Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PREDIKSI USIA PAKAI BATERAI BASAH ASAM TIMBAL PADA BTS PT TELKOMSEL DI PULAU GILIGENTING MADURA Bobby Pratama; Unggul Wibawa; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan salah satu komponen penting dalam menyediakan kontinuitas penyaluran energi yang aplikasinya dapat dilihat pada sistem telekomunikasi, radio microwave, lampu darurat, sistem sumber daya cadangan dari pembangkit, bahkan aplikasi modul panel surya. Baterai sering digunakan sebagai backup source apabila terjadi gangguan pada sumber utama. Estimasi dari lama waktu baterai untuk melayani beban tanpa adanya pengisian disebut dengan waktu otonomi. Apabila penggunaan baterai sering melewati batas waktu otonominya maka batas waktu pemakaian baterai akan semakin cepat dan membuat terjadinya selisih terhadap usia yang telah ditetapkan oleh manufaktur. Penelitian yang dilakukan di BTS PT Telkomsel di Pulau Giligenting ini bertujuan untuk mengevaluasi penetapan waktu otonomi baterai yang digunakan sebagai backup source dan memprediksi sisa usia baterai sebelum mencapai batas maksimum penggunaannya. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa penetapan waktu otonomi untuk kedua baterai yang ada di BTS berubah dari ketetapan awal selama masing-masing 72 jam menjadi 43,03 jam dan 43,26 jam untuk derajat pelepasan 20% serta 183,84 jam dan 184,09 jam untuk masing-masing baterai untuk derajat pelepasan 80%. Pada analisis untuk derajat pelepasan harian 20% didapatkan bahwa prediksi sisa usia pakai dari kedua baterai adalah 5,72 tahun dan 5,77 tahun untuk pendekatan linier dan pada pendekatan eksponensial bernilai 7,12 tahun dan 7,16 tahun. Sedangkan pada analisis untuk derajat pelepasan harian 80% didapatkan prediksi sisa usia pakai baterai untuk pendekatan linier sebesar 2,65 tahun dan 2,67 tahun untuk baterai bank 1 dan prediksi usia pakai berdasarkan pendekatan eksponensial sebesar 3,73 tahun untuk kedua baterai. Kata kunci: usia pakai baterai, waktu otonomi, baterai basah asam timbal
Studi Analisis Konsumsi dan Penghematan Energi di PT. P.G. Krebet Baru I Budi Agung Raharjo; Unggul Wibawa; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.65 KB)

Abstract

Industri merupakan salah satu pengguna energi listrik yang besar. Oleh karena itu perlu adanya audit energi dan penghematan energi pada suatu industri. PT. P.G. Krebet Baru I adalah salah satu industri besar dan diperlukan adanya audit dan penghematan karena Konsumsi Energi Spesifiknya (KES) pada tahun 2013 adalah 0,92 GJ/ton produksi.Usaha audit energi dan penghematan energi pada industri ini dilakukan pada beban motor, penerangan dan AC. Dari hasil analisis ditemukan penghematan pada motor listrik sebesar 26,84 % atau 6.038.628,14 kWh/giling, pada penerangan adalah 75% atau 261.152,67 kWh/giling, dan pada AC adalah 28% atau 11.203,03 kWh/giling.Rekomendasi penghematan pada motor dilakukan dengan pemasangan frekuensi inverter, pada lampu dengan mengganti lampu hemat energi atau LED dan pada AC dengan AC berteknologi inverter.Kata Kunci—Audit energi, Penghematan Energi, Konsumsi Energi Spesifik (KES), motor , lampu, AC.
ANALISIS PENGARUH PERKEMBANGAN FUNGSI JALAN TERHADAP PENGGUNAAN PENERANGAN JALAN UMUM Satrio Wicaksono; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 7 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan adalah  prasarana  transportasi  darat  yang  meliputi  segala  bagian jalan,  termasuk  bangunan pelengkap  dan  perlengkapannya  yang  diperuntukkan  bagi  lalu  lintas  yang  berada  pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Penerangan Jalan Umum merupakan fasilitas vital yang dibutuhkan sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, mendukung keamanan lingkungan dan memberikan keindahan lingkungan jalan pada malam hari. Penerangan jalan umum juga diperlukan untuk menunjang aktifitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di malam hari. Jalan Ki Ageng Gribig dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Malang akan ditingkatkan fungsi jalanya menjadi jalan arteri sekunder dengan lebar jalan 13 meter dan panjang jalan 4000 meter. Dengan adanya peningkatan fungsi jalan tersebut maka diperlukan adanya perencanaan baru lampu penerangan jalan umum agar sesuai dengan kebutuhan penerangan di sepanjang jalan tersebut. Kata Kunci : Fungsi jalan, PJU, lampu penerangan jalan umum.
Audit Energi Listrik untuk Meningkatkan Efisiensi di Gedung FISIP Universitas Brawijaya Jawoto Tri Prabowo; Unggul Wibawa; Moch. Dhofir
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung FISIP adalah salah satu bangunan di Universitas Brawijaya yang mempunyai luas lantai besar dan bertingkat. Gedung FISIP terdiri dari gedung A, gedung Konektor dan gedung B. Audit energi diperlukan untuk mengetahui penggunaan energi listrik aktual serta mencari peluang hemat energi yang tepat. Gedung FISIP belum pernah dilakukan audit energi menyeluruh ke panel setiap lantai. Penulis melakukan  pengukuran langsung ke seluruh lantai. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengukuran langsung berupa tegangan, arus dan cos phi guna mendapatkan data primer. Analisis dari hasil perhitungan diarahkan ke peluang hemat energi. Dari hasil pengukuran langsung, konsumsi energi listrik gedung sebesar 26.993,96 kWh dalam 1 bulan dengan prosentase gedung A (37%), gedung Konektor (12%), dan gedung B (51%). Klasifikasi dan prosentase konsumsi beban gedung yaitu beban penerangan (17%), beban AC (69%), beban peralatan (14%). Hasil perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung FISIP yang dibedakan antara lantai non-AC dan lantai ber-AC secara keseluruhan masih dalam kategori sangat efisien. Penghematan energi dilakukan dengan mengganti beban lampu dengan lampu LED, sedangkan beban AC diganti dengan AC teknologi inverter. Hasil analisis menunjukkan penghematan pada beban penerangan sebesar 4.184,3 kWh per bulan atau sebesar 49%. Penghematan pada beban AC sebesar 17.122,4 kWh per bulan atau sebesar 44 %. Return on Invest (RoI) beban penerangan sebesar 365% dalam 13 tahun, sedangkan beban AC sebesar 87% dalam 10 tahun.   Kata Kunci: Audit energi, Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Penghematan, Lampu, AC, Return on Invest (RoI).
ANALISIS KINERJA JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) MENGGUNAKAN KABEL DROPCORE DENGAN TOPOLOGI BUS Reza Sufi Al Kamil; Unggul Wibawa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi yang menghantarkan isyarat optik dari penyedia layanan ke pengguna dengan menggunakan fiber optic sebagai media transmisinya. Keuntungan menggunakan fiber optic pada pentransmisian ini adalah lebar jalur lebih besar dibandingakan dengan kabel konvensional. Fiber To The Home (FTTH) mampu memberikan layan triple play yaitu internet, telepon dan tv kabel. Jaringan FTTH memiliki batas maksimum pentransmisian yaitu 20 km agar layanan triple play dapat diterima pelanggan dengan baik. Jarak tersebut terukur mulai dari sisi penyedia layanan (Service Provider) yang terdapat pada kantor utama dan alatnya dikenal dengan Optical Line Termination (OLT). Parameter kinerja jaringan FTTH yang diamati adalah BER, SNR, Link Power Budget dan Link Rise Time. Variasi panjang kabel serat optik sejauh 1km, 1.3km, 1.5km, 1.8km dan 2km digunakan untuk menunjang perhitungan pengaruh panjang kabel serat optik terhadap parameter jaringan FTTH.Dengan variasi panjang kabel serat optik yang digunakan, jarak terjauh yaitu 2 km memiliki nilai BER yang besar yaitu 4,42073x10-11dan nilai SNR sebesar 21,6 dB. Sedangkan untuk jarak terdekekat yaitu 1 km memiliki nilai BER yang kecil yaitu 1,79511x10-12 dan nilai SNR sebesar 22 dB.Kata Kunci—Fiber To The Home, Bit Error Rate, Signal to Noise Ratio, Link Power Budget, Link Rise Time.
DESAIN PV-WIND HYBRID SYSTEM PADA KAMPUNG NELAYAN TAMBAKREJO DI DAERAH PESISIR PANTAI TAMBAN, MALANG Rifdillah Zulafa; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak–-Indonesia berkomitmen untuk menggunakan 23 persen energi terbarukan dari total campuran energi primer nasional pada tahun 2025, karena pemanfaatan energi fosil menyebabkan intensifikasi pencemaran lingkungan dan persediannya kian menipis membuat pemanfaatan sumber energi alternatif terus dikembangkan dalam pelaksanaannya. Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki potensi energi angin dan matahari. Dan apabila dlihat ditinjau dari letak geografis Pantai Tamban menghadap Samudra Hindia maka energi angin cukup melimpah keberadaanya dan energi matahari dapat dieproleh selama matahari masih bersinar. Kombinasi dua potensi energi terbarukan dapat digunakan untuk elektrifikasi Kampung Neayan Tambakrejo. Dengan memanfaatkan energi lokal seperti angin dan matahari diharapkan ketergantungan terhadap energi listrik komersial dapat dikurangi secara bertahap. Desain sistem hibrid PV-Wind on grid terdiri dari PV, konverter, AC-DC bus dan turbin angin yang terhubung jaringan PLN. Dari hasil analisis, produksi listrik oleh pembangkit hibrid mencapai 13,8 gW/tahun dan renewable fraction sebesar 71,2%. Dan untuk emisi yang dihasilkan oleh sistem hibrid sebesar 2.435.974 kg/tahun lebih kecil jika dibandingan oleh PLN yaitu menghasilkan karbon dioksida sebesar 5.757.283 kg/tahun. Selain itu, sistem hibrid PV-Wind on grid menghasilkan biaya per-kWh (COE) lebih kecil yaitu Rp 414,6.Kata Kunci—Pembangkit Hibrid, Panel Surya, Turbin AnginAbstract—Indonesia is committed to using 23 percent of renewable energy from the total national primary energy mix by 2025 because the use of fossil energy causes intensification of environmental pollution and its depleting supply makes the use of alternative energy sources continue to be developed in its implementation. Tamban Beach, Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java has the potential for wind and solar energy. And when viewed from the aspect of the geographical location of Tamban beach facing the Indian Ocean, wind energy is quite abundant in existence and solar energy can be obtained as long as the sun is still shining. The combination of two renewable energy potentials can be used for the electrification of Neayan Village, Tambakrejo Village. By utilizing various local energies such as wind and solar, it is hoped that dependence on commercial electrical energy can be reduced gradually. The on-grid PV-Wind hybrid system design consists of solar panels, converters, AC-DC buses, and wind turbines connected to the PLN grid. From the results of the analysis, the electricity production by the hybrid plant reaches 13.8 gW/year and the renewable fraction is 71.2%. And the emissions produced by the PV-Wind hybrid system on grid are 2,435,974 kg/year, which is smaller than that by PLN, which produces carbon dioxide of 5,757,283 kg/year. In addition, the on-grid PV-Wind hybrid system results in a lower cost per kWh (C0E) of IDR 414.6.Index Terms—PV Wind Hybrid System, PV, Wind Turbine 
Prediction of Solar Radiation Intensity using Extreme Learning Machine Hadi Suyono; Hari Santoso; Rini Nur Hasanah; Unggul Wibawa; Ismail Musirin
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 12, No 2: November 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v12.i2.pp691-698

Abstract

The generated energy capacity at a solar power plant depends on the availability of solar radiation. In some regions, solar radiation is not always available throughout the day, or even week, depending on the weather and climate in the area. To be able to produce energy optimally throughout the year, the availability of solar radiation needs to be predicted based on the weather and climate behavior data. Many methods have been so far used to predict the availability of solar radiation, either by mathematical approach, statistical probability, or even artificial intelligence-based methods. This paper describes a method of predicting the availability of solar radiation using the Extreme Learning Machine (ELM) method. It is based on the artificial intelligence methods and known to have a good prediction accuracy. To measure the performance of the ELM method, a conventional forecasting method using the Multiple Linear Regression (MLR) method has been used as a comparison. The implementation of both the ELM and MLR methods has been tested using the solar radiation data of the Basel City, Switzerland, which are available to public. Five years of data have been divided into training data and testing data for 6 case-studies considered. Root Mean Square Error (RMSE) and Mean Absolute Error (MAE) have been used as the parameters to measure the prediction results based on the actual data analysis. The results show that the obtained average values of RMSE and MAE by using the ELM method respectively are 122.45 W/m2 and 84.04 W/m2, while using the MLR method they are 141.18 W/m2 and 104.87 W/m2 respectively. It means that the ELM method proved to perform better than the MLR method, giving 15.29% better value of RMSE parameter and 24.79% better value of MAE parameter.
ANALISIS EFISIENSI TERMAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI STAR ENERGY GEOTHERMAL DARAJAT Pratama, Muhammad Pashya Rifky; Utomo, Teguh; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 11 No. 6 (2023)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Setelah bertahun-tahun beroperasi, plant tidak akan lagi beroperasi maksimal sesuai desain yang dibuatnya. Pada praktik siklus usaha menunjukan bahwa nilai asli dari efisiensi termal akan selalu berada dibawah 100% hal ini dikarenakan selama proses siklus untuk menciptakan usaha, energi yang diterima sistem oleh perpindahan panas tidak akan dapat diterima seluruhnya dan akan terserap oleh lingkungan. Pada penelitian ini dilakukan analisis efisiensi termal sesuai dengan hukum pertama dan kedua efisiensi termodinamika dan perhitungan termoekonomi untuk menghitung kerugian. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan efisiensi termal sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi Star Energy Geothermal Darajat unit3 sebesar 21,72% dengan kerugian eksergi terbesar terdapat pada komponen condenser sebesar 62.219,418 kW dengan biaya rugi eksergi sebesar 252.766.682,24 Rp/hari dan yang terkecil terdapat pada cooling tower sebesar 599,362 kW dengan biaya rugi eksergi sebesar23,655,907.11. Rp/hari dari hasil berikut ini dapat diketahui jika nilai efisinsi ini bergantung pada performansi dari masing-masing komponen pembangkit. Kata kunci— Termal, Eksergi, Termoekonomi, Efisiensi.
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP SEKOLAH CITA BUANA SEBAGAI PENGEMBANGAN NEARLY ZERO ENERGY BUILDING (NZEB) Ariella, Syafika Safa; Dhofir, Moch.; Wibawa, Unggul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 11 No. 6 (2023)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of EBT in Indonesia is still far from the target of the National Energy Policy (KEN), namely the EBT mix of 23% in 2025 and 31% in 2050. One form of EBT development is utilizing solar energy in building technology that has high energy efficiency so that the number of electrical energy consumption is close to zero or called nearly Zero Energy Building (nZEB). Therefore, it is necessary to design the most optimal rooftop solar power plant (PLTS) so that it has good energy production and economic feasibility. To get good energy production, a simulation is carried out using HelioScope software by inputting data on the mechanical and electrical segments so that the amount of energy that can be produced by the rooftop solar power plant is obtained in detail. The results of the simulation of the rooftop solar power plant system that is installed on-grid in HelioScope are composed of 96 monocrystalline solar panels of Trina Solar TSM-DE20-605W (605W) and 3 3-phase inverters of Growatt MID 17KTL-X. The rooftop solar power plant produces an annual production of 84,08 MWh with a performance ratio of 82,1%. Thus, the average percentage of energy supply from rooftop solar power plants is 39,82% or can be said to be good in supplying the electrical energy needs of buildings so that the nZEB can be developed. From the simulation results, the economic feasibility is known, with the Break Even Point (BEP) reached in 12,4 years of the 25 years project period, and the Net Present Value (NPV) and Return on Investment (RoI) are positive, indicating that the rooftop solar power plant is profitable and feasible to develop. Keywords: Rooftop Solar Power Plant, HelioScope, nearly Zero Energy Building, Feasibility Study
UPAYA PENGHEMATAN KONSUMSI ENERGI LISTRIK DI PT. KAWASAN INDUSTRI MAKASSAR MELALUI WALK-THROUGH AUDIT METHOD Alfarizy, Muhammad Mahdiy; Wibawa, Unggul; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy security plays an important role in supporting national development. To maintain energy security, energy conservation is carried out by reducing energy use in producing goods or services. To analyze energy use is conduct an energy audit. This research aims to obtain the Energy Use Intensity (EUI), electrical energy utilization patterns, and energy saving opportunities in the Head Office and Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT. Kawasan. Industri Makassar (PT. KIMA), using WalkThrough Audit method. The calculation of the EUI refers to the building area and electrical energy consumption in 2022-2023. The electrical energy utilization pattern focuses on the daily load of electrical energy consumption, such as measuring the level of light illuminance (lux), calculating the electric power of lamps, calculating the Energy Efficiency Ratio (EER) for the Air Conditioner (AC), and calculate the appropriate AC capacity for each room. The results of the EUI value calculation show that the criteria are very efficient in the Head Office in 2022-2023 and very efficient in the WWTP office in 2022, which decreases to efficient in 2023. The lux level in 76.47% of the rooms in the Head Office and 70% of the rooms in the WWTP Office is below the SNI 6197:2020 standard. The type of AC installed is energy efficient, but the AC capacity is too big in that 35% of the rooms in the Head Office and 57% of the rooms in the WWTP Office. The results of the IKE analysis show a small influence on energy saving opportunities. Meanwhile, the analysis of electrical energy utilization patterns shows a large influence on providing energy saving opportunities. Keyword : Energy Audit, Energy Use Intensity (EUI), Energy Efficiency Ratio (EER)
Co-Authors Adhi Purbo Putranto Adinata, Dwi Andhika Valent Afwega Bagas Kena Pranata Ahmad Zaki Ramadhani Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akiyat, Muhammad Haekal Aldian Eka Fitranto Aldo Julian Hastono Alfarizy, Muhammad Mahdiy Alfian Sakti Pamungkas Ali Ridho Alief Nasruddin Ananda, Redzko Andre Prasetya Andy Darmawan Angela Sembiring Anshar Affandy Arbi Ramadhan Arief Y., Primanda Ariella, Syafika Safa Arifin Surya Winarto Arizqun Anwar Fatcha Armeyelia, Bulan Asmungi, Gaguk Asyhari, Ahmad Rizky Ayyub Setiyoso Bobby Pratama Bryan Malvin Budi Agung Raharjo Darryl Octaviyanto Kusputra Dhofir, Mochammad Dhofir, Mochammad Ditto Adi Permana Ditza Pasca Irwangsa E. Wakama, Tamunonengi Eka Citra Agustini Eka Mardiana Engga Kusumayoga Fakhruddin Ar Rozi Faza Azmi Hidayat Firly Azka Nurhidayah Frandicahya P., Akhmad Gita Andrika Sari Gitawan Dimas Prakoso Hadi Suyono Hafidh, Muhammad Yusril Haidar, Achmad Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Hidayat, n/a Imam Suwandi Imtiyaz, Kholis Irvan, Muh. Zulvi Ismail Abdan Syakuro Firmansyah Ismail Musirin Jawoto Tri Prabowo Jayadiyuda, I Wayan Angga Kemal Pasha Pramudianto Khairil Anwar Khalid, Farhan Firzatullah Khatijah Sofia Surya Putri Suharyanto Kosa Shantia Kurniawan, Ferryo Lenz Lavelia Permata C. Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Mardotillah, Nanda Azizah Maulidina, Nabila Vida Miranda Christine Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Mochamad Azwar Anas Mochamad Shofwan Rizqulloh Mochammad Abdul Ghofur Mohammad Fahririjal Mokhammad Wildan Dahlan Muhammad Alaudin Tri Kurnia Muhammad Daniyal Muhammad Haekal Akiyat Muhammad Rigadho Suprayogi n/a Hariyono n/a Soeprapto n/a Wijono n/a Wijono Nainggolan, William Sutan Nisa, Rizqa Ulya Fakhrun Nur Rahma Dona Nur Subhan Nurhakiki, Mauludiya Annisa Pradana Anoraga Tinto Pradhana, Raka Radithya Pratama, Muhammad Pashya Rifky Putra, Ade Mahendra Darma Rachendra, Bima Denatta Ramadhan, Muhammad Indrata Ramadhani, Ahmad Zaki Rendy Previanto Retno Puji Lestari Reza Sufi Al Kamil Reza, Dana Ammar Rifdillah Zulafa Rini Nur Hasanah Rizki, Fahrina Novia Rizky Hamid Robbyansyah Rizqi Wahyu Rahmariadi Rohman, Deny Fatkhur Rosi David Rosihan Arby Harahap Rosihan Arby Harahap Ruditta Devianti Rusli, Mochammad Satrio Wicaksono Shiddiq, Muhammad Fatihul Shufinah, Syahla Siregar, Josua Hatorangan Suyono, Hadi Syarif, Habib Teguh Utomo Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Triyoga, Joseph Kristian Ullin Dwi Fajri A. Utomo, Muhamad Afiq Nur Warda Islamiyah Wijono, n/a Wiwin Wahyuni Yudhistira Rizal Firmansyah Yulistiono, Irwan Zainuri, Akhmad Zulfikar Subagio