihat dari perbandingan nilai emisi dan COE yang dihasilkan dari pembangkit hibrid dengan pembangkit konvensional.Kata Kunci — PLTH, Wind Turbine, Wave Energy, Daya Keluaran.Abstract— Utilization of renewable energy is one of the alternative energy supplies for human needs, its function and role are increasing. Renewable energy power plants can be integrated with other plants, namely hybrid power plants. This study aims to determine the configuration of the Hybrid Power Plant in accordance with the potential of renewable energy in the form of wind and sea waves in Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District. From the results of the analysis, the value of the power produced is 11.869.434 kWh/year. The cost per kWh (COE) from the power plant is IDR 437,01, while for conventional plants it is IDR 1.444.70. Utilization of renewable energy in this hybrid plant uses 62,5% of renewable energy sources. In hybrid wind and ocean wave power plants, the amount of emissions produced is 32.8% per year, while the emissions produced by conventional plants or PLN are 67,2%. So based on the results of the analysis, Tambakrejo Village has good wind and ocean wave potential to build a hybrid power plant when viewed from the comparison of emission and COE values generated from hybrid power plants with conventional plants.Index Terms — PLTH, Wind Turbine, Wave Energy, Output power 
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio