Claim Missing Document
Check
Articles

PEWARNAAN HARMONIS PADA GRAF LILI DAN GRAF PERTEMANAN Robiandi Robiandi; Nilamsari Kusumastuti; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 3 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i3.47409

Abstract

Pewarnaan titik adalah pemberian warna pada titik-titik graf G sedemikian sehingga untuk setiap dua titik  u,v ∈ V(G) yang bertetangga mendapat warna berbeda. Misalkan G graf tak berarah dengan  u,v ∈V(G) dan  (u,v) ∈ E(G). Jika titik u diwarnai dengan warna a dan titik v diwarnai dengan warna b, maka pasangan warna yang terbentuk saat u dan v bertetangga dinotasikan dengan (a,b). Berdasarkan fakta pada graf tak berarah, sisi (u,v) = (v,u)  sehingga untuk setiap warna a,b pasangan warna (a,b)= (b,a). Pewarnaan harmonis pada graf sederhana G  adalah pewarnaan titik sedemikian hingga setiap pasang warna muncul maksimum satu kali. Bilangan kromatik harmonis pada graf G adalah minimum banyaknya warna yang diperlukan untuk mewarnai semua titik G dengan pewarnaan harmonis. Pada penelitian ini dibahas tentang pewarnaan harmonis pada graf lili (ln) dan graf pertemanan (Fn). Graf lili adalah graf yang dibentuk dari penggabungan graf bintang (S1,n) dan graf lintasan (Pn). Graf pertemanan dibentuk dari n salinan (digandakan sebanyak n  kali) graf sikel (C3). Bilangan kromatik harmonis diperoleh dengan mencari pola pewarnaan harmonis pada setiap graf. Dari penelitian diperoleh bilangan kromatik harmonis pada graf lili adalah 2n + 3 untuk setiap  bilangan asli dengan n ≥ 2. Bilangan kromatik harmonis pada graf pertemanan adalah 2n + 3 untuk setiap n bilangan asli dengan n ≥ 2.Kata Kunci: pewarnaan titik, pasangan warna, bilangan kromatik harmonis.
KAJIAN MATRIKS INTERVAL DAN SIFAT-SIFATNYA Epifania Kurva; Evi Noviani; Nilamsari Kusumastuti
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v9i4.42650

Abstract

Misalkan IR menyatakan himpunan semua interval tertutup atas R. Matriks interval merupakan perluasan dari matriks real dengan elemen – elemen pada matriks interval berupa interval di IR. Aritmetika matriks interval merupakan generalisasi dari aritmetika matriks real, dimana operasinya menggunakan aturan-aturan yang berlaku dalam aritmetika interva. Oleh karena itu,terdapat sifat-sifat yang berlaku dalam aritmetika matriks real tapi  tidak berlaku dalam aritmetika matriks interval. Sifat-sifat tersebut terkait sifat distributif  yang tidak selalu berlaku pada elemen di IR.  Kata kunci : matriks, artimetika interval,sifat distributif
BILANGAN DIACHROMATIC PADA GRAF BINTANG Raventino Raventino; Nilamsari Kusumastuti; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 3 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i3.47401

Abstract

Pewarnaan lengkap pada suatu graf G adalah pewarnaan titik dengan syarat setiap pasangan warna muncul minimal satu kali pada G. Maksimum banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lengkap suatu graf tidak berarah G yang dinotasikan dengan ψ(G) disebut bilangan achromatic. Pada penelitian ini dibahas perluasan dari bilangan achromatic yaitu bilangan diachromatic, khususnya bilangan diachromatic graf bintang berarah K1,n. Graf bintang K1,n adalah graf yang memuat satu titik pusat yang berderajat n dan bertetangga dengan n daun. Bilangan diachromatic yang dinotasikan dengan dac(G), adalah maksimum banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lengkap suatu graf berarah G. Pada penelitian ini diperoleh bahwa banyaknya warna (dinotasikan w) yang dapat digunakan dalam pewarnaan lengkap graf berarah G adalah bilangan bulat yang memenuhi permutasi  dari w (P2w) yang tidak lebih dari atau sama dengan banyaknya sisi di graf G. Selain itu didapat bahwa bilangan diachromatic pada graf bintang berarah K1,n  adalah dac(K1,n ) = 2.Kata Kunci: pewarnaan titik, pewarnaan lengkap, maksimum banyaknya warna.
PENGEMBANGAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MATERI PERSAMAAN TRIGONOMETRI Yuni Fitriwanti; Dede Suratman; Nilamsari Kusumastuti; Dona Fitriawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6298

Abstract

This study aims to develop e-modules that can increase independence and understanding of concepts in learning trigonometric equations for students of Class XI MIA SMA Negeri 1 Sungai Raya. The 4-D development method (Four-D Model) used consists of four phases: definition, design, development, and deployment. The aim of this research is to develop e-modules that can increase independence and conceptual understanding in learning trigonometry equations for Class XI MIA students at SMA Negeri 1 Sungai Raya. The 4-D development model (Four-D Model) used consists of four phases: definition, design, development, and deployment. This research produced an e-model of trigonometry equation material that is valid, practical and can increase students' independence and understanding of concepts. The results of testing the understanding of the material concept of trigonometry equations average pretest 52.21 and posttest 84.85. This is also supported by the acquisition of a calculated score of 0.68 ?0.7. This means they have a better understanding of trigonometry equations. The results of the analysis of the level of learning independence of students obtained an independence level of 81.27%. The average score obtained is 81.27%, and the data shows that the independent learning of students goes well when learning with the developed e-modules. This research produced a product in the form of an e-module of trigonometry equations which was developed to help improve conceptual understanding of teaching materials and to increase students' independence in learning.Pengembangan e-modul yang dapat meningkatkan kemandirian dan pemahaman konsep dalam belajar persamaan trigonometri peserta didik Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Sungai Raya merupakan tujuan dari penelitian ini. Model pengembangan 4-D (Model Empat-D) yang digunakan terdiri dari empat fase: definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian ini menghasilkan e-model materi persamaan trigonometri yang valid, praktis serta dapat meningkatkan kemandirian dan pemahaman konsep peserta didik. Hasil pengujian pemahaman konsep materi persamaan trigonometri rata-rata pretest 52,21 dan postest 84,85. Hal ini juga didukung dengan perolehan skor hitung sebesar 0,68 0,7. Ini berarti pemahaman yang lebih baik tentang persamaan trigonometri dimiliki oleh mereka. Hasil analisis tingkat kemandirian belajar peserta didik diperoleh tingkat kemandirian sebesar 81,27%. Rata-rata skor yang diperoleh adalah 81,27%, dan data tersebut menunjukkan bahwa kemandirian belajar peserta didik berjalan baik ketika belajar dengan e-modul yang dikembangkan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa e-modul persamaan trigonometri yang dikembangkan guna membantu meningkatkan pemahaman konseptual materi ajar dan dapat meningkatkan kemandirian peserta didik dalam belajar.
BILANGAN KROMATIK EQUITABLE PADA GRAF BINTANG, GRAF LOLIPOP, DAN GRAF PERSAHABATAN Yuda Praja; Fransiskus Fran; Nilamsari Kusumastuti
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/epsilon.v17i1.8869

Abstract

Let G be a connected and undirected graph. Vertex coloring in a graph G is a mapping from the set of vertices in G to the set of colors such that every two adjacent vertices have different colors. There are many types of vertex coloring, such as complete coloring, k-differential coloring, and equitable coloring. Equitable coloring of G is a vertex coloring of G that satisfies the condition that for each induced color class it has an equitable cardinality with difference 0 or 1. The minimum number of colors used for such coloring of G is called the equitable chromatic number of G, denoted by χe(G). In this study, we only concern with graphs that have a central vertex, which means a vertex that is adjacent to every other vertex, in particular on the star graph (Sn), lollipop graph (Ln), and friendship graph (fn). This research aims to formulate the equitable chromatic number of the star graph (Sn), lollipop graph (Ln), and friendship graph (fn). The first step taken in this research is to apply vertex coloring to Sn, Ln, and fn. After that, the color classes of the vertex set are obtained and its cardinality is determined. Next, analyze that the applied vertex coloring meets the definition of equitable coloring. Then, prove that the number of colors used is minimum. Thus, the chromatic number for each graph is obtained and proved. Based on this research, the equitable chromatic number of Sn is ⌈n/2⌉ + 1, the equitable chromatic number of Ln is n, and the equitable chromatic number of fn is 3, for n = 1 and n + 1, for n ≥ 2.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIKA SISWA Mariatul Kiftiah; Nilamsari Kusumastuti; Bayu Prihandono; Yundari Yundari; Helmi Helmi; Evi Noviani; Fransiskus Fran; Yudhi Yudhi; Meliana Pasaribu; Nur’ainul Miftahul Huda
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.979

Abstract

The perception of mathematics as a compulsory subject in school is often negative. To address this challenge, a service-learning initiative was implemented at SMAN 1 Sambas, employing a game-based pedagogy. Mathematics seminars and exhibitions were organized by Mathematics Study Program to enhance students' engagement and comprehension of mathematical concepts. The effectiveness of this approach was evaluated through a questionnaire, which revealed a high level of approval among students regarding the relevance, motivation, understanding of mathematical principles, problem-solving abilities, and playing skills in mathematics learning. This approach is expected to change students’ perception of mathematics and improve their learning outcomes
MENENTUKAN INVERS DRAZIN DENGAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON Nora Yoshinta Sigalingging; Fransiskus Fran; Nilamsari Kusumastuti
MathVisioN Vol 6 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Prodi Matematika FMIPA Unirow Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/mv.v6i1.998

Abstract

Setiap matriks tidak selalu memiliki invers. Matriks yang memiliki invers disebut matriks non-singular dan matriks yang tidak memiliki invers disebut matriks singular. Tetapi, matriks singular dapat ditentukan invers tergeneralisasinya. Invers tergeneralisasi adalah konsep aljabar linear yang digunakan dalam menentukan invers dari matriks singular. Salah satu invers tergeneralisasi yaitu invers Drazin dari suatu matriks singular  dilambangkan . Pada penelitian ini membahas cara menentukan invers Drazin yang merupakan salah satu invers tergeneralisasi dengan teorema Cayley Hamilton. Langkah-langkah untuk menentukan invers Drazin menggunakan teorema Cayley Hamilton, dimulai dengan mencari indeks suatu matriks singular . Indeks suatu matriks merupakan bilangan bulat non-negatif terkecil  yang memenuhi kondisi . Selanjutnya, dengan diperoleh indeks matriks dapat ditentukan matriks  dan  dengan menggunakan koefisien polinomial karakteristik dari matriks . Matriks  adalah matriks yang diperoleh dari  dan  adalah matriks yang diperoleh dari . Untuk menentukan invers Drazin dapat dihitung dengan .
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TEORI GRUP DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAP (GROUPS, ALGORITHMS AND PROGRAMMING) Assegaf, Syf. Rizekia; M. Rif’at; Nilamsari Kusumastuti
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 11 No. 1 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v11i1.5794

Abstract

Pembelajaran teori grup cenderung berpusat pada dosen dan kurangnya keterampilan mahasiswa dalam membuktikan teorema-teorema yang diberikan. Mahasiswa masih kesulitan pada materi teori grup yang memiliki tingkat abstraksi yang tinggi. Salah satu media pembelajaran yang digunakan yaitu perangkat lunak GAP (Groups, Algorithms and Programming) yang dapat meningkat prestasi belajar mahasiswa. Sedangkan model pembelajaran discovery learning mahasiswa diberikan lebih banyak kebebasan yang sesuai dengan pemikiran mahasiswa dalam menemukan penyelesaian atas masalah yang diberikan dan mahasiswa dapat mengekplorasi kemampuannya dalam menjawab pertanyaan sesuai dengan pemikiran atau imajinasinya. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu menganalisis temuan-temuan yang terkait dengan teori grup dengan model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan perangkat lunak GAP (Groups, Algorithms and Programming) pada mahasiswa Program Studi Matematika semester 4 (empat). Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.. Hasil dari penelitian bahwa ada peningkatan nilai mahasiswa dengan rata-rata 75,92 dengan model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan perangkat lunak GAP (Groups, Algorithms and Programming) pada materi teori grup. Kata Kunci: Discovery Learning , GAP (Groups, Algorithms and Programming)
CUBIC SPLINE INTERPOLATION TO APPROXIMATE SEA DEPTH BETWEEN TELUK SUAK AND LEMUKUTAN ISLAND Hariski, Muhammad; Kusumastuti, Nilamsari; Yudhi, Yudhi
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN (EPSILON: JOURNAL OF PURE AND APPLIED MATHEMATICS) Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/epsilon.v18i1.10813

Abstract

Interpolation is a technique that determines the value of a function at a point located between several known data points. Various interpolation methods include polynomial interpolation, Lagrange interpolation, Newton interpolation, and spline interpolation. Cubic spline interpolation aims to produce accurate approximations characterized by minimal oscillations in the resulting curve. This research uses the cubic spline interpolation method to estimate the sea depth in the waters between Teluk Suak and Pulau Lemukutan. The sea depth measurements are conducted to acquire information regarding the underwater topography. We collected data points using remote sensing techniques through Google Earth Pro. These points are selected based on the sea depth profile considerations, including steep areas and points of depth variation to maintain the seabed conditions within the interpolation curve, with a total of 31 data points. Subsequently, we subjected these data points to the conditions necessary for cubic spline interpolation, resulting in a system of 120 linear equations. After solving this system of linear equations, we obtained cubic spline interpolation polynomials for each subinterval and then estimated the sea depth at other points. Based on the cubic spline interpolation results, we achieved a Mean Average Percentage Error (MAPE) of 1.58%, indicating a highly accurate interpolation outcome.
PEMODELAN FLUKS PADA ALIRAN DARAH Arsita, Sindy; Prihandono, Bayu; Kusumastuti, Nilamsari
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i4.78047

Abstract

Fluida adalah zat yang akan mengalami perubahan bentuk dan posisi dari posisi semula ke posisi terkinisecara berkelanjutan apabila terkena tegangan geser. Salah satu contoh fluida adalah darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pembentukan model aliran darah sebagai suatu kasus mekanika fluida, yaitu pada aliran Hagen-Poiseuille dan aliran Fluida Casson. Persamaan yang diperlukan dalam memodelkan aliran fluida yaitu persamaan Navier-Stokes, yang merupakan bentuk persamaan diferensial parsial nonlinear dari Hukum kedua Newton yang menjelaskan tentang aliran fluida dinamis. Persamaan Navier-Stokes yang terbentuk yaitu pada koordinat kartesius tiga dimensi 𝑥, 𝑦 dan 𝑧 yang kemudian diubah untuk mendapatkan persamaan dalam bentuk dua dimensi 𝑥 dan 𝑦. Selanjutnya, persamaan Navier-Stokes juga diterapkan pada koordinat polar silinder (𝑟, 𝜃, 𝑧). Kedua persamaan, baik pada koordinat kartesius maupun koordinat polar silinder dihubungkan dengan fungsi aliran ψ. Selanjutnya, hasil dari kedua persamaan tersebut diterapkan pada kasus mekanika fluida yaitu aliran Hagen- Poiseuille dan aliran Fluida Casson sehingga diperoleh hasil 𝑄 (Fluks) yang menyatakan jumlah aliran yang melewati suatu permukaan tertentu.  Kata Kunci: Fluida, persamaan Navier-Stokes, aliran Hagen-Poiseuille, aliran Fluida Casson