Claim Missing Document
Check
Articles

FUNGSI DOMINASI ROMAWI PADA LINE GRAPH Nilamsari Kusumastuti., Yesi Januarti, Mariatul Kiftiah,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4, No 2 (2015): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v4i2.10827

Abstract

Himpunan D disebut himpunan dominasi pada graf G=(V,E) jika setiap simpul dari himpunan V-D berikatan dengan paling sedikit satu simpul pada D. Pada penelitian ini dibahas mengenai fungsi dominasi Romawi dari suatu line graph. Line graph L(G) dari suatu graf G adalah graf yang merepresentasikan himpunan sisi dari G dan hubungan antara sisi-sisi pada G. Simpul-simpul pada L(G) dibentuk dari himpunan sisi G. Fungsi f disebut fungsi dominasi Romawi pada L(G) jika dan hanya jika untuk setiap simpul v'∈’V', f :V'→{0,1,2} dan untuk setiap simpul v'i dengan f(v'i)=0 berikatan dengan paling sedikit satu simpul v'j dengan f(v'j)=2. Himpunan V'0, V'1 dan V'2 merupakan subhimpunan dari V' yang dipengaruhi oleh fungsi f dengan V'i={v'∈V'│f(v')=i} untuk i=0,1,2. Himpunan D' disebut himpunan dominasi Romawi pada L(G) jika D'= V'1∪’V'2 dan f(V')=|V'1|+2|V'2| merupakan bobot fungsi dominasi Romawi. Bilangan dominasi Romawi pada L(G) dinotasikan dengan γr(L(G)) yang merupakan nilai minimum dari f(V').Kata Kunci: Himpunan Dominasi, Bilangan Dominasi Romawi, Graf Terhubung
METODE SIMPLEKS FUZZY UNTUK PERMASALAHAN PEMROGRAMAN LINEAR DENGAN VARIABEL TRAPEZOIDAL FUZZY Kusumastuti, Bayu Prihandono., Anastasia Tri Afriani, Nilamsari
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 1, No 01 (2012): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v1i01.629

Abstract

Himpunan fuzzy adalah himpunan yang dinyatakan dengan suatu fungsi keanggotaan, yang memetakan setiap domain di himpunan fuzzy ke tepat satu bilangan di interval nol hingga satu. Penerapan teori himpunan fuzzy pada riset operasi adalah persoalan pemrograman linear fuzzy. Pada penelitian ini digunakan bilangan trapezoidal fuzzy sebagai variabel. Untuk mengurutkan bilangan trapezoidal fuzzy digunakanlah fungsi ranking linear. Metode yang digunakan untuk mencari solusi optimal adalah metode simpleks fuzzy. Solusi optimal dicari dengan melakukan beberapa iterasi pada tabel simpleks fuzzy. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa bilangan trapezoidal fuzzy pada persoalan pemrograman linear fuzzy dapat diselesaikan dengan menggunakan metode simpleks fuzzy. Kata Kunci : Pemrograman Linear dengan Variabel Trapezoidal Fuzzy, Fungsi Ranking, Metode Simpleks Fuzzy, Bilangan Trapezoidal Fuzzy
KRIPTOGRAFI KLASIK DENGAN METODE MODIFIKASI AFFINE CIPHER YANG DIPERKUAT DENGAN VIGENERE CIPHER Nilamsari Kusumastuti., Juliadi, Bayu Prihandono,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 2, No 02 (2013): Bimaster
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v2i02.3025

Abstract

Kriptografi adalah ilmu atau seni untuk menjaga keamanan pesanyang meliputi aspek keamanan pesan seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi.Salah satu metode yang dapat untuk meyandikan pesan adalah Affine cipher dan Vigenere cipher. Metode modifikasi Affine cipher yang diperkuat dengan Vigenere cipher merupakan penggabungan dari Affine cipher dan Vigenere cipher. Plainteks dienkripsi dengan Affine cipher menggunakan persamaanCi=(aPi+b)mod m, dengan m adalah ukuran konversi,Pi adalah plainteks, Ci adalah cipherteks, a adalah kunci pertama dan b adalah kunci kedua. Enkripsi pada Affine cipher menghasilkan cipherteks sementara. Kemudian cipherteks sementara menjadi plainteks yang dienkripsi dengan Vigenere cipher menggunakan persamaan Ci=(Pi+kr)mod m, dengan kradalah kunci ketiga, sehingga menghasilkan cipherteks. Sebaliknya, untuk mendapatkan plainteks, cipherteks didekripsi dengan Vigenere cipher menggunakanPi=(Ci-kr)mod m, yang menghasilkan plainteks sementara, kemudian plainteks sementara menjadi cipherteks didekripsi dengan Affine cipher menggunakan persamaan Pi=a-1(Ci-b)mod m sehingga diperolehplainteks. Modifikasi Affine cipher yang diperkuat dengan Vigenere cipher merupakan dua kali proses penyandian. Kata kunci: Affine cipher, enkripsi, dekripsi,cipherteks, plainteks, Vigenere cipher.
MEMBENTUK PELABELAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF KEMBANG API Bayu Prihandono., Martina Ikopitria, Nilamsari Kusumastuti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4, No 01 (2015): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v4i01.9287

Abstract

Pelabelan pada sebuah graf adalah fungsi bijektif yang memetakan unsur-unsur pada suatu graf (titik dan sisi) ke suatu bilangan bulat positif. Misalkan G adalah sebuah graf dengan p titik dan q sisi. Fungsi bijektif f dari V(G)ÈE(G)ke {1, 2, …, p+q} disebut pelabelan sisi ajaib dari G jika terdapat sebuah konstanta c (disebut sebagai bilangan ajaib dari f) sedemikian sehingga f(u)+f(v)+f(uv)= c untuk setiap sisi uv dari G. Pelabelan sisi ajaib f disebut sisi ajaib super jika f(V(G))={1, 2, …, p} dan f(E(G))={p+1, p+2, …, p+q}. Dimisalkan G1, G2, …, Gn merupakan keluarga bintang terpisah, dengan vi merupakan salah satu daun dari Gi, 1≤ i ≤ n. Pohon yang terdiri dari semua n bintang dan gabungan lintasan v1, v2, …, vn disebut graf kembang api. Tujuan dari penelitian adalah memberi label setiap titik dan sisi pada graf kembang api berdasarkan pelabelan sisi ajaib super dan menentukan konstanta ajaib. Graf kembang api merupakan graf dengan pelabelan sisi ajaib super dengan konstanta ajaib c=5kn/2+5n+1 dan rumus pelabelan sisi ajaib super yang berbeda untuk nilai i ganjil dan i genap pada titik ai, bi, bij dan sisi ai-1ai, aibi, bibij . Kata kunci: graf bintang, konstanta ajaib
REPRESENTASI ADJOIN PADA ALJABAR LIE Fransiskus Fran, G. A. Yoga Tri Utama, Nilamsari Kusumastuti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i4.49603

Abstract

Aljabar Lie g adalah suatu ruang vektor atas lapangan F yang dilengkapi dengan pemetaan bilinear (disebut bracket Lie dan dinotasikan dengan [-,- ]), bersifat anti-simetri, dan memenuhi aksioma identitas Jacobi. Salah satu contoh dari aljabar Lie adalah himpunan semua operator linear dari ruang vektor V yang dinotasikan dengan gl(V) . Salah satu topik yang dibahas dalam teori aljabar Lie adalah teori representasi. Teori representasi pada aljabar Lie dapat mereduksi permasalahan dalam aljabar abstrak ke dalam aljabar linear dengan cara merepresentasikan setiap anggotanya ke dalam bentuk pemetaan linear pada ruang vektor. Representasi dari g atas V adalah suatu homomorfisma Lie π dari aljabar Lie g ke gl(V). Beberapa macam representasi pada aljabar Lie antara lain, representasi standar, representasi trivial, dan representasi adjoin. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengkonstruksi representasi adjoin pada aljabar Lie dan mempelajari teori yang menyertainya.Kata Kunci: ruang vektor, bracket Lie, aljabar, representasi, derivasi
PENENTUAN KESTABILAN SOLUSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR BERDASARKAN BILANGAN KONDISI Yudhi, Eka Dwi Sariningsih, Nilamsari Kusumastuti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 2 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v11i02.53484

Abstract

Sistem persamaan linear adalah sistem yang terdiri dari dua atau lebih persamaan linear yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya yang dapat ditulis dalam bentuk Ax=b, dengan A suatu matriks mxn sedangkan x dan b merupakan vektor-vektor n-komponen. Dalam menyelesaikan sistem persamaan linear, akurasi dari solusi menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Semakin akurat solusinya, maka semakin teliti solusi yang diperoleh. Solusi suatu sistem dikatakan stabil, Jika perubahan koefisien yang cukup kecil pada sistem menyebabkan galat antara solusi hampiran dengan solusi eksak sangat kecil. Sebaliknya, jika perubahan koefisien yang cukup kecil pada sistem menyebabkan galat antara solusi hampiran dengan solusi eksak sangat besar,  maka dapat dikatakan solusi sistem tersebut tidak stabil.  Jika solusi sistem stabil, maka  solusi sistem persamaan linear berkondisi baik. Sebaliknya, jika solusi sistem berkondisi buruk, maka sistem tidak stabil. Untuk mengetahui sistem persamaan linear mempunyai solusi sistem yang berkondisi baik atau berkondisi buruk, penelitian ini membahas penentuan kestabilan solusi sistem persamaan linear berdasarkan bilangan kondisi dari matriks koefisien dan galat relatif. Jika bilangan kondisi suatu sistem persamaan linear menghasilkan perubahan kecil pada solusi dan memiliki galat relatif hampiran fungsi lebih kecil dari , maka sistem berkondisi baik. Jika bilangan kondisi sistem persamaan linear menghasilkan perubahan besar pada solusi dan memiliki galat relatif hampiran fungsi  lebih besar dari , maka sistem berkondisi buruk.  Kata kunci: Sistem persamaan linear, Kondisi baik, Kondisi buruk
PERBANDINGAN STRUKTUR HIMPUNAN MATRIKS INTERVAL DAN HIMPUNAN MATRIKS INTERVAL ATAS ALJABAR MAX-PLUS Helmi, Sendy Taradipa, Nilamsari Kusumastuti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 2 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v11i02.53505

Abstract

Aljabar max-plus(ℝmax) merupakan himpunan semua bilangan real ℝÈ{e}, dengan {e}=-¥ yang dilengkapi operasi maximum, dinotasikan dengan Å, dan operasi penjumlahan, dinotasikan dengan Ä. Himpunan ℝmax dimotivasi dari pemodelan sistem kejadian diskret. Hal ini yang menjadi alasan pemilihan operasi maximum sebagai operasi penjumlahan dan operasi penjumlahan sebagai operasi perkalian. ℝmax memiliki struktur yang berbeda dengan struktur aljabar klasik, sehingga struktur aljabar max-plus menjadi topik yang menarik untuk dikaji. Beberapa tahun terakhir, banyak penelitian yang memadukan teori pada ℝmax dan teori pada aljabar linear yang mempelajari teori matriks dan pengembangannya, yaitu teori matriks interval. Himpunan matriks interval berordo n´n atas aljabar max-plus merupakan himpunan semua matriks dengan entri-entrinya berupa interval pada aljabar max-plus. Hal menarik yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan struktur dari I(ℝ)max dengan himpunan semua matriks interval pada aljabar klasik M(ⅅ). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa himpunan matriks interval berordo n´n atas aljabar max-plus memiliki struktur semiring idempoten dengan matriks elemen netral eₙ,ₙ, yaitu matriks dengan semua entri berbentuk [e,e] dan elemen penyerap Eₙ,ₙ, adalah matriks dengan entri-entri berbentuk [E,E]dengan E=0. Sedangkan himpunan matriks interval berordo n´n memiliki struktur ring dengan matriks elemen identitas 0ₙ,ₙ=[0,0] dan matriks elemen identitas 1ₙ,ₙ=[1,1].Kata Kunci: Matriks, Interval, Aljabar Max-Plus, Semiring
METODE GENERALISASI UNTUK MENCARI AKAR KUADRAT MATRIKS BERORDO 2×2 Fransiskus Fran, Fereccella Zunetta, Nilamsari Kusumastuti,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 1 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v11i1.52197

Abstract

Suatu matriks ???? dikatakan akar kuadrat dari matriks ????, dinotasikan sebagai √????, jika ???? memenuhi (????^2)= ????. Akar kuadrat suatu matriks tidak dapat ditentukan secara langsung dengan mengakarkan entri-entrinya, oleh karena itu diperlukan suatu metode khusus untuk mencarinya. Salah satu metode yang digunakan adalah metode Cayley-Hamilton, tetapi metode ini hanya dapat diterapkan pada matriks definit positif, yaitu matriks yang semua nilai eigennya bernilai positif. Sedangkan untuk matriks definit negatif dan indefinit, metode Cayley-Hamilton ini tidak dapat digunakan. Untuk itu, pada artikel ini dibahas mengenai metode lain yang merupakan generalisasi dari metode Cayley-Hamilton, yaitu metode generalisasi untuk mencari akar kuadrat dari sebarang matriks persegi berordo 2*2. Berdasarkan Teorema Cayley-Hamilton persamaan karakteristik dari matriks ???? adalah (λ^2)- (tr(A))λ+det(A)=0. Dimisalkan matriks ???? memenuhi ????=????^2 maka berlaku det(????)=±√(det(????)) dan tr(????)=±√(tr (????)±(2√(det(????))). Jika tr(A)≠0 maka matriks ???? ditentukan melalui persamaan ???? =1/(tr(A))*(???? +det(????)I). Jika tr(A)=0, maka (????^2)∊I dengan I={αI⃒α∊ℂ}, sehingga matriks ???? ditentukan melalui persamaan ????=√α√I, dengan √I  adalah akar kuadrat dari matriks identitas I.Kata Kunci: determinan matriks, Metode Cayley-Hamilton, trace matriks.
OPTIMALISASI FASE DAN DURASI LAMPU HIJAU PADA ARUS LALU LINTAS Studi Kasus: Persimpangan Jalan Tanjungpura - Imam Bonjol Kota Pontianak, Kalimantan Barat Adrah Adrah; Nilamsari Kusumastuti; Meliana Pasaribu
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 3 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v11i3.55022

Abstract

Arus lalu lintas dan antrian pada pagi hari di persimpangan jalan Tanjungpura - Imam Bonjol termasuk dalam klasifikasi padat dan panjang. Akibatnya sering terjadi kemacetan di persimpangan tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian fase dan durasi lampu hijau dengan penerapan graf fuzzy ͠G(͠V,͠E). Arus lalu lintas direpresentasikan sebagai simpul dan derajat keanggotaan simpul menyatakan kepadatan arus lalu lintas. Sedangkan arus bersilangan atau menyatu dinyatakan sebagai sisi dan derajat keanggotaan sisi menyatakan tingkat konflik dari kedua arus. Hasil representasi persimpangan tersebut membentuk graf fuzzy ͠G(͠V,͠E) yang terdiri dari 12 simpul dan 28 sisi. Graf fuzzy ͠G(͠V,͠E) yang terbentuk, selanjGGutnya diwarnai menggunakan konsep pewarnaan graf fuzzy dengan cut˗α. Pewarnaan tersebut menghasilkan bilangan kromatik untuk setiap , dimana bilangan kromatik maksimal yang diperoleh yaitu 4. Hal ini berarti terdapat 4 fase arus lalu lintas di persimpangan jalan Tanjungpura - Imam Bonjol. Setiap fase yang terbentuk, selanjutnya dicari durasi lampu hijau berdasarkan hasil penelitian, diperoleh durasi lampu hijau pada persimpangan jalan Tanjungpura - Imam Bonjol yaitu 14 detik jalan Pahlawan, 16 detik jalan Sultan Hamid II, 17 detik jalan Imam Bonjol dan 18 detik jalan Tanjungpura. Kata Kunci: Graf fuzzy ͠G(͠V,͠E), Cut˗α, Pewarnaan graf fuzzy
BILANGAN LOKASI PADA GRAF LILI DAN GRAF PERSAHABATAN Stefani Septiani Nanda Putri; Nilamsari Kusumastuti; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 11, No 3 (2022): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v11i3.55025

Abstract

Diberikan sebarang graf terhubung G=(V(G),E(G)) dan dimisalkan W= {w₁, w₂,…, wₖ} adalah himpunan bagian dari V(G). Representasi titik v ???? V(G) terhadap W, Cw(v), adalah pasangan k-tupel yang disebut kode lokasi dengan Cw(v)= (d(v,w₁), d(v,w₂),…,d(v,wₖ)) dan d(v,wi) menyatakan jarak dari titik v ke titik wi   untuk i= 1,2,…,k. Himpunan W disebut himpunan lokasi di G jika untuk setiap u,v ???? V(G), Cw(u)≠ Cw(v). Kardinalitas minimum dari semua himpunan lokasi pada G disebut bilangan lokasi G yang dinotasikan dengan Loc(G). Pada penelitian ini dibahas tentang bilangan lokasi pada graf lili (ℓn) dan graf persahabatan (fn). Graf lili adalah graf yang dibentuk dari penggabungan graf bintang (S1,n) dan graf lintasan (Pn) sedangkan graf persahabatan adalah graf yang dibentuk dari n salinan graf sikel (C3). Graf lili dan graf persahabatan memiliki karakteristik pada beberapa titiknya yaitu berupa titik kembar. Dua titik ????,???? dikatakan titik kembar jika titik u dan v memiliki jarak yang sama terhadap semua titik lain di graf G kecuali titik u dan v. Titik kembar pada graf lili dan graf persahabatan dapat digunakan untuk memudahkan dalam pencarian himpunan lokasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bilangan lokasi dari graf lili (ℓn) yaitu Loc(ℓn)=2n+1untuk n ≥ 2 dan bilangan lokasi dari graf persahabatan (fn) yaitu Loc(fn)= n, untuk n ≥ 2,n ???? ℕ. Kata Kunci : himpunan lokasi, kode lokasi, titik kembar, bilangan lokasi