Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dampak Inovasi dan Daya Saing Perusahaan terhadap Budaya Organisasi Salsabila, Fakhira; Riyan Dwi Cahyo; Shava Nadhira; Della Amelia
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kinerja dan keberhasilan suatu perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Budaya organisasi dalam pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh beberapa dampak, salah satunya adalah dampak inovasi dan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara budaya organisasi, inovasi, dan daya saing perusahaan, serta bagaimana ketiga elemen tersebut saling memengaruhi dalam konteks berbagai sektor industri. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel dari database akademik seperti Scopus dan Google Scholar. Alat analisis yang digunakan mencakup perangkat lunak pengelolaan referensi dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dan daya saing memiliki dampak signifikan terhadap budaya organisasi. Budaya kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam memfasilitasi inovasi dan meningkatkan daya saing perusahaan. Selain itu, terdapat hubungan positif antara budaya organisasi yang inovatif dan kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang interaksi antara inovasi, daya saing, dan budaya organisasi, memberikan kontribusi pada literatur yang ada dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi inovasi dalam konteks budaya organisasi.
Pengaruh Sistem Reward dan Punishment Terhadap Kinerja Organisasi Zhafira Taufik, Alifia; , Abdullah; Intan Muslimah; Della Amelia
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reward dan punishment adalah cara yang umum digunakan perusahaan untuk mengelola kinerja karyawan. Reward diberikan sebagai penghargaan atas prestasi, sementara punishment merupakan sanksi atas pelanggaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi dan disiplin karyawan. Namun, penting untuk menerapkan sistem ini secara adil dan konsisten agar efektif. Jika tidak, malah dapat menimbulkan masalah baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem reward dan punishment terhadap kinerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA, yang melibatkan pencarian dan analisis sistematis literatur dari Google Scholar menggunakan Publish Or Perish. Kriteria inklusi meliputi publikasi berbahasa Indonesia atau Inggris dalam rentang waktu 10 tahun terakhir (2014-2024). Dari proses screening, diperoleh 30 literatur yang layak dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem reward memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan peningkatan motivasi sebagai variabel tambahan. Sistem punishment yang diterapkan secara tepat dapat meningkatkan kedisiplinan, motivasi, dan kinerja organisasi. Kesimpulannya, baik reward maupun punishment memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja, namun keduanya harus dilaksanakan secara proporsional, adil, dan memperhatikan kebutuhan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika reward dan punishment dalam konteks organisasi.
Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Efektivitas Informasi dan Kontrol Sistem dalam Meningkatkan Integritas Profesional Najla Aulia Achmad, Fathiya; Sabrina Annastasya; Della Amelia
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi terhadap efektivitas sistem informasi dan kontrol dalam meningkatkan integritas profesional di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik yang relevan dalam 15 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat dan sistem kontrol yang efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sistem informasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai dan norma-norma organisasi mempengaruhi implementasi sistem informasi, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan efisien. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik dalam manajemen pendidikan, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang ini.
Dampak Budaya Perusahaan terhadap Kinerja dan Inovasi Karyawan Salsabila Zhafirah Ramadhani; Haliza Widiya Utami; Ikhsan Muhamad Mudjenan; Wahu Imam Rajani; Della Amelia
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, which conforms to the PRISMA protocol, this study investigates the influence of corporate culture on employee performance and innovation. As an important component, corporate culture influences the nature of the organization and creates a pleasant working environment. The analysis shows that a strong organizational culture increases employee productivity, motivation, and engagement. This finding is supported by many studies that found a relationship between organizational culture and employee satisfaction and achievement of company goals. Conversely, corporate culture is essential to encourage employees to be innovative. This study found that the role of transformational leadership and organizational commitment in strengthening the relationship between organizational culture and innovation, and that an environment that supports creativity and risk-taking can help innovative behavior, especially in industry 4.0. Overall, this study emphasizes that corporate culture is essential as a strategic part of contemporary management. To create a productive and innovative organization, it is important to implement a corporate culture that supports effective cooperation. The results suggest that company leaders can use these findings to maximize the potential of their human resources.
PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN IPA Ghifari, Yudis; Rienovita, Ellina; Amelia, Della
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6459

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Augmented Reality (AR) guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, khususnya pada aspek analisis dan inferensi, dalam pembelajaran IPA (Sains) kelas VIII. Metode kuasi eksperimen one group pretest-posttest desain digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik purposive sampling hanya satu kelas saja sampelnya berjumlah 30 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AR efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kedua aspek yang diuji, yaitu analisis dan inferensi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan gain sebesar 13,17 untuk aspek analisis dan 6,46 untuk aspek inferensi.Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi penelitian setelah ini, khususnya dalam pemanfaatan AR dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan bahan ajar berbasis AR yang lebih menarik dan interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.
Exploring Teachers' Awareness of Transformative Learning and Its Impact on Teaching Practices Mulyadi, Dadi; Amelia, Della; Emilzoli, Mario; Nurrohman, Mohammad Nazwan; Firly, Shabran Ghazi Nabil
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 7 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v7i3.84149

Abstract

The lack of teachers' understanding of transformative learning principles poses a major challenge in fostering innovative, student-centered learning. This study aims to compare teachers' levels of understanding of transformative learning principles across specific categories and examine the correlation between their understanding and teaching practices. The study employs a quantitative approach with exploratory descriptive and correlational methods. The sample consisted of 103 junior and senior high school teachers, randomly selected, comprising 50 females and 53 males. Data were collected through an online survey using a structured questionnaire with 46 questions. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistical techniques. The results revealed that the majority of teachers demonstrated low to moderate levels of understanding of transformative learning principles. Teachers with greater understanding tended to implement transformative approaches more frequently in their teaching practices. However, no significant differences were found based on gender, age group, or teaching experience. The study concludes that intensive and continuous professional development programs are needed to enhance teachers' understanding and skills in applying transformative learning. These programs should include conceptual training, reflective practices, and collaborative support to facilitate classroom implementation.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR BERBASIS KERAGAMAN: SURVEI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Novianto, Galih Dwi; Dewi, Laksmi; Amelia, Della
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v17i1.90074

Abstract

Peserta didik memiliki keragaman akan kebutuhan dan karakteristik berbeda dalam belajar. Pembelajaran berdiferensiasi sebagai akomodasi pembelajaran yang disesuaikan akan setiap individual melalui otonomi belajar, sehingga adanya keleluasaan bagi peserta didik untuk mengambil segala tindakan dan keputusan kegiatan belajar guna menumbuhkan dan meningkatkan kemandirian belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan kemandirian belajar apakah berkorelasi positif atau tidak. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif dengan korelasional deskriptif melalui uji korelasi Pearson  product moment.  Teknik  sampling  jenuh secara keseluruhan terdiri atas 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan kemandirian belajar memiliki hubungan positif yang kuat. Hubungan kuat mengindikasikan, bahwa semakin baik penerapan pembelajaran berdiferensiasi, maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian belajar peserta didik. Adapun hasil penelitian mengenai hubungan diferensiasi konten pembelajaran, proses pembelajaran, produk pembelajaran, serta lingkungan belajar dengan kemandirian belajar yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.    
Peningkatan Pembelajaran Digital Kolaboratif pada Implementasi Kurikulum Merdeka di Yayasan Bina Cendikia Utama Cirebon Fadlillah, Ahmad Fajar; Kurniawan, Deni; Arifin, Zainal; Amelia, Della; Murthi, P. Indra; Hanifa, Azrina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1128

Abstract

Dalam era digital saat ini, integrasi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada fleksibilitas dan kolaborasi. Yayasan Bina Cendikia Utama Cirebon sebagai mitra pengabdian menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan guru untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam pembelajaran. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para guru di yayasaan tersebut dalam menggunakan platform digital kolaboratif, seperti Google Docs dan Google Slides, guna mendukung pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi siswa. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pelatihan intensif, pendampingan teknis, serta evaluasi berbasis praktik. Para guru dilatih untuk menggunakan alat digital secara efektif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran kolaboratif di kelas. Pelatihan ini diikuti oleh 30 guru dari berbagai jenjang pendidikan di yayasan tersebut. Selain sesi teori, para peserta juga terlibat dalam simulasi langsung dan diskusi kelompok untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai penerapan teknologi digital dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan para guru menggunakan alat kolaboratif digital. Mereka berhasil mengaplikasikan keterampilan ini dalam pembelajaran sehari-hari, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, berpusat pada siswa, dan mendukung kolaborasi antar siswa. Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh para guru, tetapi juga oleh siswa yang lebih terlibat aktif dalam proses belajar. In today's digital era, the integration of technology into the learning process has become an urgent necessity, especially in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes flexibility and collaboration. Yayasan Bina Cendikia Utama Cirebon, as a community service partner, faces challenges in developing teachers' skills to optimally utilize digital technology in teaching. Therefore, this community service program aims to enhance the teachers' ability at the foundation to use collaborative digital platforms such as Google Docs and Google Slides to support project-based learning and student collaboration. The community service methods used include intensive training, technical assistance, and practice-based evaluation. The teachers were trained to effectively use digital tools in planning and implementing collaborative learning in the classroom. This training was attended by 30 teachers from various educational levels at the foundation. In addition to theoretical sessions, participants engaged in hands-on simulations and group discussions to deepen their understanding of digital technology implementation within the context of the Merdeka Curriculum. The results of the service program showed a significant improvement in the teachers' ability to use collaborative digital tools. They successfully applied these skills in their daily teaching, creating a more interactive, student-centered learning environment that fosters collaboration among students. This positive impact was felt not only by the teachers but also by the students, who became more actively engaged in the learning process.
Pelatihan Pengembangan Desain Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Guru Sekolah Dasar Susilana, Rudi; Ikanubun, Lucia Ekawati; Amelia, Della; Hadiapurwa, Angga; Dewi, Laksmi; Setiawan, Budi; Anisa, Desy; Sipayung, Amy Theresia
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76539

Abstract

Digulirkannya kebijakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) untuk implementasi kurikulum nasional, menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru di lapangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan mitra berupa keterbatasan pemahaman guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan konsep dan strategi Pembelajaran Mendalam (PM). Mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Parongpong yang berjumlah 50 guru. Kegiatan yang dilaksanakan berupa intervensi terstruktur selama dua hari, meliputi: (i) pra-pelatihan dengan distribusi buku panduan PM yang memuat enam topik inti, (ii) pelatihan melalui penyampaian materi, diskusi, serta workshop praktik penyusunan desain pembelajaran, dan (iii) pascapelatihan berupa penguatan serta evaluasi tindak lanjut. Metode kegiatan mencakup asesmen awal dan akhir, praktik terbimbing, serta pendampingan langsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan nilai normalized gain (N-gain) pada enam aspek PM berada pada kategori sedang (0,43–0,56); aspek prinsip PM memperoleh capaian tertinggi (0,56), sementara aspek pengembangan desain pembelajaran masih terendah (0,43) sehingga membutuhkan penguatan lanjutan. Evaluasi reaksi peserta juga memperlihatkan persepsi yang sangat positif (rata-rata ≥ 4,51/5) terhadap relevansi, kejelasan, manfaat praktis, kolaborasi, dan sikap reflektif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan menerapkan Pembelajaran Mendalam, meskipun pendampingan berkelanjutan tetap diperlukan agar implementasi di kelas lebih optimal.